
Tak terasa kejadian di Kota Heidong telah berlalu seminggu yang lalu. Dunia persilatan Kekaisaran Qing mendadak heboh karena sosok Ling Zhen yang mengakhiri keluarga Hei dan para petinggi Lentera Kerakusan serta dua pemimpin yang berada di Kota Heidong.
Kejadian ini menarik banyak pihak, terutama Kaisar Qing. Tentu setelah mengetahui identitas Ling Zhen sebagai pewaris sah keluarga Ling membuat Kaisar Qing ingin mengobrol lebih dekat dengan pemuda itu, namun sangat disayangkan Kaisar Qing tidak mengetahui keberadaan Ling Zhen.
Saat berjalan-jalan di Ibukota Qinghong, Kaisar Qing mampir ke cabang Paviliun Bulan Biru yang ada di Ibukota Qinghong. Disana dia mendapatkan berita tentang Ling Zhen dan Ji Yanran yang telah menikah.
Berharap bisa bertemu dengan Ling Zhen secara langsung, Kaisar Qing mengunjungi Kota Jihao bersama istri dan anaknya dikawal ratusan prajurit kekaisaran.
Bukan hanya Kaisar Qing saja yang tertarik kepada Ling Zhen, namun hebohnya kabar pembantaian keluarga Hei membuat pihak keluarga Wang menjadi waspada setelah mengetahui Wang Tao dibunuh dan sekarang keluarga Hei telah binasa.
Lentera Kerakusan yang bermarkas di Kota Wangdian mendapatkan pukulan telak setelah mengetahui Feng Lintian dan Huo Weng mati ditangan Ling Zhen.
Identitas Ling Zhen membuat Lentera Kerakusan merasakan teror balas dendam. Kelompok ini menanti perwakilan Iblis Rakus yang baru dan dikabarkan akan mengunjungi Kota Wangdian, namun Iblis Rakus yang mereka nanti tak kunjung datang.
Kabar Ling Zhen telah membantai keluarga Hei juga sampai ditelinga Ji Yanran. Perempuan berusia dua puluh sembilan tahun itu memasang ekspresi bahagia.
“Zhen‘gege, hati-hati. Aku disini mengkhawatirkanmu...” Ji Yanran tersenyum sendiri menatap jendela hingga membuat para pelayan mengeledeknya.
Perempuan yang memiliki rambut hitam keunguan ini memang memiliki bentuk tubuh yang menjadi idaman wanita, sehingga para pelanggan laki-laki yang melihat senyuman Ji Yanran langsung terbius.
____
Setelah meninggalkan Kota Heidong, Ling Zhen dan Hei Long tidak langsung menuju Kota Wangdian, melainkan keduanya menuju sebuah tempat persembunyian yang digunakan perwakilan Sekte Pemuja Iblis yang disebut sebagai Iblis Rakus.
“Rubah Putih, apa kau yakin Iblis Rakus disini? Seingatku, Iblis Rakus adalah pria kejam yang dapat membuat ingatan seseorang menghilang.” Ling Zhen berkata pada Rubah Putih yang berjalan menuntun jalan didepannya.
Melihat Ling Zhen terlihat berbicara dengan Rubah Putih membuat Hei Long berulang kali mengangkat alisnya kebingungan.
‘Kenapa Ling Zhen berbicara sendiri? Apa kepalanya terbentur sesuatu?’ Hei Long membatin dan menghela napas panjang.
Rubah Putih menjelaskan kepada Ling Zhen untuk tidak meremehkan pria dari Negeri Ezzo, karena pria itu dapat mengimbangi Yue Rou.
“Aku tidak akan meremehkannya. Sekarang aku sudah mulai dapat mengontrol Tanda Mata Dewa. Aku yakin dapat bertarung seimbang melawan Senior Yue.” Ling Zhen berkata penuh percaya diri membuat Rubah Putih menggelengkan kepalanya serta ekornya.
__ADS_1
Saat melihat sebuah gubuk dihutan yang dipenuhi Hewan Buas Iblis, Rubah Putih melompat ke kepala Ling Zhen dan mulai memposisikan diri untun tidur.
‘Disana ada pria dan wanita yang merupakan kakak beradik. Hati-hati, terlalu percaya diri adalah hal yang membuatku kesal, dan itu ada pada dirimu bocah manusia.’ Rubah Putih segera tidur setelah berkata demikian.
Ling Zhen menghela napas melihat Rubah Putih telah tertidur, “Hei Long, tunggulah diluar sini.” Ling Zhen melangkahkan memasuki kawasan Hewan Buas Iblis sambil melepaskan aura pembunuh berjumlah besar.
Hei Long menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Kau hanya ingin bertarung dengan orang kuat bukan?”
Ling Zhen tersenyum, “Tidak, aku hanya ingin teman pertamaku ini tidak terluka.”
Mendengar ucapan Ling Zhen membuat Hei Long kesal, “Jangan membodohiku, Ling Zhen!”
Ling Zhen hanya tertawa dan berjalan santai tanpa mengkhawatirkan gerombolan Hewan Buas Iblis yang tidak dapat bergerak karena merasakan tekanan intimidasi dari aura pembunuh Ling Zhen.
