Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 109 - Ling Feng


__ADS_3

“Zhen‘er, apa kau sudah mempunyai nama untuk cucuku yang tampan ini?” Ibu Ling Zhen membelai pipi bayi mungil Ling Zhen dan Ji Yanran sambil bertanya.


Ling Zhen memejamkan matanya dan berkata, “Sudah, Bu. Aku dan Ran‘er sudah membicarakan ini.”


Ji Yanran tersenyum melihat Ling Zhen menggendong sang buah hati. Wanita itu merasa begitu bahagia telah melahirkan anak untuk pemuda itu, pemuda yang dahulu sering dia jahili.


“Jadi dia laki-laki...” Yue Rou memperhatikan bayi mungil yang menggemaskan itu, “Semoga saja dia menjadi lelaki yang dapat setia pada satu wanita.”


“Benar sekali.” Chu Xiulan menanggapi ucapan Yue Rou sambil terkekeh pelan.


“Bayinya sangat menggemaskan, aku jadi ingin mempunyai bayi juga...” Que Mi dengan mata yang berbinar-binar menatap bayi mungil yang digendong Ling Zhen.


“Mi‘er, kita pasti akan memberikan adik untuk anak pertama kita ini.” Ling Zhen tersenyum jahil menggoda Que Mi.


“Bukan itu... Bukan itu maksudku... Aku... Aku hanya merasa mempunyai seorang bayi adalah impian semua perempuan...” Que Mi tertunduk malu membuat Ibu Ling Zhen, Ji Yanran, Yue Rou, Chu Xiulan, Xue Lianhua dan Mizuhara tertawa.


“Tangannya sangat kecil dan menggemaskan.” Mizuhara memegang telapak tangan bayi mungil itu dan tersenyum manis.


“Ibu berharap, kalian semua bisa memberikan cucu seperti Ran‘er.” Ibu Ling Zhen sekarang menggendong cucunya yang baru saja digendong Ling Zhen sambil menatap kelima istri anaknya yang memerah wajahnya.


“Bunda, aku pasti akan memberikan cucu yang cantik untukmu.” Yang pertama kali menanggapi ucapan Ibu Ling Zhen dengan antusias adalah Chu Xiulan.


“Ratu, apaka kau sudah merasakan tanda-tanda kehamilan?” Yue Rou bertanya cukup pelan.


“Belum, tetapi kita berdua sudah membicarakannya bukan? Kita akan menerima benih Zhen‘gege saat tidak berhalangan bulanan.” Chu Xiulan berbisik menggoda ditelinga Yue Rou.


“Apa yang kalian berdua bicarakan?” Ji Yanran menatap Yue Rou dan Chu Xiulan.


“Kami membicarakan tentang kami berdua yang akan segera menyusulmu.” Chu Xiulan tersenyum manis seolah-olah tidak sabar ingin segera hamil.


Ji Yanran menghela nafas panjang, “Kaliam pikir semua itu sangat menyenangkan?”


“Eh?” Yue Rou dan Chu Xiulan terkejut melihat ekspresi Ji Yanran. Bahkan Xue Lianhua, Que Mi dan Mizuhara ikut terkejut.

__ADS_1


“Mengandung selama sembilan bulan bukanlah hal yang mudah. Kalian juga akan mengalaminya sendiri, jadi aku tidak perlu menceritakannya.” Ji Yanran memalingkan wajahnya dan menyembunyikan wajahnya yang begitu bahagia.


“Certiakan padaku Kakak Ranran! Aku ingin mendengarnya!” Que Mi paling antusias dan langsung memegang tangan Ji Yanran.


“Adik Que? Aku tidak menyangka kau sangat antusias mendengarkan ucapanku. Baiklah, aku akan menceritakannya padamu...” Ji Yanran menatap wajah Que Mi yang tersenyum cerah, “Tetapi bukan sekarang.”


Seketika senyuman memudar dari wajah Que Mi membuat Ji Yanran tertawa pelan. Lalu Ling Zhen yang sedari tadi memperhatikan tingkah keenam istrinya akhirnya ikut bergabung.


Ibu Ling Zhen memberikan bayi mungil itu kepada Ji Yanran. Lalu Ling Zhen dan Ji Yanran saling menatap satu sama lain sebelum tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


“Nama anak kita adalah-”


Saat Ji Yanran hendak mengucapkan nama untuk sang buah hati, aura berwarna merah keluar dari tubuh bayi mungil itu.


“Zhen‘gege!” Ji Yanran panik saat melihat aura berwarna merah itu berubah menjadi api yang membakar seluruh tubuh sang buah hati.


Tetapi tubuh bayi mungil dan Ji Yanran tidak terbakar, justru Ji Yanran merasakan kehangatan yang biasa.


