
“Jadi bagaimana kau bisa tahu diriku di Kota Heidong?” Ling Zhen mendongak melihat Rubah Putih yang tidur dikepalanya.
‘Jangan remehkan penciumanku, bocah manusia! Walau kau berada di Kekaisaran Jia sekalipun aku bisa menemukanmu!’ Rubah Putih menjawab keras, tak lama dia mengendus rambut Ling Zhen dan mencium aroma terdalam tubuh pemuda itu.
‘Bocah manusia, kau sudah tidak lagi perjaka bukan?’ Ling Zhen berhenti tepat didepan penjara para budak setelah mendengar ucapan Rubah Putih.
“Berhenti mengendusku!” Ling Zhen memotong jeruji besi tahanan para budak dan mendecakkan lidahnya.
Melihat Ling Zhen yang memotong jeruji besi, para tahanan budak segera melarikan diri. Mereka merasa bersyukur karena diberi kesempatan untuk kembali hidup selayaknya manusia pada umumnya.
“Terimakasih, tuan muda!”
“Pendekar, kau sangat murah hati. Semoga dewa membalas kebaikanmu ini.”
“Aku sangat berterimakasih padamu, tuan muda. Aku tidak melupakan ini seumur hidupku.”
“Tuan, setidaknya beritahu kami namamu, agar kami mengingat nama orang yang membebaskan kami.”
Ling Zhen menyarungkan Pedang Sembilan Naga dan menatap para tahanan cukup lama sebelum menghela napas panjang.
“Dengar, setelah keluar dari sini jangan pernah tertangkap lagi. Karena keberuntungan seperti ini tidak akan terjadi untuk kedua kalinya...” Ling Zhen mengatakan hal itu pada para tahanan, lalu memberitahu namanya.
“Kota ini akan berakhir setelah keluarga Hei binasa. Jadi aku tidak akan segan membunuh mata-mata yang menyamar menjadi budak.” Ling Zhen mencekik leher tahanan yang bertanya padanya.
Para tahanan yang lain ketakutan, ada yang berlari dan sebagian mematung melihat gerakan Ling Zhen yang begitu cepat.
“Pergi dari sini! Jika kalin tidak ingin melihat darah!” Ucap Ling Zhen mengingatkan.
Pemuda yang menanyakan namanya tersenyum tipis, “Aku bisa membantumu mengakhiri keluarga Hei, Ling Zhen. Aku mengenalmu dan mendengar rumor tentangmu. Aku sudah menanti kedatanganmu saat mengetahui dirimu seorang pendekar bumi.”
Ling Zhen mengangkat alisnya mendengar ucapan pemuda itu, “Ucapanmu ini lebih membuatku tidak percaya padamu. Darimana kau mengetahui semua itu?!”
__ADS_1
“Lepaskan... Lepaskan tanganmu terlebih dahulu...” Pemuda itu terlihat kesulitan bernapas, Ling Zhen segera melepaskan cekikan tangannya.
“Keluarga Hei mendapatkan semua informasi ini dari Sekte Pemuja Iblis dan dua sekte yang menjadi tembok sekte setan itu.” Pemuda itu menarik napas panjang, lalu menghembuskannya secara perlahan.
“Aku pikir kau orang yang menakutkan, ternyata kau tampan dan dapat diajak bicara, Ling Zhen.” Pemuda itu kembali berkata dengan tenang dan tidak menunjukkan rasa takut pada Ling Zhen.
“Masih mempunyai nyali berbicara seperti itu padaku? Kau cukup memberitahuku lokasi Lentera Kerakusan dan tempat yang memperdagangkan budak!” Ling Zhen melepaskan aura pembunuh berjumlah besar pada pemuda itu.
“Sebelum itu, aku ingin kau mendengar kisahku...” Pemuda itu memberi tanda pada Ling Zhen agar tidak menyerangnya.
“Hah? Aku tidak punya waktu untuk mendengarkan kisahmu itu, sialan!” Ling Zhen menendang perut pemuda itu dan menarik Pedang Sembilan Naga.
“Namaku Hei Long!” Pemuda sedikit berteriak karena saat berbicara, perutnya ditendang Ling Zhen.
“Justru setelah mengetahui namamu, itu sudah cukup bagiku untuk membunuhmu!” Ling Zhen sudah menarik Pedang Sembilan Naga sepenuhnya.
“Margaku memang Hei, tetapi aku membenci setiap orang di keluarga Hei!” Pemuda bernama Hei Long berteriak membuat Ling Zhen menghentikan langkahnya.
