
Tubuh Ling Zhen dihimpit oleh Que Mi dan Mizuhara yang tergolek lemas disampingnya. Gaun yang dikenakan Que Mi dan Mizuhara belum terlepas namun terlihat begitu berantakan.
Sementara Ling Zhen tertidur nyenyak tanpa mengenakan sehelai pakaian. Kedua gadis itu terbangun hampir bersamaan dan saling menatap satu sama lain dengan wajah yang memerah.
“Que Mi, sebaiknya kita pergi dari kamar ini sebelum dia terbangun.” Mizuhara merinding ngeri saat melihat bagian bawah tubuh Ling Zhen.
Begitu juga dengan Que Mi yang menelan ludah dan menganggukkan kepalanya, “Tadi malam aku sangat takut, beruntung Gege tidak memasukkannya...”
“Sudah, Que Mi. Lupakan kejadian semalam. Kau membuatku mengingatnya kembali.” Wajah Mizuhara merah padam mengingat kejadian semalam.
“Mana mungkin bisa aku melupakannya.” Que Mi menepuk pipinya dan segera bangkit dari ranjang, begitu juga dengan Mizuhara.
Kedua gadis itu mandi secara bergantian sebelum pergi melihat kondisi Xue Lianhua. Berbeda dengan mereka berdua, Xue Lianhua masih tertidur pulas dengan tubuh yang tidak ditutupi sehelai benangpun.
“Senior Xue, bangun, ini sudah siang.” Que Mi menggoyangkan badan Xue Lianhua dengan lembut.
Xue Lianhua membuka matanya secara perlahan dan melihat Que Mi yang sedang membangunkannya.
“Mi‘er, aku masih lelah...” Xue Lianhua cukup cuek walau bagian tubuhnya terekspos Que Mi.
Que Mi ingin membangunkan Xue Lianhua kembali, tetapi setelah melihat bercak darah, gadis muda itu mengurungkan niatnya.
‘Bahkan Senior Xue tidak berdaya...’ Pikiran Que Mi mulai memikirkan sesuatu yang aneh-aneh. Gadis muda itu keluar dari kamar Xue Lianhua bersama Mizuhara dan menuju kedapur untuk membuat makanan.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian Xue Lianhua terbangun, namun wanita itu terlihat kesusahan berdiri bahkan rasa perih dibagian perut kebawah membuat tubuhnya lunglai.
“Aduh... Sakit... Kenapa bisa seperti ini?” Xue Lianhua terlihat kesal. Wajah cantiknya yang terkesan garang itu sangat menarik untuk dilihat.
“Senior Xue, ada apa?” Que Mi panik melihat Xue Lianhua yang kesulitan berjalan.
“Mi‘er, bantu aku...” Xue Lianhua memberi tanda pada Que Mi untuk menuntun dirinya.
Saat Que Mi sedang menuntun Xue Lianhua berjalan, Ling Zhen datang dan memperhatikan Xue Lianhua yang kesulitan berjalan.
“Ada apa, Lian‘er, Mi‘er. Kalian berdua sangat berisik.” Ucapan Ling Zhen membuat Xue Lianhua cemberut.
“Gege, Senior Xue kesulitan berjalan. Aku rasa semua ini salahmu. Jadi bisakah tunjukkan perasaan bersalah sedikit?” Que Mi menatap Ling Zhen penuh kekesalan. Namun Dimata Ling Zhen kesan keimutan Que Mi semakin menggoda.
“Jelaskan padaku, Lian‘er.” Ling Zhen berjalan mendekati Xue Lianhua sambil memegang tangan wanita itu.
Ling Zhen menggaruk kepalanya dan merasa bersalah, “Maaf, sepertinya aku terlalu keras tadi malam. Biarkan aku menebus kesalahanku, Lian‘er.”
Xue Lianhua menggelengkan kepalanya, “Gege, aku bisa mandi sendiri.” Dibantu Que Mi, akhirnya Xue Lianhua pergi menuju kamar mandi meninggalkan Ling Zhen yang berdiri mematung didalam kamar.
Saat hari menjelang sore, Que Mi dan Mizuhara memutuskan untuk membiarkan Ling Zhen dan Xue Lianhua menikmati masa-masa malam pertama pernikahan mereka.
Kedua gadis itu pergi meninggalkan rumah sederhana yang berada didekat Kolam Lima Warna.
__ADS_1
“Apa kalian berdua yakin?” Ling Zhen bertanya.
Que Mi dan Mizuhara mengangguk, “Kami yakin.” Setelah itu keduanya berpamitan dan pergi menuju rumah yang didiami Ibu Ling Zhen bersama Ji Yanran, Yue Rou dan Chu Xiulan.
Ling Zhen menghela nafas panjang, “Andai saja mereka berdua siap, mungkin malam ini akan panjang...” Setelah itu Ling Zhen menutup pintu rumah dan pergi menuju kamar yang digunakan Xue Lianhua untuk tidur.
“Lian‘er, apa kau ada didalam?” Ling Zhen mengetuk pintu dan bertanya.
Xue Lianhua menjawab, “Masuklah, Gege. Aku sudah mengikuti permintaanmu.”
Setelah Ling Zhen membuka pintu kamar, tatapan matanya tajam terarah pada tubuh wanita yang tidak mengenakkan sehelai pakaian.
Ling Zhen menelan ludah melihat keindahan tubuh wanita itu, “Lian‘er, kita masih banyak waktu.”
“Lakukanlah, Gege. Aku akan memenuhi kewajibanku sebagai seorang istri.” Xue Lianhua menundukkan kepalanya saat Ling Zhen merangkak naik keatas ranjang dan mendekati tubuhnya.
Ling Zhen menahan dagu Xue Lianhua dan mengecup singkat bibir tipis yang merekah alami itu.
“Lian‘er, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu...” Ling Zhen berbisik mesra ditelinga Xue Lianhua sambil meraba perut wanita itu.
Keduanya memasang wajah serius, terutama Ling Zhen. Sedangkan Xue Lianhua terlihat malu-malu.
Beberapa saat wajah Xue Lianhua memerah karena mendengar bisikan Ling Zhen ditelinganya, “Gege, aku belum siap untuk hamil. Tetapi aku akan memberimu buah hati setelah Kakak Ji, Kakak Xiuxiu dan Kakak Rourou melahirkan.”
__ADS_1
Ling Zhen tersenyum mendengarnya, “Aku senang mendengarnya, Lian‘er. Aku ingin meminta persetujuan denganmu.”
Ling Zhen mengecup kening Xue Lianhua sebelum menindih tubuh wanita itu dan mulai melanjutkan perjalanan malam yang panjang bagi keduanya.