Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 60 - Pedang Gaya Naga


__ADS_3

Tebasan penuh tenaga dalam mengarah pada Ling Zhen, benturan yang menggema itu membuat gelombang kejut diudara, ketujuh petinggi Lentera Kerakusan segera melakukan serangan selanjutnya.


“Bagaimana dia bisa menahan serangan kita?”


“Semuanya, segera lakukan formasi penyerangan tiga arah!” Salah satu petinggi Lentera Kerakusan memberi tanda, sementara yang lainnya mengikuti dan mulai melakukan serangan dari tiga arah.


Ketiga petinggi Lentera Kerakusan melompat ke udara dan memutarkan tubuhnya, ketiga petinggi Lentera Kerakusan itu mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar ke pedang mereka sebelum menebaskan pedangnya sekuat tenaganya.


Ling Zhen tersenyum tipis saat mengetahuinya. Tatapan matanya terarah pada dua petinggi Lentera Kerakusan yang menyerang dari depan, sedangkan dua petinggi yang lain menyergapnya dari belakang.


Ling Zhen telah menarik napas panjang sebanyak enam kali. Dan dalam satu kali tarikan napasnya, dia sudah siap melepaskan sebuah tebasan yang membentuk naga berwarna merah menyala.


“Aliran Sembilan Naga Keempat ~ Murka Naga Api!”


Saat serangan dari tiga arah yang memancarkan tenaga dalam mengerikan, Ling Zhen justru melepaskan tebasan pedang lebih mengerikan yang membuat ketujuh petinggi Lentera Kerakusan mengalami luka parah diperut serta dada mereka.


Ling Zhen tidak berniat memberi kesempatan pada petinggi Lentera Kerakusan untuk memulihkan tenaga dalam mereka.


Dengan satu tebasan yang membara diudara, Ling Zhen mengakhiri ketiga nyawa petinggi Lentera Kerakusan yang menyerangnya dari atas.


“Aliran Sembilan Naga Kedua ~ Kobaran Darah Semesta!”


Tebasan yang dalam menembus dada ketiga petinggi Lentera Kerakusan membuat empat petinggi lainnya menjadi lebih waspada untuk menghadapi Ling Zhen.


“Pemimpin keempat! Kami tidak bisa membunuhnya!” Salah satu petinggi Lentera Kerakusan berteriak.

__ADS_1


Feng Lintian dan Huo Weng yang tadinya masih bisa tersenyum, sekarang terdiam dan tidak mempercayai Ling Zhen dapat membunuh ketujuh petinggi Lentera Kerakusan dengan mudah.


“Aliran Sembilan Naga Kedua ~ Hitam Putih Kehampaan!” Tentu Ling Zhen tidak akan membiarkan para petinggi Lentera Kerakusan yang lain melarikan diri, dia membunuh kedua petinggi Lentera Kerakusan yang bergerak kearah Feng Lintian dengan satu kali tebasan pedangnya.


Setelah membunuh kedua petinggi Lentera Kerakusan, Ling Zhen sudah kembali bergerak dan mengayunkan pedangnya yang penting tenaga dalam pada dua petinggi Lentera Kerakusan yang juga berniat menyerangnya dari belakang.


“Bagus, jika kalian tidak melawan. Maka ini akan membosankan!” Mulut Ling Zhen mendesis saat sudah berada dihadapan kedua petinggi Lentera Kerakusan, “Aliran Sembilan Naga Pertama ~ Satu Auman Halilintar!”


Darah segar mengalir di Pedang Sembilan Naga yang memancarkan aura kematian. Terlebih aura pembunuh Ling Zhen sekarang semakin pekat dan mencekam.


“Jadi apakah kalian berdua akan diam saja?” Ling Zhen mengarahkan Pedang Sembilan Naga pada Feng Lintian dan Huo Weng yang menatapnya waspada.


Hei Wu dan Hei Feng berkeringat dingin setelah melihat bagaimana Ling Zhen membunuh ketujuh petinggi Lentera Kerakusan tanpa terluka sedikitpun.


Saat Ling Zhen hendak menyarungkan pedangnya, Feng Lintian menghilang dari pandangannya dan sudah berada didepannya sambil mengayunkan pedangnya yang dipenuhi api membara.


