Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 132 - Aura Kematian


__ADS_3

Mendengar cerita Li Hua, seketika raut wajah Ling Zhen berubah. Beberapa kepala keluarga telah terbunuh dan sekarang Aliansi Bulan Biru telah mengincar keluarga Li.


Mengetahui Li Jingshan hendak dibunuh, Ling Zhen bergegas menuju Kota Limeng. Dia menggendong Li Hua dan terbang dengan kecepatan tinggi menuju Kota Limeng. Penuh perhatian Ling Zhen menyalurkan aura tubuhnya pada Li Hua.


Li Hua merasa kehangatan yang menenangkan relung jiwanya. Dia mengalungkan kedua tangannya keleher Ling Zhen dan membenamkan wajahnya kedada Ling Zhen sambil tersenyum manis.


Ling Zhen memperhatikan raut wajah Li Hua yang tersipu malu. Kecantikan alami tanpa dibuat-buat itu tentu saja sangat menarik perhatian. Ling Zhen tanpa sadar mengecup kening Li Hua.


“Nona Li, apa kau benar-benar menerimaku?” Ling Zhen bertanya. Sebelum Li Hua menjawab, Ling Zhen menceritakan kepadanya bahwa dirinya telah menikah. Bukan hanya memiliki satu istri, tetapi Ling Zhen telah memiliki tujuh istri resmi.


Mendengar itu raut wajah Li Hua berubah. Ekspresi terkejut tanpa dibuat-buat itu membuat Ling Zhen kembali tersenyum. Li Hua mencengkeram erat pundak Ling Zhen dan mengecup pipi Ling Zhen.


“Aku menerimamu apa adanya Tuan Ling. Sejak hari itu, aku selalu bermimpi tentangmu. Aku menyadari perasaanku ini bukanlah sebuah kebohongan. Aku benar-benar tulus mencintaimu.” Li Hua mengatakan itu dengan suara begitu lembut.


Ling Zhen tersenyum tipis dan mengecup pipi Li Hua sambil sesekali meremas perut Li Hua membuat gadis itu tersipu malu.


“Nona Li, sesuai janjiku. Aku akan menikahimu.” Ling Zhen mengatakan itu dengan wajah yang serius. Jantung Li Hua berdegup kencang karena sebentar lagi dirinya akan menjadi istri Ling Zhen.


“Aku akan menyapa Ayah Mertua dan Ibu Mertua. Kuharap mereka baik-baik saja.” Ling Zhen mempercepat langkahnya dan dalam hitungan menit dirinya sudah sampai di Kota Limeng tepatnya dikediaman keluarga Li yang mewah.


“Tuan Ling, kau tidak terduga. Aku mengira kau orangnya dingin, tetapi kau tahu, dirimu sangat membuatku tenang.” Li Hua menenggelamkan wajahnya kedada Ling Zhen membuat pemuda itu memainkan detak jantung yang berdetak kencang.

__ADS_1


“Nona Li, kita sudah sampai. Bisakah kau turun?” Ling Zhen tersenyum saat melihat Li Hua larut dalam perasaanya dan tifak menyadari jika keduanya kini tengah dikepung pendekar Aliansi Bulan Darah.


“Lihat siapa yang datang?! Bukankah dia Li Hua? ” Pendekar Aliansi Bulan Darah menatap tajam Li Hua dan mengabaikan keberadaan Ling Zhen.


Li Hua diturunkan Ling Zhen dengan lembut. Setelah itu Li Hua disuruh Ling Zhen untuk memejamkan matanya, namun kali ini Li Hua menolaknya. Dia ingin melihat Ling Zhen bertarung dengan mata kepalanya sendiri.


Ling Zhen cukup santai saat pendekar Aliansi Bulan Darah yang memblokir akses kabur keluarga Li mengepung dirinya. Tidak butuh waktu lama bagi Ling Zhen untuk menghabisi semuanya.


