Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 66 - Menuju Kekaisaran Chu Arc 1 - Dendam Dan Cinta End.


__ADS_3

Saat matahari kembali bersinar, Ling Zhen dan Hayabusa kembali melanjutkan perjalanan menuju Kota Jihao. Keduanya membicarakan sosok perwakilan Kerakusan saat dalam perjalanan, tak lupa Hayabusa memberitahu seluruh anggota Sekte Pemuja Iblis yang dia ketahui.


Hingga tak terasa mereka sampai di Kota Jihao setelah melakukan perjalanan selama lima hari dengan terbang.


“Aku jadi ingat tangan kanan Ratu Chu itu berniat membunuhku. Saat mengetahui aku bukan dari Kekaisaran Qing, dia melepaskanku berkat Mizuhara.” Hayabusa tersenyum saat memasuki Kota Jihao dan disusul Ling Zhen yang disambut para penduduk dengan senyum ramah.


“Selamat pagi Tuan Ling!”


“Semoga kesejahteraan selalu berada di sekitar Tuan Muda Ling dan Nona Ji.”


Ling Zhen tersenyum tipis dan menyapa para penduduk, melihat sisi lain Ling Zhen tentu membuat Hayabusa kagum.


Saat sampai di Paviliun Bulan Biru, Ling Zhen menatap Ji Yanran yang sedang mengobrol dengan Mizuhara, keduanya nampak akrab bahkan terlihat Mizuhara sudah terbiasa di Kota Jihao.


“Mizuhara, aku khawatir karena kupikir kau tidak akan betah. Tetapi sepertinya kau sangat betah berada disini.” Hayabusa menyapa Mizuhara dan segera disambut dengan pelukan hangat oleh Mizuhara.


“Kak Hayabusa, syukurlah kau baik-baik saja.” Mizuhara juga nampak cemas mengkhawatirkan Hayabusa.


Melihat Hayabusa dipeluk adiknya membuat Ling Zhen memberi tanda pada Ji Yanran agar memeluknya.


Ji Yanran tersipu malu dan hanya menyambut Ling Zhen penuh kehangatan. Tentu dia tahu kedatangan Ling Zhen ke Kota Jihao karena akan berpamitan menuju Kekaisaran Chu.


“Zhen‘gege, Kaisar Qing berniat membicarakan sesuatu denganmu. Bisakah kau temui dia di Ibukota Qinghong sebelum ke Kekaisaran Chu?” Ji Yanran menjelaskan kepada Ling Zhen jika Kaisar Qing ingin mengucapkan terimakasih secara langsung kepada Ling Zhen karena telah memberantas akar kejahatan Kekaisaran Qing.


Ling Zhen menghela napas pelan, “Ran‘er, aku tidak bisa ke Ibukota Qinghong karena bagaimanapun aku akan pergi ke Kekaisaran Chu secepatnya. Aku tidak ingin menunda waktu untuk mengembalikan Ibuku dari tidur panjangnya.”


Mendengar penjelasan Ling Zhen tentu Ji Yanran tidak berani memaksa suaminya untuk menuruti kemauan Kaisar Qing.

__ADS_1


“Mari masuk, kita akan mengadakan sarapan pagi bersama.” Ji Yanran menyuruh Mizuhara untuk sarapan pagi bersamanya.


“Baiklah Kakak Ji.” Mizuhara segera membantu Ji Yanran menyiapkan sarapan pagi.


“Ling Zhen.” Hayabusa menatap Mizuhara yang tersenyum saat bersama Ji Yanran, sudah lama dia tidak melihat adiknya itu tersenyum.


“Ada apa Hayabusa?” Ling Zhen mengira Hayabusa menatap Ji Yanran, karena bagaimanapun dia mengetahui istrinya itu memiliki paras yang menggoda laki-laki.


“Apa kau mau menikahi adikku? Aku sebagai kakaknya merasa beruntung jika adikku memiliki suamimu sepertimu.” Mendengar ucapan Hayabusa seketika Ling Zhen tersedak.


“Apa menurutmu dia mau jika mempunyai suami yang memiliki lebih dari satu istri?” Ling Zhen tidak menolak karena bagaimanapun dia tertarik dengan Mizuhara saat pandangan pertama mereka berdua bertemu.


“Entahlah. Bukankah kau sekarang hanya memiliki Nona Ji sebagai istrimu, jika adikku jadi yang kedua, kurasa dia tidak keberatan.” Hayabusa cukup tenang berkata demikian sebelum masuk ke dalam Paviliun Bulan Biru saat melihat Mizuhara memberi tanda padanya.


