
Hayabusa menceritakan kepada Ling Zhen tentang Lentera Kerakusan yang dia ketahui.
Selama dua tahun bergabung dengan Sekte Pemuja Iblis, Hayabusa memang berniat untuk mengenal setiap perwakilan lama Sekte Pemuja Iblis, namun sekarang petinggi Sekte Pemuja Iblis yang mulai mengisi kursi perwakilan, termasuk Hayabusa yang ditunjuk sebagai Iblis Rakus oleh pemimpin Sekte Pemuja Iblis yakni Iblis Raja.
“Sebelum itu, perkenalkan Ling Zhen, dia adalah adikku, Mizuhara.” Hayabusa memperkenalkan gadis yang sebaya dengan Ling Zhen, dengan memakai kimono berwarna merah muda.
“Tumben kau bersikap ramah pada orang, Kak Hayabusa.” Ucap Mizuhara yang membuat Hayabusa memalingkan wajahnya.
Mizuhara menatap Ling Zhen sebelum mengedipkan matanya, “Namaku Mizuhara, namamu?” Gadis berambut hitam ingin mengulurkan tangannya.
Ling Zhen menyambutnya dan menggenggam tangan Mizuhara yang sedikit kasar, “Namaku Ling Zhen.”
Merasakan telapak tangan Mizuhara membuat Ling Zhen mengerti bahwa gadis ini bekerja keras daripada wanita pada umumnya.
“Salam kenal Ling Zhen.” Mizuhara kembali tersenyum, Ling Zhen membalasnya singkat.
Kemudian Hayabusa menjelaskan kepada Mizuhara tentang dirinya yang berniat untuk mengikuti Ling Zhen dan pergi menuju Kota Wangdian.
“Aku akan menunggu disini.” Mizuhara terlihat tidak senang dengan keputusan Hayabusa.
“Tetapi-” Hayabusa belum selesai berbicara, Mizuhara memotongnya.
“Kak Hayabusa, aku senang melihatmu memiliki seorang teman. Aku akan menunggumu disini.” Mizuhara tersenyum, melihat itu Hayabusa mengikuti kemauan Mizuhara.
Namun berbeda dengan Ling Zhen yang melihat senyuman Mizuhara justru serasa melihat dirinya tersenyum penuh kepalsuan.
“Hayabusa, antarkan Mizuhara ke Kota Jihao. Disana ada orang yang menjaganya.” Ling Zhen berkata pada Hayabusa.
“Aku bukan anak kecil lagi, Ling Zhen. Lagian kita baru saling kenal. Kenapa kau memutuskan sesuatu seenaknya.” Mizuhara menatap Ling Zhen tajam.
“Mizuhara, aku mempunyai istri di Kota Jihao, dia merupakan pemilik Paviliun Bulan Biru. Kalian berdua pasti pernah ditugaskan untuk membunuhnya. Melihatmu, aku yakin kau bisa akrab dengannya.” Ling Zhen tersenyum tipis dan membuat Mizuhara mendengus kesal.
__ADS_1
“Aku tidak percaya pemuda seumuranku memiliki seorang istri. Padahal kau memiliki wajah rupawan, aku sempat tertarik padamu tadi.” Secara blak-blakan Mizuhara berkata demikian.
Ling Zhen mengangkat alisnya, “Apa perkataanmu barusan serius, Mizuhara?”
“Hah? Jelas tidaklah, kau terlalu menganggap serius, Ling Zhen.” Mizuhara tersenyum senang.
Hayabusa kebingungan melihat ekspresi Mizuhara yang nampak berbeda. Kemudian dia berpikir lama sebelum memutuskan untuk mengantar Mizuhara menuju Kota Jihao.
“Ling Zhen, kenapa kau begitu mempercayaiku walau kita baru saling mengenal? Bisa saja aku membunuh istrimu saat-”
“Kak Hayabusa, aku bisa berjalan sendiri. Walau aku seperti ini, aku juga seorang lantai kunoichi.” Ucap Mizuhara dengan bangga sebelum menghilang dari pandangan Hayabusa dan Ling Zhen.
“Jika itu maumu.” Hayabusa tersenyum melihat adiknya tidak murung seperti biasanya.
“Mari kita pergi Ling Zhen.” Hayabusa menatap Ling Zhen yang memejamkan matanya.
