
Sudah dua minggu, Ling Zhen menikmati waktunya bersama Chu Xiulan dan Yue Rou. Tak terhitung kamar pernikahan menjadi saksi bisu mereka bertiga mengarungi malam yang panjang bersama.
Ling Zhen menatap tubuh Chu Xiulan dan Yue Rou yang tergeletak lemas dalam satu ranjang. Dia mengeringkan rambutnya sambil tersenyum tipis.
“Kalian berdua bangun, ini sudah siang.” Ling Zhen sudah berpakaian rapi dan berniat untuk membicarakan perjalanan kembali ke Kekaisaran Qing.
Chu Xiulan menguap pelan sambil merenggangkan badannya, “Aku ingin menyapa Ibumu, Zhen‘gege.”
Tanpa sehelai benang yang menutupi tubuhnya, Chu Xiulan menggeliatkan badannya pelan dan menatap manja Ling Zhen.
“Kalau begitu cepat bergegas, kita sudah membicarakan ini.” Ling Zhen menelan ludah saat Chu Xiulan menggodanya. Tetapi dia harus menyudahi pertempuran awal pernikahan mereka, bukan berarti bosan melainkan masih ada hal yang harus dia lakukan.
Chu Xiulan beranjak menuju kamar mandi, tak lama Ling Zhen membangunkan Yue Rou yang masih tertidur lelap.
“Zhenzhen, kamu nakal. Dasar pedang tumpul, mmmm...” Yue Rou mengigau dalam tidurnya, melihat itu Ling Zhen meraba gundukan kenyal Yue Rou dan mencubitnya pelan.
“Ah!” Yue Rou kaget karena dibangunkan dengan cara tidak wajar oleh Ling Zhen. Pipinya mengembung terlihat kesal.
Tatapan permusuhan Yue Rou justru membuat Ling Zhen gemas dan membuatnya mengecup penuh kasih sayang pipi putih yang mengembung itu.
“Apa... Apa yang kau lakukan?!” Yue Rou tampak malu.
Ling Zhen menggelengkan kepalanya dan menghela napas panjang, “Berhenti bersikap seperti seorang gadis. Lagipula aku sudah berulang kali mengecupmu. Untuk apa sekarang malu?”
Ling Zhen sengaja mengeledek Yue Rou. Terlihat Yue Rou menggerutu dan beranjak menuju kamar mandi.
__ADS_1
____
Setelah menyiapkan perbekalan, Chu Xiulan menggunakan kemampuannya untuk mengendalikan pikiran Hewan Buas Iblis.
“Aku ingin kalian menjaga tempat ini selama aku pergi...” Ujar Chu Xiulan kepada ratusan Hewan Buas Iblis Bumi dan beberapa Hewan Buas Iblis Langit menjawab perintahnya.
“Baik, Ratu!”
Melihat bagaimana sikap dingin dan keanggunan sosok Ratu penguasa Kekaisaran Chu itu membuat Ling Zhen tersenyum penuh makna.
Chu Xiulan telah menjadi istrinya dan mengemban tugas sebagai pemimpin negeri ini. Dan Ling Zhen sebisa mungkin ingin meringankan beban Chu Xiulan.
Chu Xiulan hanya membawa satu Elang Halilintar untuk menemani perjalanannya. Terlihat banyak penduduk yang melambaikan tangannya dari bawah saat melihat Chu Xiulan hendak pergi.
Ling Zhen dan Yue Rou naik keatas punggung Elang Halilintar bersama Chu Xiulan yang berdiri dikepala Hewan Buas Iblis Langit tersebut dengan anggunnya.
Chu Xiulan segera memberikan perintah pada Elang Halilintar untuk terbang meninggalkan Ibukota Chudong.
Dalam perjalanan Ling Zhen mengeluarkan Pedang Petir Ilahi dan memberikannya pada Yue Rou.
“Ini adalah Pusaka Surgawi. Terimakasih Zhen‘gege, aku mencintaimu.” Yue Rou memeluk tubuh Ling Zhen dan terlihat begitu bahagia menerima pedang tersebut.
“Pedang ini penyebab hancurnya seluruh keluargaku. Aku harap kau bisa menggunakannya dengan baik, Rou‘er.” Ling Zhen mengelus kepala Yue Rou yang memeluk tubuhnya dari depan.
“Hmmm, aku mengerti.” Yue Rou menggoyangkan pipinya dengan gemas ke pipi Ling Zhen.
__ADS_1
“Dirimu ini sudah berumur dua puluh delapan tahun, tetapi tingkahmu seperti gadis remaja.” Ling Zhen mengeledek Yue Rou dan membuat perempuan itu menyadarinya.
Chu Xiulan tertawa pelan, “Apa hanya Yue Rou saja yang mendapatkan hadiahnya? Walau aku diam, tetapi aku cemburu jika kau lebih perhatian padanya.”
Mata Chu Xiulan terpejam sementara senyuman tipisnya itu membuat Ling Zhen sadar.
“Xiu‘er, aku akan memberikan sesuatu untukmu. Ini membantumu mengendalikan kekuatan Dewi Malam.” Ling Zhen menyuruh Chu Xiulan mendekat dan membisikkan sesuatu yang membuat wajah Chu Xiulan merah padam.
“Pantas saja setiap kita melakukannya, aku merasa melihat ingatan seseorang...” Chu Xiulan bergumam pelan sebelum menambahkan, “Sebaiknya kita lebih rutin melakukannya, Zhen‘gege.”
Lagi-lagi Chu Xiulan terlihat penuh antusias, berbeda dengan Yue Rou yang terlihat malu-malu.
“Jadi itu alasannya aku melihat ingatan seseorang...” Yue Rou bergumam pelan sambil memainkan rambutnya.
Ling Zhen tertawa melihat kedua ekspresi berbeda dari dua istrinya itu, “Sebisa mungkin aku ingin kalian bahagia. Aku akan melakukan apapun untuk melindungi senyuman kalian.”
Ling Zhen memandang wajah Chu Xiulan dan Yue Rou penuh makna. Kedua istrinya sama-sama memiliki beban yang mereka emban dan berbeda dari perempuan biasanya.
Sungguh luar biasa bagi Ling Zhen memiliki kedua istri seperti Chu Xiulan dan Yue Rou. Dan tentu saja kabar pernikahan ini menyebar dengan cepat hingga ke Kekaisaran Jia dan Kekaisaran Qing.
____
Rafli Art
Immortal Warrior
__ADS_1
Legend Of Fei Long