Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 11 - Tantangan Xue Lianhua


__ADS_3

“Kita berpindah tempat? Aku tidak tahu harus berkata apa? Semua ini seperti mimpi!” Que Mi tersentak kaget saat mendapati dirinya berada diatas puncak pegunungan, dan pemandangan malam berbintang dihadapannya sangat berbeda dengan yang dia lihat di Pegunungan Longxue.


‘Aku tidak pernah menduga jika ada tempat seindah ini diatas puncak Pegunungan Longxue...’ Xue Lianhua tidak pernah berhenti dibuat takjub oleh Ling Zhen. Gadis ini juga semakin akrab dengan Ling Zhen yang tujuh tahun lebih muda darinya.


“Aku ingin memperkenalkan kalian berdua kepada Ibuku...” Ling Zhen mengajak Xue Lianhua dan Que Mi untuk menuruni pegunungan.


“Seperti apa Ibumu?” Xue Lianhua menanggapi perkataan Ling Zhen, namun sekilas dia bisa melihat ekspresi sedih dari pemuda itu, “Kenapa kau terlihat sedih, Saudara Ling?”


“Ibuku adalah orang yang perhatian dan tegas, saat ini beliau sedang tidur panjang. Dan entah kapan dia akan terbangun dari tidur panjangnya...” Ling Zhen tanpa sadar larut dalam suasana.


“Jika tidak keberatan kau bisa berbagi keluh kesahmu dengan kami? Aku ingin mengenalmu lebih dalam, Saudara Ling...” Que Mi menatap Ling Zhen lurus, kedua bola mata sayu itu terlihat tulus.


Ling Zhen tersenyum tipis melihat Xue Lianhua dan Que Mi menaruh perhatian pada dirinya, “Aku tidak tahu harus mengeluh kepada siapa? Selama ini aku hanya membicarakan kehidupanku pada Rubah Putih, aku tidak menyangka akan ada orang yang mau berbagi keluh kesah denganku...”


Ling Zhen tertawa pelan, namun terpancar jelas kesedihan dalam raut wajahnya.


Saat Lembah Dewa disinari bulan purnama, Ling Zhen menceritakan kejadian dua belas tahun lalu, cerita yang membuat Xue Lianhua dan Que Mi bergetar hatinya.


“Diberi kesempatan untuk menjadi seorang pendekar, dan bertemu kalian berdua adalah sesuatu yang tidak pernah kuduga.” Ling Zhen jujur hanya memikirkan dendam dan menyembuhkan Ibunya, tetapi pertemuannya dengan Xue Lianhua dan Que Mi membuat Ling Zhen berpikir jika dirinya ingin membuat sebuah keluarga.


“Setelah bertemu denganmu, Saudari Xue. Aku berpikir jika diriku ini masih lemah. Aku telah berlatih untuk menjadi kuat dan membalaskan kematian keluargaku. Tetapi, aku selalu dibayang-bayangi akan keputusasaan...” Bibir Ling Zhen bergetar saat menceritakan kehidupannya.

__ADS_1


Orang lemah tidak akan bisa berbuat apapun, selain pasrah. Memohon dan menangis juga tidak akan mendapatkan belas kasihan, itulah takdir orang lemah yang hanya bisa menerima keadaan tanpa berbuat apapun.


Ling Zhen memperlihatkan keindahan alam Lembah Dewa pada Xue Lianhua dan Que Mi. Keduanya terpana melihat keindahan alam yang baru pertama kali mereka berdua lihat.


Tanpa sadar Ling Zhen terus menceritakan kehidupannya, mulai dari pembantaian keluarganya sampai dirinya yang berakhir di Lembah Dewa.


Walau ada beberapa hal yang disembunyikan seperti pertemuannya dengan Rubah Putih, tetapi bagi Ling Zhen inilah yang terbaik karena dia tidak ingin Xue Lianhua dan Que Mi bersimpati padanya.


“Kau bilang akan mencari Ramuan Dewi Malam? Apakah karena semua ini?” Que Mi melihat seorang wanita paruh baya yang terbaring di peti es.


Ling Zhen menganggukkan kepalanya dan sedikit terkejut karena Que Mi terlihat begitu jeli.


