
Kok diulang Thor? Aku juga kagak tau harus jawab apa. Pas buka aplikasi, loh kok novelku update? Bingung 😕, mending kalian baca ulang dari chapter 138 udah kurevisi, guys.
____
Keesokan harinya Ling Zhen melihat bercak darah diranjangnya serta tubuh polos Li Hua yang memeluknya. Keindahan tubuh Li Hua membuat Ling Zhen ingin berlama-lama disini, namun dirinya mengurungkan niatnya karena setelah menuntaskan tujuannya di Kekaisaran Jia, tentu dia akan memiliki banyak waktu dengan Li Hua untuk membicarakan rencana memiliki seorang buah hati.
“Hua‘er, terimakasih.” Ling Zhen membelai rambut Li Hua dan tersenyum.
Matanya menatap wajah Li Hua yang nampak kelelahan. Ling Zhen menunggu Li Hua bangun sebelum berpamitan untuk pergi meninggalkan Kota Limeng. Cukup lama Li Hua terbangun dan menyapa dirinya.
“Zhen‘gege... Mmmmhhh... Selamat pagi...” Li Hua menggeliatkan badannya saat Ling Zhen meremas gundukan kenyal yang membusung indah.
“Hua‘er, aku akan pergi.” Ling Zhen mencium lembut pipi Li Hua dan berbisik mesra.
Li Hua mengerti tujuan Ling Zhen kemudian dia menceritakan semua yang dia ketahui tentang Aliansi Bulan Darah dan Jia Bao. Setelah memberitahu semuanya, Li Hua berdiri dan berjalan namun dia tersungkur kelantai.
Ling Zhen menahan tubuhnya, “Hua‘er, sepertinya dirimu sangat lelah. Beristirahatlah.”
“Zhen‘gege...” Li Hua merasa dirinya sangat kesulitan berjalan. Rasa perih dicelah pahanya sangat terasa dan pinggulnya juga merasakan dampak yang sama.
Kegagahan dan keperkasaan Ling Zhen membuatnya tidak bisa berjalan dan hanya berdiri saja. Li Hua memerah wajahnya saat mengetahui ini.
“Hua‘er, sepertinya ini salahku.” Akhirnya Ling Zhen mengambil inisiatif untuk memandikan tubuh Li Hua.
Li Hua hanya diam saat tubuhnya disentuh dan dibasuh Ling Zhen. Setelah mandi, Li Hua meminta Ling Zhen membawanya kedalam kamar pribadinya.
Ekspresi Li Jingshan dan Li Rong rumit karena keduanya sudah menebak jika gadis manis mereka bukan lagi seorang gadis sekarang.
“Hua‘er sampai tidak bisa berjalan...” Li Rong menelan ludah membayangkan yang bukan-bukan. Sedangkan Li Jingshan bergumam sendiri karena melihat kamar milik Ling Zhen terutama ranjangnya sangat berantakan.
“Sebentar lagi aku menjadi seorang kakek... Sebentar lagi aku menjadi seorang kakek...” Hanya itu yang keluar dari mulut Li Jingshan.
__ADS_1
Didalam kamar Li Hua terlihat Ling Zhen sudah memakaikan pakaian pada tubuh Li Hua.
“Terimakasih, Zhen‘gege.” Li Hua mengecup lembut pipi Ling Zhen setelah pemuda itu melakukan sesuatu yang membuatnya semakin sayang.
“Hua‘er, apa badanmu merasakan sakit?” Ling Zhen memeluk tubuh Li Hua dari belakang.
“Iya. Ini semua karena dirimu, bahkan semalam aku hampir pingsan.” Li Hua tertawa renyah sambil memegang tangan Ling Zhen yang melingkar diperutnya.
Ling Zhen tertawa canggung, “Aku tidak akan meminta maaf karena aku sendiri sangat menikmatimu, Hua‘er.”
Li Hua cemberut mendengar ucapan Ling Zhen, “Kamu jahat, Zhen‘gege! Kamu menyamakan aku dengan makanan yang hanya untuk dinikmati!”
Ekspresi Li Hua sangat menggemaskan membuat Ling Zhen mempererat pelukannya, “Bukan itu maksudku sayang...”
Li Hua tertawa lirih melihat ekspresi bersama Ling Zhen padanya, “Aku akan memaafkanmu jika kau menyuapiku. Aku lapar, aku membutuhkan tenaga.”
Setelah kegiatan malam pertama mereka, Li Hua lebih terbuka dan sikapnya mulai terlihat kepada Ling Zhen.
“Aku mengerti.” Ling Zhen berjalan ke dapur dan melihat Li Jingshan dan Li Rong sedang menunggunya.
Ling Zhen duduk dan tersenyum canggung, “Ayah Li, sekarang Hua‘er sedang lelah. Aku akan sarapan pagi dikamar Hua‘er.”
