Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 130 - Pendekar Dewa Tahap Awal Arc 3 - See You In Two Year End


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, semenjak Ling Zhen melewati malam pertamanya dengan Que Mi dan Mizuhara. Ling Zhen menyadari tubuh Que Mi memiliki sesuatu yang merupai Chu Xiulan.


Que Mi sendiri tidak mengetahui jika dirinya adalah pemilik Badan Perawan Suci. Setelah mengetahui kondisi tubuh Que Mi, Ling Zhen giat meningkatkan staminanya dan menikmati setiap waktu luang bersama Que Mi, tak lupa Ling Zhen juga mengajak Mizuhara karena dia tidak membedakan diantara keduanya.


Baik Que Mi ataupun Mizuhara dibuat lemas. Kurang lebih selama seminggu kegiatan mereka bertiga adalah ranjang, tidur, bangun, mandi dan makan. Siklus yang berulang-ulang itu membuat tubuh Que Mi dan Mizuhara begitu kacau.


Ling Zhen jelas sangat menikmati tubuh Que Mi dan Mizuhara. Kenikmatan dari kedua gadis itu membuatnya terus melakukan kegiatan malam pertama setelah beristirahat.


“Gege... Kau sudah menembus Pendekar Dewa... Apa... Belum selesai?” Lemas Que Mi bertanya bahkan suaranya terbata-bata tidak berdaya.


Ling Zhen yang masih menggerakkan tubuhnya berhenti, “Mi‘er, sepertinya kau sudah kelelahan. Maaf karena aku terlalu memaksa. Tetapi tubuhmu dan Mizuhara benar-benar membuatku candu.”


Ling Zhen mengecup kening Que Mi dan menghujamkan tubuhnya sedalam mungkin sebelum melepaskan siraman cintanya pada Que Mi.


Que Mi memeluk erat tubuh Ling Zhen dengan kedua kaki yang melingkar dipinggang pemuda itu. Tubuh Que Mi bergetar sangat hebat diiringi suara pekikan dan deritan ranjang yang berbunyi cukup keras.


Mizuhara menatap lemah karena dia menyadari selanjutnya adalah dirinya yang menjadi sasaran Ling Zhen. Benar saja setelah Que Mi tertidur pulas tidak berdaya, Ling Zhen segera mendekati dirinya dan memulai kegiatannya.


“Suamiku, perutku sudah kenyang menerima milikmu itu.” Mizuhara berkata sambil memeluk leher Ling Zhen saat pemuda itu mengangkat tubuhnya dan memegang kedua kakinya.


Kedua kaki Mizuhara melingkar erat saat Ling Zhen membawanya kekamar mandi dan menyatukan tubuh keduanya. Malam itu juga Mizuhara dibuat kacau dan tidak berdaya oleh Ling Zhen.


Ling Zhen begitu menikmati waktunya sampai-sampai dia ingin terus melakukannya dengan Que Mi ataupun Mizuhara. Tubuh indah kedua gadis cantik itu tidak membuatnya bosan.


Que Mi dan Mizuhara benar-benar merasakan sensasi rumit. Disatu sis mereka berdua menikmati kegiatan ini, disisi yang lain mereka berdua selalu dibuat kacau dan berantakan serta kesulitan berjalan.


Hingga akhirnya Ling Zhen memutuskan untuk menyudahi malam pertamanya bersama Que Mi dan Mizuhara. Ling Zhen yakin beberapa bulan lagi keduanya akan mengandung anaknya.


Lagipula Que Mi dan Mizuhara sudah membicarakan hal ini. Ling Zhen tidak menolaknya, selagi dia mampu memberikan kepuasan batin kepada semua istrinya dalam berpoligami ataupun menafkahi anak-anaknya, maka dia akan mengabulkan keinginan setiap istrinya

__ADS_1


Ling Zhen membuka portal teleportasi setelah berpakaian rapi, dia memperhatikan kedua istrinya yang telah memakai gaun dan bersiap kembali ke Istana Chu.


“Suamiku, apa kau tidak berniat kembali terlebih dahulu?” Mizuhara bertanya karena Ling Zhen berniat pergi melewati portal di Pegunungan Longxue tidak melalui teleportasi.


Menurut Mizuhara, alangkah lebih baiknya jika Ling Zhen kembali ke Istana Chu untuk melepaskan rindu dengan para istrinya.


Ling Zhen batuk pelan. Dia sudah menahan keinginannya itu, tetapi Mizuhara justru mengingatkannya. Kali ini dia harus menahan diri karena bagaimanapun dirinya ingin mengetahui kejadian yang sebenarnya di Kekaisaran Jia sebulan yang lalu.


“Tidak, istriku. Aku akan berkunjung ke Istana Chu setelah urusanku selesai. Jangan lupa kabari aku jika dirimu dan Mi‘er telah positif hamil.” Ling Zhen tersenyum menggoda membuat Mizuhara salah tingkah.


“Gege, bawalah ini dalam perjalananmu. Aku sudah mencatat nama dan manfaat pil yang kau buat berdasarkan warna pil. Kau yang tidak pernah puas dengan wanita, akan membutuhkan ini.” Ucapan Que Mi membuat Ling Zhen tersedak.


Terlihat Que Mi masih ngambek setelah Ling Zhen menjelaskan tentang Badan Perawan Suci. Memang kegiatan ranjang sangat menguntungkan keduanya, tetapi Ling Zhen menurutnya sangat keterlaluan karena menikmati tubuhnya tanpa henti.


“Mi‘er jangan marah. Aku akan pergi sebentar dan aku ingin melihat senyummu bukan wajahmu yang masam ini.” Ling Zhen mencubit gemas pipi Que Mi membuat gadis yang setahun lebih muda darinya itu luluh.


