
IW 150 - Jun Ho
Suasana di Ibukota Jiayang penuh akan pergejolakan setelah acara pelelangan. Ling Zhen dari ketinggian langit memperhatikan bagaimana para pendekar dari Rumah Golok Perawan menyerang Istana Jia.
Pertempuran ini memakan banyak korban jiwa baik dari pendekar Rumah Golok Perawan ataupun Aliansi Bulan Darah. Niat Ling Zhen yang sebenarnya adalah menunggu kedatangan salah satu anggota Sekte Pemuja Iblis yang diperkirakan akan datang ke Ibukota Jiayang.
‘Ini lebih mengerikan. Dimana perempuan itu bersembunyi? Bukankah aku sudah menyuruhnya untuk bermalam bersama Zhang Xue.’ Ling Zhen menatap pertempuran hebat antara Hei Yuan melawan Guang Liang dan Zheng Li.
Dibawah sana terlihat Hei Huan keheranan karena Guang Liang beserta anggota Rumah Golok Perawan menyerang mereka.
“Saudara Guang, bukankah kita sudah sepakat untuk bekerjasama? Apa kau tidak takut akan kedatangan beliau?! Beraninya kalian menyerang kami?!” Hei Yuan melepaskan sejumlah tebasan pedang yang dipenuhi tenaga dalam.
Zheng Li menyambutnya, kemudian Guang Liang melepaskan satu tendangan yang dilapisi petir pada wajah Hei Yuan dan mengenainya secara telak.
“Aku memang takut terhadap anggota Sekte Pemuja Iblis, tetapi aku tidak memungkiri jika diriku ini lebih takut terhadap orang itu!”
Hei Yuan mengerutkan keningnya mendengar jawaban Guang Liang. Menurutnya ekspresi Guang Liang menggambarkan jelas bagaimana sosok orang yang setara bahkan lebih kuat dari perwakilan Sekte Pemuja Iblis.
Disisi lain terlihat juga pertempuran hebat lainnya antara Situ Tang yang berhadapan langsung dengan Luo Feng dan Meng Du.
“Aku dengar kalian menjual semua wanita pada seorang pemuda misterius? Bodoh, seharusnya kalian membunuh pemuda itu dan justru memilih untuk bertarung demi pemuda itu!” Situ Tang menatap tajam Luo Feng dan Meng Du.
“Kau tidak perlu mengetahuinya! Bahkan kami tidak sengaja mendengar jika pemuda itu lebih memuaskan Permaisuri dibandingkan kalian!” Luo Feng meninggikan Ling Zhen dihadapan Situ Tang.
“Apa katamu?!” Situ Tang terpancing emosi.
Ling Zhen tersenyum melihat pertempuran dibawah sana, ‘Ini menarik. Sepertinya aku memang harus membunuh mereka semua.’
Saat Ling Zhen turun dengan kecepatan tinggi, dia melihat Jia Bao yang berdiri bersama seorang pria yang tidak asing dimatanya.
‘Jun Ho!’ Sosok Iblis Kerakusan yang sesungguhnya muncul. Ling Zhen melepaskan aura pembunuh berjumlah besar dan Jun Ho menyadarinya.
Entah apa yang dibicarakan antara Jun Ho dan Jia Bao, tetapi saat merasakan aura pembunuh Ling Zhen, segera Jun Ho mengeluarkan sebuah pusaran angin dari telapak tangannya.
Pusaran angin itu membelah awan dan mengincar Ling Zhen. Serangan besar itu membuat pertempuran berhenti sejenak karena aura pembunuh yang dilepaskan Ling Zhen sangatlah tidak wajar dan kekuatan milik Jun Ho juga tentunya.
“Siapa pemuda itu?” Jun Ho menajamkan matanya menatap Ling Zhen yang menghindari serangannya.
__ADS_1
“Menurutku dia adalah pemuda yang hadir di pelelangan dan membeli semua wanita. Sepertinya dia adalah dalang beberapa tahun lalu saat gejolak Ibukota Jiayang.” Jia Bao menebak dan Jun Ho tersenyum lebar.
