Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 87 - Kondisi Ling Zhen


__ADS_3

Dalam bawah alam sadarnya, Ling Zhen terbangun setelah tertidur dalam kurun waktu sekitar satu minggu di dunia nyata.


Ling Zhen sendiri masih berdebat dengan Kutukan Roh Dewa Kematian mengenai dirinya yang telah lumpuh. Bahkan Kutukan Roh Dewa Kematian gagal membunuh Shi Mubai ataupun Tang Mu.


“Kau sendiri yang mengatakan akan membunuh dua diantara mereka bertiga. Jadi wajar jika aku merasa kesal.” Ling Zhen berbicara dengan Kutukan Roh Dewa Kematian dialam bawah sadarnya.


“Tubuhmu terlalu lemah untukku, selain itu apakah kau yakin dengan semua ini?” Kutukan Roh Dewa Kematian sebenarnya menyayangkan kondisi Ling Zhen yang telah lumpuh titik meridiannya.


“Aku sendiri tidak menyesalinya.” Dengan tatapan kosong, Ling Zhen memandang sekelilingnya yang berwarna hitam pekat.


“Kau sudah berjuang keras. Tidak usah kau pikirkan tentang seberapa kuatnya musuhmu-”


“Aku tidak memikirkan itu.” Ling Zhen memotong perkataan Kutukan Roh Dewa Kematian, kemudian dia memandang wajah Kutukan Roh Dewa Kematian dihadapannya.


“Aku menyadari teknikku belum sempurna dan masih banyak kekurangan yang lainnya. Jika aku menetap di Lembah Dewa lebih lama, mungkin aku tidak menyadari semua ini.” Ling Zhen tersenyum tipis tidak menunjukkan sedikitpun penyesalan.


“Dan aku telah menemukan orang yang memiliki penawar dari Tidur Abadi. Tujuanku tercapai, tetapi dendamku masih tersisa...” Ling Zhen menambahkan.


“Jangan katakan padaku kau tidak memiliki penyesalan, manusia. Bukankah kau memiliki sejuta penyesalan yang menumpuk dalam hatimu?” Kutukan Roh Dewa Kematian merasakan jiwa Ling Zhen yang goyah saat mengambil alih tubuh pemuda itu.


“Kau mempertahankan bagian dirimu dan tetap berpikir normal. Tetapi aku sedikit merasakan secercah amarah yang luar biasa. Detak jantungmu memainkan melodi kemarahan dalam ketenanganmu. Dan kau menanggung beban sebesar itu sendirian.” Kutukan Roh Dewa Kematian takut jika suatu saat Ling Zhen tidak dapat mempertahankan kondisi normalnya dan berubah menjadi orang yang berbeda.


“Untuk Roh, kau terlalu memikirkan banyak hal.” Ling Zhen menanggapi ucapan Kutukan Roh Dewa Kematian dengan candaan.


Kutukan Roh Dewa Kematian mengeluarkan aura hitam pekat yang mematikan menandakan kekesalannya terhadap Ling Zhen.


“Tentang Badan Perawan Suci dan Tubuh Dewi Perang, serta kondisi tubuhmu yang sekarang saat aku mengambil alih tubuhmu. Sekarang kau memiliki Tubuh Seratus Jiwa.” Kutukan Roh Dewa Kematian menjelaskan jika Tubuh Seratus Jiwa memiliki kemampuan untuk menyerap dan memberi kekuatan pada lawan jenisnya saat berhubungan badan.


Selain itu Tubuh Seratus Jiwa memungkinkan Ling Zhen memurnikan tenaga dalamnya ke dalam bentuk qi serta melepaskan energi murni yakni Aura Dewa.

__ADS_1


“Kau bisa mengajak kedua perempuan itu untuk berhubungan-”


“Aku rasa akhir-akhir ini kau banyak bicara. Aku mengerti. Aku memahaminya.” Ling Zhen menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kemudian dia memejamkan matanya mengingat sesuatu tentang Badan Perawan Suci dan Tubuh Dewi Perang.


Badan Perawan Suci milik Chu Xiulan membuat pemiliknya memiliki sejuta Aura Dewa dan tenaga dalam murni yakni Qi yang tersegel dalam tubuhnya.


Pria yang mendapatkan keperawanannya akan meningkat pesat kemampuannya dan setiap kali berhubungan badan, maka pemilik Badan Perawan Suci selalu memberikan keuntungan pada lawan jenisnya.


Sehingga banyak pendekar yang mengetahui tentang Badan Perawan Suci pasti akan melakukan segala cara untuk mendapatkan keuntungan pemilik Badan Perawan Suci tersebut.


Di dunia ini ada tiga pemilik Badan Perawan Suci yang konon muncul dalam kurun waktu sejuta tahun sekali, Chu Xiulan adalah salah satu dari pemilik Badan Perawan Suci.


Selain memiliki Badan Perawan Suci, Chu Xiulan memiliki kondisi Tubuh Dewi Malam. Dengan segala bentuk ingatan pendahulunya, Chu Xiulan mengetahui beberapa seluk beluk tentang Tubuh Yin dan Tubuh Yang bahkan kemampuan Ling Zhen yang menurutnya sama seperti dirinya yakni Tubuh Jelmaan Dewa-Dewi.


