
Up selanjutnya malam Senin ya lebih dari satu chapter pokoknya, mudah-mudahan bisa tembus 5 chapter lebih.
____
Walaupun telah menikah secara tertutup, Ling Zhen dan Li Hua terlihat malu-malu untuk menunjukkan kedekatannya dihadapan Li Jingshan dan Li Rong.
Ling Zhen menjelaskan kepada Li Jingshan, Li Rong dan Li Hua tentang tujuannya ke Kekaisaran Jia. Ling Zhen berniat mengakhiri masa kepemimpinan kejam Jia Bao dan menyelamatkan Jia Ruan.
“Hmmm...” Li Rong menanggapi santai setelah Ling Zhen mengatakan tujuannya, “Jadi apa kalian berdua malam ini melakukan itu?”
Ling Zhen hampir tersedak mendengar ucapan Li Rong. Dia sudah serius saat mengatakan tujuannya datang ke Kekaisaran Jia, namun Ibu mertuanya itu justru tidak peduli dengan semua itu dan lebih peduli tentang hubungan antara dirinya dengan Li Hua.
“Ibu!” Li Hua memerah wajahnya dan menatap sengit Li Rong.
“Hihihi, Ibu tidak sabar melihatmu memiliki seorang anak, Hua‘er agar Ibu bisa dipanggil Nenek.” Kali ini Ling Zhen tersedak. Sedangkan ekspresi Li Hua merah padam dan tidak berani menunjukkan wajahnya menatap Ling Zhen.
“Zhen‘er, secara resmi Hua‘er sudah menjadi istrimu bukan? Kau mengatakan padaku sumpah yang kalian berdua ucapkan telah didengar langsung oleh para Roh Dewa? Jadi kapan kau akan menggelar acara pernikahan yang sesungguhnya?” Li Jingshan ingin semua orang mengenal anaknya telah menikah dengan seorang pendekar hebat seperti Ling Zhen. Dia sedikit berharap Ling Zhen akan berani mengambil sikap untuk melindungi Li Hua apapun yang terjadi.
“Setelah aku berhasil membunuh semua orang yang terlibat dengan Sekte Pemuja Iblis di Kekaisaran Jia.” Ling Zhen menjawab tegas dan tentu dia akan mengabulkan keinginan pribadi Li Jingshan.
“Ayah, bukankah kita sudah membicarakan ini? Aku membenci-”
“Hua‘er, ini semua demi keluarga Li!” Li Jingshan memotong ucapan protes Li Hua.
Ling Zhen memegang tangan Li Hua dan menganggukkan kepalanya. Li Hua mengerti dan akhirnya menundukkan kepalanya karena Ling Zhen menunjukkan keseriusan padanya.
__ADS_1
Setelah mengobrol, Ling Zhen berniat akan meninggalkan kediaman keluarga Li esok hari. Li Jingshan dan Li Rong sempat melarangnya karena berharap Ling Zhen akan menginap selama beberapa hari untuk menikmati waktunya bersama Li Hua.
Namun Ling Zhen mengatakan jika cepat atau lambat kabar kematian Jian Gu akan sampai ke telinga pendekar Aliansi Bulan Darah. Dirinya harus bergegas menuju Ibukota Jiayang karena mendengar Jia Ruan akan diperjual belikan layaknya budak.
“Zhen‘er, aku harap kau dapat bersikap adil kepada istrimu termasuk Hua‘er. Jika kau menyakiti Hua‘er, aku tidak akan memaafkanmu.” Li Jingshan menatap tajam Ling Zhen dengan suara tegas.
“Aku berjanji akan membahagiakan Hua‘er, Ayah Li.” Ling Zhen menjawab tegas. Dia tidak akan menyakiti Li Hua maupun istrinya yang lain.
Bagi Ling Zhen, setiap perempuan yang telah menjadi istrinya adalah harta paling berharga dalam hidupnya termasuk anak-anaknya.
