
“Heh, kau cukup menarik.” Ling Zhen memutarkan tubuhnya lalu melepaskan tendangan demi tendangan pada Fu Meng.
“Pendekar Bumi Tahap Puncak. Kau tahu, banyak pendekar dialiran hitam yang mencapai tingkat itu karena Sekte Pemuja Iblis. Apa kau pikir bisa membunuh kami?!” Fu Meng berteriak seolah-olah telah melupakan kehadiran Hayabusa yang sedang membunuh pendekar Lentera Kerakusan diluar kediaman.
Ling Zhen tersenyum tipis dan melepaskan sapuan atas yang mengenai wajah Fu Meng membuat salah satu pemimpin Lentera Kerakusan itu terjungkal.
“Aku mencapai tingkat ini berbeda dengan kalian. Jangan sombong atau kau menyesal.” Ling Zhen menyeringai tajam saat melihat raut wajah dipenuhi kemarahan.
Segera Fu Meng mengalirkan tenaga dalam pada bilah pedangnya sebelum menebas Ling Zhen.
Walau Fu Meng berusaha menebas Ling Zhen, namun pemuda itu dapat menghindarinya terlebih saat Ling Zhen memainkan Pedang Sembilan Naga ketika pertarungan berubah arah.
Hayabusa yang sedang membunuh pendekar Lentera Kerakusan mendecakkan lidahnya, “Oi, Ling Zhen. Apa kau tidak menjaga bagian belakang-” Hayabusa tidak menyelesaikan perkataannya saat melihat Luo Kang yang hendak menusuk Ling Zhen dari belakang justru tertebas dadanya.
“Hah?” Ling Zhen memutarkan tubuhnya dan mengibaskan pedangnya sambil melepas aura pembunuh, “Apa yang ingin kau katakan Hayabusa? Aku sudah berulang kali melawan Pendekar Bumi Tahap Puncak, aku tidak akan lengah kali ini!”
“Kali ini? Apa dia dari kecil tidak pernah bertarung melawan seorang pendekar pedang?” Hayabusa justru merasa aneh kalau Ling Zhen sudah terbiasa membunuh jika pemuda yang dia ikuti itu memulai pertarungannya melawan seorang pendekar saat berusia tujuh belas tahun.
Setelah melihat Hayabusa menghancurkan halaman depan rumah, Ling Zhen mengalirkan tenaga dalam pada Pedang Sembilan Naga sebelum memutarkan tubuhnya menciptakan tebasan yang membuat pusaran angin.
Seketika rumah mewah keluarga Wang itu porak-poranda, bahkan Hei Long yang sedang membawa sekumpulan gadis dan perempuan paruh baya terkejut.
“Kalian menjauhlah dari kediaman ini. Malam ini kalian akan melihat bagaimana keluarga Wang berakhir ditangan pemuda bernama Ling Zhen.” Hei Long tersenyum pada gadis dan perempuan paruh baya yang menjadi korban pelecehan seksual.
“Apa benar dia adalah pemuda bermarga Ling?”
“Apa kami akan hidup dengan normal jika keluarga Wang binasa?”
Hei Long melihat bagaimana ketakutan yang ditekan pada penduduk selama bertahun-tahun. Memang keluarga Qing yang menguasai Kekaisaran Qing, tetapi keluarga Wang dan keluarga Hei dengan penuh siasat menjebak keluarga Qing hingga akhirnya Kaisar Qing tidak dapat mengusik keberadaan mereka.
“Kalian tenang saja, bahkan Kaisar Qing sekalipun tidak akan berani mengusik pemimpin kami. Dia adalah orang yang hebat. Dia adalah orang yang akan membangkitkan dunia persilatan di tanah ini.” Hei Long bangga saat mengatakan itu. Kemudian dia bergerak menuju tempat Hayabusa bertarung.
Perlawanan anggota keluarga Wang dan pendekar Lentera Kerakusan tidak terlalu berarti. Bahkan Hayabusa dan Hei Long sudah meratakan halaman depan dengan banjir darah yang menggenang direrumputan.
