Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 49 - Ling Zhen vs Iblis Serakah


__ADS_3

Ling Zhen melihat keadaan disekitarnya sebelum terbang menuju pria berjenggot panjang, “Ledakan Sembilan Phoenix!”


Pria berjenggot panjang yang merupakan perwakilan Sekte Pemuja Iblis menyeringai, “Ada apa gerangan? Apa aku pernah mencicipi salah satu saudarimu?”


Mata Ling Zhen melebar, dia berteriak melepaskan tebasan yang membentuk lintasan api, lalu kembali mengayunkan pedangnya saat pria berjenggot menghindarinya.


“Saudara Ling! Jangan gegabah!” Bing Xiaoya menyentuh pundak Ling Zhen dan mengingatkan, “Dia adalah Iblis Serakah dari Sekte Pemuja Iblis atau lebih dikenal Wu Ming!”


Ling Zhen mengolah pernapasan dan menenangkan dirinya, “Nona Bing, aku akan menghadapi bedebah ini! Dia yang telah membantai keluargaku!”


Melihat tatapan dingin Ling Zhen, segera Bing Xiaoya melepaskan tangannya dan melihat Ling Zhen yang sudah menyerang pria berjenggot panjang.


“Kau, apa kita pernah bertemu sebelumnya? Raut wajahmu menunjukkan kemarahan yang luar biasa!” Pria berjenggot panjang yang bernama Wu Ming melemparkan pertanyaan, bersamaan dengan tubuhnya yang dipenuhi aura pembunuh.


Ling Zhen memusatkan aura tubuhnya pada bilah pedangnya. Terlihat api berkobar besar yang memadat sebelum Ling Zhen mengayunkan pedangnya.


”Aliran Sembilan Naga Kedua ~ Kobaran Darah Semesta!”


Ledakan tercipta saat Wu Ming menahannya dengan tangan kosong, “Tidak menjawab pertanyaanku? Aku juga tidak peduli, karena setelah membunuhku, aku akan menikmati hidangan utama Tubuh Yin!”


Telapak tangan Wu Ming membentuk cakar, sebelum menyentuh dada Ling Zhen. Seketika ledakan terjadi, beruntung Ling Zhen membungkus tubuhnya dengan aura.


‘Dibawah Senior Liang dan Senior Bing sedang bertarung, apapun yang terjadi aku harus membunuh orang ini!’ Ling Zhen menarik napas panjang dan melepaskan tebasan pedang dari jarak jauh.


Saat Wu Ming hendak menahan tebasan itu, tubuhnya membeku. Ling Zhen terkejut melihat Bing Xiaoya yang membantunya.


“Biarkan aku membantumu, Saudara Ling!” Bing Xiaoya melepaskan hawa dingin yang menggetarkan udara.

__ADS_1


Wu Ming menyeringai melihat itu, “Pemilik Tubuh Yin memang luar biasa!” Dalam sekejap tubuh yang membeku hancur saat aliran petir berwarna ungu mengelilingi tubuhnya.


“Walau kalian berdua bergabung, kalian tidak akan pernah bisa mengalahkanku!” Wu Ming menghilang dari pandangan Ling Zhen dan sudah berada dihadapan Bing Xiaoya dalam sekejap.


“Tinju Semesta!” Wu Ming tertawa lantang, namun pukulannya justru menghantam perut Ling Zhen dan bukan Bing Xiaoya.


“Lawanmu itu aku, sialan!” Ling Zhen merapatkan giginya sebelum memuntahkan darah segar.


Bing Xiaoya terkejut, “Saudara Ling...”


“Aku sadar kita tidak akan bisa membunuhnya dengan kemampuan kita sekarang, tetapi Nona Bing, aku akan membunuhnya bagaimanapun juga. Karena aku telah memetik pelajaran dari pertarunganku sebelumnya, kali ini aku tidak akan menahan diri...” Ling Zhen tersenyum sambil melepaskan sebuah aura berwarna emas yang membuat Wu Ming menjaga jarak.


“Aura ini...” Mata Wu Ming melebar melihat sebuah aura berwarna emas yang menyelimuti tubuh Ling Zhen, “Pemuda tengik, siapa dirimu sebenarnya?!”


