
Yue Rou mengelus pipi bayi mungilnya. Tidak pernah dia sangka dirinya akan menjadi seorang Ibu. Wanita ini hanya memikirkan pertempuran dan perang, saat dalam pertarungan Yue Rou benar-benar tak terkalahkan namun untuk masalah ranjang adalah hal yang berbeda.
Ayah dari anaknya itu selalu membuatnya tidak berdaya dan lemas penuh kepuasan. Mengingat awalnya membuat Yue Rou kembali tersenyum karena dirinya selalu merengek seperti anak kecill dan menangis setiap Ling Zhen mengajaknya berhubungan badan.
Namun sekarang wanita itu telah resmi menjadi seorang Ibu. Kini lengkap kebahagiaannya karena telah memberikan seorang anak untuk Ling Zhen.
“Aku akan memberikan nama pada anak ini...” Yue Rou memperhatikan bayi mungilnya yang dia gendong tersenyum.
Gelak tawa bayi mungil Yue Rou menggema dan terdengar menggemaskan. Ling Zhen menyadari dua anaknya ini mempunyai kondisi tubuh khusus sama seperti Ibu mereka.
“Ling Nue...” Yue Rou melanjutkan perkataannya dan tersenyum bahagia, “Mulai sekarang namamu Ling Nue, Nak.”
“Ling Nue...” Ibu Ling Zhen tersenyum mendengarnya. Kemudian pandangan matanya beralih ke Chu Xiulan yang sedang menggendong bayi mungilnya.
“Ling Nue...” Chu Xiulan bergumam pelan sambil menatap bayi mungil Yue Rou yang menggemaskan, “Pemilik Jelmaan Tubuh Dewa Perang. Aku yakin Ling Nue akan menjadi perempuan yang tangguh dimasa depan seperti Ibunya.”
Yue Rou tersenyum, “Anak Ratu sendiri memancarkan aura seperti Ratu. Lihat kedua bola matanya, saat cuek dan dingin Ratu terlihat seperti itu.”
Chu Xiulan tertawa lirih, “Ya, dia adalah darah dagingku. Aku tidak pernah menyangka akan memiliki seorang anak perempuan. Aku benar-benar bahagia.”
Berbeda dengan Ling Nue yang lahir dengan kondisi tubuh spesial dimana lingkaran tenaga dalam bayi mungil itu sudah terbentuk, anak Chu Xiulan justru diam dan tenang. Mungkin karena bawaan dari Yue Rou yang memiliki Jelmaan Tubuh Dewi Perang serta Ling Zhen membuat Ling Nue lahir dengan selamat dengan semua kelebihannya.
Kedua bola mata menggemaskan anak Chu Xiulan menatap sang Ibu yang melahirkannya. Ling Zhen sendiri melihat kedua bayi mungil ini membuatnya merasa begitu bahagia.
“Dia adalah darah dagingku. Ketenangan dan keanggunanku akan menurun padanya. Aku memberinya nama Ling Qiuyu...” Ucap Chu Xiulan selesai memberikan nama pada bayi mungil kesayangannya.
__ADS_1
Ibu Ling Zhen tersenyum lebar, “Ling Nue dan Ling Qiuyu, ini Nenek kalian.” Ibu Ling Zhen nampak sedang mengelus pipi kedua cucunya yang baru lahir itu.
Ling Zhen memperhatikan Ling Nue dan Ling Qiuyu. Kedua buah hatinya ini memiliki kondisi tubuh spesial. Ling Nue dengan kekuatan Jelmaan Tubuh Dewa Perang membuatnya harus rutin melakukan pengobatan selama satu bulan kedepan untuk meningkatkan kekebalan tubuh Ling Nue.
Sementara Ling Qiuyu lahir dengan Jelmaan Tubuh Dewi Alam, bayi mungil itu nampak begitu tenang berbeda dengan Ling Nue yang terlihat begitu agresif.
Setelah memberikan nama kepada anaknya, tubuh Yue Rou lunglai dan pingsan tepat setelah Ibu Ling Zhen menggendong tubuh mungil Ling Nue.
“Rourou?” Ibu Ling Zhen terkejut, sementara Ling Nue menangis keras tepat setelah Yue Rou pingsan.
Ling Zhen memeriksa denyut nadi Yue Rou. Denyut nadi istri keduanya ini sangat lemah. Melahirkan Ling Nue yang memiliki Jelmaan Tubuh Dewa Perang membuat tenaga dalam Yue Rou terkuras habis.
Sungguh pengorbanan yang membuat Ling Zhen berkaca-kaca karena mengetahui Yue Rou berniat mengorbankan nyawanya demi melahirkan Ling Nue.
