
“Shi Mubai! Lawanmu adalah aku!” Chu Xiulan terbang dengan kecepatan tinggi dan kakinya menahan cengkeraman tangan pria bernama Shi Mubai.
“Minggir! Aku akan membunuh pemuda ini!” Ledakan aura berwarna hitam pekat menyebar saat Shi Mubai berteriak, Chu Xiulan melepaskan aura berwarna emas sebelum menendang kepala Shi Mubai.
Wajah Shi Mubai hancur setengah, namun pria itu masih belum mati bahkan setengah bibirnya tersenyum menyeringai.
“Menjijikan!” Chu Xiulan melompat kesamping Ling Zhen dan menatap jijik Shi Mubai.
“Xiu‘er, jadi dia Shi Mubai. Aku akan menghadapi orang ini, kau cukup urus pria itu bersama Rou‘er.” Ling Zhen menunjuk Lin Zi dan dia mengetahui dirinya lebih lemah dari Chu Xiulan. Jika bukan Tanda Mata Dewa, maka kemampuan Pendekar Bumi miliknya sama sekali bukan tandingan para pendekar yang sekarang berkumpul disekitarnya dan memiliki kemampuan Pendekar Langit.
“Zhen‘gege, aku ucapkan terimakasih karena telah menyelamatkanku. Aku menyadari kebodohanku. Aku tidak akan memaafkan pengkhianat itu dan mereka semua...” Chu Xiulan mengepalkan kedua tangannya dan melirik Ling Zhen.
“Ngomong-ngomong sejak kapan Yue Rou menjadi kekasihmu?” Chu Xiulan mengalihkan pembicaraan untuk menyembunyikan kesedihannya.
Ling Zhen tidak bodoh, dia mengetahui senyum palsu Chu Xiulan dan menatap perempuan itu tegas, “Xiu‘er, apa kau tidak bisa bergantung padaku?”
Ling Zhen menghela napas panjang, “Melihatmu yang seperti itu membuatku ingin membuktikan padamu, jika aku adalah pria yang pantas kau andalkan!”
Seketika aura berwarna hitam pekat menyebar ditubuh Ling Zhen, jubah yang dikenakan pemuda itu robek memperlihatkan tanda kutukan dua ekor naga berwarna hitam dan putih dipunggungnya.
“Aura ini!” Ling Zhen justru baru pertama kali merasakan sensasi ini, seketika penglihatannya buram sebelum dirinya berada dialam bawah sadarnya dan melihat langsung sosok Kutukan Roh Dewa Kematian, sementara tubuhnya refleks bergerak menyerang Shi Mubai.
Sementara Ling Zhen yang tanpa sadar menyerang Shi Mubai, Chu Xiulan menahan pukulan tangan Xiong Ni.
“Aku belum menikmati tubuhmu itu! Jadi diam dan menurutlah! Kau mempunyai tubuh khusus seperti Ibumu itu! Saat itu gagal mendapatkannya, tetapi kali ini akan kupastikan aku mendapatkan anaknya!” Ucapan Xiong Ni membuat mata Chu Xiulan melebar menatap pria itu penuh kebencian.
Xiong Ni menyeringai lebar melihat Chu Xiulan larut dalam emosi. Dua tapak tangan beradu hebat, gelombang kejut tercipta saat tapak tangan Chu Xiulan dan Xiong Ni saling berbenturan.
Chu Xiulan melompat kebelakang saat mulut Xiong Ni menyemburkan api, kemudian dia menggigit jari jempolnya dan meneteskannya ke tanah.
__ADS_1
Seketika cahaya berwarna putih terang benderang muncul Elang Halilintar dan Kera Emas muncul.
“Ratu segala alam yang mengendalikan hewan dan tumbuhan. Kau sangat persis dengan Ibumu.” Xiong Ni tertawa dan melepaskan aura pembunuh berjumlah besar.
Chu Xiulan menenangkan dirinya saat mengetahui Ling Zhen melakukan pertukaran jurus dengan Shi Mubai.
‘Aku ingin bergantung padanya? Apakah aku bisa mempercayainya?’ Chu Xiulan menggigit bibir bawahnya dan memejamkan matanya, terlintas tentang dirinya yang hendak mempermainkan dan memanfaatkan Ling Zhen.
Namun tidak dia sangka justru Ling Zhen merebut hatinya dan membuatnya mengalami cinta pertama.
Mengingat tekad Ling Zhen membuat Chu Xiulan tersenyum, kemudian dia mengeluarkan aura berjumlah lalu memanipulasinya.
‘Aku telah menyembunyikan keberadaan penduduk dengan menggunakan Ilusi Pohon Persik. Aku tidak akan mampu bertahan melawan Lin Zi jika menggunakan jurusku yang berskala besar...’ Chu Xiulan menyatukan kedua tangannya dan membuang kekhawatirannya.
“Sudah menjadi tugasku memimpin negeri ini! Aku akan melindungi semuanya!” Seketika muncul ratusan pohon besar yang menghancurkan Istana Chu serta kediaman para bangsawan membuat setengah luar Ibukota Chudong dipenuhi pepohonan yang menjulang tinggi ke langit.
“Ilusi Pohon Dunia!”
Chu Xiulan tersenyum tipis mengetahui jurusnya berhasil membawa Xiong Ni, Shi Mubai dan Lin Zi.