__ADS_1
Sementara itu Ling Zhen melawan Fu Meng dan Luo Kang, Wang Song dan penerusnya, Wang Baofan hendak melarikan diri namun Ling Zhen tidak membiarkannya dan mencegah mereka berdua melarikan diri lewat tebasan pedang jarak jauh.
“Bagaimana rasanya tidak berdaya? Perasaan tercabik-cabik saat tidak dapat melawan kekuatan yang besar?!” Ling Zhen berteriak dan melepaskan aura pembunuh berjumlah besar sambil beradu pedang dengan Fu Meng dan Luo Kang.
“Kau terlalu sombong Ling Zhen! Apa kau berpikir dapat membunuh seluruh perwakilan Sekte Pemuja Iblis?!” Fu Meng menyambut tebasan demi tebasan yang dilepaskan Ling Zhen sambil tersenyum mengejek.
Luo Kang menyerangnya dari samping dan belakang, namun Ling Zhen dapat menangkisnya.
“Dengan kemampuanmu yang seperti ini, bahkan kami berdua sekalipun dapat membunuhmu dengan mudah!” Luo Kang menyeringai. Terlihat Luo Kang dan Fu Meng mulai melancarkan serangan kombinasi dan membuat Ling Zhen dalam posisi bertahan.
“Tanda Mata Dewa...” Ling Zhen bergumam pelan dan memasuki kondisi Tanda Mata Dewa.
Senyuman menyeringai tergambar diwajah Ling Zhen saat Fu Meng dan Luo Kang melepaskan teknik pedang mereka secara bersamaan.
“Tarian Iblis Rakus - Sabit Darah!” Luo Kang dari belakang mengayunkan pedangnya yang memancarkan tenaga dalam yang besar.
Sementara Fu Meng dari depan juga melancarkan tebasan pedang yang dialiri tenaga dalam, “Tarian Iblis Rakus - Hujan Darah!”
“Aliran Sembilan Naga Keempat...” Ling Zhen memejamkan matanya dan tersenyum tipis saat merasakan aura tubuhnya berubah menjadi hangat, “Murka Naga Api!”
“Sudah aku katakan, yang terjadi saat ini adalah pembantaian sepihak.” Ling Zhen berkata dengan tenang, namun bagi Wang Tao dan Wang Baofan ucapannya itu bagaikan ancaman.
“Ampuni nyawaku. Aku tidak-”
Ling Zhen menusuk mulut Wang Baofan dengan Pedang Sembilan Naga yang dialiri tenaga dalam, dimana bilahnya dipenuhi api yang membara.
“Memohon ampun padaku itu percuma. Bukankah tadi kau mengatakan hal yang menarik dimana kalian menjadikan perempuan sebagai penambah keturunan? Bukankah yang kalian itu diluar batas kemanusiaan?!” Ling Zhen menatap dingin Wang Baofan yang menangis. Terlihat Wang Baofan berharap dirinya mati saat itu, namun Ling Zhen tidak akan membiarkannya dengan mudah.
“Katakan padaku ciri-ciri perwakilan Kerakusan sebelum Hayabusa. Tergantung suasana hatiku, aku akan membiarkan kalian hidup.” Ling Zhen memotong kepala Wang Baofan, lalu mengancam Wang Song.
“Dia...” Wang Song menelan ludah. Sekarang ketakutan memenuhi dirinya dan dengan hati-hati dia menjelaskan jika perwakilan Kerakusan sebelum Hayabusa memiliki kemampuan yang dapat meniru kemampuan pendekar lain dengan memakan salah satu tubuh lawannya.
“Hah?” Ling Zhen mengangkat alisnya, “Apa benar dia manusia?” Ling Zhen menarik Pedang Sembilan Naga dari leher Wang Song dan menghela napas panjang.
__ADS_1
Wang Song tersenyum lega karena tidak jadi dibunuh, “Itu benar. Aku tidak akan berbohong saat nyawaku terancam. Jadi apakah kau akan membiarkanku hidup.” Terlihat Wang kegirangan karena mengira Ling Zhen akan membiarkannya hidup.