“Seni Napas Naga...” Namun Ling Zhen yang melihat Feng Lintian bergerak kearahnya segera mengolah pernapasan halus dan tersenyum tipis saat melihat tebasan tajam yang membara mengarah langsung ke lehernya.


“Pedang Gaya Naga ~ Merah Api Menyala!”


Dengan cepat Ling Zhen menangkis tebasan pedang Feng Lintian hingga membuat pria yang dipanggil pemimpin keempat ini terkejut melihat dua tebasan pedang yang membara saling bersentuhan hingga membuat udara semakin panas.


“Habisi dia sekarang Saudara Huo!” Feng Lintian mengerahkan segenap kekuatannya untuk menahan Ling Zhen, tentu kesempatan itu digunakan oleh Huo Weng untuk menyerang Ling Zhen yang memfokuskan perhatiannya bertarung melawan Feng Lintian.


“Tarian Iblis Darah - Hujan Darah!” Huo Weng menarik napas panjang dan melayangkan tebasan pedang yang membuat pedangnya berwarna merah menyala.

__ADS_1


Saat Ling Zhen menyadari tebasan yang datang dari arah samping, dia memainkan pedangnya lebih gesit dari sebelumnya namun Feng Lintian kembali menahannya.


“Tarian Iblis Darah - Sabit Darah!” Feng Lintian melepaskan tebasan yang membentuk sabit berwarna merah darah dan mengarah pada Ling Zhen dengan kecepatan tinggi.


Jarak yang begitu dekat membuat Ling Zhen dan kesulitan menghindar, namun beruntung dia segera menggunakan kemampuan Phoenix untuk melindungi tubuhnya.


Dalam satu kali putaran tubuhnya yang cepat, Ling Zhen menciptakan pusaran angin yang kencang dan menyatu langsung dengan api.


Serangan balasan mendadaknya menghancurkan atap bangunan dan fasilitas lainnya, bahkan ledakan keras menggema memenuhi kediaman keluarga Hei dan sekitarnya membuat para penduduk menatap ke arah ledakan.


Feng Lintian dan Huo Weng dipaksa bertarung diudara saat Ling Zhen dapat membuat keduanya tidak berkutik sedikitpun.


Melihat Ling Zhen disibukkan Feng Lintian dan Huo Weng, segera Hei Wu dan Hei Feng melarikan diri melewati tumpukan mayat anggota keluarga mereka, bahkan keduanya tidak segan untuk menginjak tubuh anggota keluarga mereka yang mati.


Feng Lintian mengecam tindakan Hei Wu dan Hei Feng, bahkan Huo Weng terlihat ingin segera turun dan memberi perhitungan pada Hei Wu dan Hei Feng.


Namun Ling Zhen menahan Feng Lintian dan Huo Weng tanpa celah sedikitpun. Melawan dua Pendekar Bumi Tahap Puncak membuat Ling Zhen menggunakan Tanda Mata Dewa yang membuat kemampuannya meningkat pesat dalam sekejap.


Saat Feng Lintian dan Huo Weng berpikir Ling Zhen hampir kehabisan tenaganya, keduanya justru dibuat berkeringat dingin karena merasakan tekanan aura yang pekat dan mencekam.


Untuk seorang Pendekar Bumi Tahap Puncak sekalipun, Feng Lintian dan Huo Weng tidak dapat menahan tekanan intimidasi dari aura pembunuh yang dilepaskan Ling Zhen.


“Jika kalian berdua marah melihat kedua pecundang itu melarikan diri, maka kalian berdua bisa tenang...” Ling Zhen tersenyum tipis dan mengalirkan tenaga dalam pada bilah Pedang Sembilan Naga, “Kalian berempat akan kupastikan bersama-sama disini.”


Feng Lintian dan Huo Weng berniat melarik diri menggunakan seluruh kekuatan mereka, tetapi Ling Zhen dengan mudah menghentikan pergerakan keduanya dengan tekanan intimidasi aura pembunuh.

__ADS_1


“Saat aku mengatakan pembantaian, maka pembantaian akan benar-benar terjadi.” Ling Zhen menatap dingin Feng Lintian dan Huo Weng yang mengucurkan keringat dingin ditubuh mereka.


__ADS_2