Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 38 - Terpaksa Menikah


__ADS_3

Walau telah memesan dua kamar, Yue Rou justru seenaknya masuk kedalam kamar Ling Zhen bahkan mandi disana. Ling Zhen yang tidak ingin bertengkar dengan Yue Rou, akhirnya diam dan memperhatikan tindakan perempuan tersebut.


Keduanya makam malam bersama dikamar sebelum akhirnya Yue Rou memutuskan untuk tidur lebih awal.


“Terimakasih Zhenzhen. Kau begitu perhatian.” Saat Yue Rou mengatakan itu dengan senyum manisnya, Ling Zhen mendecakkan lidahnya.


“Jangan membuatku malu, dasar orang yang suka mengeluh!” Ling Zhen pergi meninggalkan kamar, sementara Yue Rou menanggapinya dengan tawa.


Ling Zhen bergegas meninggalkan penginapan dan berjalan mengelilingi kota untuk sesaat, hingga akhirnya dia berdiri didepan bangunan yang dua lantai. Walau terlihat sederhana tetapi bangunan ini sangat luas.


“Paviliun Bulan Biru...” Ling Zhen membaca papan nama yang bertuliskan Paviliun Bulan Biru dalam harus besar.


Didepan bangunan terlihat sekitar sepuluh penjaga berdiri tegap dan menyapa pengunjung. Mereka menyapa karena Ling Zhen memiliki aura kebangsawanan dan terlihat seperti pemuda yang memiliki latar belakang kaya.


“Apa ada yang bisa saya bantu?” Salah satu penjaga mendatanginya.


Ling Zhen membalas, “Bisakah katakan pada Nona Ji Yanran, jika Adik Zhen datang untuk menemuinya.”


Penjaga yang menyapa terlihat kebingungan, bagaimanapun Ling Zhen mencari sosok orang terpenting di Kota Jihao dan keluarga Li, sekaligus pemilik Paviliun Bulan Biru, tentu perkataan Ling Zhen membuat para penjaga saling berbisik.


“Sepertinya ini sulit, tetapi saya akan memberitahu mereka yang didalam untuk menyampaikan pesan anda.” Penjaga tersebut masuk kedalam bangunan dan memberitahu para pelayan Paviliun Bulan Biru yang sedang melayani pembeli.


Setelah melihat Ling Zhen yang sedang berdiri didepan bangunan, para pelayan perempuan saling berbisik membicarakan ketampanan Ling Zhen.


‘Bibi Qing memberikan ini padaku, begitu juga Kakek Kong...’ Ling Zhen memegang lencana milik Bibi Qian dan Manager Kong yang ada disakunya.


Bibi Qian memberikan lencana miliknya kepada Ling Zhen tepat sebelum pemuda itu pergi meninggalkan Kota Wuzhen bersama Yue Rou.


Sekitar satu jam lebih Ling Zhen menunggu, namun tidak ada tanda-tanda pemilik Paviliun Bulan Biru keluar, sehingga dia memilih untuk masuk kedalam dan melihat sumber daya maupun perlengkapan pendekar yang disediakan Paviliun Bulan Biru.


Pelayan perempuan berebutan untuk mendekati Ling Zhen, mereka semua menyapa dan menawarkan pil yang paling mahal ataupun senjata yang kuat, namun Ling Zhen sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan.

__ADS_1


Hingga akhirnya saat dirinya mulai bosan, Ling Zhen melihat seorang perempuan dewasa yang menggunakan gaun ingin berkilauan menuruni tangga, pandangan perempuan itu terlihat kosong namun setelah melihat dirinya pandangan berubah.


Ling Zhen memejamkan matanya sesaat sebelum membukanya kembali, “Kakak Ji...” Perempuan dewasa berumur dua puluh sembilan tahun itu bernama Ji Yanran.


Selain menjadi pemilik Paviliun Bulan Biru, Ji Yanran juga menjadi satu-satunya keturunan keluarga Ji terakhir.


“Apa benar kamu Adik Zhen?” Ji Yanran berlari ke arah Ling Zhen dan memeluknya. Tindakannya ini membuat seluruh orang yang ada di Paviliun Bulan Biru tersentak kaget tidak percaya.


“Bagaimana dengan Bibi dan Paman? Apa mereka masih hidup? Kemana saja kamu selama ini?” Ji Yanran menangis sejadi-jadinya didada Ling Zhen.


“Kakak Ji, sebaiknya kita bicarakan ini ditempat yang sepi, aku membenci keramaian ini...” Ling Zhen gugup karena bagaimanapun dirinya sudah dewasa, berbeda saat dia kecil dan merasa biasa saja saat bermain dengan Ji Yanran. Tetapi sekarang saat Ji Yanran memeluknya, tentu saja jantung Ling Zhen berdegup kencang saat tubuh mereka bersentuhan.


Ji Yanran menyeka air matanya, “Kamu benar, mari ikut denganku.” Ji Yanran memegang tangan Ling Zhen dan menariknya. Perempuan ini membawanya menuju lantai atas dan berakhir dikamar pribadinya.


Ling Zhen semakin gugup, lebih gugup saat dirinya tidur seranjang dengan Yue Rou. Namun berbeda dengan Ji Yanran yang kembali menangis karena telah berpisah sekian lama, Ling Zhen justru tidak meneteskan air mata dan hanya tersenyum kecut menyembunyikan kesedihannya.


“Kakak Ji, aku tidak menyangka kau menjadi perempuan secantik ini. Aku dengar kau akan menikah...” Saat Ji Yanran melempar puluhan pertanyaan, Ling Zhen justru menjawabnya dengan ucapan yang membuat suasana menjadi hening.