“Ya.” Ling Zhen membuka matanya secara bertahap sebelum menuju tempat Hei Long berdiri menunggunya.
Setelah kepergian Mizuhara ke Kota Jihao, Ling Zhen melanjutkan perjalanan bersama Hei Long dan Hayabusa.
Dalam perjalanan, Ling Zhen membahas nama kelompok yang akan dia buat. Hei Long dan Hayabusa memberikan pendapat, namun Ling Zhen menolaknya.
“Aku pikir Tiga Pria Tampan adalah nama yang bagus...” Hei Long bergumam pelan dan ditanggapi bentakan oleh Hayabusa.
“Mendengar nama pemberianmu membuatku ingin muntah!” Hayabusa menatap Hei Long tajam, “Hei Long, apa otakmu ini sama seperti udang hah?!”
“Apa katamu, sialan?!” Hei Long menyeringai dan menatap sengit Hayabusa.
“Ling Zhen, lebih baik kau beri nama Sekte Pemuja Dewa kelompok kita ini. Iblis dan Dewa adalah musuh abadi. Ini adalah nama yang cocok untuk menggambarkan tujuan kita ini.” Hayabusa berkata penuh percaya diri, sedangkan Hei Long menahan tawanya.
Ling Zhen menghela napas menoleh melihat kedua orang dibelakangnya yang berdebat disepanjang jalan.
__ADS_1
Hei Long dan Hayabusa memang telah berkenalan, tetapi keduanya sering bertengkar hanya karena masalah sepele.
Saat malam hari, Ling Zhen, Hei Long dan Hayabusa membuat api unggun. Mereka bertiga duduk melingkar membakar daging Hewan Buas Iblis milik Ling Zhen sambil membahas rencana mereka di Kota Wangdian.
Selesai menikmati daging bakar, Ling Zhen menatap langit malam yang berbintang lalu memejamkan matanya menikmati hembusan angin malam.
“Aku telah memikirkan nama ini selama beberapa hari belakangan ini...” Ling Zhen bergumam pelan sambil membuka matanya secara perlahan.
Hei Long dan Hayabusa melihat Ling Zhen secara bersamaan saat pemuda itu bergumam demikian.
“Pedang Raja itulah nama kelompok kita. Bagaimana menurut kalian?” Ling Zhen bertanya namun sebelum Hei Long dan Hayabusa menjawab, Ling Zhen kembali menambahkan.
“Saat aku memutuskan nama kelompok kita adalah Pedang Raja, maka sejak saat itu kita adalah kelompok Pedang Raja.” Mendengar itu Hei Long dan Hayabusa menghela napas panjang.
‘Egois sekali!’ Hayabusa mendecakkan lidahnya dan berulang kali mendengus kesal.
“Nama yang bagus, lagian kau yang memutuskannya Ling Zhen. Aku hanya perlu mengikutimu.” Hei Long sebenarnya masih ingin mengusulkan nama, tetapi Pedang Raja adalah nama yang bagus ditelinganya.
Ling Zhen meminum air putih dan menatap Hei Long dan Hayabusa secara bergantian.
“Hei Long, kau kutunjuk sebagai Kapten Divisi Satu, Pedang Raja.” Ucap Ling Zhen dan segera dijawab Hei Long.
“Aku menerima tugas ini, Ling Zhen.” Hei Long tersenyum karena tidak menyangka Ling Zhen benar-benar memikirkan ini selama perjalanannya.
Kemudian Ling Zhen menatap Hayabusa dan menunjuknya sebagai Kapten Divisi Dua Pedang Raja.
“Dan kau Hayabusa. Kau kutunjuk sebagai Kapten Divisi Dua Pedang Raja.” Ling Zhen tersenyum setelah berkata demikian, dia menatap bulan yang bersinar terang dan kembali memejamkan matanya.
“Aku akan memenuhi tugasku sebagai Kapten Divisi Dua Pedang Raja, Ling Zhen.” Hayabusa menggaruk kepalanya dan membulatkan tekadnya.
“Mungkin saat ini kita baru terbentuk, tetapi kita akan membangkitkan Pedang Raja hingga setara dengan sekte-sekte besar di Benua Lima Warna.” Mendengar ambisi Ling Zhen yang besar membuat Hei Long dan Hayabusa tersenyum.
__ADS_1