“Kekeke, ini menarik. Bisa jadi dia adalah orangnya. Orang yang membunuh Lin Zi.” Jun Ho melepaskan aura tubuhnya membuat Jia Bao terpental karena hembusan angin yang begitu kencang.
Semua orang menoleh kearah Jun Ho ataupun Ling Zhen. Dalam beberapa detik saja jarak keduanya sudah singkat dan Ling Zhen sudah bersiap melepaskan satu tendangan yang dipenuhi kilatan petir berwarna ungu.
Jun Ho membuka telapak tangannya dan menyambut tendangan Ling Zhen. Ledakan besar diudara tercipta dan memenuhi udara. Ling Zhen dengan cepat melepaskan tendangan berikutnya namun Jun Ho menahannya.
“Daya penghancur tendangan milikmu ini membuat tanganku lecet!” Jun Ho menatap Ling Zhen yang terlihat penuh emosi menatap dirinya.
Api menyebar di tubuh Ling Zhen sebelum bentuk Phoenix terlihat. Kedua kaki Ling Zhen dipenuhi api dan menyerang Jun Ho secara bertubi-tubi.
“Phoenix? Oh, tidak salah lagi. Ciri-ciri pembunuh itu adalah dirimu!” Jun Ho juga tidak terlihat terintimidasi dan langsung melepaskan semburan angin yang mengandung tenaga dalam dan menghancurkan halaman depan Istana Jia dalam sekejap.
Korban dari pendekar Aliansi Bulan Darah dan Rumah Golok Perawan berjatuhan karena terkena serangan Jun Ho. Ling Zhen mampu menghindarinya dengan mudah dan terbang dengan kecepatan tinggi mengejar Jun Ho.
“Pembunuh katamu? Kita berdua sama! Jangan seolah-olah kau lebih suci dariku, bajingann!” Ling Zhen dengan lantang berteriak sambil melepaskan dua cakaran pada Jun Ho.
Jun Ho menghindari salah satu cakaran kaki Ling Zhen dan memegang salah satu kaki Ling Zhen lalu menghempaskan tubuh pemuda itu.
Ling Zhen mengolah pernapasan dan tersenyum saat mengetahui Jun Ho dapat dengan mudah menahan serangannya. Pertarungan keduanya terus berlanjut, ledakan demi ledakan terus menggema memenuhi udara.
‘Aku membenci hal ini, tetapi aku sudah memikirkan ini sebelumnya. Benua Lima Warna akan menjadi tempat yang damai. Dan orang yang akan mewujudkannya adalah aku.’ Ling Zhen membatin.
“Ada apa? Apa kau ragu dan menahan diri karena orang-orang biasa itu? Tidak kusangka kau ternyata adalah orang yang naif.” Jun Ho bisa merasakan setiap serangan yang dilepaskan Ling Zhen bukanlah serangan andalannya.
Ling Zhen tertawa pelan, “Ragu? Aku hanya ingin melihat seberapa kuat dirimu! Dan aku sangat yakin, kemampuanku yang sekarang bisa membunuhmu, tidak, membunuh kalian semua!”
Ling Zhen melepaskan Aura Kematian dan menarik Pedang Pencabut Nyawa. Sekarang setiap serangannya memiliki daya hancur yang besar. Ling Zhen sengaja menggiring Jun Ho terbang lebih tinggi.
“Kau takut membuat kerusakan dibawah sana? Cukup cerdik dan aku akan meladeni pertarungan ini!” Jun Ho mengalirkan tenaga dalam pada kedua telapak tangannya sebelum melepaskan ratusan pisau angin dalam hitungan detik.
Perut Ling Zhen terkena serangan itu. Walaupun tidak fatal, tetapi darah keluar dengan deras dari perutnya.
“Seranganmu ini...” Ling Zhen menyadari jika serangan Jun Ho memiliki efek untuk membuat dirinya kehilangan banyak darah.
