Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 33 - Sepasang Kekasih?


__ADS_3

Malam itu berlangsung cukup tenang, hanya suara hembusan napas yang terdengar dikamar penginapan, Ling Zhen bangun lebih awal dibandingkan Yue Rou.


Ling Zhen sebenarnya berniat untuk menggali informasi lebih lanjut tentang keluarga bangsawan yang datang ke Kota Wuzhen, tetapi setelah membersihkan tubuhnya dengan mandi pagi, Ling Zhen mendengar keributan di alun-alun kota.


“Kau tidak membangunkanku. Selain itu kau meninggalkan rubahmu ini.” Yue Rou datang mengejar Ling Zhen dan memegang Rubah Putih yang terlihat begitu malas.


“Aku memang berniat meninggalkanmu, karena aku tidak ingin melibatkanmu dalam urusan pribadiku...” Ling Zhen menajamkan matanya menatap pria paruh baya yang mati mengenaskan dengan tubuh berlumuran darah dan diikat ditiang tertinggi yang ada di alun-alun kota.


“Kejam.” Yue Rou memejamkan matanya dan menyatukan kedua tangannya, “Kematian orang itu tidak layak dipertontonkan.”


“Dia adalah Walikota Kota Wuzhen...” Seorang wanita paruh baya berdiri didekat Ling Zhen dan Yue Rou, wanita paruh baya itu menceritakan jika telah terjadi pembunuhan pada seluruh keluarga Walikota Kota Wuzhen.


Yang lebih mengenaskan istri dan anak Walikota Kota Wuzhen mati dengan pakaian yang terlepas dari tubuh mereka. Mendengar cerita wanita paruh baya, Ling Zhen mengepalkan tangannya.


Walikota Kota Wuzhen dibunuh oleh seseorang tidak kenal, bahkan kematiannya dan keluarganya sangat mengenaskan.


Ditengah-tengah keributan yang terjadi di Kota Wuzhen, sejumlah pasukan militer keluarga Bangsawan Wang datang dan memperkenalkan pada penduduk kota sosok walikota yang baru.


“Zhenzhen, jangan bilang kau...” Yue Rou melihat Ling Zhen pergi mengalirkan tenaga dalam pada kedua kakinya.


“Rubah Putih, cari keberadaan Paviliun Bulan Biru di Kota Wuzhen. Aku akan mengambil jasad orang itu.” Setelah berkata demikian, Ling Zhen menghilang dari pandangan Yue Rou dan sudah terbang melesat cepat berada ditengah alun-alun.


Saat Yue Rou tersenyum, Rubah Putih yang dia pegang menguap sebelum melompat dan pergi meninggalkannya.


“Tunggu, tadi dia berbicara dengan rubah itu...” Yue Rou mengikuti Rubah Putih karena merasa penasaran bagaimana Ling Zhen berbicara dengan hewan.


Saat sosok Walikota baru sedang berpidato, Ling Zhen sudah menurunkan tubuh Walikota Kota Wuzhen sebelumnya. Dengan cepat dia melepaskan aura pembunuh sebelum kembali terbang dengan kecepatan tinggi meninggalkan alun-alun kota.


Tidak ada satupun pasukan militer keluarga Wang yang dapat mengejar Ling Zhen, terlebih pasukan militer keluarga Wang tidak dapat mengikuti pergerakan Ling Zhen.


“Sepertinya itu kediaman Walikota...” Dengan mata yang menatap sebuah bangunan sederhana namun halaman bangunan itu terlihat begitu luas. Disana Ling Zhen menemukan tubuh seorang wanita paruh baya yang tergeletak disamping seorang gadis.

__ADS_1


Saat Ling Zhen hendak menurunkan tubuh Walikota, Yue Rou datang bersama Rubah Putih yang tertidur dikepalanya.


“Jangan melihatnya.” Yue Rou memukul kepala Ling Zhen karena mengira pemuda itu melihat tubuh istri dan anak Walikota.


“Kau kuburkan pria itu, aku akan menguburkan kedua perempuan ini.” Yue Rou segera menguburkan kedua jasad perempuan, sementara Ling Zhen menguburkan jasad pria yang tak lain adalah Walikota.


“Sepertinya Rubah Putih menyukaimu, Senior Yue.” Ling Zhen menatap Rubah Putih yang tertidur dikepala Yue Rou.


“Aku mengikutinya, tetapi setelah dia melihat sebuah bangunan, rubah ini langsung melompat ke kepalaku.” Yue Rou justru terlihat menyukai Rubah Putih. Ling Zhen hanya menatap dalam senyuman manis Yue Rou.


Menyadari dirinya ditatap Ling Zhen, Yue Rou menyipitkan matanya, “Seperti biasa, kau selalu menatapku penuh nafsu. Dasar anak muda lemah syahwat.”