Saat malam tiba, Ling Zhen kembali kekamar yang telah disediakan Li Jingshan dan Li Rong. Ling Zhen membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
Secara perlahan muncul bayangan masa lalu saat dirinya kecil dan berada di kediaman keluarga Ling. Dia selalu mengira orang tua yang merawat dan membesarkannya selama ini adalah orang tua kandungnya, tetapi dirinya salah, ternyata dirinya hanyalah anak pungut yang diadopsi tidak lebih.
Muncul bayangan Ling Fanmin yang selama ini dia kira adalah Ibu kandungnya. Jantung Ling Zhen berdetak kencang sekaligus memainkan melodi kesedihan.
Ling Zhen terbangun dengan nafas tidak beraturan memainkan melodi kemarahan. Matanya merah dengan keringat dingin yang membasahi wajahnya.
“Sial!” Ling Zhen mengumpat dan mengepalkan kedua tangannya.
“Fang Wang, Zhang Ye, Zuan Wei! Aku akan membunuh kalian!” Ling Zhen tanpa sadar mengatakan itu.
“Kenapa aku menjadi seperti ini?! Ini tidak boleh! Walaupun dia bukanlah Ibu kandungku, tetapi dia telah merawatku! Mengapa dia tidak jujur padaku?!” Ling Zhen tidak dapat mengontrol emosinya dan kembali membaringkan tubuhnya berharap bisa melupakan semua emosi yang ada didalam kepalanya.
Saat Ling Zhen memejamkan matanya dan berusaha menenangkan dirinya, pintu kamarnya terbuka. Sosok gadis cantik berpenampilan anggun datang menghampiri Ling Zhen setelah menutup pintu kamar.
__ADS_1
“Tuan Ling, Zhen‘gege...” Suara ramah Li Hua terdengar, “Apa kamu sudah tidur?”
Li Hua duduk ditepi ranjang dan menatap wajah Ling Zhen yang terlihat begitu lelah dipenuhi keringat bercucuran.
“Zhen‘gege, aku tidak bisa tidur. Aku ingin membicarakan ini denganmu. Sebenarnya aku mendapatkan informasi menarik saat para pendekar Aliansi Bulan Darah mengejarku...” Li Hua memperhatikan wajah Ling Zhen saat pemuda itu membuka matanya secara perlahan, “Apa aku mengganggu tidurmu?”
Ling Zhen menatap wajah manis dan mendengarkan dengan seksama suara ramah yang khas itu.
“Tidak, kau sama sekali tidak menggangguku, Hua‘er.” Ling Zhen bangkit duduk dan menatap wajah Li Hua lebih dekat.
“Zhen‘gege, bisa kau ceritakan padaku tentang masalahmu? Aku tahu kau menyembunyikan kesedihanmu? Sebagai istrimu, aku tidak ingin kau berpura-pura bahagia karena menikahiku!”
Li Hua menatap tajam Ling Zhen. Keduanya terdiam lama sebelum akhirnya Ling Zhen memeluk tubuh Li Hua dengan penuh kelembutan dari belakang.
“Aku tidak berpura-pura, Hua‘er. Apa kamu membutuhkan bukti?” Ling Zhen dan Li Hua saling menatap satu sama lain.
Li Hua menundukkan kepalanya namun Ling Zhen menahannya. Pemuda itu menatap wajah Li Hua lekat.
“Zhen‘gege, tolong ceritakan padaku! Aku tidak bermaksud untuk ikut campur dalam masalah hidupmu! Tetapi kau terlihat begitu menderita walaupun kita berdua tertawa bersama! Aku tidak menyukai ini!” Li Hua memeluk tubuh Ling Zhen dan meneteskan air matanya.
Ling Zhen terdiam sebelum akhirnya membuka suara.
“Hua‘er, maaf tadi aku hampir melampiaskan emosiku padamu. Aku sungguh mencintaimu dan terimakasih karena telah peduli padaku.” Ling Zhen mengelus kepala Li Hua, lalu mengusap wajahnya dan air matanya.
Kemudian satu kecupan lembut mendarat dibibir Li Hua.
__ADS_1
“Dengarkan ceritaku ini...”