
Dengan kemampuan Phoenix yang membuat Ling Zhen dapat bergerak bebas membuat pemimpin Rumah Gaya Bulan tidak berkutik.
Bahkan ketiga petinggi yang tersisa bersusah payah mengimbangi kecepatan terbang Ling Zhen.
“Apakah kau seorang manusia?! Aku tidak pernah pendekar yang memiliki kemampuan aneh selain Senior Lin Zi!” Pemimpin Rumah Gaya Bulan menatap Ling Zhen yang hendak mencakar dirinya.
Ledakan keras tercipta saat tangan pemimpin Rumah Gaya Bulan yang diselimuti aura berbenturan dengan cakar kaki Ling Zhen.
“Lin Zi, katamu?!” Mata Ling Zhen melebar mendengar nama seseorang yang diucapkan pemimpin Rumah Gaya Bulan.
Pemimpin Rumah Gaya Bulan yang bernama Hei Yuan ini memang telah bekerjasama dengan sosok Lin Zi, sama seperti Aliansi Bulan Darah.
“Ketua Hei, dia sosok yang berbahaya jadi jangan menyerangnya sendiri!” Jian Gu mengingatkan tindakan Hei Yuan yang termakan provokasi Ling Zhen.
Dari kiri salah satu petinggi yang menggunakan pedang mempersingkat jarak dengan Ling Zhen, sementara dari arah kanan petinggi yang lain mempersempit pergerakan Ling Zhen dengan permainan goloknya yang mematikan.
“Cih!” Ling Zhen menyadari jika dirinya telah berusaha sebaik mungkin menahan ketiganya, “Kombinasi yang menarik, tetapi...”
“Apa-apaan pergerakannya itu?!” Petinggi yang menggunakan pedang terkejut saat Ling Zhen memutarkan tubuhnya diudara, “Aku tahu ada dua sayap dibelakang punggungnya, tetapi apakah dia ini siluman burung?!”
“Saudara Wu! Pertahananmu terbuka!” Saat petinggi yang menggunakan pedang terkejut dengan pergerakan Ling Zhen, terlihat celah lebar bagian belakang tubuhnya, namun dengan cepat petinggi yang lain menangkis cakaran kaki Ling Zhen menggunakan goloknya.
“Terimakasih Saudara Mo!”
Ling Zhen menyeringai melihat kombinasi dua petinggi ini. Dia juga mengamati Hei Yuan dan Jian Gu yang mulai mendekat padanya.
Dengan kombinasi seperti itu, bukan tidak mungkin jika sekarang empat pendekar bumi yang dihadapi Ling Zhen mampu membunuh seluruh anggota tiga keluarga besar. Tetapi aksi Ling Zhen yang dalam wujud Phoenix ini membuat keempat pendekar bumi dihadapannya dipaksa dalam posisi bertahan.
__ADS_1
Serangan kombinasi pedang dan golok memang merepotkan, tetapi dua petinggi yang bekerjasama ini tidak dapat berbuat banyak saat Ling Zhen mulai menggunakan Rantai Raja Neraka yang diselimuti api.
“Kita lihat kombinasi siapa yang lebih hebat?” Ling Zhen mulai terbang dengan cepat dan menghujamkan Rantai Raja Neraka kearah keempat pendekar bumi.
Bersamaan dengan aksi Rantai Raja Neraka yang bergerak diudara sendiri itu, Ling Zhen juga melepaskan aura tubuhnya yang berubah menjadi api sebelum membuat ledakan yang mengenai langsung dua petinggi itu.
“Ledakan Sembilan Phoenix!”
Ling Zhen tidak melewatkan kesempatan untuk menghabisi dua petinggi yang merepotkan baginya. Dengan kecepatan tinggi dia terbang sambil mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar pada kedua tangannya.
“Tiga Cakar Api Surgawi!”
Jari jempol, telunjuk dan tengah Ling Zhen membentuk cakar yang diselimuti api. Cakar ini menembus jantung dua petinggi yang terkena serangan Ledakan Sembilan Phoenix.
Mata kedua petinggi ini melotot tajam menatap Ling Zhen. Keduanya tidak menyangka akan mati seperti ini, terlebih tanpa mengetahui sosok Ling Zhen yang tidak pernah muncul dalam dunia persilatan Kekaisaran Jia.
