Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 127 - Puas


__ADS_3

Tak terasa dua tahun telah terlewati, Ling Zhen belum menembus Pendekar Dewa Tahap Awal namun dia berhasil meningkatkan jumlah lingkaran tenaga dalamnya hingga mencapai lima ratus ribu lingkaran tenaga dalam.


Teknik teleportasi berhasil dia sempurnakan. Ling Zhen telah menandai Istana Chu dan Lembah Dewa. Hanya dua tempat itu yang baru dia coba untuk berteleportasi.


Perpindahan tempat dalam waktu singkat membuat Ling Zhen mudah untuk menemui Ibunya dan para istrinya jika dirinya berada di Lembah Dewa.


Malam ini Ling Zhen mendapatkan undangan khusus dari kelima istrinya yakni Ji Yanran, Yue Rou, Chu Xiulan, Xue Lianhua dan Qian Yu untuk merayakan dua tahun latihannya.


Ling Zhen sendiri ingin menagih janjinya pada Que Mi dan Mizuhara namun kedua gadis itu memilih untuk menyiapkan diri mereka di Lembah Dewa.


“Sebenarnya apa yang akan mereka berikan?” Ling Zhen bergumam pelan berjalan menuju kamar baru milik Chu Xiulan.


Saat Ling Zhen membuka pintu kamar matanya melotot tajam melihat kelima wanita sedang berganti pakaian memakai pakaian yang begitu tipis. Kain berwarna putih yang menutupi tubuh kelima wanita itu terlihat ketat.


Ling Zhen menelan ludah melihat penampilan kelima istrinya begitu menggairahkan malam ini. Terlebih senyuman menggoda dari masing-masing kelima istrinya membuatnya mengunci pintu kamar dan melepaskan pakaiannya.


“Kalian berlima sangat cantik malam ini. Aku tidak akan menahan diri.” Ling Zhen tersenyum lebar dan berjalan mendekati ranjang.


“Zhen‘gege, Bibi Qian ingin bergabung bersama kami. Tadi dia mengatakan dirinya terlalu tua untukmu. Bagaimana menurutmu penampilannya malam ini?” Ji Yanran yang pertama menggoda Ling Zhen dengan menempelkan dadanya kepunggung Ling Zhen.


Ling Zhen memperhatikan Qian Yu yang memalingkan wajahnya yang bersemu merah, suara ludah tertelan terdengar saat Ling Zhen melihat tubuh indah Qian Yu berbalut kain tipis.


Ji Yanran tersenyum lebar, “Dia terlihat masih cantik bukan?” Memang Ji Yanran yang membuat Qian Yu berpenampilan seperti itu dan Qian Yu tidak dapat menolak keusilan Ji Yanran.


“Zhen‘gege, hanya untuk malam ini aku setuju dengan rencana Kakak Ranran untuk memberimu hadiah spesial.” Yue Rou dengan ekspresi malu mendekati Ling Zhen dan menarik Ling Zhen untuk duduk ditepi ranjang.


Kemudian Chu Xiulan duduk dipangkuan paha kiri Ling Zhen sambil tersenyum manja, “Zhen‘gege, biarkan aku membuka pakaian bawahmu.” Sentuhan telapak tangan Chu Xiulan membuat Ling Zhen tidak dapat menahan gairahnya.


“Gege, kenapa hanya diam?” Xue Lianhua yang sedari tadi diam duduk dipangkuan paha kanan Ling Zhen.


Ji Yanran tersenyum kearah Qian Yu yang terlihat malu-malu, “Bibi Qian, sekarang berikan suami kita pelajaran.”


Ling Zhen melirik kearah Ji Yanran yang terlihat mendominasi, “Ran‘er, apa kau memiliki dendam terhadap Yu‘er?” Bertanya Ling Zhen karena mengira Ji Yanran masih tidak terima jika dirinya menikahi Qian Yu.

__ADS_1


Ji Yanran menggelengkan kepalanya dan menggigit lembut daun telinga Ling Zhen, “Tidak, aku hanya penasaran melihatmu melakukan itu dengan Bibi Qian. Malam ini aku ingin melihatnya.”


Ling Zhen tersenyum, “Heh? Sejak kapan kau berubah menjadi seperti ini?” Telapak tangan Ling Zhen mulai memeluk pinggang ramping Ji Yanran.


“Sejak aku melahirkan Feng‘er. Semua ini salahmu tahu.” Manja Ji Yanran menempelkan dadanya pada tangan Ling Zhen.


“Lihat, sepertinya Zhen‘gege sudah siap bertempur.” Chu Xiulan telah melepaskan pakaian bawah Ling Zhen memperlihatkan sesuatu yang menonjol tetapi bukan bakat.


Ji Yanran dan Chu Xiulan menghampiri Qian Yu dan menarik wanita paruh baya itu untuk bergabung. Terlihat Qian Yu malu-malu untuk mendekati Ling Zhen.


“Nona Ji, ini memalukan.” Qian Yu menatap kearah Ling Zhen yang menatapnya tajam.


Ling Zhen yang sudah bangkit gairahnya memeluk tubuh Yue Rou dan Xue Lianhua. Tangannya bergerak bebas meremas sesuatu yang lembut dan kenyal.


Sementara itu Chu Xiulan yang mulai terbakar semangatnya membenamkan kepalanya kebawah dan memanjakan bagian pribadi Ling Zhen. Mata Chu Xiulan berkedip kearah Qian Yu.


Ji Yanran mengikuti tindakan Chu Xiulan dan membuat Qian Yu kebingungan. Ling Zhen menarik lembut tubuh Qian Yu dan menggerayangi tubuhnya bergantian dengan Xue Lianhua dan Yue Rou.