“Ya, Ibuku terkena suatu penyakit yang bernama Tidur Abadi. Satu-satunya penawar racun Tidur Abadi adalah Ramuan Dewi Malam...” Ling Zhen menceritakan pada Xue Lianhua dan Que Mi jika orang yang telah membuat Ibunya mengalami hal seperti ini adalah pendekar dari Sekte Pemuja Iblis.


Xue Lianhua memegang tangan kanan Ibu Ling Zhen, sementara Que Mi memegang yang sebelah. Kedua gadis ini ingin menyapa Ibu Ling Zhen dengan baik.


“Saudara Ling, aku dan Mi‘er akan menunggu disini. Kami berdua akan menjaga Ibumu.” Saat suasana sedang hening, Xue Lianhua justru mengutamakan pendapatnya dan meminta Ling Zhen untuk memperlihatkan tekadnya sebagai seorang lelaki yang telah berjanji.


“Temukan Ramuan Dewi Malam dan carilah seorang penghulu, kita akan menikah disini.” Tanpa rasa malu Xue Lianhua mengatakan hal secanggung itu. Bahkan Que Mi sampai terbuka mulutnya tanpa berkata apa-apa, sementara Ling Zhen tersedak tidak percaya.


“Kita akan menikah? Disini?” Satu tangan Ling Zhen memegang kepalanya karena pusing, jujur dia tertarik dengan Xue Lianhua dan Que Mi, tetapi menikahi dua perempuan sekaligus sama sekali tidak pernah dia pikirkan sebelumnya.

__ADS_1


“Iya, asal kau tahu, aku sudah menolak ratusan surat lamaran dari para pendekar jenius dan bangsawan di Kekaisaran Jia. Jadi seharusnya kau merasa bangga, Saudara Ling.” Xue Lianhua menatap tenang Ling Zhen yang kebingungan.


“Senior Xue, apa kau serius?” Que Mi berharap jika Xue Lianhua bercanda. Tetapi gadis berambut hitam keperakan itu memasang wajah yang begitu serius.


“Aku serius karena aku telah berjanji pada Tetua Agung, dan aku ingin melihat sendiri perjuangan pria yang kelak akan menjadi suamiku ini. Karena bagaimanapun aku tidak ingin menyesalinya.” Mendengar jawaban Xue Lianhua, terlihat Que Mi juga berpikir sependapat dengan Xue Lianhua.


Ling Zhen tersenyum tipis, dalam hati dia merasa senang sekaligus gelisah. Sebagai seorang pria yang normal, tentu saja Ling Zhen tidak akan mundur saat dirinya telah berjanji dan ditantang oleh kecantikan nomor satu Sekte Lembah Perawan itu.


“Tetaplah berada didekat Ibuku, karena Hewan Buas Iblis yang menghuni tempat ini berbeda dengan yang diluar sana.” Setelah berkata demikian, Ling Zhen menghilang tanpa berpamitan.


Sesampainya dipuncak pegunungan, wajah Ling Zhen terlihat seperti tomat yang matang.


“Apa ini karena efek dari pengetahuan Para Dewa sehingga aku tertarik pada lawan jenis?” Ling Zhen menggaruk kepalanya dan melangkahkan kakinya keluar dari Lembah Dewa.


‘Berarti kau lelaki normal, bocah manusia. Kau terlalu banyak berpikir, jika kau ingin membahagiakan mereka maka kau harus menunjukkan kesungguhanmu.’ Rubah Putih secara tiba-tiba berada diatas kepala Ling Zhen.


“Kau membuatku kaget!”


‘Beraninya kau membiarkan kedua manusia itu masuk ke Lembah Dewa, bahkan kau hendak meninggalkanku dengan mereka!’


Ling Zhen terkekeh pelan, “Maaf, Rubah Putih. Aku tidak membicarakannya denganmu, tetapi mereka berdua kelak akan menjadi istriku. Aku harap kau membiarkan mereka hidup di Lembah Dewa.”

__ADS_1


Rubah Putih tersenyum, ‘Sejak kapan kau bisa mengatakan hal secanggung itu, bocah manusia?’


___


__ADS_2