Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 72 - Disergap


__ADS_3

Setelah merasa cukup beristirahat, Ling Zhen dan Yue Rou akhirnya memutuskan menuju Ibukota Chudong. Ling Zhen sendiri akan menikahi Yue Rou dihadapan Ratu Chu.


Dalam perjalanan seperti biasa, Ling Zhen dan Yue Rou berdebat karena masalah sepele, bahkan Yue Rou terkadang senang menggoda sekaligus menjahili Ling Zhen.


“Senior Yue, bisa perkenalkan aku dengan orang tuamu? Kau bilang dari kecil hidup bersama Ratu Chu, dimana sebenarnya orang tuamu?” Ling Zhen bertanya, bagaimanapun dia ingin meminta restu pada kedua orang tua Yue Rou.


Mendengar pertanyaan Yue Rou, seketika senyuman Yue Rou menghilang. Melihat itu Ling Zhen merasa bersalah.


“Maaf, seharusnya aku tidak-”


“Sejak kecil aku tidak mengenal siapa orang tuaku. Aku diasuh oleh Ibu dari Ratu. Beliau sangat baik dan perhatian, tetapi beberapa tahun yang lalu aku berumur lima belas tahun dan Ratu berumur tiga belas tahun, Era Kekacauan terakhir dan terbesar di Kekaisaran Chu merenggut nyawa Ibu dari Ratu...” Yue Rou menggigit bibir bawahnya dan tanpa sadar meneteskan air matanya.


Baru pertama kali Ling Zhen melihat sosok lain Yue Rou sehingga dia menyeka air mata perempuan itu dan memeluk tubuhnya.


Namun bukan Yue Rou namanya jika berlarut-larut dalam kesedihan. Saat merasa pelukan Ling Zhen semakin erat, dengan sengaja Yue Rou membusungkan dadanya membuat Ling Zhen mengendurkan pelukannya.


“Zhenzhen, kau cari kesempatan dengan memelukku bukan?” Yue Rou menjinjit dan menatap wajah Ling Zhen dari dekat.


Ling Zhen menatap kebawah dan terkejut melihat Rubah Putih memejamkan matanya tidur dengan santai dibelahan dada Yue Rou.


Ling Zhen memerah wajahnya, “Senior Yue, tidak usah kau tahan. Keluarkan semua kesedihanmu-”


“Terimakasih Zhenzhen, aku merasa baik. Lagipula aku tidak menyangka kau begitu serius ingin menikahiku. Kau tahu, kau baru saja membuat jantungku berdegup sangat kencang.” Yue Rou memerah wajahnya lalu kembali melanjutkan perjalanannya.


Ling Zhen mengejar Yue Rou dan mengingat ekspresi Yue Rou yang terlihat manis dan begitu menggoda dimatanya.


‘Rubah Putih, berhenti pura-pura tidur!’ Melalui telepati Ling Zhen berbicara pada Rubah Putih.


‘Bocah manusia, apa kau juga ingin merasakannya? Ini sangat lembut dan hangat, aku merasa bisa tidur sepuasnya disini.’ Rubah Putih menjawab.


‘Cih! Pandanganku terhadapmu berubah setelah melihat ini!’ Ling Zhen mendecakkan lidahnya dan terlihat kesal.


___

__ADS_1


Dalam kurun waktu dua hari, Ling Zhen dan Yue Rou sudah berada dekat dengan Ibukota Chudong.


Sebelum langsung menuju Ibukota Chudong, Yue Rou menjelaskan kepada Ling Zhen jika dirinya sangat membenci Penasehat Kekaisaran Chu yang dikenal dengan Penasehat Xiong.


“Kenapa kau menceritakan ini padaku?” Ling Zhen tersenyum dan sengaja terlihat tidak peduli.


Ekspresi menggemaskan Yue Rou tanpa sadar keluar ketika perempuan itu mengembungkan pipinya.


“Maaf, aku hanya bercanda. Kenapa kau bisa membencinya?” Ling Zhen bertanya.


“Entah, saat itu aku juga tidak mengerti. Tetapi aku bisa benci dengan tatapannya saat itu pada Ibu Ratu dan Ratu.” Yue Rou semakin kesal menceritakan sosok Penasehat Xiong kepada Ling Zhen.


Singkat cerita, sebelum pergi berkelana ke Kekaisaran Jia dan Kekaisaran Chu, Yue Rou pernah melihat Penasehat Xiong sedang mengobrol dengan beberapa pendekar yang menjual beberapa budak perempuan.


Namun setelah menyadari Yue Rou mengamatinya, Penasehat Xiong membunuh para pendekar itu. Dan Penasehat Xiong menjelaskan pada Yue Rou jika para pendekar yang berbicara padanya mengancam dirinya, sehingga dia membunuh mereka semua.


Tetapi setelah melihat mata melotot para pendekar ketika dibunuh Penasehat Xiong membuat Yue Rou semakin merasa ada kejanggalan. Terlebih ekspresi para budak yang ketakutan bahkan tidak memiliki semangat hidup lagi.