Ling Zhen yang mulai terbuai melakukannya pada Ji Yanran sebelum beralih ke Yue Rou dan Chu Xiulan. Lalu kembali memacu tubuhnya bersama Xue Lianhua dan Qian Yu.


Diatas ranjang besar terlihat enam wanita terbaring lemas dengan mata sayu. Kelima wanita itu belum tertidur, namun tenaga mereka terkuras habis. Sedangkan Ling Zhen berbaring ditengah sambil memeluk tubuh Ji Yanran dan Qian Yu yang berbaring disamping kiri dan kanannya.


“Sepertinya hari ini aku harus memulihkan tubuhku karena sebentar malam gilirannya Mi‘er da Mizuhara.” Ling Zhen berdiri dan memakai pakaiannya sambil menatap kelima istrinya yang memasang ekspresi puas.


“Aku kesulitan bergerak... Bibi Qian, bisa minta tolong urus Feng‘er sebentar.” Ji Yanran mencoba bangkit tetapi tubuhnya terasa diremukkan.


Qian Yu mengeluh, “Nona Ji, pahaku terasa sakit.”


Bukan hanya Ji Yanran dan Qian Yu saja, tetapi Yue Rou, Chu Xiulan dan Xue Lianhua mengalami kondisi serupa. Ling Zhen menggaruk kepalanya dan tersenyum canggung.


“Apa aku terlalu bersemangat tadi malam?” Ling Zhen sendiri tidak memungkiri jika dirinya selalu menikmati kegiatan ini.


“Zhen‘gege, ada kamar baru diruangan sebelah. Disana ada ranjang yang lebih besar dari ini. Kau paham maksudku bukan?” Chu Xiulan meringis kesakitan sambil memegang pahanya, “Aku bisa pingsan jika melayanimu seorang diri. Pinggang dan kakiku terasa patah.”

__ADS_1


Ling Zhen menghela nafas panjang dan menggendong tubuh Chu Xiulan lalu membawanya kedalam kamar yang dimaksud Chu Xiulan. Setelah membawa Chu Xiulan, Ling Zhen juga membawa Ji Yanran, Yue Rou, Xue Lianhua dan Qian Yu secara berurutan.


Kelima istrinya dia mandikan secara bergantian sebelum dirinya membawa kelima anaknya kedalam kamar.


“Terimakasih Gege, apa kamu tidak merasa lelah?” Qian Yu yang menggendong Ling Shui bertanya sambil menyenderkan punggungnya keujung ranjang.


Chu Xiulan yang berbaring sambil memberikan ASI pada Ling Qiuyu tersenyum manis, “Setidaknya dia bertanggung jawab karena membawa kita kesini dan memandikan kita.”


“Nuenue, yang pelan. Ibu tidak akan kemana-mana.” Yue Rou yang sedang memberikan ASI pada Ling Nue asyik sendiri dan mengabaikan sekitarnya.


Sementara itu Ji Yanran duduk ditepi ranjang sambil menggendong Ling Feng, “Zhen‘gege, apa kau tidak berniat menambah lagi dari kami berlima?”


Mendengar ucapan Ji Yanran seketika ruangan menjadi sunyi. Ling Zhen terdiam selama beberapa detik sebelum tertawa lirih.


“Ran‘er, aku sanggup melakukannya tetapi kita semua sudah membicarakannya. Masing-masing istriku hanya sekali melahirkan.” Ling Zhen tersenyum menatap kelima wajah istri dan anaknya.


“Gege, situasi di Kekaisaran Jia terlihat tidak kondusif. Aku yakin kau pasti sudah mendengarnya dari Kakak Ranran dan Kakak Xiuxiu.” Xue Lianhua yang sedang memberikan ASI pada Ling Tian menatap Ling Zhen dan memberi peringatan agar tidak terlibat dalam urusan pemerintahan.


Ekspresi Ling Zhen berubah, “Terimakasih, Lian‘er. Aku akan mempertimbangkannya.” Ling Zhen sendiri masih mengingat sosok Li Hua dan Jia Ruan.


Mendengar kabar burung tentang kejadian yang menimpa keluarga Jia membuat Ling Zhen ingin memastikan dengan mata kepalanya sendiri.


“Aku akan pergi ke Lembah Dewa. Mungkin aku tidak akan mengunjungi Istana Chu cukup lama. Jadi jaga diri anak kita baik-baik.” Ling Zhen berkata pada kelima istrinya sambil melepas aura tubuhnya dalam jumlah besar.


Aura tubuhnya itu terserap masuk kedalam Liontin Giok yang Ling Zhen berikan kepada para istrinya termasuk Ibunya yang sedang menguping diluar kamar.


“Jika terjadi sesuatu pada kalian, aku akan datang.” Ling Zhen berpamitan dengan kelima istrinya sebelum membuka pintu kamar.


“Ibu?" Ling Zhen terkejut saat melihat Ibunya berdiri didepan pintu kamar.


“Aku ingin menyapa cucuku ternyata disini sangat ramai.” Ibu Ling Zhen berjalan melewati Ling Zhen dan mendekati ranjang yang digunakan kelima istrinya.


“Bagaimana tadi malam? Apa mereka semua membuatmu puas?” Mendengar pertanyaan Ibu Ling Zhen, seketika raut wajah kelima istrinya berubah menjadi merah tomat.

__ADS_1


Ling Zhen menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menjawab, “Sangat puas.” Singkat Ling Zhen menjawab sebelum berpamitan dengan Ibunya.


“Zhen‘er, jangan lupa mengunjungi Ibumu ini.” Ibu Ling Zhen tersenyum sebelum melepaskan kepergian Ling Zhen ke Lembah Dewa.


__ADS_2