“Gege, jangan lupa berkunjung ke Istana Chu.” Que Mi mengingatkan agar Ling Zhen tahu arah jalan pulang tempat tinggal istrinya.


Setelah itu Que Mi memeluk tubuh Ling Zhen erat. Ling Zhen membalasnya dan memeluk tubuh Mizuhara agar kedua istrinya satu dalam pelukannya.


“Gege, hati-hati.”


“Jangan melakukan hal yang ceroboh dan membuat keluargamu yang menanti kedatanganmu khawatir, suamiku.”


Que Mi dan Mizuhara tersenyum semanis mungkin sebelum mengecup pipi Ling Zhen mesra dan kembali ke Istana Chu melalui portal teleportasi.


Selepas kepergian Que Mi dan Mizuhara, Ling Zhen segera pergi meninggalkan Lembah Dewa.


____

__ADS_1


Sekarang Ling Zhen telah mencapai Pendekar Dewa Tahap Awal. Sadar jika dirinya terlalu gegabah dan tidak berpikir panjang saat itu, Ling Zhen memetik sebuah pelajaran dari keputusan pertamanya.


Setelah keluar dari Lembah Dewa, Ling Zhen membuat tanda segel lingkaran teleportasi di Pegunungan Longxue. Dengan jumlah lingkaran tenaga dalam yang dimilikinya sekarang, Ling Zhen dapat membuat teleportasi dan berpindah tempat dalam waktu singkat.


Kekurangan Teknik Teleportasi menggunakan tenaga dalam adalah jumlah orang yang bisa dibawa masuk kedalam portal teleportasi dan berpindah tempat maksimal berjumlah lima orang.


Ling Zhen sendiri masih mencari cara untuk mengubah tenaga dalamnya menjadi qi. Setelah menyelesaikan tanda segel lingkaran teleportasi, Ling Zhen segera meninggalkan Pegunungan Longxue dengan kecepatan tinggi.


Dengan kemampuan terbangnya, Ling Zhen sudah memutuskan rute tujuannya kali ini yakni Kota Limeng. Bukan tanpa alasan Ling Zhen pergi ke Kota Limeng, karena di kota itu ada sosok perempuan yang menjadi tunangannya.


Ling Zhen sendiri ingin segera menemui Li Hua. Dalam perjalanan menuju Kota Limeng, berulang kali Ling Zhen mendengar kabar yang membuat telinganya tidak nyaman.


Kabar tentang pembunuh yang dilakukan kelompok bernama Aliansi Bulan Darah terhadap keluarga Jia menggemparkan Kekaisaran Jia.


Kabar ini membuat Ling Zhen teringat Jia Ruan. Walaupun sebenarnya dirinya tidak perlu memikirkan gadis itu, tetapi Ling Zhen tidak bisa berdiam diri karena selain pembantaian yang dilakukan Aliansi Bulan Biru pada keluarga Jia, tidak memungkiri keluarga Li akan menjadi korban selanjutnya.


Dengan dirinya yang sekarang ini bukan tidak mungkin Ling Zhen dapat mengatasi gejolak yang terjadi di Kekaisaran Jia. Mengingat kejadian dua tahun belakangan ini yang tidak dia dengar, Ling Zhen menyuruh Elang Halilintar milik Chu Xiulan yang telah dia jinakkan memberikan sebuah surat pada seluruh Petinggi Pedang Raja.


Ling Zhen ingin seluruh anggota Pedang Raja memperkuat kemampuannya untuk pertempuran yang akan datang di Negeri Ezzo dan Negeri Jisa. Tujuan utama Ling Zhen di Benua Lima Warna adalah menyatukan seluruh negerinya dan mengusir penjajah yang menguasai Negeri Ezzo dan Negeri Jisa.


“Aku harap mereka semua memaafkan tindakanku ini dan aku berharap mereka menuruti keinginan egoisku, terutama Hayabusa...” Ling Zhen sendiri belum membicarakan rencana ini dengan Hayabusa. Pastinya Hayabusa terkejut saat mengetahui rencana Ling Zhen yang berniat melakukan pertempuran besar di Negeri Ezzo dan Negeri Jisa.


____


Sejuta terimakasih untuk kalian yang masih mengikuti dan memberikan dukungan pada Immortal Warrior. Beberapa dari kalian menyukainya, sebagian tidak. Itu bukan masalah bagi saya. Selera orang beda-beda. Ini novel pertamaku jadi setelah ngetik sejauh ini ada beberapa pelajaran yang dipetik dari komentar kalian semua. Menulis dan membaca itu sangat berbeda sama halnya dengan membuat cerita dan berkomentar seenaknya. Alur cerita Immortal Warrior memang seperti ini ngeharem gimana gitu, jadi menurutku tidak perlu diubah karena kamu sempurna dimata orang yang tepat.


Untuk kedepannya update Immortal Warrior tidak menentu, bisa seminggu sekali dan bisa seminggu dua kali tergantung mood ku. Mungkin kalau bulan depan level Immortal Warrior naik ke 8, aku bisa lebih semangat nulisnya karena bisa ngejar pendapatan minimum.


Semoga terhibur di Arc 3 ini. Selanjutnya cerita Immortal Warrior masuk Arc baru, semoga cerita ini bisa menambah imun kalian. Tunjukkan suport kalian kepada penulis dengan memberikan, rate bintang lima, like, komentar dan vote poin/koin. Dukungan kalian sangat berarti bagi saya selaku penulis untuk semangat update di setiap chapternya.

__ADS_1


Arc 3 - See You In Two Year End


Saatnya memasuki babak baru, Arc 4 - Lahirnya Raja Kematian.


__ADS_2