“Aku hanyalah pemuda bermarga Ling yang akan membunuhmu!” Ling Zhen sadar dirinya memaksakan kondisi dimana dia memasuki kondisi Mata Dewa lebih dari sebelumnya.


“Tidak mungkin...” Wu Ming tersentak kaget menyadari kemampuan Ling Zhen yang berkembang pesat dalam beberapa menit, “Hanya dia yang memiliki kekuatan ini! Aku tidak percaya ini!”


Ling Zhen memainkan Pedang Sembilan Naga dengan lincah, sementara Wu Ming menangkisnya dengan pukulan tangan yang disertai ledakan dan juga aura tubuhnya yang berubah menjadi petir.


Ling Zhen dan Wu Ming bertukar serangan hebat diudara, keduanya telah melakukan pertukaran serangan lebih dari seratus serangan yang dipenuhi tenaga dalam.


Saat melihat Ling Zhen sedang membiasakan dengan kondisinya, segera Wu Ming melepaskan sejumlah tenaga dalam berjumlah besar sebelum melepaskan jurusnya.


”Teknik Pemuja Iblis ~ Petir Kerakusan ~ Hujan Petir!”


Disekitar Ling Zhen dipenuhi awan berwarna hitam, dimana awan berwarna hitam itu mengeluarkan sejumlah kilatan petir berwarna ungu yang langsung menyambarnya.

__ADS_1


Ling Zhen mencoba menghalau setiap sambaran petir yang mengarah padanya, ‘Seingatku, saat itu Wu Ming merupakan petinggi Sekte Pemuja Iblis, tetapi sekarang dia telah menjadi perwakilan iblis. Apa yang sebenarnya terjadi?’


Untuk menahan serangan yang dilepaskan Wu Ming, Ling Zhen juga menggunakan unsur yang sama, “Petir Ilahi : Kilat Petir!”


Lalu Ling Zhen kembali melepaskana tekniknya, “Petir Ilahi : Tombak Penghakiman!”


Saat menyadari Ling Zhen tengah fokus untuk mengatasi tekniknya, Wu Ming sudah mempersingkat jarak antara dirinya dengan Ling Zhen.


“Tinju Semesta!” Wu Ming tertawa lantang saat pukulannya mengenai dada Ling Zhen dengan telak, bahkan pukulannya itu menciptakan ledakan besar.


“Saudara Ling!” Bing Xiaoya berniat membantu, tetapi dia sadar pertarungan Ling Zhen melawan Wu Ming sangat berbeda dari pertarungan yang pernah dia alami.


Sadar dirinya akan menjadi beban, Bing Xiaoya berharap Ling Zhen dapat membunuh Wu Ming. Untuk pertama kalinya gadis ini merasa khawatir pada lelaki selain kakeknya.


“Apa yang kau tertawakan, sialan?!” Kedua sayap api melindungi dadanya, Ling Zhen menatap tajam Wu Ming yang terkejut pukulannya dapat ditahan dengan baik olehnya.


“Tarian Api!” Tanpa membiarkan Wu Ming mengambil jeda untuk bergerak, segera Ling Zhen melepaskan sejumlah tebasan api.


“Tinju Semesta!” Wu Ming berusaha menahan sebisanya, kemudian dia melempar sejumlah botol beracun yang ada didalam jubahnya.


Sekitar lima botol Racun Darah Buas mengenai tubuh Ling Zhen, namun Ling Zhen justru menyeringai lebar.


“Ini hanyalah masalah waktu, racun ini membunuhku atau aku yang membunuhmu...” Setelah berkata demikian, Ling Zhen terbang dengan kecepatan tinggi diudara dan melepaskan sejumlah serangan yang berbenturan langsung dengan pukulan ledakan Wu Ming.


“Ledakan Sembilan Phoenix!”


Suara ledakan yang saling bersahutan memenuhi langit Ibukota Qinghong, bersamaan dengan tubuh Liang Feng yang terbelah menjadi dua bagian.

__ADS_1


__ADS_2