Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 88 - Saat Bahagia


__ADS_3

Ling Zhen sudah membicarakan tentang pernikahan dengan Chu Xiulan dan Yue Rou secara baik-baik. Bagaimanapun sekarang kabar pernikahannya telah menarik perbincangan di segala penjuru Kekaisaran Chu.


Mengingat bagaimana keluarga bangsawan besar di Kekaisaran Chu telah binasa dan Chu Xiulan menanggung beban beratnya sendirian. Ling Zhen memutuskan akan menjadi sosok pengganti Chu Xiulan sampai keturunannya lahir dan memimpin Kekaisaran Chu.


Bagaimanapun Ling Zhen ingin Chu Xiulan bergantung pada dirinya. Terlebih banyak yang menyambut antusias pernikahan ini dan sosok Ling Zhen.


Chu Xiulan sempat menentangnya karena tidak ingin menghalangi perjalanan Ling Zhen, hingga pada akhirnya setelah berdebatan panjang akhirnya Chu Xiulan memutuskan akan menetap di Kekaisaran Chu bersama Yue Rou.


“Aku ingin mendidik anak-anakku kelak menjadi orang yang hebat, aku tidak cemas saat memberikan tanggung jawab ini pada anakku kelak.” Chu Xiulan berkata penuh emosional.


Ling Zhen terdiam memperhatikan Chu Xiulan dan Yue Rou, kemudian dia membicarakan tentang rencana kepergian Chu Xiulan dan Yue Rou ke Lembah Dewa.


Chu Xiulan menyanggupi permintaan Ling Zhen, tetapi dia tidak akan berlama-lama di Lembah Dewa mengingat dirinya merupakan pemimpin Kekaisaran Chu, begitu juga dengan Yue Rou yang ingin mendampingi Chu Xiulan.


“Aku yakin Ibu akan senang melihat kalian berdua.” Ling Zhen tersenyum, tetapi dirinya tidak menyangka akan menikahi dua wanita sekaligus.


Sesudah menyelesaikan pembicaraan mereka, akhirnya Ling Zhen bersama Chu Xiulan dan Yue Rou mengundang penduduk kota beserta seluruh Walikota yang tersebar di segala penjuru Kekaisaran Chu.


Hari terus berganti dan akhirnya apa yang telah dinanti tiba. Pernikahan Ling Zhen membuat banyak penduduk kota berbondong-bondong untuk datang.


Suasana di Ibukota Chudong tampak ramai walau kota ini tidak semegah sebelumnya, tetapi tidak menyurutkan antusias penduduk kota untuk melihat langsung sosok pria yang menjadi suami penguasa negeri mereka sekaligus jenderalnya.


Terlihat Ling Zhen duduk bersanding bersama Chu Xiulan dan Yue Rou. Kini Chu Xiulan dan Yue Rou telah resmi menjadi istri Ling Zhen.


Walaupun meriah, tetapi semuanya sangat sederhana. Ling Zhen tersenyum bahagia melihat dua sosok perempuan cantik duduk disampingnya.


Sebuah anugerah bisa memiliki hati Chu Xiulan dan Yue Rou. Bahkan dia tidak menyangka hidupnya akan seberuntung ini. Dia bersumpah akan menjaga kedua wanita yang telah menjadi istri sahnya itu.

__ADS_1


Ucapan selamat terus berdatangan. Ling Zhen menyambut ramah setiap penduduk, begitu juga dengan Chu Xiulan dan Yue Rou yang dikagumi seluruh penduduk Kekaisaran Chu.


Hingga akhirnya prosesi pernikahan telah selesai, saat malam tiba Ling Zhen duduk dibangku yang ada dikamar pengantin. Sementara Chu Xiulan dan Yue Rou berbaring di ranjang karena kelelahan.


“Aku tidak menyangka menikah akan sangat melelahkan...” Yue Rou dengan nada kesal mengumpat.


“Gaun ini sangat menghalangi pergerakanku!” Kembali Yue Rou mengumpat.


Sedangkan Chu Xiulan terlihat begitu kelelahan dan memejamkan matanya menikmati ranjang empuk.


Ling Zhen memperhatikan dua wanita itu dan tersenyum tipis. Bagaimanapun sekarang dirinya sudah menjadi suami dari Chu Xiulan dan Yue Rou, tentu perasaannya diaduk oleh asmara yang menggelora.


“Sebaiknya malam ini kita beristirahat. Kalian sepertinya sangat kelelahan.” Ling Zhen menghampiri Chu Xiulan dan Yue Rou.


