Immortal Warrior

Immortal Warrior
IW 50 : Perempuan Yang Membuat Iblis Lari


__ADS_3

Sementara Ling Zhen yang sudah mengimbangi kemampuan Wu Ming, sesuatu yang mengejutkan terjadi karena Xin Jian berhasil membunuh Liang Feng.


Pertukaran serangan antara Liang Feng, Bing Lao melawan Xin Jian membuat kerusakan besar pada stadion, bahkan membuat stadion itu sendiri menjadi hancur.


Secara bertahap kubah penghalang memudar dan itu membuat Xin Jian panik walau dia berhasil membunuh Liang Feng yang berniat menyegel dirinya.


Luka yang diterima Xin Jian fatal karena Liang Feng melakukan suatu teknik terlarang pada tubuhnya. Sementara Bing Lao terus memberikan serangan penuh tenaga dalam padanya.


“Saudara Liang, kematianmu tidak sia-sia!” Bing Lao melepaskan ratusan tapak yang mengenai titik meridian Xin Jian.


Darah segar keluar dari dalam mulut Xin Jian saat merasakan sekujur tubuhnya membeku, terutama titik meridian dan titik aura tubuhnya.


“Kau benar-benar melakukannya! Aku pastikan sektemu itu hancur saat aku pergi kesana!” Mata Xin Jian mendelik, sementara Bing Lao sudah bersiap melepaskan pukulannya yang membentuk harimau.


“Teknik Pemuja Iblis ~ Darah Kebuasan ~ Auman Singa Iblis!” Secepat kilat, Xin Jian mengeluarkan auman yang dapat menghancurkan pukulan Bing Lao.


Saat kubah penghalang menghilang sepenuhnya, Xin Jian menotok bagian tubuhnya hingga membuat dirinya dipenuhi aura pembunuh.


Kulit Xin Jian menjadi lebih keras dan berwarna merah darah, disisi lain Bing Lao sudah hampir kehabisan energinya.


Saat Xin Jian hendak mengakhiri nyawa Bing Lao, dua ekor Hewan Buas Langit menahannya.


Mata Xin Jian kembali mendelik, sementara Bing Lao mengangkat alisnya.


“Ratu Chu?!” Xin Jian menyeringai lebar, namun wajahnya dipenuhi keringat dingin.


Bersamaan dengan kematian Liang Feng, diudara terlihat Ling Zhen berhasil memaksa Wu Ming kedalam posisi bertahan.


Yang awalnya Wu Ming membanggakan pukulan ledakannya, sekarang justru dibuat tidak berdaya saat mengetahui pukulan ledakannya dapat Ling Zhen halau.


“Tinju Semesta!”


“Ledakan Sembilan Phoenix!”


Wu Ming melepaskan pukulannya, Ling Zhen juga melakukan hal yang sama. Kedua serangan yang saling berbenturan itu kembali menjadi menciptakan ledakan yang entah sudah berapa kali terjadi.


“Racun Darah Buas seharusnya membunuhmu! Sebenarnya kau itu siapa, bocah?!” Wu Ming melepaskan aura pembunuh untuk menghambat pergerakan Ling Zhen, namun sangat disayangkan Ling Zhen terbang dengan lincah tanpa hambatan yang berarti.


“Karena aku hampir menguasai Tubuh Raja Neraka!” Ling Zhen melepaskan sejumlah cakaran kaki berapi-api pada Wu Ming yang menahannya, “Setidaknya aku memberitahumu hal itu sebelum membunuhmu!”

__ADS_1


Wu Ming terpancing emosinya saat melihat ekspresi Ling Zhen yang merendahkannya.


“Jangan sombong dulu, bocah!” Wu Ming berteriak dan melepaskan segenap kekuatannya, disaat yang bersamaan sebuah jarum mengenai lehernya.


Mata Wu Ming melebar karena tidak menyadari sosok perempuan yang ada dibawah, “Ratu Chu?! Apa yang dilakukan perempuan itu disini?!”


