
[Que Mi] [Sumber : Pinterest]
Sesampainya di Lembah Dewa, Ling Zhen memilih untuk tidur dan mengistirahatkan tubuhnya. Sementara itu Que Mi dan Mizuhara heran karena Ling Zhen datang tanpa menyapa mereka dan terlihat begitu kelelahan.
“Mizuhara, bagaimana ini? Aku memang telah berjanji, tetapi aku belum pernah disentuh laki-laki selain dia. Aku tidak memiliki pengalaman sama sekali.” Que Mi berkata dengan suara yang terkesan imut sambil memperhatikan Ling Zhen yang sedang tertidur diranjang.
Mizuhara sendiri belum pernah melakukannya. Gadis ini beberapa kali mendapati Ling Zhen sedang melakukannya dengan Chu Xiulan ataupun Qian Yu.
‘Aku pernah mengintip, tetapi itu sangat memalukan.’ Mizuhara bingung karena seingatnya dia melihat ekspresi Chu Xiulan dan Qian Yu kesakitan tetapi kedua wanita itu terlihat pasrah dan menerima setiap keinginan Ling Zhen.
Que Mi yang sedang berbicara terdiam karena Mizuhara tidak menanggapi ucapannya. Gadis itu hanya bengong dan pikirannya melamun entah kemana.
“Mizuhara? Hei, Mizuhara? Apa kau tidak mendengar ucapanku?” Que Mi mengembungkan pipinya imut melihat Mizuhara yang mengabaikannya.
Mizuhara tersadar dan tersenyum canggung, “Que Mi, maaf. Tadi kau berbicara apa?”
Que Mi menarik tangan Mizuhara keluar kamar dan terlihat kesal. Gadis itu berbicara panjang lebar tentang kesiapannya melakukan malam pertama dengan Ling Zhen.
Saat kedua gadis itu keluar kamar, Ling Zhen tersenyum lebar dan membuka matanya secara perlahan, ‘Tenang saja, aku akan memberikan kalian berdua pengalaman, Mi‘er, Mizuhara...’
Setelah itu Ling Zhen tertidur pulas hingga malam tiba. Ling Zhen sendiri bangun setelah mencium aroma makanan yang dibuat Que Mi dan Mizuhara.
____
Setelah bangun Ling Zhen membersihkan tubuhnya dan bergabung bersama Que Mi dan Mizuhara untuk makan malam bersama. Sup hangat buatan Mizuhara terasa nikmat dan menyejukkan badan dengan rempah-rempah yang menjadi resepnya.
Semua sumber daya di Lembah Dewa dikelola dengan baik oleh Que Mi dan istrinya yang lain. Ling Zhen sendiri mengagumi sosok Que Mi yang lebih muda darinya namun memiliki pengetahuan luas.
Minuman hangat yang merupakan campuran dari Jahe Dewa, Ginseng Dewa dan telur Elang Halilintar membuat tubuh Ling Zhen semakin hangat.
“Gege, malam ini sepertinya sangat indah. Lihat, bintang-bintang terlihat dilangit malam.” Que Mi menunjuk langit dan memulai pembicaraan.
“Benar, kenapa aku tidak menyadarinya?” Mizuhara berdiri dan keluar rumah untuk melihat keindahan langit malam di Lembah Dewa dimana bintang bertaburan mewarnai langit.
Que Mi berdiri disampingnya dan menyibakkan rambut sampingnya, “Ini seperti dunia yang berbeda.”
Ling Zhen mendekati kedua istrinya itu dan tersenyum, “Malam ini sangat indah, bahkan bintang seolah-olah menanti malam ini.”
Ling Zhen tersenyum kearah Que Mi dan Mizuhara yang berdiri bersebelahan, “Kalian berdua sudah siap?”
Mendengar pertanyaan Ling Zhen, tanpa sadar Que Mi dan Mizuhara menganggukkan kepalanya karena terbawa suasana.
Ling Zhen kembali menambahkan, “Apa aku boleh memintanya?” Bisik Ling Zhen sambil memeluk pinggang ramping Que Mi dan Mizuhara.
Wajah Que Mi memerah, “Apa? Sekarang? Gege, aku...” Que Mi nampak bimbang, sementara Mizuhara tak berkutik saat telapak tangan Ling Zhen menggerayangi tubuhnya.
