
Bagi Ling Zhen kondisi Kota Jihao yang sekarang sangat berbeda. Dimana seluruh penduduk terlihat tertekan, sebagian penduduk menyapanya namun mereka terlihat seperti mengasihani dirinya.
“Selamat datang Tuan Muda Ling, semoga anda baik-baik saja.”
“Tuan Muda Ling, dimana Nona Ji?”
Ling Zhen memperhatikan dua ekspresi wajah penduduk yang menyapanya. Kedua wanita paruh baya yang menyapanya adalah pegawai Paviliun Bulan Biru.
“Cukup basa-basinya. Katakan padaku, apa yang terjadi di kota ini selama aku dan istriku pergi?” Ling Zhen menatap tajam kedua wanita paruh baya itu meminta penjelasan.
Xue Lianhua menegur melihat emosi suaminya tidak stabil, “Gege, kau membuat mereka takut. Aku sudah bisa menebaknya jika ada orang yang mengancam mereka atau membuat mereka ketakutan dengan kekuatan.”
“Aku mengerti Lian‘er. Aku tidak akan lepas kendali.” Ling Zhen menghela nafas panjang dan menenangkan dirinya. Dia merasakan bahwa semua ini adalah kesalahannya. Membuat Ji Yanran menanggung semuanya dan mengajak Ji Yanran ikut bersamanya hanya berakhir pada situasi seperti sekarang ini.
“Tuan Muda Ling, sebenarnya-”
“Aku kira siapa, ternyata Tuan Muda Ling.” Saat wanita paruh baya hendak menjelaskan kebenaran tentang Qian Yu yang menghilang, Hu Gu muncul dengan senyumannya.
“Kau siapa?” Ekspresi Ling Zhen tidak menunjukkan ketertarikan. Tatapannya dingin dan terlihat tidak menyukai sikap Hu Gu.
“Apa kau lupa? Aku Paman Hu, suami Bibi Qian.” Pria itu memperkenalkan dirinya, namun tatapan matanya terlihat terkejut melihat kecantikan Xue Lianhua.
“Paman Hu? Maaf paman, aku hanya mengingat Bibi Qian.” Jawaban Ling Zhen membuat Hu Gu menahan kekesalannya.
‘Bocah tengik ini! Dia membawa wanita cantik seperti ini! Tidak ada Nona Ji, tetapi wanita cantik ini boleh juga!’ Hu Gu menyapu pandangannya pada tubuh Xue Lianhua.
“Dimana Bibi Qian? Apa dia tidak bersama Paman Hu?” Ling Zhen berdiri dihadapan Hu Gu dan menatap dingin pria itu.
“Berhenti menatap istriku, paman.” Ling Zhen memejamkan matanya dan tersenyum.
“Oh, itu... Istriku sedang tidak enak badan jadi aku yang menyapamu.” Jawaban dan ekspresi raut wajah Hu Gu membuat Ling Zhen curiga.
Saat Ling Zhen mengetahui ada yang tidak beres dengan Hu Gu, sebuah aura pembunuh berjumlah besar muncul dan menyerang dua wanita paruh baya.
Xue Lianhua segera melindungi kedua wanita paruh baya itu, sedangkan Ling Zhen menahan tebasan pedang pendekar yang datang menyerang menggunakan telapak tangannya.
__ADS_1
“Bagaimana mungkin?! Dia menahan tebasanku dengan tangan kosong?” Pria itu tak lain adalah Dan Zuan.
“Oi, Saudara Dan! Apa kau sedang bermain-main?” Pendekar yang lain muncul dengan seratus anggota Serigala Hitam dibelakangnya. Pendekar itu tak lain adalah Huang Xan.
“Tidak, Ketua Huang. Aku belum serius!” Dan Zuan memutarkan tubuhnya dan menebaskan pedangnya penuh tenaga dalam mengincar leher Ling Zhen.
Ling Zhen dengan posisi setengah kayang menghindari tebasan pedang Dan Zuan, kemudian dia melepaskan sebuah pukulan pada perut Dan Zuan membuat pria itu terpental tubuhnya menabrak Hu Gu.
“Sejak pertama melihatmu, aku sudah tidak menyukaimu Paman Hu. Kau terlihat menjijikkan dimataku.” Ling Zhen berkata dengan dingin sambil melepaskan aura tubuhnya.
“Jadi kalian sekelompok bedebah yang mengusik kota ini?” Ling Zhen melepaskan sebuah Aura Kematian milik Dewa Kematian membuat seluruh anggota Serigala Hitam kesulitan bernafas dan bergerak.
“Sialan! Kau menipu kami?!” Dan Zuan tidak menyangka akan merasakan ketakutan setelah melihat Ling Zhen. Pria itu memegang kerah baju Hu Gu dan menatapnya penuh amarah.
“Aku mendapatkan informasi dari istriku! Ini pasti informasi yang benar! Kenapa kau ketakutan? Aku sudah menyiksa istriku berulang kali bahkan saat dia tidak ingin memberitahu apapun tentang pemuda sialan itu!” Hu Gu berteriak.
“Bagaimana mungkin kau takut dengannya, Saudara Dan? Biar aku yang maju, setelah aku membunuhnya. Aku yang pertama kali akan memuaskan perempuan cantik disana, setelah itu giliran kalian.” Huang Xan dengan nada mengejek mendekati Ling Zhen.