“Ah, tadi aku mengatakan tergantung suasana hatiku bukan?” Ling Zhen menatap dingin Wang Song dan memotong tubuh kepala keluarga Wang menjadi potongan-potongan kecil.
“Saat ini suasana hatiku sedang tidak bagus, bedebah!” Sambil mengayunkan pedangnya yang berlumuran darah, Ling Zhen menatap anggota keluarga Wang sebelum membunuh semuanya.
Tindakan Ling Zhen benar-benar membuat Hei Long dan Hayabusa merinding. Mereka berdua takut Ling Zhen tidak dapat mempertahankan kewarasannya karena terlalu banyak membunuh manusia.
“Apa kalian bodoh, aku akan tetap waras. Lagian aku hanya membunuh bedebah seperti mereka.” Ling Zhen kembali mengembalikan Pedang Sembilan Naga kedalam Ruang Raja.
Hei Long menghela napas panjang, “Aku tahu, tetapi sekarang tindakan kita akan memancing kemarahan Sekte Pemuja Iblis.”
“Untuk itu, kalian tidak perlu khawatir karena Sekte Pemuja Iblis sedang melakukan rencana untuk menaklukkan Kekaisaran Chu.” Hayabusa menjelaskan kepada Ling Zhen dan Hei Long jika Ratu Chu dan tangan kanannya merupakan ancaman terbesar Sekte Pemuja Iblis.
“Iblis Raja berniat menjadikan Ratu Chu sebagai istrinya, karena bagaimanapun perempuan itu mempunyai kondisi tubuh spesial dimana laki-laki yang mengambil keperawanannya akan meningkat kemampuannya. Dan setiap kali mereka melakukan hubungan suami-istri-”
“Hayabusa, kau tidak perlu menjelaskannya padaku.” Ling Zhen memotong perkataan Hayabusa, kemudian menjelaskan kepada Hayabusa dan Hei Long tentang rencana Pedang Raja.
“Aku ingin kalian berdua menghabisi pendekar aliran hitam yang masih berkeliaran di Kekaisaran Qing. Mungkin kita akan tidak bertemu dalam waktu lama, tetapi aku mempercayakan tugas ini pada kalian.” Ucapan Ling Zhen membuat Hayabusa dan Hei Long menggelengkan kepalanya.
“Aku tidak akan mengecewakanmu, Ling Zhen.” Hei Long yang sudah bertekad akan mengabdikan hidupnya pada Ling Zhen tentu tidak akan menolak perintah dari Ling Zhen.
Hayabusa menggaruk kepalanya dan mendecakkan lidahnya, “Baiklah, jadi kita akan berpisah disini untuk sementara waktu. Jaga diri kalian baik-baik, terutama kau Hei Long, kemampuanmu paling lemah diantara kita bertiga.”
Hei Long mengerutkan keningnya, “Apa yang kau katakan, Ketua Divisi Kedua?”
Mendengar ucapan Hei Long seketika Hayabusa menatap dingin Hei Long.
“Karena kau Ketua Divisi Pertama, belum tentu kau lebih hebat dariku, keparat!” Melihat Hayabusa dan Hei Long membuat Ling Zhen menggelengkan kepalanya.
“Aku akan pergi ke Kota Jihao terlebih dahulu sebelum pergi ke Kekaisaran Chu.” Ling Zhen menjelaskan rencananya pada Hei Long dan Hayabusa.
“Aku akan menjenguk Mizuhara terlebih dahulu.” Hayabusa juga berniat akan mendatangi Kota Jihao terlebih dahulu.
__ADS_1
“Kalau begitu kita berpisah disini, Ling Zhen, Hayabusa.” Hei Long terbang menuju Kota Heidong dan telah memantapkan langkahnya.
Ling Zhen dan Hayabusa juga pergi meninggalkan Kota Wangdian menuju Kota Jihao.