
Ling Zhen mengelus dagunya, “Bisakah kau tidur setelah menunjukkan bangunan milik Paviliun Bulan Biru?”
Rubah Putih menguap lebar, ‘Tenang saja, aku akan menunjukkannya...’ Kedua mata Rubah Putih memperhatikan rambut Ling Zhen.
‘Bocah manusia, Racun Darah Buas dalam tubuhmu memang berhasil ditekan. Tetapi belum sepenuhnya menghilang. Apa kau yakin akan terlibat dengan masalah kota ini?’ Rubah Putih justru menanyakan tekad Ling Zhen.
“Jawabannya sudah jelas. Racun ini tidak akan mampu membunuhku. Walau membuat tubuhku melemah, tetapi aku sanggup bertarung melawan mereka semua.” Ling Zhen melompat ke udara dan terbang melintasi gerbang.
‘Kupikir kau akan langsung mendatangi kediaman walikota dan membuat keributan, tetapi aku tidak menyangka kau justru ingin pergi ke Paviliun Bulan Biru terlebih dahulu...’ Rubah Putih menggoyangkan ekornya ke wajah Ling Zhen.
Setelah mendengar penjelasan Rubah Putih, tentu saja Ling Zhen tidak bisa bertindak gegabah. Mengingat banyak perempuan yang menjadi tawanan, maka bukan hal yang mustahil jika mereka semua akan menjadi sandera.
Ling Zhen ingin mengetahui kebenaran tentang Paviliun Bulan Biru yang dia dengar dari para pedagang.
“Setahuku mereka menjual berbagai macam sumber daya dan bukan arak. Lalu kenapa ini berbeda dari yang kudengar?” Ling Zhen mengangkat alisnya saat melihat bangunan sederhana dan milik Paviliun Bulan Biru.
Berkat gelapnya malam, Ling Zhen memanfaatkannya dan terbang rendah mendarat didepan bangunan milik Paviliun Bulan Biru.
‘Tidak ada tanda-tanda hawa membunuh, sepertinya tempat ini aman...’ Ling Zhen melangkah masuk setelah memastikan hawa keberadaan seseorang dengan aura tubuhnya.
“Tempat ini benar-benar sepi, dan mengapa pendekar yang berjaga terlihat ketakutan?” Ling Zhen menatap para pendekar yang berjaga disekitar Paviliun Bulan Biru.
“Maaf, anda siapa? Tempat ini hanya menjual arak dan-”
“Aku Ling Zhen.” Mata para pendekar yang berjaga melebar mendengar nama Ling Zhen. Selepas itu mata mereka tertuju pada seekor rubah yang tertidur di kepala Ling Zhen.
“Pertemukan aku dengan orang yang paling berkuasa di Paviliun Bulan Biru di kota ini. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengannya.” Tanpa basa-basi Ling Zhen menunjukkan keinginannya.
__ADS_1
Para pendekar yang berjaga menatap Ling Zhen dengan seksama, mereka saling berbisik, kemudian salah satu dari mereka menuntun Ling Zhen menemui seorang pria sepuh yang sedang duduk sambil mengelus jenggotnya.
Pria sepuh itu berhenti mengelus jenggotnya saat pendekar yang mengantar Ling Zhen berbisik padanya.
“Ling? Anak muda ini?” Pria sepuh ini menatap tajam Ling Zhen, namun tatapan tajamnya itu sebenarnya menatap seekor rubah dengan rasa heran.
‘Pemuda ini berbahaya, tetapi aneh...’ Pria sepuh membatin dalam hatinya.
‘Jika mereka berasal dari Kekaisaran Qing, seharusnya mereka mengenal nama margamu.’ Ling Zhen tersenyum tipis sebelum melepaskan aura tubuhnya.
“Soal nama margaku, aku harap kalian tidak menyebarkannya tetapi kedatanganku kesini hanya untuk bekerjasama, jadi aku mohon bantuannya.”
Pria sepuh yang menatap Ling Zhen bergidik mendengar suara tenang Ling Zhen. Baginya ucapan Ling Zhen terkesan seperti tuntutan dan tentu sangat arogan.
“Pendekar muda, Paviliun Bulan Biru baru pertama kali membuka cabang di Kekaisaran Jia. Dan yang mengetahui tentang kami hanyalah para pedagang. Kami menjual berbagai macam sumber daya pada orang, tetapi untuk saat ini Paviliun Bulan Biru tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menjual sumber daya pada pendekar karena berbagai alasan dan resiko.” Secara panjang lebar, pria sepuh itu menjelaskan jika Paviliun Bulan Biru memiliki pengaruh yang besar di Kekaisaran Qing, namun tidak dengan kekaisaran yang lain.
“Awalnya aku berniat menjual sumber daya milikku ini. Tetapi sepertinya, kalian tidak akan mampu membelinya.” Ling Zhen menanggapi ucapan pria sepuh sambil mengeluarkan sejumlah sumber daya yang dia ambil dari Lembah Dewa.
