Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 106 - Menempa


__ADS_3

Beberapa hari setelah kepergian Ibunya, Ling Zhen mulai memperkuat fisiknya kembali dan mempelajari semua gerakan jurus dari ingatan Roh Dewa.


Gerakan yang belum sempurna dan tekniknya dia asah demi menguasai setiap jurus yang muncul didalam ingatan Roh Dewa.


Bukan hanya melatih dan memperkuat fisiknya saja, Ling Zhen juga mempelajari banyak tentang khasiat dari tanaman-tanaman yang ada di Lembah Dewa berkat arahan Que Mi.


Berkat Que Mi, akhirnya Ling Zhen mulai bisa membuat ramuan dan beberapa pil. Namun kemampuannya masih dibilang amatir, tetapi Que Mi tertegun melihat keseriusan dan peningkatan pesat yang dialami Ling Zhen.


Bukan hanya Ling Zhen saja yang berlatih, Xue Lianhua dan Yue Rou juga fokus melatih diri masing-masing. Keduanya menyadari masih banyak kekurangan yang dimiliki Tubuh Jelmaan Dewi, tetapi berkat setiap kegiatan malam yang mereka lakukan bersama Ling Zhen akhirnya Xue Lianhua dan Yue Rou mendapatkan ingatan tentang cara mempelajari dan menguasai Tubuh Jelmaan Dewi dari Ling Zhen.


Ling Zhen berulang kali menerima arahan dari Kutukan Roh Dewa Kematian untuk menguasai semua teknik Pedang Pencabut Nyawa.


Bahkan sebelum mempelajari beberapa teknik dari Pedang Pencabut Nyawa, Ling Zhen melakukan proses pemurnian darah berulang kali dan metode penyiksaan Kutukan Roh Dewa Kematian yang membuat tubuhnya penuh dengan luka setiap dirinya selesai berlatih.


Que Mi selalu memasang wajah khawatir saat melihat Ling Zhen berlumuran darah dan berteriak kesakitan. Tetapi melihat semua itu, dia bisa mengetahui jika Ling Zhen benar-benar ingin menjadi suami yang dapat melindungi dan membahagiakan istrinya.


Que Mi berulang kali menggelengkan kepalanya karena Ling Zhen selalu membuat pil dan minuman hangat yang menambah staminanya.

__ADS_1


Ling Zhen sendiri menikmati setiap proses latihan yang dijalaninya. Bahkan dia tertawa saat mengetahui bagaimana dirinya berlaith selama dua belas tahun.


“Aku mendapatkan pelajaran yang berharga. Semua itu tidak percuma...” Ling Zhen bergumam pelan sambil mempelajari beberapa jurus baru.


Hingga tak terasa Yue Rou telah meninggalkan Lembah Dewa. Sebelum pergi Yue Rou menikmati malam-malam terakhirnya bersama Ling Zhen karena keduanya akan lama kembali berjumpa.


Ling Zhen sendiri berlatih menyempurnakan Tanda Mata Dewa untuk meningkatkan kemampuannya. Potensi Tanda Mata Dewa adalah menyalin kemampuan yang dimiliki lawannya.


Tetapi yang Ling Zhen bisa salin adalah teknik murni yang diciptakan manusia dan dewa, bukan iblis. Saat berlatih menyempurnakan Tanda Mata Dewa, Ling Zhen menyadari kesalahan besar menggunakan Tanda Mata Dewa untuk meningkatkan kemampuannya dalam singkat.


Tak terasa enam bulan telah berlalu, sekarang Ling Zhen telah mencapai Pendekar Langit Tahap Menengah. Sebuah kemajuan yang pesat bahkan Ling Zhen sudah menyempurnakan setiap kelemahan dalam jurus milik ingatan Roh Dewa.


Jurus andalah yang sering Ling Zhen gunakan seperti kemampuan Phoenix dan Rantai Raja Neraka juga telah berhasil dia kuasai secara sempurna.


Bukan hanya itu, kemampuan Dewa Kematian, Dewa Naga dan Dewa Langit telah berhasil dia kuasai. Dengan berbagai macam elemen yang telah menyatu dengan aura tubuhnya, Ling Zhen juga dapat mengendalikan dan memanipulasi aura secara bervariasi.


Namun setelah mencapai Pendekar Langit Tahap Menengah, Ling Zhen tidak merasa puas. Dia justru kembali menempa kemampuannya hingga mencapai Pendekar Langit Tahap Puncak.

__ADS_1


Setelah mencapai Pendekar Langit Tahap Puncak, Ling Zhen akhirnya memutuskan untuk sejenak beristirahat karena ingin melihat kondisi kehamilan Ji Yanran.


Menurut perhitungan Que Mi, seharusnya Ji Yanran akan melahirkan dalam waktu beberapa hari ini. Ling Zhen sendiri tidak sabar untuk melihat bagaimana rupa anaknya nanti.


“Gege, apa kau sudah bersiap?” Que Mi bertanya sambil menyiapkan sejumlah perbekalan makanan dan minuman untuk perjalanan mereka.


“Gege, Kakak Xue! Kalian berdua kapan keluarnya?! Ini sudah siang!” Que Mi akhirnya kesal karena sedari tadi Ling Zhen tidak membuka pintu kamar yang dia gunakan untuk tidur bersama Xue Lianhua.


“Aku sudah bangun, Mi‘er...” Ling Zhen membuka pintu sambil mengusap matanya.


Mata Que Mi menyapu setiap anggota tubuh Ling Zhen yang terlihat berkeringat, lalu pandangan matanya jatuh kepada Xue Lianhua yang tertidur pulas tanpa busana.


“Dasar!” Que Mi menghela nafas panjang lalu menatap dingin Ling Zhen yang lebih tinggi darinya, “Cepat bersiap-siap!”


Que Mi mendorong tubuh Ling Zhen keluar kamar dan segera membangunkan Xue Lianhua yang masih tertidur pulas.


Beberapa menit kemudian, Ling Zhen dan Xue Lianhua mendengar omelan Que Mi cukup lama, hingga akhirnya mereka bertiga pergi meninggalkan Lembah Dewa dan menuju Kekaisaran Chu menggunakan Elang Halilintar peliharaan Chu Xiulan yang ditinggalkan di Lembah Dewa.

__ADS_1


__ADS_2