“Sepertinya malam pertama kalian berjalan lancar sampai-sampai anakku tidak bisa berjalan. Dasar Zhen‘er, kau sangat kurang ajar. Aku ingin memukulmu sekarang, tetapi aku tidak ingin merusak kebahagiaan Hua‘er yang tersenyum cerah saat bersama dirimu.” Li Jingshan menyeka air matanya setelah mengungkapkan kekesalannya kepada Ling Zhen.
“Ambilah makanan ini, Zhen‘er. Hari ini kau akan pergi bukan? Sebaiknya kau menikmati waktu bersama Hua‘er sebelum pergi.” Li Rong tersenyum manis dan menatap rumit Ling Zhen. Dia terbayang-bayang karena Li Hua tidak bisa berjalan, seingatnya dirinya masih bisa berjalan setelah melakukan malam pertama dengan Li Jingshan, namun situasi yang dialami Li Hua berbeda.
“Baiklah, Ibu Li.” Ling Zhen membawa beberapa sup dan makanan kedalam kamar Li Hua.
Disana keduanya sarapan pagi bersama, Ling Zhen menyuapi Li Hua penuh kelembutan dan Li Hua menerima suapan demi suapan Ling Zhen penuh perasaan cinta.
Hingga akhirnya Ling Zhen meminta izin kepada Li Hua untuk pergi. Walaupun berat tetapi Ling Zhen akan pergi untuk sementara waktu.
__ADS_1
Saat Ling Zhen dan Li Hua sedang berpelukan, Li Jingshan dan Li Rong membuka pintu kamar.
“Ibu?” Li Hua mengerutkan keningnya.
“Kenapa kalian mengintip? Ini memalukan!” Li Hua berteriak dengan suara yang nyaring namun nada ramah tetap saja terdengar.
Posisi Li Hua yang duduk dipangkuan Ling Zhen tentu membuat Li Hua merasa begitu malu. Terlebih telapak tangan Ling Zhen melingkar diperutnya.
“Apa kau akan pergi sekarang Zhen‘er?” Li Jingshan mengabaikan Li Hua dan bertanya kepada Ling Zhen.
“Zhen‘er, kau sudah mengetahui situasi yang terjadi di Kekaisaran Jia bukan? Bisa dibilang keluarga Li sangat beruntung karena masih bisa bertahan. Sebaiknya kau berhati-hati dan tidak bertindak gegabah.” Li Rong juga mengabaikan Li Hua dan berkata kepada Ling Zhen.
“Jangan mengabaikanku.” Li Hua memerah wajahnya.
Ling Zhen membenarkan posisinya dan tersenyum, “Ayah Li, Ibu Li, terimakasih atas kepercayaan kalian. Tenang saja, aku akan baik-baik saja dan kembali kesini.”
Li Jingshan dan Li Rong tersenyum. Setelah itu Li Jingshan mendekati Ling Zhen dan berkata, “Aku memang mengakuimu, tetapi jika kau meninggalkan anakku setelah kejadian ini. Aku akan mengutukmu.”
Jelas sekali Li Jingshan masih rumit saat mengetahui Li Hua tidak lagi perawan dan seorang gadis. Mendengar ucapan Li Jingshan, Ling Zhen hanya tertawa pelan.
“Zhen‘gege, pergilah. Aku percaya padamu.” Li Hua menatap Ling Zhen penuh makna sayang.
Ling Zhen tersenyum dan mengecup kening Li Hua sebelum berpamitan dengan Li Jingshan dan Li Rong.
“Aku pergi bukan untuk tidak kembali, tetapi aku akan kembali dan berjanji akan mmebuat pesta pernikahan terbesar di negeri ini, Ayah Li.” Ling Zhen menatap Li Jingshan yang tersenyum mendengar ucapannya.
“Hahahaha, memangnya kau seorang kaisar? Membuat pesta pernikahan terbesar di negeri ini? Aku menantikan janjimu ini, Zhen‘er!” Li Jingshan menepuk-nepuk pundak Ling Zhen dan tertawa.
“Kalau begitu, berhati-hatilah. Semoga keberhasilan selalu menyertaimu, menantuku.” Li Jingshan mencengkeram erat pundak Ling Zhen.
“Terimakasih, Ayah Li.” Ling Zhen melihat Li Jingshan menatapnya penuh harapan besar. Kemudian dia menatap Li Rong dan Li Hua yang menatapnya penuh percaya.
__ADS_1
“Aku pergi.” Ling Zhen segera bergegas meninggalkan kediaman keluarga Li dan Kota Limeng menuju Ibukota Jiayang.
Sebelum pergi tak lupa Ling Zhen membuat segel lingkaran teleportasi di kediaman keluarga Li.