
Setelah mengakhiri kegiatannya dengan Ji Yanran, akhirnya Ling Zhen berjalan dengan cepat menuju kamar Ibunya. Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi ketika dirinya sampai didepan pintu kamar yang biasa digunakan Ibunya.
“Qian, aku tidak menyangka kau telah menjadi istri dari Zhen‘er. Aku masih tidak mempercayai itu, terlebih kau telah memiliki anak darinya.” Ling Zhen mengenal suara ini. Suara ini adalah milik Ibunya.
“Fanmin, apa benar yang kau katakan? Aku yakin Zhen‘er akan sedih jika kau tidak memberitahu yang sesungguhnya!” Kali ini suara Qian Yu terdengar.
Ling Zhen mengerutkan keningnya. Terdengar dari dalam keduanya sedang membicarakan hal yang serius. Dia memang tidak pernah menjadi tempat Ibunya bercerita, tetapi Ling Zhen merasa aneh karena suara Ibunya barusan terdengar seperti seseorang yang lega karena menceritakan sesuatu yang telah lama dia pendam.
“Zhen‘er, sudah kuanggap sebagai anakku sendiri. Aku sendiri menganggapnya sebagai anak kandungku. Dan aku merasa sangat bahagia karena dia menganggapku sebagai Ibu kandungnya. Tetapi aku tidak bisa memberitahu hal ini padanya, karena dia telah menganggapku seutuhnya menjadi Ibunya.”
Jantung Ling Zhen seketika berhenti mendengar pengakuan Ibunya. Tidak mungkin selama ini dirinya dirawat oleh orang tua angkat. Ling Zhen tiba-tiba merasa lemas dan emosinya kacau.
“Qian, aku menemukan Zhen‘er kecil di sungai yang dekat dengan kediaman Ling. Aku menemukan didalam keranjang yang hanyut disungai. Kain putih usang ini melingkar di lehernya. Aku masih mengingat bagaimana ekspresinya saat itu.”
Terdengar kembali Ibunya menceritakan bahwa Ling Zhen kecil selalu menangis. Ayah Ling Zhen dan Ibu Ling Zhen adalah pasangan suami-istri yang tidak memiliki seorang anak, menurut pengakuan Ibunya, dirinya pernah mengalami keguguran karena diperkosa oleh pendekar yang mengatasnamakan dirinya bernama Fang Wang, Zhang Ye dan Zuan Wei.
Semenjak saat itu Ibunya tidak bisa memiliki seorang anak karena ketiga pendekar itu menyiksa dan menggugurkan kandungannya, lalu melampiaskan hasrat binatang mereka dengan keji pada tubuhnya.
“Kehadiran Zhen‘er membuatku kembali bangkit. Suamiku mendukungku dan mengadopsinya. Saat itu kita bahagia, tetapi setelah Zhen‘er berumur lima tahun, semua kebahagiaan itu sirna.”
Ibunya mengakhiri ceritanya. Ling Zhen tersenyum kecut dan meneteskan air matanya. Ibunya yang bernama Ling Fanmin ini tidak pernah memberitahu kebenaran tentang ini. Jika dipikir kembali, Ling Zhen tumbuh dengan sikap polos dan arogan, sifat itu polos itu perlahan menghilang karena dia dididik oleh Ling Fanmin dan suaminya.
Terlebih Ling Zhen mengingat jika mendiang Ayahnya tidak gemar bermain wanita. Setidaknya hanya Ling Fanmin yang menjadi istrinya walau setelah mengetahui Ling Fanmin diperkosa dengan keji oleh ketiga pendekar misterius.
“Fanmin, aku hanya bisa memberi saran padamu. Lebih baik kau ceritakan masalah ini dengan Zhen‘er. Aku yakin dia akan menerimanya.” Qian Yu terdengar membujuk Ling Fanmin untuk menceritakan kebenaran ini kepada Ling Zhen. Namun terlanjur sudah, Ling Zhen sudah mengetahui semuanya dibelakang mereka.
“Qian, ini tidak mudah. Aku telah berbohong jika aku yang melahirkannya. Kau bisa melihatnya bukan? Dia tidak memiliki sifat mendiang suamiku. Kepolosan dan kebaikan yang aku ajarkan terlihat padanya, tetapi Zhen‘er memiliki aura kewibawaan yang berbeda dari seorang bangsawan biasa. Dia bisa menaklukkan para wanita, termasuk dirimu yang menjadi janda. Jika mengingat semua itu, aku takut Zhen‘er akan membenciku. Aku merasa Zhen‘er akan menjauh dariku.”
Suara penuh keraguan dan rasa bersalah terdengar dari mulut Ling Fanmin. Qian Yu menghela napas panjang dan memperlihatkan Ling Shui kepada Ling Fanmin.
__ADS_1
“Lihat, Fanmin. Zhen‘er bukanlah keturunan keluarga Ling, namun dia berhasil membangkitkan keluarganya. Shui‘er salah satu dari anak kita semua. Aku mencintainya dan memberikan segalanya padanya. Lebih baik mengatakan kejujuran ini, sebelum terlambat, Fanmin.” Qian Yu kembali berkata membuat Ling Fanmin tergerak.
