
Pegunungan Longxue berada di Kekaisaran Jia bagian utara dan berbatasan langsung dengan Kekaisaran Chu.
Pegunungan Longxue merupakan pegunungan es yang dikelilingi badai salju dengan Hewan Buas Iblis yang mendiami pegunungan itu sendiri.
Selama ribuan tahun ini, belum ada satupun orang yang menemukan puncak dari Pegunungan Longxue. Bahkan jika ada orang yang mencarinya, mereka hanya akan mencari mati karena semakin tinggi mendaki semakin besar bertemu dengan Hewan Buas Iblis Bumi bahkan Hewan Buas Iblis Langit.
Pegunungan Longxue merupakan tempat persembunyian yang paling strategis. Sekte Lembah Perawan dan Gunung Es Utara menjadikan Pegunungan Longxue sebagai tempat persembunyian mereka.
Walau Sekte Lembah Perawan baru menjadikan Pegunungan Longxue sebagai markas mereka selama puluhan tahun terakhir, tetapi Pegunungan Longxue sudah melekat dihati para pendekar Sekte Lembah Perawan.
Beberapa hari yang lalu, beberapa penyusup mencoba mencari tempat persembunyian Sekte Lembah Perawan. Bahkan sudah ada puluhan murid pendekar perempuan yang terbunuh karena ulah penyusup itu.
Karena menganggap perempuan dari Sekte Lembah Perawan itu suci, para penyusup berniat menculik para penghuni Sekte Lembah Perawan demi kepuasan diri sendiri.
“Mereka melakukan tindakan keji dengan cara menyakiti orang lain demi kepuasan diri sendiri...” Ling Zhen mengepalkan tangannya erat dan melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar, “Jadi dimanapun aku berada, akan selalu ada bedebah yang tidak pernah merasa bersalah!”
Mendengar ucapan Ling Zhen, gadis itu terkejut karena dia bisa mengetahui jika sekarang pemuda yang mendengar ceritanya terlihat dipenuhi kemarahan.
“Maaf, apa aku membuatmu tidak nyaman?” Ling Zhen bertanya dan menggelengkan kepalanya karena tidak dapat mengontrol emosinya.
‘Sepertinya ini akan menjadi masalah yang besar. Terlebih belum ada orang yang pernah menemukan puncak Pegunungan Longxue. Aku harap gadis ini dapat merahasiakannya...’ Ling Zhen menatap gadis itu penuh makna.
”Tidak apa, aku hanya terkejut karena melihat reaksimu...” Gadis itu menjaga jarak dari Ling Zhen dan menjauh secara perlahan, “Aku akan kembali ke sekteku. Aku sarankan agar kau tidak terlalu ikut campur dalam masalah ini!”
Gadis itu mengingatkan sambil melompat ke udara dan terbang dengan kecepatan tinggi meninggalkan Ling Zhen.
“Aku lupa menanyakan namanya...” Ling Zhen menggaruk kepalanya dan tersenyum tipis, lalu menatap bayangan tubuh gadis itu yang semakin menjauh dari pandangannya, “Tunggu, tempat itu...”
__ADS_1
Ling Zhen melihat gadis itu terbang ke arah segel formasi pertahanan yang dia rasakan, “Jangan bilang...”
Segala macam pikiran tentang Sekte Lembah Perawan bermunculan didalam kepalanya, “Tidak mungkin, kuharap aku masih sempat!”
Seni Napas Phoenix mengalir dalam pembuluh darahnya, api merah menyala dan membakar tubuhnya. Dalam sekejap dua sayap api muncul dibelakang punggungnya.
“Sayap Api Phoenix!” Dengan kecepatan tinggi, Ling Zhen mengejar gadis itu.
“Petir Ilahi : Kilat Petir!” Kecepatan Ling Zhen bertambah, dalam sekejap dia sudah menyusul gadis itu.
“Bukankah aku sudah bilang-”
“Jangan banyak bicara! Sial, kita harus bergegas!” Ling Zhen memeluk tubuh gadis itu dan menggendongnya secara paksa, “Pegangan yang erat!”
