
‘Andai aku tidak membaca kertas ini. Aku tidak akan bertindak seperti ini. Kenapa aku justru ingin menyelamatkan orang yang tidak kukenal? Apa karena dia mirip dengan mendiang ayahku?!’ Ling Zhen tidak menyangka setelah membaca sebuah pesan dikertas putih milik pendekar pria berjubah kuning, dirinya langsung bergegas menuju tempat keberadaan anak kepala Keluarga Li yang bernama Li Hua.
“Seharusnya aku sudah dekat...” Ling Zhen mempercepat langkahnya setelah meninggalkan Kota Limeng dan bergerak cepat menuju hutan.
Hutan yang mengitari Kota Limeng ternyata dijadikan markas Rumah Gaya Bulan untuk mematai-matai pergerakan Keluarga Li. Terlebih Rumah Gaya Bulan berniat mengadu domba Keluarga Jia dan Keluarga Li dengan membunuh Jia Ruan di Kota Limeng, namun semuanya tidak berjalan.
Dan sekali lagi Ling Zhen kembali harus berurusan dengan Rumah Gaya Bulan. Tanpa berpikir panjang Ling Zhen terus melangkahkan kakinya dan berakhir ditempat persembunyian Rumah Gaya Bulan.
Walaupun tidak ada petinggi Rumah Gaya Bulan seperti Hei Rui, tetapi jumlah pendekar yang berkumpul dimarkas ini cukup untuk membinasakan Keluarga Li bahkan membunuh warga Kota Limeng.
Saat Ling Zhen berdiri didepan gerbang markas, dua pendekar yang meminum arak menghadangnya.
“Siapa kau-”
Ling Zhen mencekik kedua pendekar itu dengan penuh tenaga dan membunuhnya dalam hitungan detik. Kemudian dia mengolah pernapasan halus sebelum memancing keributan di tempat persembunyian Rumah Gaya Bulan.
“Seni Napas Phoenix...” Ling Zhen melepaskan kemampuan Phoenix dan menyelimuti tubuhnya dengan api, lalu mengeluarkan Pedang Sembilan Naga dan mulai melakukan penyerangan secara sepihak.
Sekitar tiga puluh pendekar berjaga diluar markas, semua pendekar yang berjaga merupakan Pendekar Raja Tahap Awal.
Untuk menghabisi semua pendekar yang berjaga tidaklah terlalu menyulitkan, dan dalam hitungan menit Ling Zhen sudah membuat halaman depan tempat persembunyian Rumah Gaya Bulan menjadi tanah berdarah.
Tatapannya sekarang tertuju pada sebuah rumah kayu yang ada ditempat persembunyian Rumah Gaya Bulan.
Saat Ling Zhen hendak melangkahkan kakinya dia dicegat sekitar dua puluh pendekar yang mendengar keributan.
“Apa yang terjadi?!”
“Kenapa ada orang yang mengetahui tempat persembunyian kita?!”
__ADS_1
“Apa dia yang melakukan semua ini?!”
Saat dua puluh pendekar bertanya-tanya atas siapa penyebab keributan ini, semua mata tertuju pada seorang pemuda yang tubuhnya diselimuti api berwarna merah menyala.
“Majulah!” Ling Zhen menatap dingin dua puluh pendekar yang maju secara bersamaan sebelum menyambut setiap serangan mereka.
Serangan demi serangan yang mengarah padanya dapat dia mentahkan. Kemudian dia melepaskan energi pedang berjumlah besar sebelum menebaskan pedangnya membunuh lima pendekar sekaligus.
Para pendekar dari Rumah Gaya Bulan yang melihat hal itu ketakutan sehingga membuat celah bagi Ling Zhen untuk melancarkan aksinya.
Dalam satu tarikan napasnya, Ling Zhen sudah membunuh lima belas pendekar yang berusaha melawannya.