“Aku akan memikirkannya, Qian. Tetapi aku butuh waktu. Semua ini tidak mudah. Aku dan Zhen‘er telah hidup seperti orang yang memilki hubungan sedarah. Aku takut jika Zhen‘er akan membenciku setelah aku menceritakan kebenarannya. Ini bukan sesuatu yang muda mengingat apa yang telah dia alami selama dua belas tahun belakangan ini.”
Ling Fanmin menangis saat mengatakan itu. Qian Yu memeluk Ling Fanmin setelah menidurkan anaknya. Terlihat kedua wanita paruh baya itu saling memeluk satu sama lain.
Diluar kamar itu, Ling Zhen dengan langkah gontai dan kosong berjalan mendekati segel lingkaran teleportasi.
“Gege? Kenapa kamu ada disini-”
Karena masih merasa syok Ling Zhen tidak sadar jika Que Mi melihatnya. Bahkan dia mengabaikan Que Mi dan terus berjalan. Bukan hanya Que Mi saja, seluruh istrinya selain Qian Yu menyapa Ling Zhen namun Ling Zhen tidak mempedulikan mereka semua dan masuk kedalam segel lingkaran teleportasi tanpa mengatakan sepatah katapun dan meninggalkan semuanya.
“Ada apa dengan bocah nakal itu?! Sejak kapan dia berani mengabaikanku?! Apa dia tidak merasa bersalah sedikitpun karena telah membuatku kesusahan berjalan?!” Ji Yanran naik pitam karena Ling Zhen mengabaikan dirinya.
Chu Xiulan memperhatikan Ji Yanran dan tertawa pelan, “Sudah, Kakak Ranran. Apa kau tidak melihat ekspresi Zhen‘gege tadi. Ada yang aneh, dia terlihat begitu syok."
“Maaf jika aku mengganggu obrolan kalian. Kakak Ranran, Kakak Rourou. Bisakah kalian berhenti memanggil Gege dengan sebutan bocah nakal ataupun lemah syahwat. Dia adalah suami kita, kita harus menghormatinya.”
Xue Lianhua tiba-tiba menegur Ji Yanran dan Yue Rou membuat suasana disekitarnya menjadi tegang.
“Aku tahu.” Ji Yanran memalingkan wajahnya kesal. Sementara Yue Rou terdiam.
“Gege datang dari arah ruangan Ibu bukan?” Que Mi mengerutkan keningnya.
“Ya, benar. Dia mengatakan padaku jika dirinya ingin menemui Ibunya.” Chu Xiulan menanggapi.
“Sepertinya dia tidak bisa menceritakan masalahnya kepada kita.” Mizuhara berkata sambil memasang ekspresi sedih, “Selama ini dia seperti itu bukan?”
Mata Ji Yanran dan Yue Rou melebar, keduanya sempat merasa marah kepada Ling Zhen. Namun akhirnya mereka berempat sadar, tindakan Ling Zhen selalu penuh kejutan dan tidak pernah ditebak.
__ADS_1
“Benar, maafkan aku Adik Lian. Aku hanya marah karena dia-” Ji Yanran tiba-tiba mengingat wajahnya yang basah kuyup akibat ulah Ling Zhen.
“Karena apa?” Xue Lianhua menatap serius wajah Ji Yanran yang tiba-tiba terlihat marah.
“Adik Lian, kau sendiri mengetahuinya bukan? Kita sebagai seorang istri tentu saja membutuhkan kepuasan batin. Aku marah karena sering berpikir dia lebih menikmati kegiatan ranjang bersama kalian dibandingkan diriku ini.” Ji Yanran mengalihkan pembicaraan membuat suasana menjadi begitu serius.
“Oh.” Xue Lianhua menanggapi santai diawal, namun tiba-tiba dia menjadi terlihat begitu serius.
‘Benar juga apa yang dikatakan Kakak Ranran.’ Xue Lianhua menelan ludah karena berpikir yang tidak-tidak.
‘Aku terlalu cengeng dan selalu diperlakukannya penuh kelembutan. Aku berbeda dengan Ratu yang pandai menggodanya.’ Yue Rou ikut larut dalam pikirannya.
‘Kakak Ranran, kau mengintipku, aku juga mengintipmu. Aku tahu kau hanya mengalihkan pembicaraan. Tetapi tenang saja, rahasia kalian berdua akan kujaga.’ Hanya Chu Xiulan yang tersenyum dan sesekali tertawa lirih sendiri.
Saat semua sedang serius, suara Ling Fanmin dan Qian Yu terdengar.
“Kenapa kalian semua berkumpul disini?” Qian Yu bertanya.
“Bibi Qian, tadi kami semua melihat Gege kembali. Tetapi Gege langsung pergi dengan wajah yang terlihat sedih.” Que Mi menjawab.
“Zhen‘gege datang dari ruangan Bunda.” Chu Xiulan menanggapi.
Seketika kedua mata Ling Fanmin melebar tidak percaya, “Ini tidak mungkin!”
“Bunda?” Chu Xiulan mengerutkan keningnya karena melihat ekspresi Ling Fanmin tidak beres.
Ling Fanmin kembali ke ruangannya ditemani Qian Yu.
‘Apa yang sebenarnya terjadi? Ekspresi barusan tidak pernah Bunda tunjukkan.’ Chu Xiulan menatap Ling Fanmin dengan tatapan menyelidik, ‘Apa ini ada hubungannya dengan ekspresi sedih Zhen‘gege?’
__ADS_1