
“Kau mengenalku bukan? Semalam kau menginap di penginapanku dan membuat kebisingan dengan kekasihmu itu. Apa kau tahu, itu sangat menggangguku?” Wanita paruh baya ini menarik tangan Ling Zhen dan membawanya kedalam sebuah ruangan yang dia pesan dari Rumah Golok Perawan untuk mengikuti acara pelelangan.
“Nyonya, apa kau memiliki akses ke pelelangan?” Ling Zhen dipaksa untuk duduk dibangku.
Wanita paruh baya itu menatap Ling Zhen tajam, “Ya, aku memilikinya karena aku mengenal dekat dengan orang nomor satu di Rumah Golok Perawan. Ada apa? Apa kau tertarik mengikuti pelelangan?”
Ling Zhen tersenyum tipis, “Aku tertarik, maka dari itu aku mengintip. Jadi kau jangan salah paham Nyonya.” Tanpa menunjukkan rasa takut ataupun merasa intimidasi, Ling Zhen justru memberanikan diri hendak berdiri tetapi wanita paruh baya itu mengangkat kakinya dan menyentuh perut Ling Zhen.
“Duduklah.” Wanita paruh baya itu tersenyum penuh siasat sambil menyentuh celah paha Ling Zhen menggunakan ujung kakinya.
Kaki wanita paruh baya itu itu menekan sesuatu yang menonjol dari balik celana. Bahkan sebelum kaki wanita paruh baya itu, milik Ling Zhen sudah membesar dengan sempurna. Mata wanita paruh baya itu terbelalak saat ujung kakinya merasakan sesuatu yang besar, keras dan panjang.
“Ya Dewa...” Reaksi terkejut wanita paruh baya itu membuat Ling Zhen duduk dan mengamatinya.
“Bocah nakal, apa ini alasannya kau membuat pengasuh Tuan Putri Jia berteriak?” Wanita paruh baya itu menelan ludah sebelum bertanya.
‘Dia mengenal Bibi Gong? Ini berbahaya.’ Ling Zhen menatap wanita paruh baya itu tajam.
“Aku akan tutup mulut jika kau menyembunyikan Gong Ning, asalkan kau diam dan membiarkan aku menyentuhmu...” Wanita paruh baya itu berbisik ditelinga Ling Zhen.
‘Wanita gila. Aku belum pernah bertemu dengan wanita seperti ini...’ Ling Zhen akhirnya mengangguk dan membiarkan wanita paruh baya itu menyentuh dadanya.
Sentuhan itu semakin kebawah dan akhirnya jari-jemari halus wanita paruh baya itu meremas sesuatu yang membuatnya penasaran. Sejak peristiwa dirinya mengetahui Gong Ning dibawa Ling Zhen ke Penginapan Bulan Madu, wanita paruh baya ini sudah penasaran dengan bentuk yang diluar angan-angannya.
__ADS_1
‘Ini- Ini sangat besar...’ Saat wanita paruh baya itu membuka pakaian bawah Ling Zhen, matanya melebar dan menatap kagum sesuatu yang menyentuh pipinya.
Ling Zhen tersenyum melihat ekspresi wanita paruh baya ini. Wanita yang dikenal sebagai pebisnis handal di Ibukota Jiayang ini bernama Sue Fenghua. Selain terkenal akan kecantikannya, sosok Zhang Xue merupakan wanita yang menjadi idaman pria.
Mengingat Zhang Xue berusia empat puluh tahun, semua itu tidak mengurangi kecantikannya. Dibalik tindakan Zhang Xue yang melakukan ini kepada Ling Zhen karena dirinya telah berjuang keras demi menyelamatkan suaminya.
‘Aku sudah ternoda karena menjadi budak Guang Liang. Lagipula, malam ini aku akan menjalankan syarat terakhir untuk membebaskan suamiku. Aku harus siap...’ Zhang Xue menelan ludah mengingat dirinya akan dibawa ke Istana Jia oleh Guang Liang dan tentunya Zhang Xue mengetahui apa yang akan menimpa dirinya saat para petinggi Aliansi Bulan Darah bekerjasama dengan Guang Liang.