Dengan nada yang memerintah, Ling Zhen terbang dengan cepat dan sampai di sebuah segel formasi pertahanan dalam waktu yang singkat.
“Tidak, tidak mungkin...” Mata gadis itu melebar sepenuhnya, “Ini tidak mungkin!”
Ling Zhen terkejut saat gadis itu masuk menerobos segel formasi pertahanan dengan kecepatan tinggi.
Kedua kaki Ling Zhen membentuk cakar sebelum dirinya mengikuti gadis itu masuk ke dalam segel formasi pertahanan.
“Cakar Raja Phoenix!” Ling Zhen menghancurkan segel formasi pertahanan yang memang telah melemah.
Setelah itu dia melihat banyak perempuan yang tewas, bahkan lebih parahnya kebanyakan dari mereka memilih bunuh diri.
Mata Ling Zhen dipenuhi kemarahan, saat dia melihat puluhan pendekar mengepung gadis muda, dalam sekejap dirinya bergerak sendiri.
__ADS_1
“Ledakan Sembilan Phoenix!”
Dengan bentuk tubuh Phoenix, Ling Zhen mengeluarkan sembilan bola api yang memadat sebelum menciptakan ledakan yang mematikan.
“Berlindunglah!” Ling Zhen melihat gadis muda yang dia selamatkan ketakutan.
Tak lama gadis berambut hitam keperakan yang datang bersamanya menghampiri gadis muda yang ketakutan.
“Ketua Xue, mereka...” Suara gadis muda itu tercekat.
“Mi‘er, tenanglah. Aku akan membalaskan kematian para saudari-saudari kita...” Gadis berambut keperakan itu berdiri dan menatap beberapa pendekar yang hendak menarik pedangnya, namun belum sempat mereka menarik pedangnya, nyawa mereka melayang karena terkena ledakan salju yang disertai badai salju.
“Amarah Badai Salju!”
Ling Zhen merasakan hawa kehidupan di Sekte Lembah Perawan semakin berkurang, ada sekitar tiga puluhan orang datang menuju tempatnya. Namun perhatiannya lebih fokus pada tiga orang yang datang dari belakang.
“Ah, sial! Belum sempat kita mencicipi tubuh para perawan suci ini, mereka lebih memilih bunuh diri!” Seorang pria berbadan kekar menyeringai tajam saat melihat ada dua gadis dibelakang Ling Zhen, “Tidak kusangka, aku akan melihat kecantikan nomor satu dari Sekte Lembah Perawan. Xue Lianhua, aku akan memanjakanmu!”
“Jangan bertindak gegabah, Saudara Hao! Kemampuannya itu setara denganku bahkan Saudara Tan! Kau bisa mati jika melewatkan pemuda itu!” Pria berpenampilan tenang dengan wajah tampan menegur pria berbadan kekar yang bernama Hao Lin. Pria ini bernama Situ Chu.
“Sialan!” Pria berbadan kekar yang bernama Hao Lin mengumpat karena tidak menyadari kehadiran Ling Zhen yang tak terasa, dan dia merasa malu karena tidak menyadarinya.
“Saudara Situ benar apa adanya. Tidak baik bertindak gegabah...” Terlihat pria yang memegang sebuah tombak melepaskan aura pembunuh ke arah Ling Zhen.
“Jadi kalian bertiga ya?” Ling Zhen menahan aura pembunuh milik pria yang memegang tombak dengan Aura Phoenix miliknya.
“Hati-hati, mereka bertiga merupakan petinggi Aliansi Bulan Darah...” Xue Lianhua menjelaskan kepada Ling Zhen jika Situ Chu, Hao Li dan Tan Bai merupakan seorang pendekar bumi.
__ADS_1
“Aku lebih terkejut kau masih bisa tenang, Saudari Xue...” Ling Zhen tersenyum tipis sebelum menghilang dari pandangan Xue Lianhua.