
Hampir tengah malam Ling Zhen baru berhenti saat melihat tubuh Yue Rou terkapar lemas tidak berdaya diatas pangkuannya.
Yue Rou mencoba mengimbanginya, namun pada akhirnya dia tidak dapat menahan gelombang kenikmatan yang terus Ling Zhen berikan padanya.
Ling Zhen menyadari tubuh Yue Rou memiliki keistimewaan bahkan dia bisa merasakan energi dalam tubuhnya meletup-letup.
Dengan napas yang terengah-engah dan pandangan mata yang sayu, Yue Rou menindih tubuh Ling Zhen lemas.
“Kamu benar, ini sangat nikmat...” Ucap Yue Rou lemas. Ling Zhen tersenyum mendengarnya, dia merasakan letupan gairah untuk melanjutkannya kembali, namun mengurungkan niatnya karena sadar Chu Xiulan telah menunggunya.
“Tetapi ini sangat melelahkan. Kau sangat berbakat dalam hal ini, Zhenzhen...” Yue Rou membenamkan wajahnya ke leher Ling Zhen.
“Panggil aku dengan benar, Rou‘er.” Ling Zhen menggerakkan tubuhnya lembut.
“Maaf, Zhen‘gege. Sudah cukup, aku lelah...” Yue Rou dengan tatapan lemas secara reflek duduk diatas tubuh Ling Zhen.
Yue Rou merasakan sesuatu dalam perutnya membesar. Wajahnya memerah menatap wajah Ling Zhen yang terlihat belum puas. Pemuda yang telah menjadi suaminya itu menggerakkan tubuhnya dengan lembut.
“Aku lelah, Zhenzhen... Cukup...” Yue Rou memohon dengan tatapan lemas, “Malam ini cukup...”
“Zhen‘gege...” Yue Rou benar-benar terlihat tidak berdaya.
Ling Zhen mengecup kening Yue Rou dan memegang pinggang ramping perempuan itu sebelum melepaskan tubuhnya.
“Istirahatlah, Rou‘er.” Ling Zhen menutupi tubuh Yue Rou dengan kain tebal sebelum membersihkan tubuhnya didalam kamar mandi.
Beberapa saat dia melihat Yue Rou telah tertidur. Kemudian bergegas membuka pintu kamar Yue Rou menuju kamar pribadi Chu Xiulan, tetapi saat membuka pintu kamar Yue Rou, sosok perempuan dengan wajah merah merona dan napas memburu berdiri didepan pintu.
[Chu Xiulan] [Ratu Chu] [Sumber : Pinterest]
“Xiu‘er?” Sontak Ling Zhen menatap Chu Xiulan curiga, “Sejak kapan?”
“Eh, itu... Aku baru saja lewat...” Chu Xiulan gugup dan berusaha mengalihkan pandangannya, tetapi Ling Zhen sudah menarik tubuhnya kedalam pelukannya.
__ADS_1
“Kau mendengarnya bukan?” Ling Zhen tersenyum tipis dan mengecup leher jenjang mulus Chu Xiulan.
“Ah... Zhen‘gege, jangan disini...” Chu Xiulan menahan tubuh Ling Zhen dan segera berjalan menuju kamarnya diikuti Ling Zhen dari belakang.
Sesampainya didalam kamar pribadi Chu Xiulan, segera Ling Zhen menutup pintu kamar dan memeluk tubuh Chu Xiulan.
“Xiu‘er...” Ling Zhen berbisik mesra ditelinganya, badan Chu Xiulan menggeliat pelan saat telapak tangan Ling Zhen masuk kedalam gaunnya dan meraba tubuhnya.
“Mmmmhhh...” Sangat berbeda dengan Yue Rou, penerimaan ramah Chu Xiulan membuat Ling Zhen terbuai dan mulai bergerak bebas mengekspresikan perasaannya.
Tubuh Chu Xiulan menggeliat, tangannya memeluk tubuh Ling Zhen yang terus menggerayangi tubuhnya.
Entah karena terlalu menikmatinya atau terbuai oleh belaian tangan Ling Zhen, sekarang tubuh Chu Xiulan terbaring lemah tanpa busana diatas ranjang.
Sementara Ling Zhen masih dengan pakaian lengkap memandang lekuk tubuh Chu Xiulan yang tidak kalah menggoda dengan tubuh dewasa Yue Rou.
“Xiu‘er, bantu aku...” Ling Zhen dengan napas memburu berusaha melepaskan pakaiannya. Segera Chu Xiulan duduk dan meraba tubuh Ling Zhen sambil melepaskan pakaian pemuda yang telah menjadi suaminya itu.
Chu Xiulan sangat penurut berbanding terbalik dengan sifatnya yang dingin bahkan sering memandang rendah pria, tetapi dihadapan Ling Zhen sosok Chu Xiulan sangat berbeda, tentu itu merasakan kebahagiaan sendiri bagi Ling Zhen karena melihat sosok lain Chu Xiulan yang berbeda.