“Kau sangat percaya diri dengan kemampuanmu, tetapi melawan empat pendekar bumi sekaligus sangat melelahkan, bukan?” Jian Gu menyerang Ling Zhen tanpa henti, dan tidak berniat memberikan celah untuk Ling Zhen bergerak bebas.
“Tenang, kau akan menyusul mereka berdua!” Ling Zhen sesaat melirik tubuh dua petinggi yang terhempas kebawah, dan mulai menyambut serangan Jian Gu yang dipenuhi tenaga dalam.
Walau Ling Zhen berkata demikian, tetapi perkataan Jian Gu benar apa adanya. Melawan empat pendekar bumi sekaligus sangat menguras tenaga dalam dan aura tubuhnya. Terlebih kemampuan Phoenix tidak bisa dia gunakan secara efektif terus-menerus.
Setelah melihat pola serangan Ling Zhen, tentu saja Hei Yuan dan Jian Gu mulai terbiasa dengan kemampuan Phoenix yang digunakan Ling Zhen sehingga sekarang keduanya dapat mengatasi pergerakan cepat Ling Zhen diudara.
Hei Yuan dapat menahan Rantai Raja Neraka tanpa kesulitan yang berarti walau awalnya dia cukup kesulitan mengatasinya.
Tapak tangan Hei Yuan mencoba menangkap Rantai Raja Neraka, tetapi Rantai Raja Neraka ditarik Ling Zhen sebelum menghilang.
__ADS_1
“Jadi ini rencana kalian? Membiarkan aku bertarung sekuat tenaga dan membunuh dua rekan kalian itu?” Ling Zhen berkata dengan tenang sambil menekan kemampuan Phoenix hingga dirinya kembali ke wujud biasa.
“Tetapi walau kalian bekerjasama sekalipun, kalian berdua belum memberikan satupun luka padaku!” Ling Zhen kembali menatap Hei Yuan yang sedari tadi terlihat ingin menerkam dirinya.
Jian Gu tertawa lantang, “Aku tidak percaya kau masih mempunyai kekuatan untuk bicara! Mari lihat seberapa jauh kau bisa bertahan!”
Pukulan Jian Gu maupun tapak tangannya dipenuhi tenaga dalam, bahkan saat berbenturan dengan pukulan Ling Zhen terlihat jelas gelombang kejut diudara karena benturan serangan mereka.
Pertukaran serangan Ling Zhen dan Jian Gu berlangsung sengit, bahkan Hei Yuan turut menyerang Ling Zhen dari segala arah. Namun serangan yang dilepaskan Jian Gu dan Hei Yuan hanya merobek jubah milik Ling Zhen.
Tidak ada satupun serangan mereka berdua yang berhasil melukai Ling Zhen. Hingga setelah melakukan seratus pertukaran serangan, akhirnya situasi putus asa menggerogoti tubuh Jian Gu dan Hei Yuan.
Ling Zhen menarik napas panjang dan menatap dingin keduanya, ‘Sial, aku harus membunuh keduanya sebelum-’
Tubuh Ling Zhen bergetar sesaat karena merasakan aura pembunuh yang sangat pekat, bahkan jantungnya berdetak kencang memainkan melodi kemarahan saat melihat permukiman penduduk kota terbakar.
Melihat ekspresi lega Jian Gu dan Hei Yuan, tentu Ling Zhen merasakan firasat buruk.
“Tugas kita selesai! Mari kita pergi Ketua Hei!” Jian Gu melepaskan serangan mematikan kepada Ling Zhen sebelum terbang dengan kecepatan tinggi ke arah permukiman penduduk dan menuju luar Ibukota Jiayang.
“Kita akan berjumpa dilain hari! Saat itu aku akan membunuhmu!”
Hei Yuan menyusul dari belakang, tanpa mempedulikan Ling Zhen yang mematung dan tak lama mengejarnya dengan kemampuan Phoenix.
“Dia benar-benar gila! Seberapa banyak aura dan tenaga dalam yang dimilikinya?!” Hei Yuan berkeringat dingin melihat Ling Zhen yang mengejarnya.
Namun saat jarak antara dirinya dengan Ling Zhen semakin singkat, sebuah petir berwarna ungu berbentuk tombak melesat cepat kearah Ling Zhen.
__ADS_1
Ledakan keras menggema diudara saat petir berbentuk tombak itu mengenai badan Ling Zhen.