Saat jarak antara gubuk dan Ling Zhen semakin mendekat, sebilah samurai tajam memancarkan aura hitam pekat melesat kearah Ling Zhen bersama pria dengan mata kiri yang terluka.
“Keparat, siapa yang memerintahkanmu untuk datang kesini?!” Pria yang memegang samurai ini merupakan orang yang dimaksud Rubah Putih.
Ling Zhen menangkis samurai itu menggunakan Pedang Sembilan Naga, kemudian dia menggunakan Tanda Mata Dewa karena sosok pria dihadapannya kekuatannya hampir setara dengan Yue Rou.
Pria dengan mata kiri terluka menggertakkan giginya, “Jika aku berasal dari Negeri Ezzo, apa kau akan membunuhku hah?! Aku tidak berhak memberitahumu tentang alasanku bergabung dengan Sekte Pemuja Iblis!”
Ling Zhen tersenyum tipis dan mengayunkan pedangnya tajam membuat pria yang menjadi lawannya terkejut.
Setelah itu Ling Zhen menendang ulu hati pria itu penuh tenaga dalam sebelum mengakhirinya dengan sebuah pukulan tepat mengenai perut pria itu.
“Siapa namamu?” Ling Zhen bertanya.
Pria itu menatap Ling Zhen penuh kebencian, namun dia menyadari Ling Zhen tidak berniat bertarung sungguh-sungguh melawannya, terlebih tidak ada nafsu membunuh sedikitpun yang pria itu rasakan walau Ling Zhen melepaskan aura pembunuh sekalipun.
“Namaki Hayabusa.” Tanpa sadar pria itu memberitahu namanya kepada Ling Zhen.
“Hayabusa?” Ling Zhen menyarungkan Pedang Sembilan Naga dan menatap tajam Hayabusa, “Hayabusa maukah kau bergabung denganku?”
__ADS_1
“Hah?!” Hayabusa mengerutkan keningnya dan mendekati Ling Zhen, “Apa yang kau katakan?!”
“Hayabusa, maukah kau bergabung denganku? Aku akan membentuk sebuah kelompok pantas untuk orang seperti kita Dan kau adalah orang yang cocok untuk menjadi temanku.” Ling Zhen menatap lurus lawan bicaranya membuat Hayabusa kebingungan harus menjawab apa.
“Dengar, aku sangat membenci orang sepertimu. Aku adalah Iblis Rakus, Hayabusa. Jangan seenaknya mengajakku, bocah sialan!” Hayabusa menyarungkan samurai kesayangannya.
“Aku tidak butuh jawabanmu. Saat aku memutuskan kau menjadi temanku, maka saat itu kau sudah menjadi temanku, Hayabusa.” Ling Zhen tersenyum dan berniat kembali.
‘Teman?’ Hayabusa sama sekali tidak habis pikir hatinya merasa tersentuh mendengar ucapan Ling Zhen.
“Tadi kau bilang namamu Ling Zhen bukan?” Hayabusa menghentikan Ling Zhen yang berniat menuju tempat Hei Long.
“Aku akan bergabung denganmu jika kau dapat menghentikan perbudakan di Kota Heidong.” Sebenarnya tujuan Hayabusa bergabung Sekte Pemuja Iblis karena ingin menghentikan penjualan budak ke Negeri Ezzo dan Negeri Jisa.
Selain itu Hayabusa memiliki niat untuk menghancurkan Sekte Pemuja Iblis dari dalam, karena bagaimanapun kelompok ini merupakan pemasok pil mengerikan dan budak ke Negeri Ezzo dan Negeri Jisa.
Mendengar permintaan Hayabusa membuat Ling Zhen tertawa pelan.
“Apa yang kau tertawakan? Apa menurutmu semua ini lucu?!” Hayabusa berteriak dan Ling Zhen berhenti tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
“Hayabusa, apa kau tidak mendengar kabar diriku yang membantai para bedebah itu?” Ling Zhen menepuk pundak Hayabusa membuat pria itu kebingungan.
“Apa maksudmu?” Hayabusa mengerutkan keningnya.
“Jadi kau tidak mengetahuinya? Mau bagaimana lagi, aku akan menjelaskannya padamu...” Ling Zhen menceritakan tujuannya mengajak bergabung ke kelompok yang akan dia buat dan tentang dirinya yang telah membunuh seluruh anggota keluarga Hei.
Mendengar itu Hayabusa menatap Ling Zhen rumit. Untuk pertama kalinya dia mengingat sosok Shogun Ezzo pada diri Ling Zhen.
Hayabusa tersenyum dan menarik napas panjang, “Baiklah, Ling Zhen. Sebagai seorang samurai, aku akan mengikutimu.”
“Kau tidak perlu mengikutiku, cukup berjalan disampingku. Karena kita adalah teman, Hayabusa.” Ling Zhen menatap langit dan tersenyum.
“Kau tidak perlu protes karena aku akan mengikutimu! Jika kau menolaknya, aku akan membelah tubuhmu!” Hayabusa berkata dengan nada mengancam seolah-olah bisa membunuh Ling Zhen.
__ADS_1
“Menyebalkan...” Ling Zhen menggaruk kepalanya dan berjalan menuju Hei Long yang menunggu, “Lakukan sesukamu, Hayabusa.”