
Hari ini Ibukota Qinghong tampak ramai, karena disepanjang jalan terlihat penduduk berbondong-bondong melihat Kaisar Qing bersama istri dan anaknya yang naik kereta kuda.
Terlihat sejumlah pendekar dari Lembah Hujan menjaga Kaisar Qing, bahkan disana ada Feng Shin yang mengawalnya langsung setelah meminta permohonan pada Liang Feng.
Ling Zhen yang sekilas melihat Feng Shin mengangkat alisnya karena merasakan bau yang berbeda dari tubuh pria tersebut.
Tak lama rombongan Kaisar Qing tiba di stadion tempat digelarnya Festival Naga. Sebelum mengumumkan nama para peserta, Kaisar Qing mengumumkan kepada semua orang yang hadir di stadion jika Festival Naga tahun ini diadakan karena kerinduannya pada Festival Naga dahulu.
“Festival Naga ini akan menjadi sebuah pembuktian jika kita akan bangkit!” Kaisar Qing menatap semua orang yang hadir di stadion itu, “Pendekar dari aliran putih dan netral belum sepenuhnya musnah! Kita harus melakukan perlawanan! Aku akan mendukung segala bentuk hal yang dapat membangkitkan dunia persilatan Kekaisaran Qing!”
Setelah Kaisar Qing menyelesaikan pidatonya, semua orang bertepuk tangan. Tak lama Liang Feng membacakan nama peserta yang akan bertanding di Festival Naga.
Ling Zhen yang berada ditengah-tengah pendekar Lembah Hujan menatap tajam kearah bangku penonton keluarga Hei dan keluarga Wang.
__ADS_1
Walau banyak yang tidak sadar dengan siasat keluarga Hei dan keluarga Wang, tetapi Ling Zhen menyadarinya dan tidak menurunkan penjagaan pada mereka.
Liang Feng mengumumkan Ling Zhen sebagai perwakilan dari Lembah Hujan, Bing Xiaoya dari Gunung Es Utara, Kekaisaran Jia, serta dua perwakilan keluarga Hei dan keluarga Wang yang bernama Hei Jian dan Wang Tao.
Pertandingan Festival Naga hanya digelar sehari, keempat peserta akan mendapatkan hadiah senilai seribu keping emas. Dan Kaisar Qing akan menambahkan hadiahnya, untuk juara pertama akan mendapatkan tambahan senilai dua puluh ribu keping emas dan juara kedua lima belas ribu keping emas.
Ling Zhen menggelengkan kepalanya mendengar penjelasan Liang Feng, “Aku berharap suatu saat nanti dapat membangkitkan turnamen ini...”
”Untuk pertandingan pertama mari kita panggil Bing Xiaoya dari Kekaisaran Jia dan Hei Jian dari keluarga Hei!” Saat Liang Feng memanggil kedua nama peserta, tiba-tiba para penonton berisik karena melihat kecantikan Bing Xiaoya.
Setiap Ling Zhen mencium aroma busuk dari seseorang, maka dia akan segera mengetahui kejahatan orang tersebut.
Ling Zhen bisa menebak jika keluarga Hei dan keluarga Wang belum mengetahui Lembah Hujan telah mengetahui rencana mereka, tetapi melihat Hei Jian membuat Ling Zhen berpikir keluarga Hei dan keluarga Wang terlalu percaya pada kekuatan dibelakang mereka.
__ADS_1
Apapun itu, dia akan menghabisi semua orang yang terlibat dengan pembantaian keluarganya. Ling Zhen menarik napas panjang dan menenangkan dirinya bersamaan dengan Liang Feng yang bersuara lantang menyerukan pertandingan pertama Festival Naga antara Bing Xiaoya dan Hei Jian.
Pandangan Ling Zhen beralih menatap Hei Jian yang bertarung melawan Bing Xiaoya. Pertarungan keduanya tidak terlalu menarik, bahkan kemampuannya dibawah Ling Zhen.
Namun Ling Zhen bisa melihat Hei Jian yang terlihat tidak terlalu serius bertarung, berbeda dengan Bing Xiaoya yang bertarung menggunakan segenap kemampuannya.
Setelah bertukar lebih dari seratus serangan, terlihat Bing Xiaoya mendominasi serangan.
Pertahanan es dan serangan dari hawa dinginnya, membuat Bing Xiaoya unggul. Tidak sampai sepuluh jurus, Hei Jian mengangkat tangannya dan mengaku kalah dengan alasan tidak kuat melanjutkan pertarungan.
Liang Feng menggelengkan kepalanya dan mengumumkan Bing Xiaoya sebagai pemenang. Melihat pertandingan ini, banyak pendekar dari Lembah Hujan yang merindukan Festival Naga pada saat dahulu.
Sekilas saat Hei Jian kembali ke bangku penonton, Ling Zhen melihat seringai tajam dari Hei Jian dan itu membuatnya mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Tak lama setelah Bing Xiaoya kembali duduk disamping Bing Huo dan seorang pria paruh baya, Liang Feng memanggil Ling Zhen dan Wang Tao yang akan bertanding.
___