Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 135 - Tertangkap Basah


__ADS_3

Hari itu Ji Yanran sedang berjalan mencari keberadaan Qian Yu, namun dia tidak menemukan siapapun. Ruangan demi ruangan dia telusuri dan selalu berakhir dengan tidak ditemukannya Qian Yu.


“Dimana Bibi Qian? Bukankah kemarin dia berjanji ingin membuat cemilan bersama!” Ji Yanran menggerutu sendiri, namun saat dirinya berada didekat segel lingkaran teleportasi yang dibuat Ling Zhen, Ji Yanran terkejut melihat sosok pemuda yang tidak asing dimatanya menarik wanita dewasa dengan lekuk tubuh menggoda.


“Adik Zhen, Xiuxiu?” Ji Yanran mengerutkan keningnya saat gudang kosong ditutup.


Sebenarnya Ji Yanran ingin menjauh, tetapi rasa penasaran dengan kecurigaannya membuat langkah kakinya berjalan mendekati gudang kosong tersebut.


Apa yang Ji Yanran dengar dari balik ruangan adalah suara dua orang berbisik-bisik. Ji Yanran menempelkan telinganya ke dinding gudang kosong sambil mendengarkan dengan seksama.


“Zhen‘gege, apa kau yakin akan melakukannya disini?”


Suara Chu Xiulan terdengar. Jantung Ji Yanran berdegup kencang karena dirinya diam-diam menguping kegiatan intim Ling Zhen dan Chu Xiulan.


Tak lama setelah suara Chu Xiulan terdengar, giliran Ling Zhen terdengar, “Xiu‘er, jangan berteriak. Aku tidak akan menahan diri karena kau berniat mempermainkanku.”


Karena penasaran akhirnya Ji Yanran menemukan jendela yang dipenuhi sarang laba-laba, dia membersihkannya dengan pelan-pelan dan mengintip kegiatan itu secara langsung.


Mata Ji Yanran melebar saat melihat tubuuh Chu Xiulan bertumpu pada pintu, sementara Ling Zhen dari belakang terus menggerayangi tubuhnya dan tak lama suara pekikan Chu Xiulan terdengar tertahan.


“Akh-”


Ji Yanran menelan ludah menahan ***** melihat bagaimana Ling Zhen dengan mutlak menyatukan tubuhnya. Kedua tangan Ling Zhen juga terlihat sibuk meremas dan memilin gundukan kenyal milik Chu Xiulan.


“Aaahhh! Aaaahhhh!"

__ADS_1


Mendengar suara Chu Xiulan tentu membuat Ji Yanran bingung sendiri. Terlebih disana Ling Zhen terlihat sangat agresif, pemuda itu menghentakkan tubuhnya dengan sangat keras saat Chu Xiulan memekik.


“Xiu‘er, suaramu berisik!” Terlihat Ling Zhen menyatukan rambut Chu Xiulan lalu menyibakkan ke bahu kanannya, memperlihatkan punggung dan tengkuk lehernya yang indah dari belakang.


Sungguh pemandangan yang membuat Ji Yanran semakin basah saat mendengar suara erangan Chu Xiulan dan Ling Zhen. Terlebih dia mengintip secara langsung kegiatan itu.


Nafas Ji Yanran semakin tidak beraturan. Erangan-erangan manja Chu Xiulan dan suara benturan kedua tubuh yang menyatu menggema jelas ditelinganya.


Mata Ji Yanran melebar sepenuhnya saat melihat Ling Zhen menindih tubuh Chu Xiulan, sementara Chu Xiulan memeluk tubuh Ling Zhen dengan sangat erat. Terlihat keduanya telah selesai melakukan kegiatan itu.


“Xiu‘er, sebenarnya aku masih ingin tetapi aku harus menahan diri. Cepat pakai pakaianmu sebelum ada yang curiga.”


Ji Yanran mendecakkan lidahnya melihat Ling Zhen yang sedang memakai pakaiannya. Sementara Chu Xiulan terlihat masih mengatur nafasnya kelelahan.


Saat Ling Zhen hendak memakai celana panjangnya, Chu Xiulan menahannya. Kali ini Ji Yanran menatap Chu Xiulan tidak percaya saat wanita itu memegang sesuatu yang menonjol tapi bukan bakat.


Terlebih Chu Xiulan terlihat begitu menikmatinya seperti melahap sesuatu yang manis. Kegiatan itu diakhiri dengan Chu Xiulan yang menelan sesuatu dan terlihat juga ekspresi puas wajah Ling Zhen.


Chu Xiulan tersedak saat hendak memundurkan kepalanya, namun kepalanya ditahan kedua tangan Ling Zhen yang menekannya kedalam.


“Mmmmppphhh!”


Ji Yanran melebarkan matanya setengah tidak percaya dengan apa yang dilakukan Ling Zhen kepada Chu Xiulan.


“Huek! Huek!”

__ADS_1


Setelah Ling Zhen melepaskan pegangan tangannya, Chu Xiulan terlihat mual dan muntah-muntah, sedangkan Ling Zhen tertawa layaknya anak kecil.


“Menyebalkan!” Ji Yanran dipenuhi perasaan cemburu. Resiko memiliki saingan istri yang lebih muda darinya.


Sebelum keluar, terlihat Ling Zhen dan Chu Xiulan saling mengecup satu sama lain dan memeluk tubuh masing-masing.


Selepas kepergian Chu Xiulan, Ling Zhen tidak segera menutup pintu melainkan menoleh kebelakang dan tersenyum.


“Kakak Ji, aku tahu dirimu ada disitu.”


Ji Yanran terkejut, tubuhnya yang sudah terasa panas dan lembab terhuyung karena merasa lemas.


“Kau sudah sangat basah.” Ji Yanran terkejut saat merasakan sentuhan dicelah kedua pahanya. Matanya mendelik melihat Ling Zhen menggendong tubuhnya.


“Sepertinya aku akan mendapatkan sambutan selamat datang darimu, Kakak Ji.” Ling Zhen membawa tubuh Ji Yanran ke gudang kosong dan membaringkannya dilantai.


Dari dalam gudang suara desahann terdengar, nafas Ji Yanran terdengar berat sementara Ling Zhen dengan menggebu-gebu menggerakkan tubuhnya naik turun seiring suara benturan kedua tubuh mereka.


Berulang kali mata Ji Yanran mendelik tidak percaya karena milik Ling Zhen belum masuk sepenuhnya. Baru setengah saja sudah membuatnya melayang dan menurut Ji Yanran milik Ling Zhen tidak memasuki tubuhnya secara mutlak sama seperti Chu Xiulan.


“Aaaahhhssss!”


Suara Ji Yanran tercekat membuat Ling Zhen berhenti bergerak. Keduanya saling menatap tajam sebelum akhirnya Ling Zhen membungkam mulut Ji Yanran dan menghujamkan tubuhnya lebih dalam.


Suara teriakan tertahan dan erangan terdengar beberapa kali, terkadang lembut dan terkadang keras. Keduanya terus menyatu dengan penuh tenaga seolah-olah lupa jika mereka sedang melakukannya didalam gudang.

__ADS_1


__ADS_2