“Kau bersusah payah menggunakan jurusmu. Tidak kusangka, kau melebihi Ibumu. Tetapi takdirmu adalah menjadi ladang kekuatanku, Ratu Chu!” Xiong Ni melepaskan sejumlah pukulan yang dilapisi api.
Chu Xiulan menangkisnya dengan tenang sambil memperhatikan arah pukulan Xiong Ni. Setelah merasa aliran aura dalam tubuhnya tenang, Chu Xiulan mengalirkan sejumlah tenaga dalam pada kelima jarinya pada tangan kiri dan kanannya.
Xiong Ni juga mengalirkan tenaga dalam pada telapak tangannya sebelum menyerang Chu Xiulan dengan tapak api dan petir yang membentuk kepala singa.
Chu Xiulan bergerak kedepan sambil terus memadatkan aura diujung kelima jarinya. Kemudian dia kembali mengalirkan tenaga dalamnya saat melihat tapak milik Xiong Ni mengarah padanya.
Chu Xiulan menghindari tapak Xiong Ni dan langsung menusuk dada Xiong Ni menggunakan kelima jarinya. Jantung Xiong Ni menjadi incarannya, setelah dirasakan detak jantung dalam tubuh Xiong Ni, segera Chu Xiulan mencengkeramnya dan menghancurkannya.
__ADS_1
“Kau terlalu menganggap dirimu tinggi, sampah!” Chu Xiulan menendang kepala Xiong Ni dan menatap dingin tubuh pria itu yang terhempas kebawah.
Bersamaan dengan kematian Xiong Ni, pikiran Ling Zhen yang berada dialam bawah sadar terkejut melihat makhluk mengerikan yang menurut ingatan Roh Dewa itu adalah wujud bentuk segala kebencian para Dewa terhadap manusia dan iblis.
Sang Dewa Kematian itulah yang Ling Zhen ketahui dari ingatan Roh Dewa saat Rubah Putih mewariskan segala bentuk ingatannya kepada Ling Zhen.
“Manusia, leluhurmu telah melakukan kesalahan! Dosa kalian tidak terampuni dan suatu saat kalian akan mengetahui sendiri hari yang telah dijanjikan!” Kutukan Roh Dewa Kematian membunyikan lehernya dan mengayunkan sebuah pedang besar berwarna hitam legam dengan ukiran naga berwarna merah.
Ling Zhen berusaha menangkisnya namun dia dikejutkan dengan pedang itu yang hanya menembus tubuhnya tanpa melukai dirinya.
“Setelah melakukan perjanjian, maka kau harus menebus dosa leluhurmu, manusia. Sebuah dosa yang akan kau tanggung hingga anak keturunanmu.” Kutukan Roh Dewa Kematian mengeluarkan aura hitam pekat mengintimidasi Ling Zhen.
“Dosa? Semua tindakanku ini tidak ada hubungannya dengan keturunanku. Asalkan kutukan ini tidak melibatkan orang yang kusayangi dan keturunanku, dengan senang hati aku akan menerimanya bahkan jika harus mengorbankan nyawaku sendiri.” Ling Zhen mengetahui jika suatu kekacauan yang pernah disinggung Rubah Putih akan terjadi dan Rubah Putih meminta Ling Zhen untuk berjanji melindungi dunia dari kekacauan itu.
“Anggap saja kutukan ini adalah sebuah kekuatan besar. Aku akan memberikan kekuatan besar ini padamu dan aku hanya ingin melihat tekadmu.” Kutukan Roh Dewa Kematian menyeringai lebar memperlihatkan gigi-gigi runcingnya yang tajam.
“Carilah empat belas perempuan yang bersedia menjadi istrimu, jika kau dapat menemukan mereka, aku akan mengakui tekadmu itu dan kutukan ini hanya akan menimpamu tidak dengan orang-orang terdekatmu.” Kutukan Roh Dewa Kematian menawarkan sebuah perjanjian. Dimana perjanjian ini membuat Ling Zhen mengerutkan keningnya.
“Empat belas? Apa kau bercanda?” Ling Zhen menatap Kutukan Roh Dewa Kematian tajam.
“Apa masih kurang? Kalau begitu, tujuh belas. Dan batas umurmu hanya sampai kau berumur dua puluh lima tahun. Jika kau tidak dapat menemukan tujuh belas wanita yang mencintaimu maka kau akan mati, dan orang-orang terdekatmu akan menanggung kutukanku.” Kutukan Roh Dewa Kematian mengeluarkan aura hitam pekat yang secara perlahan masuk kedalam tubuh Ling Zhen.
Dalam sekejap Ling Zhen meronta kesakitan, sementara Kutukan Roh Dewa tertawa.
“Aku mengetahuinya dari ingatan Roh Dewa. Kau memiliki kharisma yang menarik perempuan. Menemukan tujuh belas perempuan bukanlah hal yang sulit bagimu bukan?” Kutukan Roh Dewa Kematian menatap Ling Zhen yang masih meronta kesakitan.
“Aku belum menyetujuinya! Kau melakukan hal yang seenaknya, bedebah!” Ling Zhen memuntahkan darah segar setelah berkata demikian. Matanya melihat telapak tangannya yang memiliki tanda hati berjumlah enam belas.
“Tanda ini...” Ling Zhen bergumam pelan. Tanpa Kutukan Roh Dewa Kematian jelaskan, dia mengetahuinya.
__ADS_1