Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 110 - Adik Untuk Ling Feng


__ADS_3

Suasana bahagia memenuhi Istana Chu saat sosok Ling Feng hadir ditengah-tengah keluarga yang dibentuk Ling Zhen ini.


Ibu Ling Zhen tidak henti-hentinya menggendong cucu pertamanya, sedangkan Ji Yanran masih dalam tahap pemulihan karena setelah melahirkan Ling Feng, wanita itu tak lama pingsan setelah memberikan nama kepada sang buah hati.


Didalam kamar yang disiapkan Chu Xiulan, Ling Zhen sedang mengelus rambut Ji Yanran dan sesekali membelai pipi istri pertamanya itu.


“Kakak Ji, aku tidak menyangka akan mempunyai seorang anak darimu...” Ling Zhen tersenyum lalu mengecup kening Ji Yanran lembut.


Saat Ling Zhen sedang mencemaskan kondisi Ji Yanran, pemuda itu pergi menemui Chu Xiulan sendirian yang telah menunggu dirinya ditepi sungai, tempat dimana dia pernah dijatuhkan oleh Chu Xiulan.


“Apa yang ingin kau bicarakan, Xiu‘er?” Ling Zhen melihat ekspresi cemas Chu Xiulan.


Wanita itu terlihat sedang berusaha menenangkan dirinya sambil menatap Ling Zhen yang berjalan mendekatinya.


“Zhen‘gege, aku ingin membicarakan sesuatu yang penting denganmu...” Chu Xiulan menjelaskan kondisi tubuh Ibu Ling Zhen tepat setelah Ling Zhen berdiri disampingnya.


Mendengar kondisi tubuh Ibunya, tentu Ling Zhen sudah menebak saat pertama kali melihat ekspresi Chu Xiulan tepat setelah membangunkan Ibunya dari Tidur Abadi.


“Untuk itu, aku ingin mengorbankan nyawaku untuk Bunda.” Chu Xiulan menatap Ling Zhen begitu serius. Tidak ada rasa kecemasan yang barusan ada dan yang ada hanyalah keseriusan.


“Jadi ini yang ingin kau bicarakan?” Ling Zhen tersenyum tipis dan memyentuh pipi Chu Xiulan lembut, “Kau sangat berbakti kepada Ibuku. Sebagai seorang suami aku sangat bangga memiliki istri sepertimu. Tetapi, aku tidak mengizinkanmu melakukan itu. Ini perintah suamimu, mengerti?”

__ADS_1


“Kenapa? Aku tidak keberatan Zhen‘gege-”


Ling Zhen mencium bibir Chu Xiulan dan memeluk erat tubuh istri ketiganya itu. Secara perlahan dia melepaskan ciumannya sambil menatap dalam kedua bola mata Chu Xiulan.


“Xiu‘er, apa kau masih tidak mempercayaiku? Tatap mataku, apa aku masih kekanak-kanakan dimatamu?” Ling Zhen tidak percaya Chu Xiulan masih menganggap dirinya sama seperti dulu.


“Ti-tidak, bukan itu maksudku Zhen‘gege!” Chu Xiulan tidak ingin menyakiti perasaan Ling Zhen. Tetapi wanita ini sadar jika Ling Zhen umurnya sangat muda, dia tidak ingin menambah beban suaminya itu lagi.


“Bergantunglah padaku. Aku tidak ingin kehilanganmu ataupun Ibuku.” Ling Zhen tersenyum dan mengelus pipi Chu Xiulan penuh kasih sayang, “Xiu‘er, kita berdua bisa menemukan cara yang lebih baik untuk menyembuhkan kondisi tubuh Ibuku bersama-sama. Jangan menanggung semua sendirian, kau membuatku merasakan sakit saat memikirkanmu menanggung perasaan ini sendirian.”


Chu Xiulan menangis dan memeluk tubuh Ling Zhen, “Maaf, maafkan aku Zhen‘gege. Aku janji akan lebih bergantung padamu...”


“Inti Darah Phoenix? Zhen‘gege, aku tidak akan memaafkan dirimu jika kau membohongiku. Inti Darah Phoenix yang kau maksud itu adalah energi kehidupanmu bukan?” Chu Xiulan menatap Ling Zhen tajam membutuhkan penjelasan.


“Aku memang menggunakan energi kehidupanku. Perjanjian dengan Kutukan Roh Dewa Kematian menguntungkanku karena selama ada kutukan ini, energi kehidupan yang akan kuberikan pada Ibuku adalah milikku sendiri. Tetapi aku akan baik-baik saja karena jika diriku dapat mematahkan kutukan ini dan menemukan sebelas wanita lainnya yang terikat benang merah denganku, maka aku akan tetap hidup.” Ling Zhen tersenyum kepada Chu Xiulan setelah menjelaskan.


“Zhen‘gege, kami berenam adalah benang merah yang kau maksud bukan?” Chu Xiulan mengerutkan keningnya lalu kembali bertanya, “Bagaimana jika kau mempunyai istri yang bukan bagian dari benang merah?”


Ling Zhen memejamkan dan terdiam cukup lama sebelum menjawab pertanyaan Chu Xiulan padanya.


“Kalian berenam adalah benang merah yang dimaksud Kutukan Roh Dewa Kematian...” Ling Zhen menunjukkan sebuah tanda hati berjumlah sebelas.

__ADS_1


“Pertanyaanmu yang kedua apa aku harus menjawabnya?” Ling Zhen mengangkat bahunya.


“Tidak perlu. Lagipula kau sangat menikmati kutukan ini bukan?” Chu Xiulan memegang keningnya dan menghela nafas panjang.


Ling Zhen berdeham pelan dan berbisik mesra ditelinga Chu Xiulan, “Xiu‘er, sekarang Rou‘er sedang menunggu. Apa kita bisa memulainya?”


“Yue Rou? Tunggu, memulai apa?” Chu Xiulan tersentak kaget. Namun dia bisa menebak jalan pikiran suaminya ini.


“Memulai pembicaraan tentang sosok adik dari Feng‘er.” Wajah Chu Xiulan memerah setelah menatap ekspresi Ling Zhen yang tersenyum menggoda dirinya.


“Setelah kita melakukan ritual untuk menyembuhkan kondisi tubuh Ibu, kita akan melakukan kegiatan ritual lainnya. Sebaiknya kau bersiap-siap karena aku sudah lama tidak bermalam dengan kalian berdua.” Ling Zhen menghilang dari pandangan Chu Xiulan setelah berkata demikian.


Chu Xiulan tidak bisa membayangkan bagaimana ritual lain yang dimaksud Ling Zhen. Tetapi dirinya sendiri juga sudah tidak sabar untuk memberikan buah hati kepada pemuda itu dan ibu mertuanya.


Saat Chu Xiulan sedang memejamkan matanya dan larut dalam pikirannya. Dia mendengar obrolan para Hewan Buas Iblis yang berada dibawah kendalinya.


Para Hewan Buas Iblis membicarakan tentang sisa-sisa pendekar aliran hitam di Kekaisaran Chu dan Kekaisaran Qing yang masih ada.


Saat itu Chu Xiulan menyadari jika hitam dan putih tetap ada didunia ini. Walau salah satunya dimusnahkan sekalipun, suatu saat maka akan kembali muncul salah satunya.


Setelah itu Chu Xiulan kembali ke Istana Chu untuk bersiap-siap melakukan ritual penyembuhan kondisi tubuh Ibu Ling Zhen.

__ADS_1


__ADS_2