Sekitar dua ratus pendekar berdatangan saat mendengar keributan. Saat ini Ling Zhen dikepung dari segala arah, para pendekar Aliansi Bulan Darah terus berdatangan dan mereka semua berpikir bisa membunuh Ling Zhen dengan mudah.


“Hanya karena menang jumlah, kenapa kalian semua bisa sesenang itu?!” Ling Zhen tersenyum lebar sambil mengeluarkan Pedang Pencabut Nyawa.


“Kau terlalu percaya diri pemuda tampan! Kau pikir dirimu ini siapa?! Berani mencari masalah dengan Aliansi Bulan Darah!”


Saat para pendekar melompat kearahnya, Ling Zhen menebaskan Pedang Pencabut Nyawa yang dia aliri dengan tenaga dalam. Seketika dua ratus pendekar Aliansi Bulan Darah terluka parah dan sebagian ada yang mati seketika.


Ling Zhen kembali bergerak dan terus mengayunkan pedangnya menghabisi setiap pendekar Aliansi Bulan Darah. Dalam hitungan menit, halaman depan kediaman keluarga Li sudah banjir darah.


Kejadian ini memancing amarah salah satu petinggi Aliansi Bulan Darah. Petinggi ini sedang menginterogasi Li Jingshan yang menanyakan keberadaan Li Rong.


“Siapa yang berani mengusik diriku ini?!” Petinggi Aliansi Bulan Darah memucat wajahnya saat melihat halaman depan keluarga Li dipenuhi mayat anggotanya.

__ADS_1


“Ini!” Petinggi Aliansi Bulan Darah itu menelan ludah. Saat pandangan matanya melihat sosok Ling Zhen, seketika wajahnya pucat pasi.


“Kau! Bukankah kau yang di Ibukota Jiayang?! Bagaimana bisa dirimu ada disini?!” Petinggi Aliansi Bulan Darah itu memucat wajahnya dan berkeringat dingin saat melihat Ling Zhen tersenyum dingin kearahnya.


Ling Zhen berkata, “Aku ingin menyapa Paman Li, apakah aku melakukan hal yang salah?” Ling Zhen dengan santai mengibaskan pedangnya dan segera mencekik leher petinggi Aliansi Bulan Darah itu.


“Kau Jiang Gu dari Rumah Gaya Bulan bukan? Katakan semua yang kau ketahui jika tidak ingin mati dengan cara menyakitkan!” Ling Zhen melepaskan Aura Kemtian. Dengan dirinya yang telah mencapai Pendekar Dewa Tahap Awal, tentu saja dihadapannya sekarang sosok Jiang Gu bukankah apa-apa bahkan dia bisa membunuhnya hanya dengan mengintimidasi pria itu menggunakan Aura Kematian.


“Nona Li, pejamkan matamu sebentar. Oh, daripada kau melihat pertarunganku lebih baik kau selamatkan Ayahmu.” Ling Zhen tersenyum ramah pada Li Hua.


Li Hua menelan ludah. Dia berdecak kagum sekaligus gemetaran tubuhnya karena Ling Zhen tidak segan membunuh musuhnya.


“Baik, Tuan Ling." Li Hua mengikuti perkataan Ling Zhen dan segera berlari memasuki rumahnya.


Setelah Li Hua memasuki rumahnya, Ling Zhen menatap dingin Jian Gu dan berkata, “Lebih baik kau menjawab semua pertanyaanku daripada kau mati ditanganku!”


“Tergantung suasana hatiku, aku bisa saja membiarkanmu hidup jika kau bersedia menjadi pengikutku!” Ling Zhen menyeringai menunjukkan senyuman dingin yang membuat Jian Gu langsung memohon dihadapannya.


“Aku akan menceritakan semuanya! Jadi apa yang ingin Tuan Pendekar tanyakan?!”


___

__ADS_1


Masih gak nentu ya tanggal rilis chapter selanjutnya, maaf banget.


__ADS_2