“Mendiang Ibuku seorang penjual makanan, tetapi dia dituduh menjual makanan beracun oleh Hei Wu. Setelahnya, kehidupan mendiang Ibuku berubah menjadi neraka...” Hei Long mengepalkan tangannya dan matanya jelas menunjukkan kebencian yang luar biasa.
Hei Long menceritakan jika sebelum dirinya lahir, Hei Wu menuduh mendiang Ibunya dan membuatnya mengandung dirinya.
Selain itu hampir seluruh keluarga Hei anggotanya adalah laki-laki, kehidupan neraka yang dijalani mendiang Ibu Hei Long sangat kejam karena Hei Wu membuangnya dan menyuruh anggota keluarganya melakukan sesuatu yang lebih pedih dari kematian pada mendiang Ibu Hei Long.
“Beliau merawatku sampai umurku lima tahun, sebelum dia bunuh diri. Dia menceritakan kisah ini padaku...” Hei Long meneteskan air matanya dan mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya menembus telapak tangannya.
“Manusia terkadang lebih parah dari binatang, sejak saat itu aku memutuskan untuk membunuh manusia seperti itu!” Hei Long menambahkan jika dirinya merupakan kelinci percobaan Sekte Pemuja Iblis.
Saat berumur enam tahun Hei Long sudah mulai menjadi kelinci percobaan perwakilan Sekte Pemuja Iblis yang bernama Shi Mubai atau lebih dikenal dengan Iblis Tertawa.
“Aku tidak mempunyai alasan untuk mempercayaimu. Walau telah mendengar kisahmu sekalipun, aku masih tidak bisa mempercayaimu.” Ling Zhen memiliki niat tersembunyi berkata demikian.
__ADS_1
Hei Long bangkit dan menatap Ling Zhen tajam, sebelum tangan kanannya berubah wujud menjadi tajam layaknya pedang sungguhan.
Ling Zhen terkejut melihatnya, walau berubah wujud layaknya pedang, namun tangan kanan Hei Long tetap kulit berwarna coklat kekuningan.
“Apa yang harus aku lakukan agar kau mempercayaiku? Apa aku perlu memotong tangan kiriku?” Hei Long bertanya dengan tenang.
Ling Zhen tersenyum tipis, “Potong kelima jarimu dan lenganmu-”
Sebelum Ling Zhen menyelesaikan perkataannya, Hei Long memotong jari jempol kirinya hingga putus, lalu melanjutkannya dari jari telunjuk.
Ling Zhen segera menahan tangan kanan Hei Long yang tajam hingga telapak tangannya berdarah.
“Yang benar saja? Kau benar-benar melakukannya!” Ling Zhen tersenyum lebar, setelah itu mendecakkan lidahnya saat mengetahui tajamnya tangan kanan Hei Long.
“Jika aku tidak mengalirkan tenaga dalam pada telapak tanganku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada telapak tanganku ini?” Ling Zhen menatap Hei Long yang mematung.
“Kenapa kau menghentikanku?” Hei Long bertanya sebelum menambahkan, “Bukankah kau butuh bukti agar kau mempercayaiku?”
“Hei Long, aku butuh orang sepertimu dikelompok yang akan kubuat. Jadilah temanku.” Ling Zhen menepuk pundak Hei Long dan tersenyum, namun matanya menatap jari jempol Hei Long yang putus.
“Sebelum itu, kita harus hentikan pendarahan-”
“Itu tidak perlu.” Hei Long mengeraskan kulitnya, hingga pendarahannya berhenti. Selain memotong perkataan Ling Zhen, Hei Long memiliki kemampuan unik dimata Ling Zhen.
“Kalau tahu seperti ini, aku tidak perlu repot mengkhawatirkanmu.” Ling Zhen tertawa pelan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
Hei Long untuk pertama kalinya tersenyum alami setelah sekian tahun lamanya, tak lama dia ikut tertawa bersama Ling Zhen.
“Hei Long, kau adalah teman pertamaku. Aku tidak membenci orang sepertimu.” Ling Zhen masih tertawa pelan, begitu juga dengan Hei Long.
“Ling Zhen, kau juga. Kau adalah teman pertamaku. Mulai hari ini aku berjanji akan mengikutimu seumur hidupku.” Hei Long berhenti tertawa dan berkata serius.
__ADS_1
“Ngomong-ngomong kau mengetahui lokasi tempat budak ditahan bukan?” Ling Zhen berjalan menuju pintu keluar kapal besar dan memberi tanda pada Hei Long agar mengikutinya.
“Ya, aku akan menunjukkan jalan menuju lokasi para budak ditahan dan anggota keluarga Hei.” Hei Long menjawab dan berjalan disamping Ling Zhen.