
“Kakak Ranran, apa kamu didalam? Aku masuk ya?” Chu Xiulan dari balik pintu hendak mendorong pintu, tetapi pintu ruangan kolam air panas dikunci dari dalam.
‘Dikunci?’ Pikir Chu Xiulan sambil mundur dua langkah kebelakang dan mencoba mendengarkan suara air yang mengalir dibalik ruangan, namun ada aliran aura yang tidak tenang dia rasakan.
“Eh, tunggu dulu-” Sontak Ji Yanran terkejut, suara tercekat menjawab ucapan Chu Xiulan.
Chu Xiulan curiga dan memahami apa yang terjadi didalam, perempuan itu tersenyum tipis. Wajahnya merah merona, kemudian dia menepuk lembut kedua pipinya.
Bukan Chu Xiulan namanya jika tidak menjahili seseorang. Dengan senyuman berbeda, dia mengetuk pintu dan mengajak Ji Yanran berbicara.
“Kakak Ranran, apa kamu melihat Zhen‘gege?” Chu Xiulan menahan tawa dan menunggu jawaban Ji Yanran.
“Adik... Zhen‘gege, tidak ada disini! Aduh!” Ji Yanran sedikit memburu suaranya saat menjawab dan diakhiri dengan teriakan memekik.
Chu Xiulan kembali mengetuk pintu, “Ada apa Kakak Ranran?!” Pura-pura Chu Xiulan panik.
Ji Yanran gelagapan dan menatap tajam Ling Zhen, namun pemuda itu hanya mengangkat kedua bahunya pelan dan memegang lembut pinggang Ji Yanran.
“Ah... Itu... Ada tikus besar disini Lanlan!” Ji Yanran bersusah payah menjawab.
“Biar aku membunuh tikus besarnya, Kakak Ranran. Aku masuk ya...” Chu Xiulan tertawa cekikikan setelah menanggapi ucapan Ji Yanran.
“Jangan... Aku bisa mengatasinya sendiri Lanlan...” Ji Yanran memegang pundak Ling Zhen lalu memelas agar pemuda itu berhenti menggerakkan tubuhnya.
Chu Xiulan yang tidak dapat menahan tawanya segera menjawab sebelum pergi, “Baiklah, aku akan menunggu diruang makan, Kakak Ranran.”
__ADS_1
“Iya... Iya... Aku...” Ji Yanran mengatur napasnya untuk menjawab, kemudian melanjutkan, “Aku akan menyusul!”
Chu Xiulan tertawa cekikikan setelah meninggalkan ruangan kolam air panas yang terkunci dari dalam. Namun tak lama Yue Rou datang dan kebingungan berdiri didepan pintu karena mendengar suara erangan tertahan dan sesekali juga desahan.
“Apa ada orang didalam?” Saat Yue Rou mengetuk pintu, seketika dari balik pintu kolam air panas sunyi.
‘Apa aku salah dengar. Oh iya, dimana Ratu? Aku tidak melihatnya...’ Yue Rou menoleh kesana-kemari mencari keberadaan Chu Xiulan.
Selang beberapa menit setelah Yue Rou pergi, Ji Yanran memukul dada Ling Zhen. Namun pemuda itu hanya tertawa pelan dan mencubit lembut pipi Ji Yanran.
“Kau terlalu nekat! Lain kali aku tidak akan ingin kejadian ini terulang kembali!” Ucap Ji Yanran memberi peringatan.
“Bukankah kau yang memulainya, Kakak Ji? Lagipula kau menikmatinya.” Ling Zhen memeluk tubuh Ji Yanran dan membenamkan wajahnya ke sesuatu yang lembut dan kenyal.
Wajah Ji Yanran merah padam, “Cukup! Aku hanya tidak ingin kau menyukai yang lain setelah meninggalkan diriku!” Entah karena cemburu atau marah, Ji Yanran segera membasuh tubuhnya dan meninggalkan Ling Zhen yang memandang lekuk tubuh Ji Yanran didepan matanya.
Diruangan makan terlihat Ling Zhen bersama ketiga istrinya beserta Mizuhara sedang makan malam bersama.
Mizuhara dan Ji Yanran terlihat begitu akrab saat membicarakan soal rasa makanan, sementara Chu Xiulan memandang Ling Zhen dengan senyuman lain dan kedipan mata yang memberi kode, sedangkan Yue Rou menikmati hidangan tanpa bicara sepatah katapun.
Selesai makan, Ling Zhen dan Chu Xiulan menuju kolam air panas, sedangkan Ji Yanran, Yue Rou dan Mizuhara mengobrol bertiga.
Keesokan harinya Ling Zhen bangun dengan senyum penuh kepuasan, sedangkan Chu Xiulan masih tertidur pulas kelelahan.
Yue Rou datang membangunkan Chu Xiulan yang tertidur pulas bersama Ji Yanran.
__ADS_1
“Kakak Ranran, kenapa Ratu terlihat kelelahan?” Yue Rou merasa curiga, tetapi pikirannya menolak jika Chu Xiulan sehabis melakukan kegiatan ranjang bersama Ling Zhen semalam.
“Rourou, kau pasti akan seperti ini jika kelelahan bukan? Lanlan kelelahan karena habis bertarung melawan Zhen‘gege.” Ji Yanran beranjak berdiri dari ranjang dengan wajah kesal.
“Oh...” Yue Rou mengangguk lembut sebelum menutup mulutnya, “Kenapa hanya Kakak Ranran dan Ratu yang diperhatikan?”
Melihat Yue Rou salah mengartikan dan ada kecemburuan disana, Ji Yanran tersenyum memanas-manasi Yue Rou.
“Rourou, inilah resiko jika harus berbagi suami. Kau harus sabar.” Ji Yanran memegang pundak Yue Rou sebelum keluar kamar.
Sementara Yue Rou menghentakkan kakinya kelantai dan pergi mencari keberadaan Ling Zhen.
Pemuda yang dicari Yue Rou sedang berjalan mengelilingi Kota Jihao. Bagi Ling Zhen suasana pagi di Kota Jihao membuatnya tenang.
Dan saat dirinya berada didekat area permukiman penduduk yang dekat dengan gerbang kota, dua orang datang mencegatnya.
Ling Zhen memandang kedua orang itu, ‘Mereka kuat, tetapi aura ini tidak asing...’ Samar-samar Ling Zhen pernah merasakan aura kedua orang dihadapannya.
“Kau Ling Zhen bukan?” Pria dengan penampilan rapi dan tenang mendekati Ling Zhen sebelum menghela napas panjang.
“Aku tidak menyangka orang yang menghentikan kudeta di Ibukota Qinghong lebih muda dari kita.” Pria itu mengulurkan tangannya lalu kembali berkata, “Salam kenal, namaku Lin Hao.”
“Dia Mu Yan.” Pria bernama Lin Hao juga memperkenalkan pria yang berada disampingnya.
Ling Zhen mengerutkan keningnya, “Lin? Mu? Rasanya tidak asing...” Kedua mata Ling Zhen memperhatikan dengan seksama wajah kedua orang dihadapannya.
__ADS_1
Lin Hao menjawab, “Kau pasti merasa tidak asing bukan? Aku adalah anak dari Tetua Lembah Hujan bernama Lin Dong, sementara dia asyalah anak dari mendiang Tetua Mu Huang.”
Ling Zhen terkejut mendengarnya. Entah apa yang terjadi kedepannya saat Lin Hao dan Mu Yan datang menemuinya. Namun pertemuan ini membuat Ling Zhen mengetahui jika namanya sudah dikenal luas di Kekaisaran Qing.