
Ling Zhen menceritakan tentang dirinya yang telah menikah maupun tentang kutukannya itu. Tentu saja mendengar kondisi yang dialami Ling Zhen, pandangan Li Jingshan dan Li Rong berubah.
Bagaimana mungkin mereka melepaskan gadis yang telah mereka rawat kepada pemuda yang memiliki tujuh istri. Namun reaksi Li Hua berbeda, dia mempercayai Ling Zhen seutuhnya. Bagaimanapun Ling Zhen mengatakan yang sejujurnya sebelum pemuda itu melamarnya.
“Maaf Paman Li, Bibi Li, aku tidak sesuai dengan pikiran kalian. Aku akan pergi jika Nona Li menolakku.” Ling Zhen sendiri tidak terlalu ambil pusing, namun dia menatap wajah Li Hua yang menatap dirinya serius, “Tetapi, aku berjanji akan berbakti pada kalian berdua sebagai seorang menantu dan membahagiakan Hua‘er selama kehidupanku.”
Mendengar itu Li Jingshan semakin rumit menatap Ling Zhen. Tentu saja dia bingung harus menjawab apa, ekspresi anaknya jelas mengatakan bahwa dirinya sangat mencintai Ling Zhen. Tidak sampai hati Li Jingshan menolak ketulusan hati Ling Zhen untuk melamar anaknya.
“Ayah, aku bersedia menjadi istri Zhen‘gege!” Li Hua menjawab terlebih dahulu. Gadis ini mantap dengab pilihannya.
Li Rong menghela nafas panjang, “Lagipula calon menantu Ibu adalah suami dari Kaisar Chu. Ibu hanya tidak menyangka jika dirimu akan menjadi istri kedelapan, pemuda ini, Hua‘er.” Rumit Li Rong menatap anaknya yang berbunga-bunga karena sebentar lagi akan menjadi istri sah Ling Zhen.
Ling Zhen sendiri tersenyum bahagia karena mendapatkan restu dari Li Jingshan dan Li Rong.
“Jadi bagaimana? Apa kalian akan melangsungkan pernikahan secepatnya atau menunggu lebih lama?” Li Jingshan bertanya dengan nada meninggi.
Ling Zhen dengan sopan menjawab, “Aku akan menikahi Hua‘er secepatnya, Paman Li. Sebelum itu aku ingin mengajak kalian bertemu dengan Ibuku.”
__ADS_1
Ling Zhen berdiri dan melepaskan aura tubuhnya dal jumlah besar, lalu membentuk segel lingkaran teleportasi di kediaman Li Jingshan. Kemudian dia membuka portal menuju Istana Chu yang telah dia tandai.
Ling Zhen mengingat perkataannya pada Que Mi jika dirinya akan mendatangi Istana Chu setelah urusannya selesai. Namun urusannya di Kekaisaran Jia tentu belum selesai, selain belum menemukan Jia Ruan, Ling Zhen masih memiliki tujuan lain yakni menemui Bing Xiaoya.
Ling Zhen memegang kepalanya, ‘Sebaiknya aku membawa Ibu kesini.’ Setelah itu Ling Zhen masuk kedalam portal dan langsung berpindah tempat di Istana Chu.
Li Jingshan, Li Rong dan Li Hua hanya diam memperhatikan Ling Zhen. Ketiganya memperhatikan portal yang masih terlihat, nampak keraguan diwajah ketiganya karena bingung dengan apa yang dilakukan Ling Zhen barusan.
Yang pertama kali Ling Zhen lakukan di Istana Chu adalah merasakan hawa keberadaan Ibunya. Namun sesuatu mengejutkan terjadi karena dirinya merasa ada orang lain yang menyadari keberadaannya.
Aura ini tidak asing karena milik Chu Xiulan. Ling Zhen mendecakkan lidahnya saat aura itu semakin mendekat. Dalam hitungan detik, Ling Zhen tertangkap Chu Xiulan yang memeluk tubuhnya dari belakang.
“Mi‘er, mengatakan padaku jika dirimu akan kembali dalam waktu yang lama tetapi kau datang terlalu cepat. Apa kau sudah rindu dengan ku atau istrimu yang lain itu?” Chu Xiulan sungguh pandai memainkan kata-kata menggoda yang menjerumus.
Ling Zhen batuk pelan dan menahan nafasnya. Tidak ada cara lain untuk menghadapi Chu Xiulan, akhirnya Ling Zhen berbalik dan memeluk tubuh Chu Xiulan mesra.
“Xiu‘er, jangan beritahu yang lain jika aku kembali lebih cepat.” Ling Zhen menatap gudang kosong dibelakang. Dia menarik tangan Chu Xiulan lalu membawanya masuk kedalam gudang kosong tersebut.
__ADS_1
Chu Xiulan paham dengan apa yang akan dilakukan Ling Zhen. Saat pemuda itu mulai menggerayangi tubuhnya dan menggigit tengkuk lehernya.
“Zhen‘gege, apa kau yakin akan melakukannya disini?”
Mesra dan menggoda Chu Xiulan berbalik agar tubuhnya condong kebelakang.
Ling Zhen tersenyum, “Xiu‘er, jangan berteriak. Aku tidak akan menahan diri karena kau berniat mempermainkanku.”
Ling Zhen yang awalnya berniat membujuk Chu Xiulan justru terjerumus. Chu Xiulan sendiri dengan gerakan menggoda menggesekkan tubuhnya dengan tubuh Ling Zhen.
Ling Zhen menelan ludah dan membalik badan Chu Xiulan ke belakang. Dia memposisikan semuanya sambil menarik kedua lengan Chu Xiulan sebelum meremas gundukan kenyal yang mengeras.
“Akh-”
Tubuh Chu Xiulan bergetar hebat, Ling Zhen dengan hasrat menggebu-gebu melakukannya penuh semangat.
____
__ADS_1
Update tidak menentu ya. Beberapa dari kalian menyarankan untuk menyelesaikan salah satu dari novelku terlebih dahulu. Aku sempat mikir juga, nulis dua novel bagiku berat apalagi level rendah gitu kan. Jadi aku mau fokus di Immortal Warrior terlebih dahulu, syukur-syukur level naik ke 10 biar bisa dapat penghasilan. Untuk Legend Of Fei Long masih tetap update cuma gak rutin.