“Boleh?” Ling Zhen kembali bertanya. Tidak ada jawaban dari Que Mi dan Mizuhara, segera Ling Zhen menarik lembut kedua tangan istrinya menuju kamar.
Saat sudah memasuki rumah, Mizuhara melepaskan pegangan tangan Ling Zhen dan berkata, “Suamiku, aku akan menunggu dikamar sebelah.”
“Baiklah.” Ling Zhen tidak menolak dan segera membawa tubuh Que Mi kedalam kamar.
“Tunggu-” Belum sempat Que Mi menjawab Ling Zhen sudah menggendong tubuhnya, “Eh! Gege, apa kamu akan melakukannya sekarang? Tunggu sebentar! Aku belum menenangkan diriku!”
Ling Zhen tertawa melihat ekspresi imut Que Mi yang terlihat begitu menggemaskan, “Aku tidak bisa menunggu. Malam ini aku akan mengambil mahkotamu, Mi‘er.”
Sengaja Ling Zhen tidak menutup pintu dan menindih lembut tubuh Que Mi diatas ranjang. Kelembutan dan kehangatan Ling Zhen membuat Que Mi tidak memberontak dan memberikan perlawanan lemah yang berubah menjadi penerimaan ramah.
Ling Zhen melepaskan ciumannya dan tersenyum lembut menatap ekspresi gugup Que Mi.
__ADS_1
“Aku takut.” Que Mi memalingkan wajahnya dan menahan dada Ling Zhen yang menghimpit dadanya.
“Mi‘er, aku pastikan kau akan menikmatinya. Kau mencintaiku bukan?” Ling Zhen mengecup singkat bibir Que Mi dan membenamkan bagian pribadinya keperut Que Mi membuat gadis itu terkejut.
“Aku mencintaimu, Gege. Apa kau meragukanku?” Que Mi membalas dengan pipi bersemu merah.
“Tidak, aku tidak pernah meragukan semua istriku termasuk dirimu. Jadi bisakah aku memintanya sekarang?” Ling Zhen menahan gairahnya dan menunggu Que Mi siap.
Que Mi menenangkan dirinya dan menatap wajah Ling Zhen. Terlihat pemuda itu memperlakukannya begitu lembut dan ingin dirinya menikmati perjalanan malam pertama mereka malam ini bahkan Ling Zhen menunggu kesiapannya dan bertanya.
Akhirnya Que Mi luluh dan menganggukkan kepalanya, “Gege, malam ini aku akan memberikan mahkotaku yang paling berharga padamu. Ambillah, kau pantas mendapatkannya."
Que Mi mencium bibir Ling Zhen. Kedua mata Ling Zhen melebar mendapatkan kecupan hangat dari gadis mungil dibawahnya.
Gairah Ling Zhen bangkit sepenuhnya. Dia sudah sering melakukan ini, tetapi Ling Zhen sebisa mungkin ingin Que Mi menikmatinya dan memberinya pengalaman indah.
Ciuman keduanya berlangsung panas, Ling Zhen mendominasi sementara Que Mi hanya memberikan penerimaan ramah saat tangan Ling Zhen memainkan jarinya di lembah sempit yang lembab itu.
Tangan Ling Zhen yang satunya meremas gundukan kenyal Que Mi yang padat dan kencang secara bergantian. Que Mi mengerang dan mendesah, tubuhnya meliuk-liuk tak karuan karena ini adalah pengalaman pertamanya.
“Akh! Gege, tunggu sebentar! Aku merasa ada yang aneh... Ada yang mau keluar! Berhenti!” Que Mi memegang kepala Ling Zhen dan menjambak rambutnya.
“Mi‘er, lihat ini, kau sangat basah.” Ling Zhen menggigit bibir bawah Que Mi secara lembut sambil memperlihatkan jari-jarinya.
Wajah Que Mi bersemu merah, “Gege!” Que Mi cemberut dan memalingkan wajahnya.
Ling Zhen membiarkan Que Mi menikmati masa-masa pelepasannya sambil melepaskan seluruh pakaiannya dan pakaian Que Mi. Setelah itu Ling Zhen bermain-main dengan sebuah daging kenyal yang ukurannya lebih kecil dari genggaman tangannya, tetapi masih padat dan kencang.
Ling Zhen menggigit ujungnya dan meremasnya lembut dan kasar secara bergantian membuat tubuh Que Mi semakin melayang.
Setelah dirasa cukup, Ling Zhen membuka kedua paha Que Mi dan menatap bagian yang terlihat begitu rapat, lembab dan begitu indah.
