Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 70 - Klan Tengkorak Jalanan III


__ADS_3

Sebuah tebasan pedang tajam mengarah langsung pada lehernya, tepat setelah Ling Zhen melihat pemimpin Klan Tengkorak Jalanan menghilang dari pandangannya.


“Mati!”


‘Cepat! Tetapi aku masih bisa melihatnya!’ Ling Zhen menghindari tebasan pedang itu dan menendang perut pemimpin Klan Tengkorak Jalanan sebelum keduanya mulai bertukar belasan serangan.


Permainan pedang pemimpin Klan Tengkorak Jalanan sangat agresif, setiap tebasannya menimbulkan kerusakan besar pada tanah bahkan bangunan yang dekat dengan tempat pertarungan.


Ling Zhen menghindar dan mengamati pergerakan pemimpin Klan Tengkorak Jalanan tersebut.


“Pemimpin, aku akan membantumu!” Tetua Klan Tengkorak Jalanan yang tersisa mencoba menusuk perut Ling Zhen dari belakang, namun justru perutnya yang mendapatkan tusukan Rantai Raja Neraka.


“Aku akan mengakhiri ini dengan cepat. Lagian aku ingin secepat mungkin mengganti pakaianku ini...” Ling Zhen dengan nada kesal berkata demikian sambil menurunkan Rubah Putih dari kepalanya sebelum melompat keatas.


Rubah Putih menguap dan terkejut mendapatkan dirinya disekitar mayat-mayat yang berserakan, ‘Dia selalu saja bertindak seenaknya!’


Rubah Putih menatap keatas dan melihat Ling Zhen sedang melakukan pertukaran serangan dengan pemimpin Klan Tengkorak Jalanan.


Namun tatapan Rubah Putih fokus menatap apa yang ada dibalik langit, ‘Sedang apa manusia perempuan itu diatas sana?’


Setelah itu Rubah Putih berjalan mendekati kerumunan penduduk yang ketakutan dan sebagian sudah berlari menjauh dari tempat pertempuran.


Sementara Rubah Putih yang berada disekitar kerumunan penduduk, Ling Zhen terkejut saat melihat pemimpin Klan Tengkorak Jalanan dapat menahan serangan Rantai Raja Neraka bahkan mementahkan setiap serangannya.


“Aku Peng Jiusha bersumpah akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!” Pemimpin Klan Tengkorak Jalanan yang bernama Peng Jiusha itu menghilang dari pandangan Ling Zhen sebelum melepaskan sebuah tebasan yang membentuk sabit berwarna merah.

__ADS_1


Ling Zhen mengeluarkan api lebih besar dari sebelumnya sebelum menghempaskan tebasan sabit berwarna merah itu dengan hembusan nafas api miliknya.


“Sudah lama aku tidak bertarung seperti ini semenjak Era Kekacauan yang melanda Kekaisaran Chu. Perang yanh seharusnya dimenangkan Bendera Iblis Hitam, justru menjadi petaka karena Sekte Pemuja Iblis!” Peng Jiusha berteriak sendiri dan membuat Ling Zhen menggelengkan kepalanya sambil menyambut serangannya.


Tebasan demi tebasan dilepaskan Peng Jiusha, sedangkan Ling Zhen belum kembali menarik Pedang Sembilan Naga dan memfokuskan aura pada kepalan tangannya sebelum melepaskan pukulan berjarak jauh dimana pukulan itu membentuk kepalan tangan api yang memanjang.


“Teknik pertarunganmu ini belum pernah kulihat sebelumnya...” Peng Jiusha mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya sebelum memotong pukulan api itu.


Dengan kecepatan tinggi Peng Jiusha bergerak kearah Ling Zhen sambil menebaskan pedangnya yang memancarkan energi pedang.


Ling Zhen mendecakkan lidahnya dan mengeluarkan Pedang Sembilan Naga dari Ruang Raja.


“Gerakanmu cepat, tetapi mudah ditebak. Jika aku dapat melihat arah gerakannya, maka cukup mudah untuk menangkisnya.” Tebasan Pedang Sembilan Naga yang dialiri api menyambut tebasan pedang Peng Jiusha.


“Bergabung denganmu? Jelas itu tidak akan kulakukan! Karena aku sudah memiliki Pedang Raja, dan aku tidak akan kalah!” Ling Zhen mengimbangi permainan pedang Peng Jiusha yang brutal.


Walau gerakan Peng Jiusha cepat, tetapi semua itu membuang-buang tenaga dalamnya, sedangkan Ling Zhen terlihat sedang mencari celah untuk melakukan serangan balik.


Setelah bertukar lebih dari lima puluh serangan, Ling Zhen melihat celah Peng Jiusha teruka. Saat dia hendak menebaskan pedangnya, Peng Jiusha justru melepaskan sebuah tebasan yang dipenuhi tenaga dalam dan energi pedang berjumlah besar.


”Pedang Tengkorak Mengarungi Awan!”


“Cih!” Ling Zhen mendecakkan lidahnya sambil mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar pada bilah Pedang Sembilan Naga.


“Aliran Sembilan Naga Kedua ~ Kobaran Darah Semesta!”

__ADS_1


Ledakan keras menggema setelah kedua jurus berbenturan. Baik Ling Zhen maupun Peng Jiusha kembali bergerak setelah kedua jurus pedang itu berbenturan.


Ling Zhen dan Peng Jiusha berpindah tempat dengan cepat tepat setelah pedang mereka saling bersentuhan.


Pergerakan Peng Jiusha semakin gesit, namun Ling Zhen masih dapat mengimbanginya. Hingga akhirnya pergerakan Peng Jiusha terlihat melemah.


“Kau terlalu membuang-buang tenaga dalammu hanya untuk menggertakku!” Seketika Pedang Sembilan Naga bercahaya berwarna merah menyala dikelilingi api yang membara.


Ling Zhen mengayunkan pedangnya sekuat tenaganya, “Pedang Gaya Naga - Merah Api Menyala!”


Kepala Peng Jiusha terpotong saat pedang Ling Zhen bergerak cepat mengincar lehernya.


Tubuh Peng Jiusha terjatuh kebawah bersamaan dengan Ling Zhen yang turun menghampiri Rubah Putih.


“Rubah Putih, apa kau marah karena aku menurunkanmu?” Ling Zhen memegang tubuh Rubah Putih dengan gemas lalu menaruhnya diatas kepala.


‘Tidak, aku hanya rindu tidur dibelahan dada Yue Rou.’


Ling Zhen mengerutkan keningnya, “Sejak kapan kau menjadi rubah mesum?”


‘Dibandingkan tidur dikepalamu, belahan dada Yue Rou lebih baik.’ Rubah Putih menguap dan memperhatikan raut wajah penduduk yang ketakutan.


‘Sebaiknya kau bereskan kelompok ini dan menguburkan mereka dengan layak.’ Rubah Putih menghentakkan kakinya dikepala Ling Zhen sebelum kembali ke posisi nyaman untuk tidur.


Ling Zhen tersenyum, “Aku mengerti.” Seketika api disekeliling Ling Zhen menghilang bersamaan dengan dua sayap api.

__ADS_1


__ADS_2