“Zhen‘gege... Kamu...” Chu Xiulan memalingkan wajahnya saat seluruh tubuh Ling Zhen terpampang dihadapannya tanpa busana.
“Tu... tunggu, apa yang harus aku lakukan dengan itu Zhen‘gege?” Chu Xiulan bergidik ngeri dan mengerti mengapa Yue Rou berteriak kesakitan hingga suaranya terdengar ke kamar pribadinya.
“Kita akan melakukannya secara perlahan. Aku akan memastikan kau menikmatinya, Xiu‘er.” Ling Zhen menanggapi ucapan Chu Xiulan.
Mata Chu Xiulan tidak berani menatap bagian pribadi Ling Zhen yang terpampang tepat didepan wajahnya. Wajahnya mengalihkan pandangannya, namun Ling Zhen berjongkok dan mulai menindih tubuhnya.
“Xiu‘er...”
“Zhen‘gege...”
Ling Zhen mengecup lembut bibir tipis Chu Xiulan, kemudian mengingat saat-saat perempuan dibawahnya itu merebut ciuman pertamanya.
Mengingat itu, Ling Zhen kembali mengecup bibir yang merekah alami dan menghisap manisnya. Chu Xiulan yang awalnya diam kini membalasnya penuh gairah.
__ADS_1
Chu Xiulan memejamkan matanya dan dengan deru nafas yang memburu, dia kesulitan bernafas saat satu telapak tangan bermain digundukan kenyal, satu tangan lainnya memainkan jarinya memasuki tubuhnya. Sedangkan mulutnya dibungkam rapat oleh Ling Zhen.
“Mmmhhhppp!” Chu Xiulan hampir kehabisan nafas karena Ling Zhen terlalu menikmati manisnya rongga mulutnya.
Ling Zhen tidak memberikan Chu Xiulan nafas, namun beberapa saat kemudian dia melepaskan ciumannya dan menatap kedua buah dada Chu Xiulan yang naik turun seringin gerakan jarinya.
“Zhen‘gege, kamu...” Chu Xiulan dengan nafas yang tidak beraturan memegang tangan Ling Zhen dengan cengkeraman erat, “Aaahhh!”
Ling Zhen membiarkan Chu Xiulan mengatur nafasnya untuk sesaat, tak lama dia meremas dua gundukan yang membusung dengan indah lalu menggigitnya.
Chu Xiulan tampak risih tetapi hanyut dalam permainan Ling Zhen. Dan dia tidak menyadari Ling Zhen sudah menyiapkan posisi untuk memasuki tubuhnya.
“Xiu‘er, apa kamu siap?” Ling Zhen melepaskan lumatannya pada gundukan kenyal Chu Xiulan dan penuh kelembutan memposisikan miliknya diperut Chu Xiulan.
“Tunggu!” Chu Xiulan panik membayangkan milik Ling Zhen memasuki tubuhnya, “Apa ini akan menyakitkan?”
“Sebentar saja sakitnya, selebihnya nikmat.” Ling Zhen menggerakkan tubuhnya menggoda Chu Xiulan.
Chu Xiulan memerah wajahnya dan tidak melakukan perlawanan selain terlihat pasrah. Ling Zhen mulai menggigit daun telinga Chu Xiulan kemudian dengan penuh kelembutan membenamkan tubuhnya secara perlahan ke tubuh Chu Xiulan.
“Mmmmmhhh... Aaahhh!” Chu Xiulan memekik tanpa sadar, kedua tangannya mencengkeram bahu Ling Zhen.
“Sebut namaku, Xiu‘er...” Ling Zhen menatap wajah Chu Xiulan yang memancarkan beragam ekspresi rumit.
“Zhen‘gege...” Kedua kaki jenjang Chu Xiulan gemetaran saat Ling Zhen membenamkan tubuhnya lebih dalam dari sebelumnya.
“Akh-” Suara jeritan Chu Xiulan tertahan saat milik Ling Zhen terbenam seluruhnya, air matanya tanpa sadar menetes, segera mulutnya dibungkam oleh Ling Zhen.
Pertahanan tubuh Chu Xiulan telah jebol bersamaan dengan percikan darah segar yang membasahi bagian pribadi Ling Zhen.
“Ssshhh...” Tubuh Chu Xiulan bergetar hebat merasakan sesuatu yang besar menerjang tubuhnya.
Ling Zhen belum bergerak karena ingin membiarkan Chu Xiulan terbiasa. Setelah beberapa menit kemudian Chu Xiulan terlihat tenang, barulah Ling Zhen menggerakkan tubuhnya.
Ling Zhen merasakan sensasi yang berbeda saat melakukannya dengan Chu Xiulan. Sebuah sensasi dimana seluruh titik meridiannya terbuka bersamaan dengan kenikmatan yang terus menerpa tubuhnya tanpa henti.
__ADS_1
___
Yok bisa yok, habis ini baca novelku yang judulnya “Legend Of Fei Long.”