Chu Xiulan segera bangkit dan menatap Ling Zhen yang terlihat lebih gagah dari biasanya.


“Apa kau ingin melakukannya sekarang, Zhen‘gege?” Tanya Chu Xiulan dengan wajah merah merona.


“Aku tidak keberatan, tetapi kalian berdua terlihat sangat kelelahan.” Ling Zhen duduk ditepi ranjang menatap Chu Xiulan dan Yue Rou yang tersipu malu.


“Tetapi aku belum pernah melakukannya, sebaiknya aku melihat Yue Rou melakukannya denganmu, Zhen‘gege. Aku ingin mempelajarinya.” Ucap Chu Xiulan dengan ekspresi wajah rumit dan penuh kebingungan.


Ling Zhen hampir tersedak, sementara Yue Rou semakin memerah wajahnya. Bahkan perempuan itu sudah tidak dapat berkata apapun lagi.


“Aku tidak keberatan. Jadi bagaimana Rou‘er?” Ling Zhen sengaja menggoda Yue Rou mengingat perempuan itu berulang kali membuatnya kesal.


“A-aku...” Yue Rou gagap. Dia kebingungan harus menjawab apa.

__ADS_1


“Aku ingin berlatih pedang. Lagian kita sudah sepakat melakukan itu jika kau mengalahkanku.” Yue Rou yang sudah kebingungan menjawab tidak jelas membuat Ling Zhen menghela napas panjang, bahkan Chu Xiulan hanya terkekeh pelan melihatnya.


Yue Rou mengganti gaun pengantinnya dengan pakaian yang digunakannya sehari-hari. Kemudian kembali ke kamar pengantin yang memang disiapkan Chu Xiulan untuk mereka bertiga bahkan ranjangnya lebih besar.


Chu Xiulan merebahkan dirinya kembali dan menatap manja Ling Zhen, “Apa kau tidak ingin melakukannya, Zhen‘gege?”


Ling Zhen menatap Chu Xiulan yang tergolek pasrah, “Xiu‘er, jangan menggodaku.”


Ling Zhen menindih tubuh Chu Xiulan dan memandang wajah cantik itu. Kemudian telapak tangannya membelai rambut halus berwarna hitam kecoklatan itu dan menhirup wanginya.


Sesaat kemudian Yue Rou membuka kamar pengantin. Bagaimanapun Yue Rou mencoba tetap iklhas berbagi ranjang dengan Chu Xiulan, tetapi dia merasa malu untuk melakukan sesuatu yang lebih dalam dengan Ling Zhen.


“Yue Rou, kenapa kau membawa pedangmu?” Chu Xiulan bertanya-tanya saat melihat Yue Rou membawa kedua pedangnya.


Ling Zhen segera bangkit dan menatap Yue Rou yang terlihat rumit menatap dirinya.


“Rou‘er, ada apa? Apa kau ragu?” Ling Zhen mengira Yue Rou gugup melakukan malam pertama mereka. Namun yang sebenarnya Yue Rou bingung harus bersikap apa saat melihat Chu Xiulan berada didekat Ling Zhen.


“Aku tidak ingin membeda-bedakan diantara kalian berdua. Kalian berdua sangat berharga bagiku. Jadi aku ingin kalian memutuskannya...” Ling Zhen berusaha memahami tatapan mata Chu Xiulan dan Yue Rou yang saling memandang.


Chu Xiulan bangkit dan berjalan menuju kamar pribadinya, “Aku akan menunggu dikamar. Sebaiknya kau memulainya dari Yue Rou.”


“Tetapi Ratu...” Yue Rou merasa bersalah karena tidak menyadari perasaan Chu Xiulan.


Chu Xiulan tersenyum kearah Yue Rou, “Lagipula ini yang pertama untuk kita. Aku malu jika kita melakukannya bersama-sama.”


Chu Xiulan memerah wajahnya dan segera menuju kamar pribadinya. Setelah Chu Xiulan pergi, kamar pengantin mendadak hening menyisakan suara bisu Ling Zhen dan Yue Rou.

__ADS_1


Ling Zhen memandang Yue Rou yang mengenakan gaun berwarna merah memperlihatkan lekuk tubuhnya yang menggoda. Dengan perlahan dia mendekati Yue Rou dan menghimpit tubuh perempuan itu ke dinding.


Yue Rou dengan perasaan campur aduk mencoba menjauh dari Ling Zhen, namun saat tangan Ling Zhen memegang dagunya dan mencium bibirnya. Seketika seluruh kesadarannya terbawa suasana mengikuti gerakan lidah Ling Zhen yang menari-nari didalam rongga mulutnya.


__ADS_2