
IW 153 - Pembersihan
Didalam sebuah ruangan terlihat seorang pria yang tersenyum puas sambil membenahi pakaiannya.
“Nyonya Ning, tenang saja suamimu akan selamat selama kau melayaniku. Malam ini bukanlah akhir, melainkan awal. Aku harap besok kau menungguku di kamar ini.” Pria yang tersenyum puas itu adalah seorang Jenderal Kekaisaran bernama Zhu Wuan.
Sementara wanita paruh baya yang menangis tersedu-sedu adalah Ning Xuan dan merupakan istri Pejabat Bai.
Dengan kekuasaannya Jendral Zhu Wuan menindas para pejabat lemah bahkan dia merupakan sumber dari segala tikus yang dimaksud Jia Lun.
Sudah berapa banyak istri pejabat yang diancam, namun yang menjadi incaran utama Jendral Zhu Wuan adalah istri Pejabat Bai yang terkenal akan sifat keibuannya dan wajahnya yang keibuan.
DUG!
“Siapa itu?!” Jendral Zhu Wuan mendengar sebuah barang yang jatuh dari luar kamar pribadi Ning Xuan.
Setelah memeriksa keadaan disekitar, Jendral Zhu Wuan tidak menemukan siapapun.
Tanpa Jendral Zhu Wuan sadari, Jia Lun telah mengajak istri Jendral Zhu Wuan yang bernama Zhao Lien untuk menguping. Jia Lun memiliki niat untuk memberikan hadiah terindah kepada Ling Zhen.
Ning Xuan telah dipaksa melayani Jendral Zhu Wuan selama dua minggu belakangan ini karena suaminya terbukti menggunakan uang rakyat dan disiksa oleh anggota Aliansi Bulan Darah. Namun kejadian yang sebenarnya adalah Jendral Zhu Wuan yang membunuhnya.
__ADS_1
Saat hari menjelang sore, Jia Lun kembali beraksi dengan mengajak Ning Xuan mengobrol di dekat taman bersama Zhao Lien.
Disana terlihat para pejabat dan Jendral Zhu Wuan sedang berbincang.
“Kasihan sekali Pejabat Bai mati karena mengetahui kebusukan kita. Dan akhirnya anda mendapatkan istrinya, Tuan Zhu.“ Salah satu pejabat tertawa dan menuangkan arak pada cangkir milik Jendral Zhu Wuan.
“Walaupun Aliansi Bulan Darah telah berakhir termasuk Kaisar Jia Bao, aku akan tetap berkuasa. Tujuanku selanjutnya adalah Permaisuri Jia Lun. Dia adalah wanita yang sangat cantik walaupun sudah diperkosa banyak lelaki.” Jendral Zhu Wuan tertawa dan mulai mabuk.
Akhirnya Jendral Zhu Wuan mengoceh tidak jelas hingga membuat Ning Xuan mendengar semuanya tentang kejadian sebenarnya.
Ning Xuan menangis dan lemas seluruh tubuhnya saat mengetahui kebenaran ini.
Sedangkan Jia Lun bergerak menuju taman dan menatap seluruh pejabat termasuk Jendral Zhu Wuan.
“Menghukum kami? Sepertinya anda yang harus kami hukum, Nyonya Jia!” Salah satu pejabat tersenyum lebar mendekati Jia Lun.
Jendral Zhu Wuan tertawa, “Sepertinya memang sudah tiba waktunya. Pendekar yang menghabisi suamimu itu pergi entah kemana dan ini adalah kesempatanku bukan?”
Jia Lun tersenyum, “Sepertinya kalian tidak sadar dengan posisi kalian. Pendekar hebatku itu akan menghukum kalian.”
“Pendekar hebatmu? Seharusnya kau tahu jika dirimu ini tidak lebih dari wanita jalangg!” Jendral Zhu Wuan bergerak cepat hendak menampar wajah Jia Lun.
__ADS_1
“Satu jari menyentuhnya... Aku akan membunuhmu!” Jendral Zhu Wuan berhenti bergerak saat merasakan aura pembunuh yang sangat mengerikan.
Jia Lun menatap kearah atap bangunan dimana Ling Zhen berdiri dan memandang kearahnya.
“Kau!” Jendral Zhu Wuan ketakutan melihat sosok Ling Zhen.
“Ada apa? Apa kau mengenaliku?” Ling Zhen melompat kebawah dan berjalan dengan santai mendekati Jendral Zhu Wuan.
“Tidak salah lagi, kau juga merupakan orang yang pernah ada di Ibukota Jiayang saat insiden keluarga Zhong.” Jendral Zhu Wuan hendak menjadikan Jia Lun sebagai sandera, tetapi pergerakan Ling Zhen lebih cepat.
Ling Zhen mencekik leher Jendral Zhu Wuan dan menghancurkannya membuat pria itu mati seketika.
“Sebenarnya apa yang kau rencanakan dengan ini?” Ling Zhen melirik Jia Lun yang tersenyum penuh siasat.
“Zhen‘er, Bibi Lun jamin kamu akan menyukainya. Seorang kaisar harus perkasa baik di pertempuran maupun diranjang.” Ucapan Jia Lun membuat Ling Zhen menggelengkan kepalanya.
Akhirnya Ling Zhen mengikuti rencana Jia Lun dengan menghabisi seluruh pejabat Kekaisaran yang korupsi.
“Zhen‘er, saatnya kita menemui Ruan‘er.” Jia Lun tersenyum saat Ling Zhen melenyapkan mayat Jendral Zhu Wuan dan para pejabat.
Kemudian Jia Lun membisikkan sesuatu ditelinga Ling Zhen membuat pemuda itu menoleh kearah dua wanita paruh baya yang mengintip kejadian tersebut.
__ADS_1
“Bibi Lun, kau benar-benar ingin mengendalikanku.” Ling Zhen bergidik ngeri saat mengetahui Jia Lun berniat menjadikan Ling Zhen sebagai Kaisar Jia terkuat dan terhebat disepanjang sejarah.