“Pendekar muda, anda sebenarnya siapa? Apa yang anda inginkan dari kami?” Pria sepuh ini sangat yakin jika Ling Zhen memiliki kemampuan yang mampu membebaskan Kota Qifei.
Ling Zhen menjelaskan kepada pria sepuh yang dipanggil Manager Kong jika dirinya menginginkan informasi tentang penawar Racun Darah Buas, Sekte Kalajengking Hitam.
Setelah itu Ling Zhen juga menjelaskan jika dirinya membutuhkan informasi tentang situasi yang terjadi di Kekaisaran Qing setelah Keluarga Ling musnah.
Manager Kong memberikan informasi yang diinginkan Ling Zhen, bahkan penawar Racun Darah Buas sekalipun.
“Pendekar muda, tentang Sekte Kalajengking Hitam sebaiknya anda jangan gegabah.” Manager Kong secara tegas mengingatkan.
__ADS_1
“Aku akan membunuh semua anggota kelompok ini. Dan untuk melakukan itu, aku butuh informasi tentang kemampuan para anggota tertinggi terutama pemimpin mereka.” Ling Zhen terlihat begitu yakin dan membuat Manager Kong mengalah sebelum menjelaskan kemampuan anggota Sekte Kalajengking Hitam dan apa yang dilakukan kelompok itu pada Ling Zhen.
Sekte Kalajengking Hitam telah menduduki Kota Qifei selama tujuh hari. Dalam tujuh hari, sudah banyak penduduk yang mati terutama pria. Dan para perempuan akan menjadi penghibur anggota Sekte Kalajengking Hitam.
Manager Kong menjelaskan kondisi para perempuan yang ditahan, kebanyakan dari mereka memilih bunuh diri bahkan sekarang yang baru ditawan kemungkinan akan melakukan hal yang sama.
Ling Zhen mendecakkan lidahnya mendengar penjelasan Manager Kong. Bagi dirinya hal yang dilakukan Sekte Kalajengking Hitam sangat keterlaluan.
“Pendekar muda, jika anda benar-benar bermarga Ling. Anda harus mengetahui hal ini...” Manager Kong memberitahu Ling Zhen jika seluruh aset kekayaan Keluarga Ling menjadi milik Keluarga Wang dan Keluarga Hei.
“Kenapa kedua keluarga ini-” Ling Zhen tidak melanjutkan perkataannya dan memukul meja tanpa sadar, karena setengah tidak percaya akan perkataan Manager Kong.
“Pendekar muda, dunia persilatan Kekaisaran Qing semakin kacau bahkan sudah begitu banyak sekte aliran netral dan putih hancur. Namun disaat harapan akan sirna, muncul seorang perempuan misterius bermata merah. Perempuan ini berhasil membuat para sekte aliran hitam disana tidak melakukan pergerakan secara sembarangan bahkan Sekte Pemuja Iblis sekalipun.” Mendengar penjelasan Manager Kong yang terakhir membuat Ling Zhen mengangkat alisnya.
“Tunggu, perempuan misterius bermata merah? Kenapa kau mengetahuinya?” Ling Zhen bertanya untuk memastikan.
“Ya, sebenarnya yang mengetahui hal ini adalah pemilik Paviliun Bulan Biru, Nona Ji.” Manager Kong bahkan tidak tahu secara pasti bagaimana sosok Nona Ji ini mengetahuinya, tetapi berkat setiap perkataan Nona Ji akhirnya Paviliun Bulan Biru dapat berkembang pesat bahkan mengetahui informasi yang belum diketahui banyak orang.
“Terimakasih...” Ling Zhen menatap Manager Kong dengan ekspresi kebingungan, “Kakek Kong...”
Mendengar itu, Manager Kong tertawa, “Sepertinya anda tidak bisa berbicara formal. Tetapi aku tetap menyukai sifat dan tindakanmu ini, pendekar muda.”
Ling Zhen berdiri dan mengabaikan perkataan Manager Kong sebelum menghilang dari pandangan seluruh orang di Paviliun Bulan Biru.
“Manager, siapa sebenarnya pemuda itu?” Salah satu pendekar memberanikan diri untuk bertanya.
“Dia adalah orang yang dapat kita ajak kerjasama. Alangkah lebih baik kita tidak menyinggungnya. Entah dia itu pemuda bermarga Ling atau bukan, aku yakin jika pemuda itu memiliki latar belakang yang besar.” Manager Kong mengingat sumber daya yang dikeluarkan Ling Zhen. Dia menggelengkan kepalanya beberapa kali sebelum memerintahkan seluruh pendekar di Paviliun Bulan Biru untuk melakukan pergerakan.
__ADS_1
“Kita tidak akan tinggal diam saja. Kalian ikuti pendekar muda itu, kita akan memberantas Sekte Kalajengking Hitam.” Ucapan Manager Kong membuat para pendekar Paviliun Bulan Biru ketakutan.
Para pendekar Paviliun Bulan Biru yang paling mengetahui bagaimana kekejaman sosok pemimpin Sekte Kalajengking Hitam.