Ling Zhen menggendong tubuh Yue Rou dan membawanya kedalam kamar wanita itu setelah menjelaskan kondisi tubuh Yue Rou kepada semua istrinya berserta Ibunya.
Yue Rou merasakan kehangatan yang menerpa tubuhnya. Matanya terbuka secara perlahan dan menatap sosok Ling Zhen yang sedang memberinya pertolongan. Yue Rou mengetahui Ling Zhen menggunakan energi kehidupannya sehingga dia memegang tangan pemuda itu.
“Jangan lakukan itu lagi. Kau bisa mati jika terus-menerus menggunakan energi kehidupanmu.” Yue Rou menatap sedih Ling Zhen. Pemuda itu selalu siap bertindak apapun tanpa memikirkan resiko pada dirinya hanya demi dirinya dan istrinya yang lain.
Ling Zhen menggelengkan kepalanya lemah, “Rou‘er, kau membuatku khawatir. Jika kehilanganmu, aku tidak tahu harus berbuat apa. Kalian semua sangat berharga bagiku, termasuk anak-anak kita.”
Ling Zhen memeluk tubuh Yue Rou dan mengelus punggungnya. Yue Rou membalas pelukan Ling Zhen membiarkan pemuda itu merasakan kehangatan tubuhnya yang masih lemah.
Suara pintu kamar diketuk, Ling Zhen membuka pintu dan melihat Ibunya membawa Ling Nue kedalam kamar.
__ADS_1
“Sepertinya Nue‘er ingin bersama Ibunya.” Ling Nue terlihat telah berhenti menangis setelah Yue Rou berhasil diselamatkan.
Ling Zhen menggendong Ling Nue sebelum memberikannya pada Yue Rou. Dia membiarkan istri keduanya tertidur dengan tubuh Ling Nue disampingnya.
Ling Zhen segera pergi untuk menemui Chu Xiulan yang sekarang berada dikamar sebelah bersama Ling Qiuyu. Terlihat istri ketiganya juga sudah tertidur pulas, begitu juga dengan Ling Qiuyu.
Ling Zhen mengelus kepala Chu Xiulan dan tersenyum, “Terimakasih Xiu‘er, kau telah memberikanku seorang anak yang menggemaskan.”
Setelah itu Ling Zhen mengelus pipi Ling Qiuyu sebelum beranjak untuk memikirkan rencana kedepannya.
Tak terasa hari semakin berlalu, Ling Zhen sendiri mengobrol serius dengan para istrinya tentang kondisi tubuhnya yang tidak mampu menembus Pendekar Dewa Tahap Awal.
“Seharusnya dengan jumlah lingkaran tenaga dalam sebanyak itu, kau sudah menembus Pendekar Dewa Tahap Awal. Ini aneh.” Chu Xiulan menatap Ling Zhen seksama sambil menggendong tubuh Ling Qiuyu yang tertidur.
“Apa perlu kita melakukan kegiatan itu, Zhen‘gege? Mungkin dengan cara itu kau bisa menembus Pendekar Dewa Tahap Awal.” Yue Rou yang sedang memberikan ASI kepada Ling Nue mengatakan hal yang cukup vulgar membuat para istri Ling Zhen yang lain tersenyum malu.
“Aku tidak keberatan. Lagipula aku sudah rutin melakukannya dengan kalian semua belakangan ini kecuali..." Ling Zhen menghela nafas ringan lalu tersenyum jahil kearah Que Mi dan Mizuhara yang memalingkan wajahnya.
“Kecuali?” Qian Yu menanggapi karena tidak tahu Que Mi dan Mizuhara masih perawan.
“Mi‘er dan Mizuhara, aku belum menyentuh mereka." Jawaban Ling Zhen semakin membuat Que Mi dan Mizuhara malu.
“Jadi apa yang akan kamu rencanak? Bukankah sebulan ini kamu akan rutin memberikan pengobatan pada Nue‘er? Apa kamu akan kembali ke Lembah Dewa membawa Adik Que dan Mizuhara?” Ji Yanran bertanya sambil menggendong Ling Feng yang sedang menatap Ling Zhen.
Ling Zhen pun menjelaskan jika dirinya akan kembali ke Lembah Dewa bersama Que Mi dan Mizuhara. Dan akan kembali lagi ke Istana Chu untuk mendampingi proses persalinan Xue Lianhua dan Qian Yu.
__ADS_1
“Aku jadi penasaran dengan apa yang dilakukan mereka?” Ling Zhen bergumam pelan mengingat teman-temannya di Pedang Raja.