
Saat Ling Zhen menceritakan tujuannya kembali ke Lembah Dewa, Ji Yanran mengajak Mizuhara untuk pergi bersamanya. Dan ini menimbulkan perdebatan ringan antara Ling Zhen dan Ji Yanran.
“Jangan terlalu memaksa Ran‘er.” Ling Zhen menegur Ji Yanran karena bagaimanapun Mizuhara pastinya memiliki keinginan sendiri.
“Mizuhara, kau tidak keberatan bukan?” Ji Yanran menoleh kearah Mizuhara yang sedang membersihkan dapur dibantu Yue Rou dan Chu Xiulan.
“Aku tidak keberatan Kakak Ji.” Mizuhara menjawab sambil tersenyum kearah Ji Yanran.
“Dengar kan? Mizuhara tidak keberatan.” Ji Yanran tersenyum melihat Ling Zhen menggaruk kepalanya.
“Baiklah, kita akan berangkat menggunakan elang milik Xiu‘er.” Ling Zhen segera menaruh barang bawaan istri pertamanya itu yang bisa dibilang sangat banyak.
Terlihat Ji Yanran mengobrol dengan Bibi Qian yang diberi amanah untuk menjaga Paviliun Bulan Biru selama dua tahun tanpa kehadiran dirinya.
Setelah semua siap untuk berangkat, Ling Zhen kembali bertanya pada Mizuhara karena bagaimanapun gadis yang sebaya dengannya itu akan hadir ditengah-tengah kehidupannya bersama istri-istrinya.
“Tenang saja, aku sudah meminta izin pada Kak Hayabusa.” Mizuhara menatap Ling Zhen yang terlihat keberatan dirinya ikut.
“Aku penasaran dengan Ibumu, suamiku.” Yue Rou yang berdiri disamping Ling Zhen dan kembali berkata.
“Zhen‘gege.” Yue Rou tertawa manis sambil memegang rambutnya, “Menurutmu panggilan mana yang cocok, suamiku atau Zhen‘gege?”
Ling Zhen menoleh kearah Yue Rou yang terlihat selalu ceria disetiap keadaan, “Terserah menurutku keduanya sama-sama cocok. Tetapi jika aku bisa memilih, aku lebih suka yang pertama karena suaramu terdengar lebih menggoda.”
Wajah Yue Rou bersemu merah mendengarnya, Ling Zhen tertawa kecil melihat ekspresi lucu Yue Rou.
__ADS_1
“Ehem!” Chu Xiulan batuk pelan melihat kedekatan Ling Zhen dan Yue Rou dibelakangnya, “Jadi apa kita akan berangkat sekarang?”
“Ya, kita berangkat sekarang Xiu‘er.” Ling Zhen menanggapi ucapan Chu Xiulan.
Chu Xiulan melihat Ji Yanran yang duduk disamping Mizuhara karena ingin memastikan perempuan dewasa itu tidak meninggalkan barang bawaan yang ingin dia bawa ke Lembah Dewa.
“Kakak Ranran, apa kau tidak melupakan sesuatu lagi?” Chu Xiulan bertanya, segera Ji Yanran menoleh melihat Chu Xiulan.
“Tidak ada, Lanlan. Kita bisa berangkat sekarang.” Ji Yanran menjawab.
Kemudian Chu Xiulan memberi perintah pada Elang Halilintar untuk segera terbang menuju Kekaisaran Jia dengan kecepatan normal.
Dalam perjalanan Ling Zhen mendengarkan obrolan ketiga istrinya dan Mizuhara. Berada ditengah-tengah keempat perempuan berparas cantik tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Ling Zhen.
Melihat senyuman mereka membuat Ling Zhen ingin melindunginya. Dia menyadari sisi lemahnya dan ingin segera memperbaiki kesalahannya saat mengambil sebuah keputusan.
“Saat seperti ini tidak lengkap rasanya jika tidak ada arak.” Perempuan itu mengeluarkan seguci arak dari Cincin Ruang miliknya lalu menaruhnya diatas punggung Elang Halilintar.
“Apa ada yang mau?” Yue Rou bertanya.
Ji Yanran menggelengkan kepalanya, “Aku tidak mau, Rourou.” Begitu juga dengan Mizuhara yang menggelengkan kepalanya.
Chu Xiulan menepuk jidatnya lalu menoleh tajam kearah Yue Rou yang sudah mulai menikmati arak menggunakan cawan.
“Yue Rou, kebiasaan burukmu itu tidak berubah sedikitpun.” Chu Xiulan menegur Yue Rou karena bagaimanapun perempuan itu pernah menawarkan arak padanya dan membuat dirinya mabuk.
__ADS_1
Saat Chu Xiulan mabuk maka dia akan menghajar siapapun orang yang berjalan didepannya bahkan membakar rumah yang dilihat oleh kedua matanya. Tetapi separah apapun Chu Xiulan mabuk, dia tidak akan membunuh manusia, dan terparah dia hanya membuat orang terluka dan tentu saja tidak sampai menimbulkan cedera yang parah dan berarti karena ada Yue Rou disampingnya.
“Ratu apa kau tidak tertarik?” Yue Rou mengulurkan secawan berisi arak pada Chu Xiulan.
Chu Xiulan menelan ludah, tangannya hendak menerima cawan berisi arak pemberian Yue Rou tetapi Ling Zhen lebih dulu mengambilnya dan meminumnya.
“Ah...” Chu Xiulan mendesah melihat Ling Zhen mengambil cawan berisi arak pemberian Yue Rou.
“Jangan meminum ini, Xiu‘er.” Ling Zhen menatap Chu Xiulan yang terlihat kecewa, “Rou‘er pernah mengatakan ini padaku, kau akan dalam kondisi berbahaya saat mabuk. Bagaimana jika saat itu kau menyerang Ran‘er?”
“Maaf...” Chu Xiulan menundukkan kepalanya, namun tak lama dia menatap dingin Yue Rou yang sedang menikmati arak, “Lagian ini salah Yue Rou yang menawariku arak! Kenapa hanya aku yang ditegur? Tidak adil!”
“Eh?” Ling Zhen dan Ji Yanran sama-sama terkejut, namun berbeda dengan Ling Zhen yang terlihat kesulitan menghadapi kecemburuan Chu Xiulan, Ji Yanran justru tertawa cekikikan melihat ekspresi Ling Zhen.
“Itu karena Rou‘er...” Ling Zhen ingin mengatakan sesuatu tetapi Chu Xiulan menatapnya sangat dingin.
“Karena apa? Apa karena dia lebih memuaskanmu dibanding diriku?!” Seketika Ji Yanran dan Mizuhara tersedak mendengarnya, bahkan Yue Rou menyemburkan araknya ke udara.
“Ra-Ratu... Apa yang kau katakan?” Yue Rou gelagapan.
Ling Zhen menepuk dahinya dan menghela nafas panjang, “Xiu‘er, aku mengerti aku salah karena hanya menegurmu. Tetapi semua ini demi kebaikanmu.”
Chu Xiulan memerah wajahnya, perempuan itu memainkan sehelai rambutnya dan memalingkan wajahnya malu-malu.
“Kalau demi kebaikan diriku, maka aku akan memaafkanmu...”
__ADS_1
Ji Yanran dan Mizuhara sama-sama membatin melihat ekspresi Chu Xiulan barusan, ‘Gampangan...’
Setelah itu mereka terus terbang menuju Kekaisaran Jia tanpa halangan berarti yang mengganggu perjalanan mereka.