
Sementara Rubah Putih yang sudah memulai pergerakannya untuk mencari keberadaan tempat persembunyian Rumah Gaya Bulan, Ling Zhen sudah berada di Istana Jia yang merupakan kediaman Keluarga Jia.
“Tuan Ling, sebenarnya aku mendengar pembicaraanmu dengan ayahku-” Li Hua menghampiri Ling Zhen dan hendak memberitahu hal yang sebenarnya, tetapi Ling Zhen sendiri sudah mengetahuinya.
“Aku sudah tahu, jadi Nona Li, tetaplah berada didekatku jika kau merasa takut dengan lelaki lain,” ujar Ling Zhen.
Mendengar itu Li Hua tersenyum lembut, “Jadi kau sudah mengetahuinya. Aku merasa lebih aman didekatmu daripada harus bersama mereka.” Li Hua menunjuk para pemuda bangsawan yang sedang menikmati hidangan yang disajikan Keluarga Jia.
Saat Ling Zhen dan Li Hua sedang berbincang, pemuda tampan yang memiliki kulit layaknya giok datang dan menyapa Li Hua.
“Selamat malam, Nona Li.” Pemuda itu tersenyum kepada Li Hua dan mengabaikan keberadaan Ling Zhen yang memakai topeng tengkorak hitam.
“Malam.” Li Hua menjawab singkat bahkan tidak tersenyum sedikitpun.
Mata pemuda itu melirik ke arah Ling Zhen dan mengangkat alisnya, lalu bertanya, “Apakah dia pengawalmu?”
“Ya, dia adalah pengawalku.” Li Hua menjawab.
“Pengawal Nona Li sangat menarik perhatian dengan penampilannya .” Pemuda itu tertawa pelan dan menatap Ling Zhen dengan seksama.
Li Hua memegang tangan Ling Zhen dan menariknya pelan, “Maaf jika pengawalku ini mengganggu anda.”
Li Hua mengajak Ling Zhen pergi menjauh dari pesta perjamuan. Keduanya menuju kamar penginapan Keluarga Li yang disediakan Keluarga Jia.
‘Pengawal, tetapi diperlakukan layaknya seorang kekasih? Selain memiliki kecantikan yang menyamai Ruan‘er, dia benar-benar menarik perhatianku...’ Pemuda itu menyeringai tipis dan membatin.
Li Hua menjelaskan kepada Ling Zhen jika pemuda yang menyapanya adalah Zhong Feng. Alasan dia menjauh dan tidak ingin berurusan dengan Zhong Feng karena tuan muda Keluarga Zhong itu terlalu menarik perhatian.
__ADS_1
“Selain itu, dia bukanlah tipe idamanku sama sekali.” Memang setelah saling mengenal, Ling Zhen sedikit terkejut karena Li Hua selalu berterus terang padanya.
“Nona Li, jika kau mendengar pembicaraanku maka sebentar lagi adalah waktu mereka bertindak...” Ling Zhen berkata sambil melebarkan aura tubuhnya dengan penuh hati-hati.
___
Suasana perjamuan malam menjadi acara awal pertemuan tiga keluarga besar. Acara ini akan mencapai klimaksnya saat Kaisar Jia yang bernama Jia dan istrinya yang bernama Yuan Mei mengumumkan pernikahan Jia Ruan dan Zhong Feng.
Pernikahan yang akan dilaksanakan empat hari lagi itu membuat para tamu undangan memberi tepuk tangan kepada Jia Ruan dan Zhong Feng yang berdiri bersebelahan, keduanya terlihat serasi.
Kabar jika Jia Ruan meninggal juga menjadi pertanyaan banyak orang, tetapi pengamanan di Ibukota Jiayang jauh lebih ketat setelah mengetahui Jia Ruan meninggal, terlebih empat hari ini.
“Mereka sangat serasi, bahkan Tuan Putri Jia itu tersenyum bahagia...” Ling Zhen berkomentar saat melihat tangan Jia Ruan dan Zhong Feng berpegangan tangan.
Li Hua menatap Ling Zhen dengan tatapan menyelidik, “Apakah Tuan Li cemburu?”
“Bukankah wajahmu tertutupi topeng, bagaimana bisa aku melihat ekspresi wajahmu itu,” ucap Li Hua.
Ling Zhen tersenyum tipis dan memperhatikan Jia Ruan dan Zhong Feng lama, sebelum pandangannya beralih menatap pengawal istana yang sedang meminum sesuatu.
Tak lama sekitar lima pengawal istana membanting gelas dan tertawa.
“Aku akan membunuh kalian semua!” Salah satu pengawal istana berlari ke arah Li Jingshan dan Li Rong. Empat lainnya bergerak cepat ke arah Jia Zheng dan Yuan Mei.
“Tuan Ling!” Li Hua memegang tangan Ling Zhen, namun Ling Zhen berdiri dengan tenang dan hanya memperhatikan.
“Lihat sandiwara bodoh ini,” ujar Ling Zhen.
__ADS_1
Li Hua mengangkat alisnya dan melihat Zhong Feng melompat menahan empat pengawal istana, lalu melumpuhkannya. Kemudian melumpuhkan satu pengawal istana yang menyerang Li Jingshan dan Li Rong.
“Para hadirin sekalian, mohon maaf atas keributan ini. Sepertinya ada lima orang yang hendak melakukan rencana pembunuhan. Tetapi sebagai seorang menantu Yang Mulia, aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi...” Dengan ramah Zhong Feng tersenyum dan menarik perhatian semua orang.
“Lihat, dia adalah calon menantu idaman.”
“Selain tampan dia memiliki ilmu bela diri yang hebat. Sangat jarang seorang bangsawan di Kekaisaran Jia memiliki kemampuan seperti ini.”
“Tidak hanya tampan dan berbakat, ternyata dia sangat baik.”
Tindakan Zhong Feng membuat banyak orang memujinya, namun tak lama semua kembali terdiam saat Ling Zhen datang secara tiba-tiba dan memeriksa kelima pengawal istana.
“Bukankah dia pengawal Keluarga Li?”
“Terlihat mencurigakan.”
Saat Ling Zhen hendak membuka seragam militer yang dikenakan lima pengawal istana, Zhong Feng menahan tangannya.
“Saudaraku, bukan bermaksud lancang, tetapi seharusnya kau sadar akan posisimu.” Zhong Feng tersenyum ramah kepada Ling Zhen.
“Hentikan senyumanmu yang menjijikkan itu.” Ling Zhen mengalirkan tenaga dalam pada tangan kanannya yang dipegang Zhong Feng, hingga membuat Zhong Feng melepaskan pegangannya secara tidak sadar.
Dengan cepat Ling Zhen membuka seragam militer yang dikenakan kelima pengawal istana. Saat seragam militer itu terlepas, mata Ling Zhen melebar tajam, begitu juga dengan semua orang yang hadir di istana perjamuan.
‘Sekte Pemuja Iblis?!’ Seketika detak jantung Ling Zhen memainkan melodi kemarahan.
‘Ini berbeda dari berkas yang kau baca, seharusnya pembunuh dari Rumah Gaya Bulan yang melakukan ini. Tetapi kenapa kelompok bedebah ini ada disini?!’ Ling Zhen memejamkan matanya sebelum berdiri dan kembali ke tempat Keluarga Li berada.
__ADS_1
Ekspresi wajah Zhong Feng pucat, tak lama Jia Zheng memerintahkan para pengaw istana yang lain untuk menangkap kelima penyusup ini.