Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 43 - Kesedihan Dibalik Arogan


__ADS_3

Ketua Lembah Hujan bernama Liang Feng, dikenal sebagai sosok pendekar tangguh karena dapat mengumpulkan para pendekar yang kehilangan arah dan memberikan perlawanan pada sekte aliran hitam di Kekaisaran Qing.


Tanpa sosok Liang Feng, maka para pendekar dari sisa-sisa sekte aliran putih dan netral di Kekaisaran Qing tidak akan bersatu. Selain telah mencapai Pendekar Langit Tahap Awal, Liang Feng pernah berhadapan satu lawan satu melawan perwakilan Sekte Pemuja Iblis.


Dalam rapat internal Lembah Hujan yang dihadiri Ling Zhen, Liang Feng menjelaskan rencana Lembah Hujan yang berniat membalaskan kehancuran sekte aliran putih dan netral dengan menghancurkan Benteng Serakah dan Lentera Kerakusan.


Walau diundang oleh Kekaisaran Qing sebagai pengawal keluarga Qing, Lembah Hujan meyakini jika ada penyusup dari Benteng Serakah dan Lentera Kerakusan yang menghadiri Festival Naga.


Festival Naga sendiri merupakan ajang pertarungan pendekar muda yang ada di Kekaisaran Qing. Dahulu Festival Naga menjadi ajang paling bergengsi bagi pendekar muda aliran putih dan netral, namun sekarang berbeda.


Kaisar Qing mengadakan Festival Naga guna menunjukkan pada Benteng Serakah dan Lentera Kerakusan jika sekte aliran putih belum sepenuhnya padam.


Maka dari itu, Liang Feng mendukung penuh Kaisar Qing untuk mengadakan pertarungan antar pendekar muda dengan mengundang pendekar dari Kekaisaran Jia.


Saat mengetahui umur Ling Zhen yang masih muda, terlebih tujuh belas tahun, Liang Feng mengajukan Ling Zhen sebagai perwakilan Lembah Hujan.


Ling Zhen tidak menolak karena dia ingin para pendekar dari Lembah Hujan membantu Paviliun Bulan Biru dimasa depan nanti.


“Pendekar Bumi Tahap Puncak diusia tujuh belas tahun, kau sungguh luar biasa, Junior Ling.” Tetua Ketiga, Feng Shin, menepuk pundak Ling Zhen dan tertawa pelan.

__ADS_1


Ling Zhen ikut tertawa pelan dan memperhatikan Feng Shin yang memeriksa struktur tulang dalam tubuhnya melalui tepukan pelan.


‘Orang ini...’ Ling Zhen terlihat tidak begitu menyukai Feng Shin, tetapi pria yang menjabat sebagai Tetua Ketiga Lembah Hujan ini terlihat tidak mencurigakan dimatanya.


“Festival Naga tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena tidak banyak peserta yang ikut bertanding. Selain pendekar muda dari Kekaisaran Jia, acara ini diikuti oleh para bangsawan muda berbakat.” Liang Feng menambahkan jika keluarga Hei dan keluarga Wang mengirim peserta mereka untuk mengikuti Festival Naga.


“Ada apa Junior Ling? Kau terlihat berbeda saat mendengar keluarga Hei dan keluarga Wang?” Tetua Pertama yang bernama Lin Dong bertanya.


Ling Zhen tersenyum tipis, “Aku sudah mendengarnya dari istriku. Kalian pendekar aliran putih dan netral tidak ingin ikut campur dalam urusan bangsawan. Jika aku membunuh para bedebah di keluarga itu, apa kalian akan menghentikanku?”


Seketika ruangan rapat menjadi tegang. Perkataan Ling Zhen membuat para tetua menunjukkan ekspresi serius, bahkan Feng Shin yang sedang tertawa berubah menjadi marah.


“Kedatanganku kemari memang berniat bekerjasama dengan kalian, tetapi tujuanku yang sebenarnya adalah penawar Racun Darah Buas. Jika aku memenangkan Festival Naga, maka kau harus memberikan penawar itu padaku, Senior Feng Shin.” Ling Zhen menatap tajam Feng Shin yang tidak kalah tajam menatapnya.


Tetua Keempat, Mu Huang, menggelengkan kepalanya melihat Ling Zhen dan Feng Shin yang bersitegang.


“Cukup Saudara Feng! Aku mengerti mengapa Junior Ling berkata demikian, bagaimana dia merupakan anggota keluarga Ling yang tersisa!” Mu Huang terlihat tenang, namun ucapannya membuat Feng Shin menekan aura tubuhnya begitu juga dengan Ling Zhen.


“Saat seperti ini, tidak baik berdebat. Lagipula jika Junior Ling ingin membalaskan kematian keluarganya, maka itu akan membuat Kekaisaran Qing lebih baik dari sekarang. Cepat atau lambat, keluarga Qing yang akan menjadi incaran mereka...” Yan Xie yang merupakan Tetua Kelima menyuarakan pendapatnya.

__ADS_1


“Dan aku merasakan firasat kau menyembunyikan sesuatu dari kami, Junior Ling.” Yan Xie menambahkan.


Ling Zhen tersenyum tipis, “Festival Naga tahun ini akan menjadi festival berdarah. Kudeta besar-besaran akan terjadi, aku sebenarnya ingin membunuh orang-orang sialan itu, tetapi aku sadar diriku tidak dapat melakukannya sendiri!”


“Bagaimana kau bisa mengetahuinya?” Bing Huo bertanya.


“Aku memaksa Wang Huang mengatakan semuanya sebelum membunuhnya.” Ling Zhen menjawab membuat para tetua terdiam.


Tak lama Liang Feng yang diam mendengarkan menyuarakan pendapatnya, “Melihatmu mengingatkanku pada mendiang cucuku, aku ingin mendengar rencanamu Junior Ling.”


“Senior Liang, aku ingin seluruh pendekar Lembah Hujan menghadiri Festival Naga sebagai penonton, karena aku sangat yakin akan banyak pendekar dari Benteng Serakah dan Lentera Kerakusan yang menyamar.” Ling Zhen menambahkan jika keluarga Kaisar Qing harus dijaga ketat.


“Sisanya aku mengikuti rencana kalian. Tetapi pertempuran pasti akan memakan korban jiwa, apa kalian yakin akan melakukan pembalasan di Ibukota?” Ling Zhen menatap Liang Feng yang memejamkan matanya.


“Melihatmu, aku melihat harapan bahwa aliran putih dan netral belum sepenuhnya padam. Tidak ada pilihan lain untuk mundur, kita akan memutus rantai memilukan ini!” Liang Feng tersenyum lebar dan menggelengkan kepalanya.


Setelah bercengkrama panjang lebar, akhirnya Ling Zhen diantar menuju ruang kamar yang ada di Rumah Hujan.


Guyuran hujan yang turun di Lembah Hujan membuat Ling Zhen bertanya-tanya tentang perasaan gelisahnya ini.

__ADS_1


‘Dengan bantuan mereka, setidaknya aku dapat mencegah malapetaka yang akan terjadi. Cukup aku dan Ran‘er yang merasakan semua ini...” Ling Zhen menatap rintik hujan dengan kedua tangan yang mengepal.


__ADS_2