Ling Zhen menganggukkan kepalanya dan memahami alasan Yue Rou membenci Penasehat Xiong.


“Kalau begitu kita segera menuju Istana Chu, Kota Chudong sudah dekat-” Belum sempat Yue Rou menyelesaikan perkataannya, dia mendengarkan teriakan suara perempuan dari arah hutan.


“Tolong!”


“Senior Yue!” Ling Zhen segera meningkatkan kewaspadaannya saat merasakan seseorang mengamati gerak-geriknya.


Yue Rou juga menyadari, “Zhenzhen, ingat perkataanku ini. Di Kekaisaran Chu terdapat beberapa pendekar berkemampuan tinggi yang ingin membangkitkan sekte aliran hitam paling mengerikan disepanjang Kekaisaran Chu. Nama sekte adalah Bendera Iblis Hitam.”


Ling Zhen pernah mendengar nama ini dari Peng Jiusha tentang Bendera Iblis Hitam. Dan saat Ling Zhen sedang memikirkan perkataan Peng Jiusha, sebuah cambuk mengenai perutnya dan membuat Ling Zhen terpental jauh beberapa meter dari tempat Yue Rou berada.


“Kemampuan ini!” Ling Zhen menyadari orang yang mencambuknya memiliki kemampuan Pendekar Langit Tahap Menengah. Ling Zhen yang sekarang baru mencapai Pendekar Bumi Tahap Puncak merasakan efek dari serangan barusan.


Dengan menggunakan Tanda Mata Dewa, Ling Zhen dapat berada dalam kondisi dimana dirinya memiliki kemampuan Pendekar Langit Tahap Menengah, tetapi dia mengingat perkataan Rubah Putih agar jangan menggunakan Tanda Mata Dewa untuk meningkatkan kemampuannya karena itu akan membuat tubuhnya lumpuh.

__ADS_1


Menyadari itu, Ling Zhen mengambil Rantai Raja Neraka dari Ruang Raja dan segera mengalirinya dengan tenaga dalam sebelum menggerakkannya.


Dari kejauhan terlihat Yue Rou memainkan dua pedangnya dengan lincah dan indah, sementara pria yang memakai topeng dan jubah berwarna hitam terus menyerang Yue Rou dengan cambuknya yang dialiri tenaga dalam.


“Siapa yang menyuruhmu?! Seharusnya kau tahu siapa diriku ini bukan?!” Semua orang di Kekaisaran Chu seharusnya mengetahui sosok Yue Rou, sehingga tidak ada yang berani mencari masalah dengannya karena Yue Rou merupakan tangan kanan Ratu Chu kecuali para pendekar yang bertahan hidup selama masa Era Kekacauan.


Pria itu tertawa dan melepaskan cambuk yang dipenuhi bara api, “Siapa yang menyuruhku? Tentu dia adalah Patriark Bendera Iblis Hitam! Sepertinya aku akan mencicipi tubuhmu terlebih dahulu sebelum membunuhmu!”


Yue Rou mengerutkan keningnya mendengar nama Bendera Iblis Hitam, ‘Patriark Bendera Iblis Hitam?’


Yue Rou memejamkan matanya sebelum menyambut setiap cambuk yang mengeluarkan api itu.


‘Kemampuannya setingkat diatasku. Aku tidak percaya ada pendekar aliran hitam masih ada seperti dia!’ Yue Rou membuka matanya dan menatap tajam pria itu.


Sekilas dia melihat bayangan sebuah rantai yang bergerak diudara, menyadari bahwa rantai itu milik Ling Zhen membuat Yue Rou memutuskan untuk mengambil langkah menyerang pria yang menyerangnya secara langsung.


Saat tebasan pedang Yue Rou berhasil dihindari pria berjubah hitam, Rantai Raja Hitam juga hampir menembus jantungnya.


Terlihat Ling Zhen datang dari atas dengan kemampuan Phoenix sebelum menyerang pria berjubah hitam.


“Ledakan Sembilan Phoenix!”


Debu-debu menghalangi jarak pandang, Ling Zhen melompat ke samping Yue Rou dan memusatkan perhatiannya pada pria berjubah hitam.


“Zhenzhen, dia memiliki kemampuan lebih tinggi dariku! Tetao waspada!” Yue Rou memberi peringatan.


“Aku mengerti!” Ling Zhen menjawab.


Terdengar suara tawa dari balik dedebuan, “Menarik! Setelah memulihkan kondisiku selama tiga belas tahun dengan kekuatan iblis, aku menemukan musuh yang pantas kubunuh!”


Pria berjubah hitam itu membunyikan lehernya, “Jangan mati terlalu cepat!”


Mata Yue Rou melebar melihat sebuah lambang yang ada dibadan pria itu ketika jubah hitamnya terbakar akibat serangan Ling Zhen.

__ADS_1


Sedangkan Ling Zhen melepaskan aura pembunuh dalam jumlah besar sambil menatap lambang bendera hitam yang terlihat dibadan pria itu.


__ADS_2