‘Demi dewa, bocah nakal ini memiliki kebanggaan yang lebih besar dari suamiku dan Guang Liang...’ Bibirnya terbuka dan perlahan melahap sesuatu yang lebih besar dari mulutnya.
Zhang Xue tersedak saat melakukannya. Ling Zhen mendesis karena mendapatkan hadiah kejutan dari Zhang Xue. Suara liur dan mulut tersedak berulang kali terdengar. Ling Zhen menyibakkan rambut Zhang Xue dan mengelus kepalanya penuh kasih sayang.
‘Kenapa? Kenapa saat dia mengelus kepalaku, aku jadi sangat ingin memanjakannya?’ Zhang Xue semakin liar dan ini adalah pengalaman pertamanya melakukan ini dengan penuh bersemangat. Biasanya dia melakukan ini karena terpaksa dan tidak menikmatinya bahkan merasa jijik, tetapi saat dia memberikan kenikmatan kepda Ling Zhen perasaan jijik itu lenyap.
Akhirnya Zhang Xue melepaskan dirinya dan terkejut saat mengetahui milik Ling Zhen begitu perkasa, ‘Ini sangat berbeda dengan Guang Liang. Bocah nakal ini sangat perkasa...’
Tubuh bagian bawah Zhang Xue sensitif dan basah. Wanita paruh baya ini menatap milik Ling Zhen penuh kekaguman.
“Apa yang harus kulakukan agar milikmu ini keluar?” Zhang Xue bertanya malu-malu.
“Nyonya, aku tidak ingat menyuruhmu memanjakan diriku. Tetapi aku mengetahui niatmu, kau penasaran sehingga ingin membandingkan diriku dengan priamu bukan? Jadi sekarang bagaimana?” Ling Zhen berdiri dan menatap tajam Zhang Xue.
Mata Zhang Xue terbelalak saat milik Ling Zhen berada tepat didepan matanya. Wajahnya bersemu merah saat mengetahui Ling Zhen mengelus rambutnya.
__ADS_1
“Kau tidak perlu memuaskanku. Aku akan melakukan ini hanya dengan perempuan yang aku suka.” Ling Zhen memakai pakaian bawahnya dan pergi meninggalkan Zhang Xue.
“Tunggu!” Zhang Xue berdiri dan menarik tangan Ling Zhen sehingga tubuh Ling Zhen berada diatas tubuh Zhang Xue yang terhimpit meja.
“Apa kau tidak menyukaiku?” Zhang Xue benar-benar lupa jika dirinya memiliki seorang suami.
“Saat ini tidak.” Ling Zhen menjawab tenang.
“Begitu...” Zhang Xue mendorong tubuh Ling Zhen dan berkata, “Kau ingin masuk ke pelelangan bukan? Tunggulah diluar, aku akan menyiapkan sesuatu untukmu jika ingin masuk ke Rumah Golok Perawan.”
“Nyonya-”
“Jangan bicara, tunggulah diluar.” Zhang Xue tidak menatap Ling Zhen dan berniat menjebak Ling Zhen karena pemuda itu benar-benar telah menolaknya.
“Baiklah-"
Suara pintu digedor terdengar saat Ling Zhen berbicara. Ling Zhen membuka pintu dan menemukan seorang pria paruh baya yang datang dengan ekspresi senang.
“Nyonya, aku ingin.” Pria paruh baya itu adalah Guang Lianh. Saat melihat Ling Zhen, ekspresi Guang Liang berubah geram.
“Baiklah, Tuan Guang.” Zhang Xue melepaskan pakaiannya dan berjalan mendekati Guang Liang.
Ling Zhen berjalan keluar ruangan itu dan mendengar suara erangan didalam.
__ADS_1