
Yue Rou menceritakan kejadian dimana Jiu Hen menghadangnya saat kembali ke Ibukota Chudong. Terlebih kasus penculikan wanita yang akhir-akhir ini meresahkan Ibukota Chudong dan menurut Yue Rou, Bendera Iblis Hitam adalah pelakunya.
“Aku sangat yakin seluruh petinggi Bendera Iblis Hitam masih hidup, termasuk pemimpin mereka yang sebenarnya...” Yue Rou melihat ekspresi raut wajah Ratu Chu yang begitu terkejut.
Ratu Chu mendengarkan dengan seksama cerita Yue Rou mulai dari Ling Zhen yang menghabisi seluruh anggota Klan Tengkorak Jalanan dan bertemu dengan Jiu Hen.
“Yue Rou, untuk masalah ini aku ingin membicarakannya dengan Paman Xiong. Dia lebih mengetahui masalah dalam negeri ini, karena dia adalah penasehatku.” Ratu Chu pamit undur diri setelah mengatakan itu. Sedangkan Yue Rou terlihat tidak senang saat Ratu Chu lebih bergantung pada orang yang dipanggil Paman Xiong dibandingkan dirinya.
“Senior Yue, apakah Paman Xiong masih itu paman kandung Ratu?” Ling Zhen bertanya pada Yue Rou.
“Kenapa? Apa kau cemburu?” Yue Rou membalas dengan nada kesal.
“Kenapa kau marah? Aku hanya bertanya!” Ling Zhen berdiri dan mendecakkan lidahnya, begitu juga dengan Yue Rou.
“Lebih baik aku tidur.” Yue Rou memegang dadanya dan memeriksa Rubah Putih yang masih tertidur.
“Zhenzhen, apa dia mati? Kenapa dia hanya tidur saja kerjaannya?” Yue Rou mengomentari sikap malas-malasan Rubah Putih.
Ling Zhen menggaruk kepalanya dan menelan ludah saat melihat belahan dada Yue Rou sedikit menyembul keluar. Wajahnya berpaling menatap pintu dan menghela napas panjang.
“Rubah Putih adalah hewan yang unik, dia memulihkan energinya dengan tidur. Jadi Senior Yue tidak perlu khawatir.” Ling Zhen menjelaskan, sedangkan Yue Rou menatap tajam Ling Zhen.
“Tadi matamu menatap dadaku bukan? Dasar lemah syahwat!” Yue Rou menginjak kaki Ling Zhen dan bergegas menuju kamarnya.
Ling Zhen tidak percaya dengan sikap Yue Rou barusan, “Bukankah kau yang sengaja memperlihatkannya padaku?”
Sementara Ling Zhen mengikuti Yue Rou yang masuk kedalam kamar, Ratu Chu berbincang dengan seorang pria paruh baya yang menjabat sebagai penasehat kekaisaran atau biasa dipanggil Penasehat Xiong.
“Ratu, apakah anda mengenal baik pemuda itu?” Penasehat Xiong bertanya.
“Dia adalah pria yang melamarku dan aku menerimanya.” Ratu Chu menjawab membuat Penasehat Xiong tersedak.
‘Perempuan yang terkenal dingin ini akan menikah? Dan pemuda itu bukankah ciri-cirinya sama persis dengan pemuda yang dilaporkan mereka berdua.’ Penasehat Xiong menatap Ratu Chu lekat sebelum tersenyum.
‘Aku tidak bisa membiarkannya. Chu Xiulan, Badan Perawan Suci yang kau miliki itu akan jadi milikku seutuhnya. Kau adalah milikku, Chu Xiulan.’ Penasehat Xiong memejamkan matanya dan mengeluarkan sebuah kitab dari jubahnya.
“Ratu, pemuda itu aku rasa memiliki kondisi tubuh yang istimewa. Jika begitu, aku ingin mengatakan sesuatu, tetapi...” Penasehat Xiong tidak melanjutkan perkataannya dan terlihat sedih.
__ADS_1
Ratu Chu berdiri dan singgasana dan menatap kitab yang dipegang Penasehat Xiong.
“Kitab Keabadian?” Ratu Chu mengangkat alisnya karena baru pertama kali mendengar nama kitab ini.
“Ratu Chu, apakah anda ingin beliau hidup lagi?” Penasehat Xiong menatap Ratu Chu yang berubah ekspresi wajahnya.
Perlahan Penasehat Xiong mendekati Ratu Chu dan membisikkan sesuatu kepada perempuan jelita itu.
Ratu Chu melebar matanya dan memejamkan matanya sedetik kemudian setelah mendengar bisikan Penasehat Xiong.
“Baiklah. Demi mengembalikan Ibunda, aku akan melakukan apapun.” Ratu Chu berjalan keluar ruangannya dan meninggalkan Penasehat Xiong yang tersenyum lebar.
‘Dua hari lagi kau dan Kekaisaran Chu akan jadi milikku.’ Penasehat Xiong duduk disinggasana dan tertawa.
____
Ling Zhen dan Yue Rou berdebat hebat karena Ling Zhen masuk kedalam kamar Yue Rou tanpa permisi.
“Aku hanya ingin mengambil Rubah Putih, dia ini milikku!” Ling Zhen memegang Rubah Putih dan menatap sengit Yue Rou yang hanya berbalut kain tipis karena sehabis mandi.
“Kau sangat keterlaluan karena masuk kedalam perempuan tanpa permisi! Bukankah aku akan menjadi istrimu? Aku hanya minta rubah imut ini kenapa kau tidak rela memberikannya padaku? Biarkan rubah imut menjadi peliharaanku!” Yue Rou mengambil paksa Rubah Putih dari tangan Ling Zhen.