Ji Yanran kembali menyeka air matanya dan matanya terlihat sedih, “Adik Zhen, jangan bicarakan hal itu. Aku menerima semua ini karena terpaksa dan tidak punya pilihan lain.”


Ji Yanran mengangguk pelan dan menceritakan jika setelah keluarnya Ling Zhen dibantai, beberapa tahun kemudian keluarga Ji juga mengalami hal yang sama.


Adik dari Ayah Ji Yanran dimanipulasi oleh salah satu perwakilan Sekte Pemuja Iblis dan dibunuh setelah seluruh anggota keluarga Ji mati dan hanya menyisakan dirinya.


Saat itu Ji Yanran mengira dirinya akan berakhir digenggam tangan keluarga Hei dan keluarga Wang yang memang telah bekerjasama dengan adik dari Ayahnya itu, tetapi dua pendekar perempuan misterius datang menyelamatkannya.


“Dan aku menerima pernikahan ini karena terpaksa.” Ji Yanran menambahkan jika kakak dari Wang Huang yang bernama Wang Tao mengancamnya.


Ji Yanran diancam jika menolak menikah dengannya, maka keluarga Hei dan keluarga Wang akan bekerjasama dengan Benteng Serakah dan Lentera Kerakusan untuk menghancurkan keluarga Qing.


Sebenarnya masalah keluarga Qing bukanlah urusannya, tetapi Ji Yanran tidak ingin ada orang yang bernasib sama dengan dirinya sehingga dia menerima pernikahan ini.

__ADS_1


Mendengar itu mata Ling Zhen melebar karena mengingat niat busuk Wang Tao. Tentu setelah mendengarnya secara langsung dari Ji Yanran, Ling Zhen tidak akan membiarkan semua rencana Wang Tao berjalan sesuai rencana.


Ji Yanran juga menceritakan kebenaran pembantaian keluarga Ling pada Ling Zhen, tentu Ling Zhen sudah memahami garis besarnya dan siapa saja orang yang menjadi incarannya.


Setelah Ji Yanran menceritakan kejadian selama dua belas tahun yang lalu, kini giliran Ling Zhen yang bercerita.


Mendengar cerita Ling Zhen tentu membuat Ji Yanran ikut bersedih karena tidak menyangka Ling Zhen akan mengalami kejadian seperti itu sendirian. Namun selang beberapa saat Ji Yanran menahan napas mendengar cerita Ling Zhen, bahkan alis perempuan ini naik turun ketika mendengar Ling Zhen yang merupakan seorang pendekar bumi.


Namun yang paling membuat Ji Yanran terkejut saat Ling Zhen menceritakan calon istrinya yang bernama Xue Lianhua da Que Mi, terlebih perjodohannya dengan Li Hua.


“Setelah tidak bertemu dengan manusia selain Ibumu, kau sepertinya menjadi pemuda tampan yang pandai menggoda perempuan, Adik Zhen.” Ji Yanran tertawa lirih dan menumpahkan seluruh bebannya selama ini.


Ling Zhen tersenyum canggung, “Aku sendiri tidak menyangka akan seperti ini. Tetapi aku tetaplah lelaki normal dan aku tidak akan mundur setelah membuat janji.”


Ji Yanran berhenti tertawa dan terlihat jelas kesedihan, ketakutan serta kemarahan dimatanya. Melihat itu, Ling Zhen menyadari apa yang sekarang dirasakan Ji Yanran sehingga dia mengambil satu kepercayaan diri untuk menanyakan.


“Kakak Ji, apa yang bisa kulakukan untuk membantumu? Sekarang kau bisa bergantung padaku karena aku bukanlah adik kecil yang menangis saat kau jahili seperti dulu!” Ling Zhen berharap Ji Yanran dapat bergantung padanya. Keduanya telah mengenal lama karena orang tua mereka merupakan teman dekat.


Ji Yanran menyandarkan kepalanya dibahu Ling Zhen dan memejamkan matanya, “Adik Zhen, apa kau mau berjanji akan menyanggupi apapun permintaanku.”


Ling Zhen memandang wajah Ji Yanran dan rambut panjang itu, “Aku akan menyanggupi permintaanmu, apapun itu, Kakak Ji.”


Ji Yanran memeluk tubuh Ling Zhen dan memegang jubahnya dengan begitu erat, “Kumohon menikahlah denganku, aku tidak ingin menikah dengan lelaki yang tidak aku cintai! Selama ini aku selalu menanggung semuanya sendirian! Tetapi, beban ini terlalu berat untukku, Adik Zhen!”


Ling Zhen menarik napas panjang dan menatap wajah Ji Yanran, “Kakak Ji, apa kau serius?”


Ji Yanran mencubit perut Ling Zhen cukup keras, “Aku serius! Bukankah kau sudah berjanji!”


Ling Zhen tertawa canggung karena bagaimanapun dirinya kembali terjebak dalam masalah seperti ini.


Lalu Ling Zhen mengangguk pelan sebelum memalingkan wajahnya. Melihat itu, Ji Yanran tersenyum manis.

__ADS_1


“Malam ini menginap disini, besok kita akan menikah.” Ji Yanran memutuskannya secara sepihak, sementara Ling Zhen tersedak mendengarnya.


‘Ini masalah serius!’ Ling Zhen memegang kepalanya yang terasa pusing karena memikirkan hal ini, tetapi pada akhirnya dia tersenyum setelah melihat Ji Yanran yang terlihat ceria.


__ADS_2