Fenomena ini berlangsung selama satu jam penuh sebelum akhirnya bayi mungil itu berhenti tersenyum dan tertidur digendongan Ji Yanran.


“Zhen‘gege, ada apa dengan anak kita?” Ucap Ji Yanran panik.


Ling Zhen tersenyum sambil membelai pipi anaknya, “Ran‘er, anak pertama kita memiliki tubuh khusus. Dia memiliki Jelmaan Tubuh Dewa Phoenix.”


Mata Ji Yanran melebar mendengar ucapan sang suami, “Benarkah?”


“Benar, apa kau sudah mempunyai nama yang cocok untuk anak kita ini?” Ling Zhen menatap lekat kedua bola mata Ji Yanran.


“Sudah, Zhen‘gege. Kita berdua sudah membicarakannya bukan?” Ji Yanran menatap wajah sang buah hati lalu mengucapkan nama untuk bayi mungil itu.


“Ling Feng.” Ling Zhen dan Ji Yanran mengucapkan nama itu secara bersamaan.


“Kami memberikan nama untuk malaikat kecil kami... Ling Feng...” Ji Yanran merasa begitu bahagia melihat malaikat kecilnya lahir dengan penuh keberkahan.

__ADS_1


“Nama yang bagus. Aku jadi terharu...” Yue Rou mengusap air mata yang tanpa sadar menetes dipelupuk matanya.


“Feng‘er... Jadi ini nama cucu pertama Ibu.” Ibu Ling Zhen tersenyum melihat Ling Zhen dan Ji Yanran.


Saat Ibunya dan keenam istrinya membicarakan sosok Ling Feng, Ling Zhen pergi meninggalkan ruangan persalinan dan masuk kedalam sebuah ruangan yang sepi.


Tubuh Ling Zhen merasa begitu lemas. Hingga akhirnya pemuda itu terduduk dilantai dengan wajah yang dipenuhi kecemasan bahkan kekhawatiran yang luar biasa.


Ling Zhen sangat takut jika dia harus kehilangan Ji Yanran saat proses persalinan. Dia tidak ingin kehilangan Ji Yanran ataupun sang buah hati.


Mengingat Ji Yanran menerima benihnya yang merupakan benih murni dari Tubuh Dewa Phoenix yang dia kuasai, tentu itu akan sangat sulit bagi Ji Yanran untuk melahirkan sang buah hati dengan selamat. Terlebih Ji Yanran bukanlah seorang pendekar seperti Yue Rou, Chu Xiulan, Xue Lianhua dan Que Mi.


Tentu Ling Zhen tidak bisa berhenti mencemaskan setiap mendengar teriakan kesakitan Ji Yanran. Namun setelah proses yang mendebarkan itu, akhirnya Ling Zhen dapat bernafas lega karena tidak harus kehilangan siapapun, baik itu Ji Yanran ataupun si buah hati.


Diruangan persalinan Que Mi dan Xue Lianhua menyadari Ling Zhen menghilang disekitar mereka. Que Mi berjalan menuju keluar ruangan persalinan diikuti Xue Lianhua.


Keduanya merasakan samar-samar aura milik Ling Zhen yang berada diruangan sebelah ruang persalinan.


Pintu sedikit terbuka, “Gege-” Ucapan Que Mi terhenti bahkan Xue Lianhua ikut menghentikan langkah kakinya saat melihat Ling Zhen berdiri dan langsung terduduk dilantai dengan ekspresi penuh kecemasan.


Ling Zhen memegang rambutnya dan menjambaknya keras, lalu mengusap air matanya, “Syukurlah!”


Tubuh Ling Zhen gemetaran. Pemuda itu menumpahkan seluruh kekhawatirannya saat menemani proses persalinan Ji Yanran sendirian diruangan sepi dan sunyi itu.


“Ran‘er! Syukurlah!” Ling Zhen menangis sendirian dan tidak ingin Ibu dan istrinya melihat dirinya.


Que Mi dan Xue Lianhua bisa mengetahui beban berat yang ditanggung suami mereka. Pemuda itu tidak pernah menunjukkan sisi lemahnya pada mereka, tetapi setelah melihat sisi lemah Ling Zhen ini membuat Xue Lianhua dan Que Mi ingin memberikan kebahagiaan lebih kepada Ling Zhen.


“Ran‘er, kau membuatku begitu cemas!” Ling Zhen terus mengusap air matanya, namun tetap saja air mata itu menetes selama beberapa menit. Hingga akhirnya Ling Zhen tersenyum sambil memejamkan matanya.


“Terimakasih telah melahirkan Feng‘er, Kakak Ji...”


Ling Zhen menenangkan dirinya selama beberapa menit sebelum kembali ke ruang persalinan.

__ADS_1


__ADS_2