“Pedangku jadi kotor. Sial!” Ling Zhen mendecakkan lidahnya dan kembali melangkahkan kakinya menuju rumah kayu. Disana dia melihat ada sepuluh pria sedang bermabuk-mabuk, sementara ditengah-tengah sepuluh pria itu terlihat seorang gadis yang diikat dan dikurung.
“Besok kau akan memuaskan kami, Nona. Bersama Ibumu itu.” Suara tawa pria berbadan kekar menggema, pria ini baru mencapai Pendekar Suci Tahap Awal.
“Lagian jika kita menyelesaikan rencana ini. Maka Keluarga Zhong akan dengan mudah bergerak untuk melakukan rencana selanjutnya.”
Pria berbadan kekar yang sedang meminum arak menampar dua pria yang berbicara padanya.
“Otak udang! Gadis ini harus kita jaga sebelum kita rusak dihadapan orang tuanya!”
Mendengar itu Ling Zhen mengepalkan tangannya, ‘Bedebah seperti ini yang harus aku bunuh. Baiklah, sepertinya aku harus menggunakan itu.’
Ling Zhen mengembalikan Pedang Sembilan Naga pada Ruang Dewa, kemudian mengambil rantai berwarna hitam pekat yang dipenuhi aura mencekam.
Lalu Ling Zhen mengaliri rantai itu dengan api sebelum mengarahkannya pada kepala pria berbadan kekar. Tindakan yang dilakukan Ling Zhen membuat gadis yang tak lain adalah Li Hua menjerit.
“Kyaaaa!”
__ADS_1
“Senior!”
“Apa yang terjadi?!”
Berbeda Li Hua yang memejamkan matanya dan berteriak ketakutan, sembilan pendekar yang tersisa justru kebingungan melihat pendekar terkuat dikelompok mereka mati.
Ling Zhen kembali memainkan rantainya dan membunuh delapan pendekar tersisa dengan cara terkejam yang pernah dia lihat saat berumur lima tahun.
Sengaja dia membiarkan salah satu dari mereka hidup.
“Rantai Raja Neraka, terimalah persembahanku ini...” Ling Zhen menyimpan kembali Rantai Raja Neraka ke dalam Ruang Dewa.
Sekarang pandangan beralih menatap pendekar terakhir yang mematung sebelum membisikkan sesuatu ditelinga pendekar itu.
Wajah pendekar itu memucat sebelum teriakan kesakitannya menggema karena Ling Zhen melakukan penyiksaan yang membuatnya berulang kali mencoba bunuh diri.
Ling Zhen mengorek semua informasi tentang kerjasama Keluarga Zhong dan Rumah Gaya Bulan serta sekte aliran hitam yang ada di Kekaisaran Jia.
Setelah mendapatkan informasi yang dia inginkan, Ling Zhen membunuh pendekar itu dan membebaskan Li Hua namun Li Hua menepis tangan Ling Zhen yang menyentuh bahunya.
“Jangan sentuh aku...” Li Hua terlihat begitu ketakutan melihat Ling Zhen yang berdiri dihadapannya, ‘Pergilah dariku, pembunuh!”
Mata Ling Zhen melebar mendengar teriakan Li Hua pada dirinya. Memang dirinya sekarang tidak lebih dari seorang pembunuh, tetapi Ling Zhen justru merasa prihatin dengan kondisi Li Hua yang trauma.
“Nona, aku akan mengantarmu pulang. Maaf, jika seorang pembunuh ini menyentuhmu.” Ling Zhen bergerak cepat dan menggunakan jari telunjuknya untuk membuat Li Hua pingsan.
Ling Zhen menahan tubuh Li Hua, kemudian mengambil semua berkas catatan milik Rumah Gaya Bulan. Kemudian dia membacanya, yang mana itu membuat mata Ling Zhen melebar tajam.
‘Sepertinya aku terlibat dengan sesuatu yang merepotkan.’ Setelah menaruh berkas catatan ke dalam Ruang Dewa, Ling Zhen menggendong tubuh Li Hua dan kembali ke Kota Limeng.
__ADS_1