Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 42 - Rapat Internal Lembah Hujan


__ADS_3

Setelah melewati perjalanan selama empat hari, akhirnya Ling Zhen sampai di Lembah Hujan. Disana dia disambut baik oleh Tetua Kedua yang bernama Bing Huo, keduanya mengobrol disepanjang jalan menuju tempat kediaman para tetua.


Bangunan di Lembah Hujan terlihat biasa dan sederhana, terlihat banyak pendekar yang memanfaatkan air hujan yang mengguyur lembah persembunyian mereka sebagai tempat berlatih.


“Tempat ini sangat sulit ditemukan karena kondisi alam yang aneh.” Bing Huo berkata sambil menatap rintikan hujan.


Ling Zhen melihat air hujan yang berada disekitar Bing Huo membeku, bahkan Ling Zhen merasakan hawa dingin disekitar tubuhnya saat berada didekat Bing Huo.


“Itu Rumah Hujan yang kita tuju...” Bing Huo menunjuk sebuah bangunan yang paling besar di Lembah Hujan.


Sesampainya di Rumah Hujan, Ling Zhen dan Bing Huo disambut ratusan pendekar yang berjaga.


“Mari masuk.” Bing Huo mempersilahkan Ling Zhen untuk masuk kedalam Rumah Hujan.

__ADS_1


Sesampainya di dalam Rumah Hujan, Ling Zhen melihat ada lima orang yang sedang duduk diatas kursi dengan warna yang berbeda-beda.


“Ketua Liang, aku telah membawa orang yang mengaku sebagai pemilik Paviliun Bulan Biru. Bisa dipastikan orang ini yang telah membunuh Nona Ji, pewaris terakhir keluarga Ji!” Perkataan Bing Huo membuat Ling Zhen terkejut.


Tanpa persiapan salah satu tetua menyerangnya, Ling Zhen sebisa mungkin menjaga keseimbangan tubuhnya saat menerima puluhan pukulan cepat penuh tenaga dalam.


Bing Huo hanya terdiam dan tersenyum kepada Ling Zhen, sebuah senyuman penuh kelicikan itu membuat Ling Zhen mendecakkan lidahnya.


“Jadi kau menjebakku, Senior Bing!” Ling Zhen berteriak dan membalas pukulan dari tetua dihadapannya.


“Junior, aku sudah memperkenalkan diriku sementara dirimu hanya diam mendengarkan ceritaku. Jadi apa aku perlu alasan lain untuk mempercayaimu?” Bing Huo melepaskan hawa dingin yang berlainan dengan kemampuan api Ling Zhen.


“Menyebalkan.” Dengan cepat Ling Zhen juga melepaskan hawa dingin, melihat itu semua orang yang berada didalam ruangan terkejut.

__ADS_1


“Sudah kubilang aku adalah suami dari pemilik Paviliun Bulan Biru, namaku Ling Zhen!” Ling Zhen melepaskan satu pukulan yang penuh tenaga dalam setelah berkata demikian.


Seluruh orang yang berada diruangan terdiam, begitu juga dengan Tetua Ketiga yang menyerangnya. Ling Zhen tidak menghentikan pukulannya hingga dalam hitungan detik saja, pukulannya sudah mendarat diperut Tetua Ketiga.


Bing Huo tertawa mendengar ucapan Ling Zhen, “Jadi kau adalah garis keturunan keluarga Ling terakhir. Tidak aneh, jika dirimu dan Nona Ji saling mencintai.”


Ling Zhen mengabaikan Bing Huo, lalu mengatur napasnya secara perlahan, ‘Aku tidak bisa menyembunyikan identitasku. Menghadapi mereka, aku tidak perlu takut karena amarahku ini tidak akan padam sebelum membunuh mereka! Dan aku tidak akan mati!”


“Saudaraku! Kau telah memukulku yang tidak berniat lagi melawanmu! Dan sekarang kau menunjukkan ekspresi orang yang memiliki dendam pada seseorang!” Tetua Ketiga memukul perut Ling Zhen tertawa.


Ling Zhen meringis kesakitan dan tersenyum canggung. Saat Ling Zhen dan para tetua saling berkenalan, Ketua Lembah Hujan memberi tanda kepada para tetua agar diam.


Bing Huo menganggukkan kepalanya melihat tanda dari Ketua Lembah Hujan sebelum memberitahu pada semua yang berada diruangan tentang rencana pembalasan.

__ADS_1


“Dengan kehadiran Junior Ling, maka rapat Lembah Hujan dimulai!” Seketika ruangan menjadi sunyi, tidak ada tetua yang bercanda dan berbicara.


Ling Zhen ikut duduk dengan canggung sebelum mendengarkan penjelasan Festival Naga dari Ketua Lembah Hujan serta tujuan pembalasan Lembah Hujan.


__ADS_2