Ling Zhen menggaruk kepalanya dan masuk kedalam kolam air panas untuk berendam sambil menunggu Ji Yanran yang sedang memasak.


Setelah merasa badannya segar, Ling Zhen berdiri dan membasuh tubuhnya, namun tak lama pintu terbuka dan terlihat Mizuhara berdiri mematung didepan pintu hanya menggunakan handuk putih yang tipis.


“Bukankah kau seharusnya mengetuk pintu terlebih dahulu.” Ling Zhen segera memakai pakaiannya dan mendecakkan lidahnya saat melihat Mizuhara menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Senyuman tipis terpancar diwajah Ling Zhen karena melihat Mizuhara begitu imut. Dengan perlahan dia melewati Mizuhara dan menuju dapur tempat dimana Ji Yanran memasak.


‘Mataku ternoda. Aku sudah tidak bisa menikah. Kenapa dia terlihat begitu tenang? Dia harus tanggung jawab karena telah melihat tubuhku!’ Mizuhara malu setengah mati lalu menceburkan dirinya ke kolam air panas.


Sementara itu Ji Yanran yang didapur baru teringat jika dirinya lupa menjelaskan kepada Mizuhara tentang kolam air panas pribadi milik Ling Zhen yang biasa mereka berdua gunakan untuk mandi.


Saat Ji Yanran membalikkan badannya, dia melihat Ling Zhen datang menghampirinya. Suaminya itu nampak tampan dan membuat jantungnya berdegup kencang saat melihatnya.

__ADS_1


“Adik Zhen, apa kau melihat Mizuhara?” Ji Yanran berharap Mizuhara tidak menyelonong masuk ke kolam air panas, namun semua sudah terlanjur karena Ling Zhen telah melihat bentuk tubuh Mizuhara, begitu sebaliknya.


“Dia sedang mandi di kolam air panas, makanya aku pergi kesini setelah bertemu dengannya dipintu.” Ling Zhen menjelaskan, Ji Yanran bernapas lega.


“Bantu bawa nasi dan sayuran ke meja, Adik Zhen.” Ucap Ji Yanran.


Ling Zhen membantu Ji Yanran menyiapkan sarapan pagi, “Kau adalah istri idaman, Kakak Ji. Aku sungguh beruntung bisa memilikimu sebagai istri pertamaku.”


Ji Yanran tersipu malu mendengarnya dan berjalan cepat menuju ruang makan. Tak lama Hayabusa dan Mizuhara datang setelah keduanya mandi, segera Ling Zhen bergabung untuk sarapan pagi bersama.


Selesai sarapan pagi, Hayabusa berpamitan untuk pergi mengembara mencari keberadaan pendekar aliran hitam yang berkeliaran tepat setelah Ling Zhen tidur siang didalam kamar.


Mizuhara mengantarkan kepergian Hayabusa, sedangkan Ji Yanran tengah sibuk mengurus urusan Paviliun Bulan Biru.


Saat malam tiba, Ling Zhen baru menyadari Hayabusa telah pergi setelah dia makan malam bersama dengan Ji Yanran dan Mizuhara.


Setelah Mizuhara tidur, barulah Ling Zhen meminta pada Ji Yanran kewajibannya sebagai seorang suami. Malam itu Ling Zhen dan Ji Yanran mengarungi malam yang panjang hingga pagi menjelang.


Saat pagi tiba, Ling Zhen berpamitan pada Ji Yanran yang kesulitan berjalan karena melayaninya semalaman.


“Adik Zhen, aku rasa sebentar lagi aku akan hamil.” Ji Yanran berkata pelan sambil mengelus perutnya.


Ling Zhen terkejut mendengarnya namun perasaan senang memenuhi dirinya.


“Kau selalu mengeluarkannya didalam. Mungkin saat kau kembali dari Kekaisaran Chu, aku telah mengandung anakmu.” Jelas Ji Yanran.


“Saat itu tiba, aku akan menjadi seorang Ayah.” Ling Zhen mengelus perut Ji Yanran dan mengecupnya.

__ADS_1


“Dasar.” Ji Yanran tersenyum lalu mengecup kening Ling Zhen lembut, “Hati-hati Adik Zhen, aku akan menantimu.”


Ling Zhen juga mengecup kening Ji Yanran lembut, “Sampai saat itu jaga dirimu baik-baik, Kakak Ji.”


__ADS_2