Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 113 - Perubahan Kota Jihao


__ADS_3

Kediaman Walikota Kota Jihao atau merupakan kediaman milik Keluarga Ji dipenuhi pendekar dari sisa-sisa kelompok aliran hitam bernama Serigala Hitam.


Beberapa bulan belakangan ini setelah Ji Yanran menyerahkan Paviliun Bulan Biru pada wanita berumur empat puluhan tahun bernama Qian Yu, semua keuntungan Paviliun Bunga Raya jatuh ke suaminya bernama Hu Gu.


Hu Gu diberi amanah untuk mengurus pemerintahan Kota Jihao bahkan dengan akses Qian Yu, pria itu dapat menjalin hubungan baik dengan Kaisar Qing.


Dengan masuknya kelompok Sekte Pemuja Iblis ke Benua Lima Warna membuat benua itu semakin kacau. Sekte aliran hitam dan putih terus berperang bahkan di Kekaisaran Qing dan Kekaisaran Chu jumlah pendekar dari sekte aliran putih, hitam dan netral sudah berkurang besar jumlahnya.


Sebagian dari sisa-sisa kelompok aliran hitam Kekaisaran Qing bersatu dibawah kepemimpinan Huang Xan dan tangan kanannya, Dan Zuan.


Tujuan Serigala Hitam adalah menguasai kekayaan Paviliun Bunga Raya dan membunuh Ling Zhen. Informasi dari Hu Gu yang didapat dengan menyiksa Qian Yu sangat bisa dipercaya.


Hu Gu terhasut oleh Huang Xan dan Dan Zuan jika kelompok Serigala Hitam berhasil membunuh Ling Zhen, maka Hu Gu berhak memiliki Ji Yanran sebagai istrinya.


Hu Gu yang terpengaruh bahkan memberikan penawaran pada Huang Xan dan Dan Zuan agar tidak sungkan untuk menikmati tubuh istrinya.


Qian Yu yang mengetahui sifat suaminya berubah menjadi despresi bahkan saat mengetahui Hu Gu telah memberinya racun yang membuat rahimnya tidak bisa hamil.

__ADS_1


Qian Yu mendambakan seorang anak bahkan sampai sekarang dirinya belum memiliki seorang anak.


Berniat kabut dari Kota Jihao, Qian Yu justru tertangkap Hu Gu dan disiksa suaminya. Bahkan Hu Gu tega melempar Qian Yu kedalam ruang bawah tanah milik Paviliun Bunga Raya.


Hu Gu berniat memberikan hukuman pada Qian Yu agar tidak pernah mencoba melarikan diri darinya dengan menjajakan tubuh istrinya ke pendekar kelompok Serigala Hitam.


Kota Jihao yang tampak damai dan makmur sekarang telah berubah menjadi suram dan dipenuhi ketakutan.


“Bagaimana Tuan Hu? Malam ini apa semuanya siap?” Huang Xan bertanya sambil menatap permukiman penduduk dari atas bangunan kediaman keluarga Ji.


Hu Gu tersenyum, “Wanita itu sudah aku kurung. Kalian bisa menikmatinya. Aku sudah tidak membutuhkannya, dia tidak mampu memberikanku seorang anak sehingga aku memberinya Racun Pemuas Jiwa.”


Huang Xan justru terkekeh, “Tuan Hu, aku rasa dirimu saja yang lemah. Mungkin dia akan hamil setelah melakukannya denganku.”


Wajah Hu Gu merah padam menahan amarah, “Aku tidak lemah. Lihat saja aku akan menaklukkan Nona Ji yang angkuh itu!”


Saat Huang Xan tertawa, anggota Serigala Hitam datang dengan nafas tidak beraturan.

__ADS_1


“Ketua Huang!”


Huang Xan menoleh kearah pendekar tersebut, begitu juga dengan Dan Zuan dan Hu Gu.


“Ada apa?” Huang Xan mengerutkan keningnya.


“Tuan Muda Ling, tidak pemuda yang kita incar sudah berada di kota. Dia datang bersama seorang wanita jelita.” Pendekar itu menjelaskan jika Ling Zhen telah memasuki Kota Jihao bersama seorang perempuan cantik yang jelas itu bukan Ji Yanran karena perempuan itu belum pernah terlihat di Kekaisaran Qing sebelumnya.


“Akhirnya.” Huang Xan tersenyum menyeringai, “Dia pendekar bumi bukan? Informasi ini dapat kupercaya tidak, Tuan Hu?”


Hu Gu justru penasaran dengan perempuan yang datang bersama Ling Zhen. Dia sudah tidak sabar membuat Ji Yanran bertekuk lutut padanya.


“Informasi ini benar apa adanya. Jangan remehkan informan Paviliun Bulan Biru. Lagipula istriku yang mengelolanya sekarang.” Hu Gu menjawab penuh keyakinan. Dia mengira Ling Zhen masih sama seperti dulu saat peristiwa kekacauan di Ibukota Qinghong, dimana Ling Zhen masih merupakan seorang pendekar bumi.


“Dua Pendekar Langit Tahap Awal melawan dua pendekar bumi adalah hal yang mudah. Ditambah kita memiliki seratus anggota yang lain. Pemuda bermarga Ling pasti akan mati dengan mudah.” Dan Zuan tersenyum lebar setelah mendengarkan penjelasan Hu Gu.


Huang Xan segera mengambil tindakan, “Saudara Dan, kumpulkan semua anggota dan bersiap untuk membunuh pemuda bermarga Ling!”

__ADS_1


Dan Zuan membunyikan lehernya, “Baik, Ketua Huang!”


“Aku akan menyambut pemuda itu terlebih dahulu, setelah itu kalian bisa membunuhnya.” Hu Gu berjalan menuju kota dan berniat menyapa sebelum melakukan penyergapan.


__ADS_2