Kulit putih mulus Que Mi dia sentuh lembut sambil membenamkan tubuhnya secara perlahan.
“Mi‘er, tahan sebentar. Sakitnya hanya sebentar saja, selebihnya nikmat.” Ling Zhen menggesekkan tubuhnya diperut Que Mi dan berbisik mesra, “Kamu siap, Mi‘er?”
Que Mi memasang ekspresi khawatir dan takut, “Gege, punyamu terlalu besar. Aku takut.”
Ling Zhen sebenarnya ingin memulainya tetapi Que Mi masih terlihat ragu sehingga dia harus menenangkannya terlebih dahulu dan meyakinkannya.
“Tatap mataku, Mi‘er. Semua akan baik-baik saja, milikmu pasti bisa menerimanya.” Tatapan hangat Ling Zhen membuat Que Mi luluh dan menganggukkan kepalanya.
“Pelan, Gege. Ini pertama kalinya untukku.” Que Mi membuka kedua pahanya lebar. Terlihat kedua kakinya gemetaran saat Ling Zhen mulai memposisikan miliknya memasuki tubuhnya.
Walaupun Que Mi terlihat tegang dan takut, tetapi dalam hatinya dia ingin Ling Zhen adalah orang pertama yang merenggut kesuciannya.
“Gege, pelan!” Que Mi terkejut saat ujung milik Ling Zhen menyentuh miliknya.
Ling Zhen melanjutkan dan membenamkan tubuhnya secara perlahan. Cukup susah Ling Zhen memasuki lembah sempit yang tertutup rapat walaupun lembab.
Entah karena lembah Que Mi yang terlalu rapat dan sempit atau pusaka Ling Zhen yang terlalu besar. Penyatuan tubuh singkat itu membuat Que Mi menjerit keras. Ling Zhen terkejut saat miliknya dicengkeram sangat erat dan terasa begitu nikmat.
‘Ini belum masuk setengahnya...’ Ling Zhen menahan diri untuk membenamkan tubuhnya lebih jauh lagi saat melihat Que Mi menangis, ‘Yang benar saja, ini terlalu sempit!’
Ling Zhen mengecup kening Que Mi dan berkata mesra, “Maaf, Mi‘er. Apa aku membuatmu kesakitan? Aku akan melepaskannya, sepertinya kau terlalu takut, sayang.”
Ling Zhen tidak tega melihat Que Mi menangis. Penuh kelembutan dia menyeka air mata gadis itu dan berusaha melepaskan penyatuan singkat tetapi tanggapan Que Mi mengejutkan karena gadis itu menciumnya lembut dengan air mata yang terus menetes membasahi pipinya.
“Sssshhh... Gege... Lakukanlah. Maaf aku membuatmu khawatir...” Que Mi memeluk tubuh Ling Zhen gemetaran.
“Mi‘er, rileks jangan terlalu tegang, sayang.” Ling Zhen menenangkan Que Mi dan mengatakan kata-kata hangat yang membuat Que Mi tenang.
__ADS_1
Ling Zhen mulai membenamkan tubuhnya membuat kepala Que Mi mendongak bahkan mulut Que Mi berteriak saat milik Ling Zhen masuk setengahnya.
“Aaakkkhhh!” Que Mi melirik kebawah dan melihat milik Ling Zhen dibalut darah segar.
Ling Zhen mencium singkat bibir Que Mi dan tersenyum, “Terimakasih telah memberikan mahkotamu padaku, Mi‘er. Aku gerakkan.”
“Mmmmhhhh...” Que Mi menggigit bibir bawahnya saat merasakan didalam tubuhnya ada sesuatu yang besar dan terus menerjang tubuhnya.
Mata Que Mi berulang kali terbelalak saat melihat milik Ling Zhen tidak masuk sepenuhnya, namun miliknya terasa penuh dan mencengkeram milik Ling Zhen dengan sangat erat dan kuat.
Ling Zhen meringis dan mendesis menerima kenikmatan yang diberikan Que Mi. Dia memacu tubuhnya pelan dan perlahan gerakannya mulai cepat. Kedua tangan Que Mi merangkul leher Ling Zhen erat. Lalu Ling Zhen menghentakkan tubuhnya dengan keras membuat Que Mi berteriak.
“Akh! Gege!”
Kemudian dia berhenti sejenak membiarkan Que Mi yang terkulai lemas dibawahnya menikmati pelepasannya.
