
‘Bukankah yang disana itu adalah kota?’ Rubah Putih menyipitkan matanya menatap bayangan Kota Qifei.
Ling Zhen mengangguk pelan, “Ya, aku yakin itu adalah Kota Qifei. Sebisa mungkin, aku tidak terlibat masalah tetapi...”
‘Kau sudah terlibat, bocah manusia.’ Rubah Putih memotong perkataan Ling Zhen dan melompat dari atas kepalanya.
“Aku mengerti, tetapi membiarkan mereka hidup hanya akan membuat masalah nantinya. Sejak hari itu, aku sudah memutuskan siapa orang yang pantas untuk kubunuh.” Ling Zhen berjalan cepat menuju Kota Qifei dan berhenti saat jaraknya sudah dekat.
Ling Zhen mengamati Kota Qifei dari kejauhan, dia melihat dua orang yang berjaga digerbang kota. Menurutnya, kemampuan dua orang ini mencapai pendekar perak.
“Jadi benar Kota Qifei dikuasai Sekte Kalajengking Hitam...” Ling Zhen bergumam pelan sambil memegang dagunya.
Kemudian tatapan matanya tertuju pada Rubah Putih, “Rubah Putih, bisakah kau mencaritahu apa yang terjadi di Kota Qifei? Dan aku berharap kau bisa menemukan tempat Paviliun Bulan Biru berada...”
Mendengar permintaan Ling Zhen yang terkesan menyuruh itu membuat Rubah Putih sedikit geram, tetapi Rubah Putih mengikuti perkataan Ling Zhen dan segera berlari menuju Kota Qifei.
Melihat Rubah Putih berlari ke arah Kota Qifei, Ling Zhen bergegas untuk mengamati Kota Qifei dari atas. Terbang dan melihat apa yang terjadi di kota perbatasan dari kejauhan.
Sementara Ling Zhen yang sedang terbang mengamati Kota Qifei dari kejauhan, Rubah Putih sudah berada didepan gerbang kota.
Dua penjaga gerbang menatap Rubah Putih dan menghiraukannya.
__ADS_1
“Kenapa ada seekor rubah disini?” Penjaga berbadan gemuk mengangkat alisnya dan menatap Rubah Putih.
“Abaikan saja, palingan dia tersesat.” Penjaga yang lain menanggapi dengan santai.
Rubah Putih mengabaikan perkataan dua penjaga gerbang dan memasuki Kota Qifei.
Kota Qifei merupakan kota yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Kota ini memiliki pasar yang ramai, namun setelah Sekte Kalajengking Hitam berkuasa terlihat suasana kota yang nampak suram.
Banyak sayur-sayuran yang berserakan, bahkan masih ada bekas bercak darah bekas sebuah pertempuran.
Rubah Putih menguap, ‘Manusia selalu saja membunuh satu sama lain, dan ini akan terus terjadi sampai seluruh manusia musnah.’
Rubah Putih terus berkeliling dan memperhatikan setiap bangunan yang dia lihat dengan seksama. Saat sampai disebuah kedai, Rubah Putih mendengarkan obrolan orang-orang.
Disana juga terlihat penduduk kota yang tidak dapat berbuat apapun, beberapa dari mereka membicarakan sosok pemimpin kota yang berasal dari Keluarga Li.
Walikota Kota Qifei dibunuh oleh pemimpin Sekte Kalajengking Hitam. Kekejian yang dilakukan pemimpin Sekte Kalajengking Hitam bukan hanya membunuh Walikota Kota Qifei, melainkan juga menggantung kepalanya didepan alun-alun kota.
Semenjak Sekte Kalajengking Hitam menguasai Kota Qifei, banyak pedagang dari Kekaisaran Qing yang ditahan bahkan dijadikan tawanan.
Para penduduk kota dipaksa membayar pajak mahal, jika tidak mampu membayar maka istri dan anak perempuan mereka sebagai gantinya.
__ADS_1
Rubah Putih memahami garis besar apa yang terjadi di kota. Tujuan Sekte Kalajengking Hitam adalah Keluarga Li.
Pemimpin Sekte Kalajengking Hitam mengincar Li Jingshan sebagai Keluarga Li. Dengan membunuh salah satu anggota Keluarga Li, bukan tidak mungkin akan membuatnya berurusan dengan Li Jingshan.
Sumber kekayaan Keluarga Li yang misterius sudah menjadi incaran banyak kelompok yang memiliki niat jahat di Kekaisaran Jia. Dan salah satunya adalah Sekte Kalajengking Hitam.
Perampok Sekte Kalajengking Hitam akan melakukan penyergapan pada Li Jingshan saat kepala keluarga itu mendatangi Kota Qifei.
Walau entah kapan Li Jingshan akan datang berkunjung ke Kota Qifei, tetapi pemimpin Sekte Kalajengking Hitam justru menikmati perbuatannya yang berhasil menduduki Kota Qifei.
Saat menjelang malam, Rubah Putih melihat banyak gadis muda dan perempuan paruh baya dibawa ke rumah mewah milik Walikota Kota Qifei.
Gadis muda dan perempuan paruh baya akan menjadi persembahan anggota Sekte Kalajengking Hitam. Setiap malam mereka akan melakukan hal seperti ini.
‘Aku tidak menemukan sebuah bangunan milik Paviliun Bulan Biru...’ Rubah Putih sudah seharian mencari tempat dimana Paviliun Bulan Biru berada, tetapi belum menemukannya.
Hingga saat Rubah Putih hendak kembali menemui Ling Zhen, Paviliun Bulan Biru berhasil ditemukan.
Sebuah bangunan yang terlihat biasa dan menjual arak adalah tempat milik Paviliun Bulan Biru. Disana hanya ada pria sepuh yang dijaga beberapa pendekar dan perampok yang mengambil sejumlah arak.
“Tempat ini menjual arak yang bagus. Kalian harus memberikan kami arak setiap hari, maka hidup kalian akan terjamin.” Perampok Sekte Kalajengking Hitam tertawa dan menendang salah satu pendekar yang berjaga.
__ADS_1
‘Akhirnya aku berhasil menemukannya...’ Rubah Putih menguap dan menggelengkan kepalanya, ‘Setelah ini aku akan tidur...’
____