“Apa kau baru menyadarinya? Sudah terlambat!” Kedua tangan Jun Ho layaknya sebuah pisau yang sangat tajam memberikan puluhan pukulan yang berbenturan langsung dengan Pedang Pencabut Nyawa milik Ling Zhen.
__ADS_1
Keduanya seimbang namun beberapa menit kemudian pergerakan Ling Zhen melambat. Jun Ho mendominasi serangan sementara Ling Zhen terlihat dalam posisi bertahan.
“Ada apa? Apa kau lelah?“ Satu pukulan kembali mengenai perut Ling Zhen dengan telak.
‘Aku harus menetralisir pendarahan ini menggunakan tenaga dalam. Ini memakan banyak tenaga dan aku harus bisa bertahan menghadapi serangannya.’ Ling Zhen terlihat kalah telak namun yang sebenarnya adalah Ling Zhen sengaja memaksa dirinya dalam posisi bertahan karena sedang menetralisir luka di perutnya.
Gong Ning dan Zhang Xue melihat pertempuran itu. Keduanya terkejut melihat Ling Zhen yang terlihat tidak berdaya.
“Zhen‘er...” Gong Ning berdiri didepan penginapan dan menyaksikan bagaimana Ling Zhen terbang di udara dan melakukan pertukaran serangan dengan Jun Ho.
Dibelakang Gong Ning terlihat Zhang Xue yang sedang berharap cemas melihat langsung bagaimana Ling Zhen bertarung dengan perwakilan Sekte Pemujaan Iblis.
‘Bocah nakal kau harus menang. Setidaknya aku ingin memiliki anak darimu.’ Zhang Xue menyentuh perutnya dan menatap cemas Ling Zhen.
Sementara itu Ling Zhen kembali terkena tendangan demi tendangan yang dilepaskan Jun Ho. Suara tawa Jun Ho terdengar saat Ling Zhen terpental kebawah menghantam tanah.
“Kau begitu lemah. Apa benar kau adalah orang yang membunuh Lin Zi?” Jun Ho menyeringai lebar mengejek Ling Zhen.
“Sepertinya lukaku sudah sembuh...” Ling Zhen terbaring ditanah sambil memegang perutnya.
“Apa kau tidak mengetahui apapun tentang Phoenix? Seranganmu memang sangat mematikan dan melemahkanku, tetapi saat ini aku sudah bisa mengontrol penyembuhan cepat Phoenix berkat seranganmu ini.” Ling Zhen bangkit berdiri dan menatap Jun Ho tajam.
“Sebagai tanda terimakasih. Aku akan membunuhmu.”
Mata Jun Ho melebar melihat Ling Zhen terbang dengan kecepatan tinggi dan sudah berada dihadapannya.
“Ini-”
Jun Ho tidak sempat bereaksi saat kaki Ling Zhen yang diselimuti api menembus perutnya. Jari jempol, telunjuk dan tengah membentuk cakar yang merobek perut Jun Ho tanpa ampun dan keraguan.
“Tiga Cakar Api Surgawi! ”
Ling Zhen menatap dingin Jun Ho sebelum memotong kepala pria itu tanpa berkedip sedikitpun.
“Aku dengar kau menyalin kemampuan lawanmu dengan memakan jantung dari lawanmu. Tetapi sepertinya semua itu sudah tidak perlu karena kau telah mati.” Ling Zhen mengakhiri nyawa Jun Ho dan membuat semua pendekar Aliansi Bulan Darah ketakutan.
Mata Ling Zhen menatap tubuh Jun Ho yang terhempas kebawah, kemudian dia mengalihkan pandangannya kearah Situ Tang sebelum terbang rendah mendekati pria paruh baya tersebut.
__ADS_1
“Lama tidak berjumpa, keparat. Sepertinya kau melupakan diriku.” Ling Zhen tersenyum tipis, sedangkan Situ Tang berkeringat dingin.
‘