Tubuh Dewi Malam membuat kondisi pemilik tubuh tersebut memiliki kemampuan spiritual yang lebih daripada manusia pada umumnya, bahkan mampu mengendalikan apa yang disebut dengan malam.


Jika Chu Xiulan mampu menguasai dengan sempurna kemampuan Dewi Malam maka dia dapat mengawasi seluruh keadaan di Kekaisaran Chu saat hari menjelang malam.


Sedangkan Tubuh Dewi Perang merupakan tubuh khusus yang membuat pemiliknya memiliki kekuatan lebih daripada manusia pada umumnya.


Jumlah tenaga dalam yang besar serta kualitas tulang yang kuat adalah kelebihan pemilik Tubuh Dewi Perang. Selain itu pemilik Tubuh Dewi Perang memiliki kekuatan fisik yang tidak terbatas.


Mengingat semua itu membuat Ling Zhen menghela napas panjang, dia mengetahui cara untuk mengembalikan titik meridiannya yang lumpuh. Tetapi dia tidak ingin memanfaatkan kondisi tubuh Chu Xiulan dan Yue Rou.


Hingga pada akhirnya Ling Zhen membulatkan tekadnya akan menempa kembali kemampuannya.


Kutukan Roh Dewa Kematian mendukung jalan yang diambil Ling Zhen. Menurutnya pemuda itu memang harus mengulas kembali apa yang saja telah dia latih selama dua belas tahun belakangan ini.


“Terimakasih, aku akan memegang takdir ini dan aku yang menentukannya.” Ling Zhen tersenyum lebar begitu juga dengan Kutukan Roh Dewa Kematian.

__ADS_1


Secercah cahaya putih melebar menembus pekat kegelapan alam bawah sadarnya. Secara bertahap Ling Zhen menghilang dari pandangan Kutukan Roh Dewa Kematian dan mendapatkan dirinya terbaring dikamar pribadi Chu Xiulan.


Saat matanya terbuka, Ling Zhen mendapatkan Chu Xiulan dan Yue Rou yang tertidur disamping kiri dan kanannya.


Ling Zhen mencoba menggerakkan badannya. Seluruh badannya terasa remuk bahkan dia merasakan titik meridiannya kini benar-benar telah lumpuh.


“Sudah berapa lama aku tertidur?” Ling Zhen bergumam pelan menatap telapak tangannya sambil mengumpulkan kesadarannya.


“Zhen‘gege!” Chu Xiulan dan Yue Rou terkejut melihat Ling Zhen terbangun dari tidur panjangnya. Terlihat raut wajah keduanya benar-benar mengkhawatirkan kondisinya.


“Zhen‘gege, kau telah tertidur selama tujuh hari. Sekarang kau berada di kamarku. Sebaiknya kita makan dulu atau membahas tentang itu.” Chu Xiulan dengan ekspresi malu-malu segera duduk dan melepas pelukannya, sedangkan Yue Rou menatap Ling Zhen berkaca-kaca.


“Aku pikir aku akan menjadi seorang janda. Aku tidak akan memaafkan jika meninggalkan anak didalam perutku.” Yue Rou mengusap perutnya sekaligus air matanya.


Ling Zhen yang baru saja bangun mendecakkan lidahnya, “Xiu‘er, bukannya Istana Chu sudah hancur? Mengapa semua bangunan ini terasa baru?”


“Dan, Rou‘er, kau tidak akan menjadi janda. Selain itu kau belum hamil. Apa kau ingin membuktikannya?” Ling Zhen mencoba mengubah posisinya menjadi duduk dibantu Chu Xiulan dan Yue Rou.


“Selama tujuh hari ini, para penduduk bergotong-royong membangun kembali Ibukota Chudong. Selain itu aku mengendalikan ratusan Kera Emas yang merupakan Hewan Buas Iblis untuk membantu penduduk membangun kembali Ibukota Chudong.” Chu Xiulan menjelaskan sambil membantu Ling Zhen untuk duduk, begitu juga dengan Yue Rou yang membantunya dari samping.


“Zhen‘gege, kami telah mempersiapkan Istana Chu sementara ini untuk pernikahan kita bertiga.” Yue Rou tersenyum mengatakan hal yang telah lama dipendam bersama Chu Xiulan kepada Ling Zhen.


“Yue Rou, kenapa kau mengatakannya! Bukankah kita sepakat akan menjadikan semua ini sebagai kejutan?!” Chu Xiulan nampak kesal.


“Maafkan aku, Ratu...” Yue Rou menunduk dan sedikit menyesal.


Ling Zhen menghela napas panjang dan memegang kepalanya, “Biarkan aku yang membiayai semuanya. Kalian berdua mengerti?”


Chu Xiulan dan Yue Rou mengetahui Ling Zhen tidak menyukai jika keduanya tidak terlalu mempercayai pemuda itu, sehingga keduanya terlihat kurang mengandalkannya.

__ADS_1


“Kami mengerti.” Chu Xiulan dan Yue Rou menjawab bersamaan sebelum dipeluk lembut oleh Ling Zhen.


__ADS_2