“Bocah bangsawan bertindaklah seperti bangsawan lemah. Aku akan membunuhmu dengan cepat-”
“Tadi kau mengatakan hal yang menarik bukan?” Ling Zhen menusuk mulut Huang Xan dengan Pedang Pencabut Nyawa. Dua wanita paruh baya yang dijaga Xue Lianhua berteriak histeris melihat bagaimana Ling Zhen tidak segan menusukkan Pedang Pencabut Nyawa kedalam mulut Huang Xan.
“Satu jari menyentuh wanitaku dan aku akan membunuhmu!” Setelah itu Ling Zhen mengakhiri nyawa Huang Xan dengan begitu cepat bahkan dirinya belum menerima satupun serangan dari pria itu.
“Selanjutnya kalian. Tenang saja, aku akan memastikan kalian mati dengan cara paling mengenaskan.” Ling Zhen menatap dingin Hu Gu, Dan Zuan serta seluruh anggota Serigala Hitam.
“Kenapa jadi seperti ini?!” Dan Zuan ketakutan dan menyerang Hu Gu.
“Kau!” Mata Hu Gu melotot tajam menatap Dan Zuan yang menusuk perutnya.
“Rasakan! Semua informasimu ini tidak benar!” Dan Zuan tersenyum lebar setelah melihat Hu Gu mati.
“Tuan Muda Ling, tolong biarkan aku hidup. Aku akan menjelaskan semuanya padamu tentang kelompok Serigala Hitam dan orang bernama Hu Gu ini.” Dan Zuan tersenyum pucat mendekati Ling Zhen.
Ling Zhen menyarungkan Pedang Pencabut Nyawa dan menatap dingin Dan Zuan yang mendekatinya, “Tergantung penjelasanmu dan kejujuranmu! Aku tidak akan segan-segan membunuhmu jika kau membohongiku!”
__ADS_1
”Aku tidak akan membohongimu, Tuan Muda Ling.” Setelah melihat Ling Zhen mempercayai perkataannya, Dan Zuan menceritakan semua rencana Huang Xan dan Hu Gu serta ambisi Serigala Hitam yang berniat membangkitkan kembali dunia persilatan Kekaisaran Qing dengan aliran hitam sebagai pilarnya.
Mendengar cerita Dan Zuan membuat kedua bola mata Ling Zhen menggelap. Tatapan matanya begitu dingin dan suram saat Dan Zuan menceritakan Hu Gu yang menyiksa Qian Yu bahkan mengurung Qian Yu diruang bawah tanah.
Lebih parahnya Hu Gu tidak segan-segan hendak menjajakan tubuh Qian Yu pada anggota Serigala Hitam. Walaupun belum dilakukan, tetapi tindakan Hu Gu membuat Ling Zhen merasa berdosa kepada Qian Yu karena istri pertamanya mempercayakan Paviliun Bulan Biru pada wanita paruh baya itu.
“Kami belum menyentuh Manager Qian karena kami berniat melakukannya saat berhasil membunuhmu, Tuan Muda Ling.”
Ling Zhen yang melihat ekspresi Dan Zuan langsung menciptakan sebuah pedang tak kasat mata yang terbentuk dari aura tubuhnya.
“Ilmu Pedang Ilusi Pencabut Nyawa Ketiga - Seribu Jiwa Pedang!”
Sekitar seribu pedang tak kasat mata terbentuk dan menghunus tubuh seluruh anggota Serigala Hitam termasuk Dan Zuan.
Xue Lianhua menghela nafas panjang melihat kemampuan Ling Zhen yang berkembang pesat sejauh ini. Suaminya itu membunuh dua Pendekar Langit Tahap Awal seperti membalikkan telapak tangan saja.
“Aku tidak menyangka akan separah ini...” Ling Zhen membuka telapak tangannya dan menciptakan api dar aura tubuhnya.
Seketika api itu membesar, Ling Zhen mengarahkan api tersebut pada tubuh Huang Xan, Dan Zuan, Hu Gu serta seluruh anggota Serigala Hitam.
“Aura Naga Api - Pembakaran!”
Tubuh mereka semua lenyap tak berbekas. Saat Ling Zhen mengakhiri kelompok Serigala Hitam serta Hu Gu, penduduk kota yang bersembunyi didalam rumah keluar dan berteriak.
“Selamat datang kembali ke Kota Jihao, Tuan Muda Ling!"
“Maaf kami tidak menyambutmu!”
“Akhirnya kami bebas! Syukurlah!”
Ling Zhen melihat semua penduduk kota yang mengucapkan terimakasih pada dirinya. Dia tidak menyukai momen seperti ini, sehingga Ling Zhen hanya diam mematung untuk beberapa saat sebelum pergi menuju ruang bawah tanah Paviliun Bunga Raya dituntun kedua wanita paruh baya yang merupakan pegawai Paviliun Bunga Raya.
Xue Lianhua yang berjalan disamping Ling Zhen tersenyum, “Gege, kau sangat gagah barusan.”
Melihat pipi Ling Zhen yang memerah membuat jantung Xue Lianhua berdebar kencang dan membuat wajahnya ikutan memerah.
__ADS_1
“Hentikan Lian‘er, kau membuatku malu.” Ling Zhen mengalihkan pandangannya tidak ingin Xue Lianhua melihat dirinya yang sedang menahan rasa malu itu.