Malam itu Ling Zhen terus memacu tubuhnya dan menikmati setiap jengkal tubuh Que Mi hingga gadis itu terbiasa dengan kegiatannya dan memberikan penerimaan ramah.
Ling Zhen lebih mendominasi sedangkan Que Mi hanya diam dan menuruti keinginan Ling Zhen. Kelembutan dan kehangatan Ling Zhen membuat Que Mi luluh dan membuatnya tenang.
“Mi‘er, bagaimana apa kau sudah terbiasa?” Ling Zhen bersender diujung ranjang dan memangku tubuh Que Mi.
“Sssshhhh Sudah Gege!”
Que Mi mengerang saat milik Ling Zhen terbenam dalam tubuhnya walau tidak sepenuhnya. Terlihat milik Ling Zhen membengkok tidak menembus lembah rapat itu sepenuhnya, Ling Zhen memegang pinggul Que Mi dan bergerak naik.
Setiap Ling Zhen bergerak maka semakin keras milik Que Mi menjepit pusakanya dengan kuat. Tubuh Que Mi tegang setiap Ling Zhen menggerakkan pinggulnya menambah sensasi kenikmatan yang tiada tara menerjang Ling Zhen.
“Aaaahhhh...” Que Mi menatap Ling Zhen yang memberikan tanda kebiruan pada leher mulusnya.
“Mi‘er!” Ling Zhen terus menghujamkan tubuhnya keatas berharap miliknya dapat secara mutlak masuk kedalam tubuh Que Mi.
Tubuh Que Mi bergerak naik turun menuruti keinginan tangan Ling Zhen yang mengendalikan perjalanan malam pertama mereka.
Daging kenyal bergoyang-goyang hebat didepan matanya, Ling Zhen menggigit ujungnya dan menikmati setiap sensasi kelembutan disana. Tangannya tetap bekerja meremas dan mencengkeram pinggang Que Mi yang ramping.
Keringat keduanya membanjiri tubuh mereka. Peluh Que Mi dan Ling Zhen menyatu saat tubuh Que Mi rebah diatas tubuh Ling Zhen.
Dengan satu sentakan yang kuat Ling Zhen mengakhiri kegiatannya dengan Que Mi. Semburan hangat memenuhi perut Que Mi diiringi suara teriakan tertahan.
Ling Zhen mengatur nafasnya karena merasakan miliknya masih dicengkeram sangat erat didalam sana. Que Mi tergolek lemas diatas tubuhnya dengan kedua bola mata sayu dan rambut berantakan.
Ling Zhen membaringkan tubuh Que Mi kesamping sambil melepaskan penyatuan setelah itu dia memeluk perut Que Mi.
“Mi‘er, terimakasih.” Ling Zhen mengecup kening Que Mi dan tersenyum hangat.
“Gege...” Lemas Que Mi menjawab dengan kedua bola mata yang sayu. Ekspresinya rumit karena mahkotanya baru saja direnggut Ling Zhen terlebih Ling Zhen berulang kali menanamkan benih cintanya didalam perutnya.
Tak lama Que Mi tertidur lemas mengabaikan Ling Zhen yang masih ingin melanjutkan malam pertamanya.
“Tidak usah bersembunyi.” Ling Zhen melirik kebelakang dan melihat Mizuhara yang berdiri didepan pintu dengan wajah memerah.
Tanpa aba-aba Ling Zhen menarik tubuh Mizuhara kedalam ranjang yang baru saja dia gunakan bersama Que Mi.
Mizuhara mendorong tubuh Ling Zhen dan berkata, “Kita akan melakukannya dikamar sebelah.”
Ling Zhen langsung mencium tubuh Mizuhara dan memeluknya. Keduanya saling memeluk erat tubuh satu sama lain tanpa melepaskan ciuman mereka.
Ling Zhen mendorong lembut tubuh Mizuhara sambil menutup pintu kamar sebelah setelah itu dia kembali memeluk tubuh Mizuhara dan menindih tubuhnya secara perlahan diatas ranjang.
Perlawanan Mizuhara begitu lemah terlebih saat telapak tangan Ling Zhen bersarang disekitar pahanya. Terlihat ekspresi wajah Mizuhara rumit disana.
__ADS_1
“Ini sudah sangat basah, istriku.” Ling Zhen tersenyum lebar dan membuka pakaian bawah Mizuhara.