Ling Zhen melebar tajam matanya, “Berhenti bicara hal konyol! Ingat, aku tidak akan pernah tertarik padamu, Senior Yue! Lagian kau wanita yang merepotkan!”


Mendengar balasan Ling Zhen, Yue Rou justru tertawa pelan, “Bicara seperti itu lagi, maka wajahmu yang tampan ini akan penuh dengan luka sayatan!”


Aura pembunuh yang dilepaskan Yue Rou membuat Ling Zhen menelan ludah. Akhirnya Ling Zhen memilih diam dan mengambil Rubah Putih dari kepala Yue Rou.


Yue Rou yang menyadari Ling Zhen menatap dirinya segera melepaskan satu pukulan telak diperut Ling Zhen hingga pemuda itu memuntahkan darah segar dari mulutnya.


“Ikuti aku.” Yue Rou terbang dan menuntun Ling Zhen menuju Paviliun Bulan Biru. Ling Zhen merapatkan giginya dan mengejar Yue Rou dari belakang.


Ling Zhen mendecakkan lidahnya karena tidak mengerti dengan sikap Yue Rou yang selalu berubah-ubah.


Keduanya terbang dengan cepat dan mendarat disebuah bangunan yang dekat dengan penginapan semalam mereka menginap.


Saat dirinya tiba didepan gedung milik Paviliun Bulan Biru, Ling Zhen melihat wanita paruh baya yang memberitahu pada dirinya dan Yue Rou tentang kematian Walikota Kota Wuzhen.


Ketika Ling Zhen dan Yue Rou hendak masuk kedalam gedung tersebut, puluhan pendekar Paviliun Bulan Biru datang dan memberi hormat pada keduanya sebagai tanda mempersilahkan untuk masuk.


‘Kemampuan pendekar ini sama dengan pasukan militer keluarga Wang...’ Ling Zhen tersenyum ramah lalu masuk kedalam gedung disusul Yue Rou dari belakang.

__ADS_1


Terlihat wanita paruh baya menyambut kedatangannya, “Selamat datang di Paviliun Bulan Biru, apakah ada yang bisa kami bantu?”


Saat wanita paruh baya itu menyambut kedatangannya, Ling Zhen mengamati sekitarnya dan menemukan berbagai macam sumber daya didalam gedung, dan apa yang dilihatnya sekarang sangat berbeda dengan Paviliun Bulan Biru yang ada di Kota Qifei.


Ling Zhen tanpa basa-basi berkata, “Aku ingin mengetahui kebenaran tentang keluarga Wang. Katakan padaku, siapa yang telah menyebabkan kekacauan di kota ini?”


Wanita paruh baya itu tersenyum ramah, “Tuan muda, melihat semua kejadian ini. Kami Paviliun Bulan Biru berusaha mencegah rencana pembunuhan itu, tetapi keluarga Wang bertindak lebih cepat dari yang diperkirakan.”


Wanita paruh baya itu menjelaskan jika keluarga Wang memang mengincar Kota Wuzhen karena pertanian di kota ini berkembang pesat.


“Aku bisa memberikanmu sebuah informasi, tergantung jawabanmu...” Wanita paruh baya itu menatap tajam Ling Zhen sebelum melanjutkan perkataannya, “Siapa namamu dan darimana asalmu?”


Ling Zhen menatap Yue Rou namun perempuan itu mengangkat bahunya. Ling Zhen menghela napas dan memperkenalkan dirinya pada wanita paruh baya.


“Ling...” Saat mendengar nama Ling Zhen, wanita paruh baya itu terkejut.


“Apa benar margamu Ling? Nona Ji selama ini mencarimu...” Wanita paruh baya menyeka air matanya dan menatap Ling Zhen.


“Aku Bibi Qian, apa kau mengingatku, Tuan muda?” Mendengar nama itu, mata Ling Zhen melebar. Dia mengingat sosok Bibi Qian yang merupakan pengasuh dari orang yang sangat dia kenal dan ingin temui sekarang.


“Apa Kakak Ji baik-baik saja?” Ling Zhen bertanya. Melihat reaksi Ling Zhen dan Bibi Qian, Yue Rou hanya diam dan mendengarkan.


Bibi Qian menyuruh Ling Zhen dan Yue Rou masuk kedalam, keduanya disambut dengan hidangan lezat.


“Sebelum menceritakan semuanya, aku penasaran dengan nona muda ini...” Bibi Qian menatap Yue Rou dengan seksama, “Apa nona muda merupakan kekasih tuan muda?”


Ling Zhen dan Yue Rou sama-sama terdiam, keduanya saling menatap sebelum mengalihkan pandangannya menatap Bibi Qian.


“Apa kami berdua terlihat seperti itu?” Ling Zhen dan Yue Rou sama-sama bertanya.


“Iya, kalian berdua terlihat sangat serasi.” Mendengar ucapan Bibi Qian, Ling Zhen dan Yue Rou sama-sama tersedak tidak percaya.

__ADS_1


__ADS_2