“Kamarku dimana? Aku ingin tidur.” Ling Zhen memalingkan wajahnya yang bersemu merah.
Melihat itu Yue Rou tersenyum tipis, ‘Bagaimanapun dia tetaplah pria yang lebih muda dariku. Ekspresinya yang seperti ini membuatku ingin menggodanya.’
Yue Rou memegang tangan Ling Zhen dan menundukkan kepalanya, “Zhenzhen, malam ini temani aku tidur.”
“Hah? Apa kau anak kecil?” Ling Zhen sama sekali tidak menunjukkan reaksi romantis membuat Yue Rou ingin menginjak kaki pemuda itu.
“Kau tahu Ratu mengatakan jika perempuan hamil, seharusnya pria yang menghamilinya menemani sang perempuan.” Yue Rou berkata dengan pandangan mata polos. Cerita ini memang karangan Ratu Chu yang mengisi waktu luangnya dengan mengeledek atau menjahili Yue Rou, dan yang lebih parahnya Yue Rou mempercayai cerita Ratu Chu walau umurnya telah dua puluh delapan tahun.
Ling Zhen menelan ludah mendengarnya, dan belum sempat dia menjawab, Rubah Putih melompat keatas kepala Ling Zhen. Secara refleks Yue Rou berusaha menangkapnya, namun kain yang melilit tubuhnya melorot kebawah saat kedua kakinya menjinjit, tangan Yue Rou memegang kepala Ling Zhen bersamaan dengan tubuhnya yang terjatuh ke ranjang karena terpeleset.
Ling Zhen memperhatikan Yue Rou yang terpeleset dan memegang pinggang ramping Yue Rou sebelum menindih tubuh perempuan itu.
“Kenapa kau begitu ceroboh, Senior Yue-” Kata-kata Ling Zhen berhenti saat menatap wajah Yue Rou yang merah padam sepenuhnya. Terlebih bentuk tubuh indah Yue Rou yang terpampang didepan matanya tanpa busana.
__ADS_1
“Yue Rou-” Ratu Chu membuka kamar Yue Rou pelan, namun didalam kamar terlihat Ling Zhen sedang menindih tubuh Yue Rou yang sudah tanpa busana. Posisi kedua insan disana membuat wajah Ratu Chu merah padam seketika.
“Dasar lemah syahwat!” Yue Rou berteriak kencang, sementara itu kaki kanannya menendang sesuatu dicelah kaki Ling Zhen membuat pemuda itu mengerang kesakitan.
“Argh!” Ling Zhen tidak dapat menahan rasa sakit yang menjalar dikedua kakinya hingga dia terbaring dilantai.
“Apa kau serius ingin menghancurkannya?!” Ling Zhen menatap tajam Yue Rou yang berusaha menutupi bagian tubuhnya.
“Dasar mesum!” Yue Rou menginjak kepala Ling Zhen, namun saat matanya melihat Ratu Chu yang mematung didepan kamar seketika dia kebingungan harus berbicara apa untuk menjelaskan.
“Ratu, ini tidak-”
“Maaf aku mengganggu. Silahkan dilanjutkan.” Ratu Chu justru tertawa cekikikan dan menutup pintu.
Yue Rou menatap kesal Ling Zhen yang masih meringis kesakitan, “Pokoknya kau harus menikahiku! Kau sudah melihat semuanya bukan?!”
“Rasanya seluruh tulang-tulangku patah secara bersamaan...” Ling Zhen dengan ekspresi lemas menghela napas panjang setelah rasa sakit diselangkangannya perlahan menghilang.
“Tutupi tubuhmu itu.” Ling Zhen memejamkan matanya karena tidak ingin Yue Rou mengamuk.
“Hmph!” Yue Rou memalingkan wajahnya dan langsung membenamkan seluruh tubuhnya kedalam selimut diranjang.
Ling Zhen bangkit berdiri dan keluar kamar, “Aku ingin cari udara segar. Aku akan kembali ke kamar ini setelah kau tidur, Senior Yue. Jadi bersiaplah, karena aku akan melahapmu.”
Yue Rou justru mendengus kesal dan menjulurkan lidahnya, “Weee...”
“Hah?” Ling Zhen ingin menerkam tubuh Yue Rou saat itu juga namun dia menahannya, “Cih, dasar perempuan!”
“Bukankah Ibu dan istrimu itu perempuan!” Yue Rou menanggapi perkataan Ling Zhen namun tidak ada tanggapan dari pemuda itu.
Ling Zhen membuka pintu dan menggunakan telepati, ‘Rubah Putih, bisa kau awasi Penasehat Xiong? Aku ingin menemui Ratu Chu.’
Rubah Putih menguap dan tertawa, ‘Baiklah, lagipula aku sudah melihat hiburan yang menarik tadi.’
Ling Zhen menghela napas ringan, ‘Aku menyukai sifatnya yang seperti itu. Tetapi caramu itu hampir membuatku kehilangan pusaka yang paling berharga!’ Ling Zhen menatap Yue Rou yang sedang memakai gaun tidurnya, lalu mengalihkan pandangannya menatap Rubah Putih yang menguap namun suara tawa terdengar jelas melalui telepati.
Saat menyadari Ling Zhen menatap dirinya, Yue Rou mendengus kesal, “Ada apa? Apa kau ingin menerkamku sekarang?”
__ADS_1
Ling Zhen hanya menggelengkan kepalanya melihat ekspresi Yue Rou lalu berjalan keluar kamar Yue Rou.