Ling Zhen tidak mempedulikan Wu Ming dan sudah melepaskan serangan selanjutnya.


“Cakar Raja Phoenix!”


Wu Ming telah menyadarinya sehingga perutnya mengalami luka yang fatal, bahkan sebelum dirinya kembali menghindari sebuah tebasan sudah mengarah padanya.


Sebuah bayangan naga berwarna merah sekilas terlihat dibelakang Ling Zhen bersamaan dengan bilah pedangnya yang berapi-api.


“Aliran Sembilan Naga Keempat ~ Murka Naga Api!”


Mata Wu Ming melebar saat kedua tangannya putus menahan tebasan tersebut, “Tidak mungkin!”


Ling Zhen tidak memberi Wu Ming kesempatan untuk meringis kesakitan apalagi berpikir.


Dengan kecepatan tinggi Ling Zhen terbang sambil mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar pada kedua tangan dan kakinya.


Jari jempol, telunjuk dan tengah Ling Zhen menembus jantung Wu Ming. Sedetik kemudian tubuh Wu Ming terbakar sebelum meledak.


Ling Zhen tersenyum tipis, “Matilah...” Darah segar bercampur cairan hitam keluar dari mulutnya, tubuh Ling Zhen terhempas jatuh kebawah bersamaan dengan kemampuan Phoenix yang menghilang secara perlahan.


Bing Xiaoya segera memeluk Ling Zhen dengan erat saat Ling Zhen jatuh menyentuh tanah. Tubuh Ling Zhen berada tepat diatas Bing Xiaoya yang bersemu merah.


“Saudara Ling, kau benar-benar gegabah!” Bing Xiaoya memegang bahu Ling Zhen, lalu mendorongnya pelan.


Ling Zhen terduduk, “Nona Bing, apa kau masih memiliki tenaga...” Ling Zhen melebar matanya saat merasa hawa membunuh yang mendekat kearahnya.


Sebuah tangan yang mengepal dan dipenuhi aura berwarna merah darah hampir mengenai kepalanya, namun kaki perempuan berparas cantik dengan santai menahannya.


“Aku menemukan sesuatu yang menarik. Dia mungkin salah satunya, dan gadis ini juga tidak boleh mati.” Perempuan itu melepaskan aura berwarna emas yang membuat Xin Jian melompat keatas.


“Ratu Chu! Untuk hari ini aku akan membiarkanmu, tetapi jika kita bertemu lagi, aku akan membunuhmu!” Xin Jian menatap perempuan itu penuh kebencian sebelum terbang meninggalkan Ibukota Qinghong dengan segenap kekuatannya.


Hari itu, Benteng Serakah telah binasa bersama dengan salah satu perwakilan Sekte Pemuja Iblis yang dikenal sebagai Iblis Serakah, Wu Ming.

__ADS_1


Walau berhasil membuat Benteng Serakah binasa, tetapi Ling Zhen menyadari Lembah Hujan juga binasa, karena melihat Liang Feng mati terlebih Bing Huo juga menyusulnya setelah membekukan tubuh Lin Dong, Mu Huang dan Yan Xie bersama dirinya.


“Kau siapa-” Ling Zhen terkejut saat merasakan tubuhnya dipenuhi rasa sakit, bahkan mulutnya kembali memuntahkan cairan berwarna hitam kebiruan.


Bing Xiaoya panik dan memegang tubuh Ling Zhen dengan kuat, “Saudara Ling, jangan paksakan dirimu!”


Perempuan yang hendak mengejar Xin Jian memilih untuk mendekati Ling Zhen, sebelum berjongkok dan memegang pipi Ling Zhen dengan kedua tangannya.


Dihadapan Bing Xiaoya, perempuan itu tanpa ragu mencium dan menghisap mulut Ling Zhen.


Segera Bing Xiaoya menutup matanya dengan kedua tangannya, “Siapa kau? Kenapa kau menciumnya?!”


Perempuan itu terus mencium Ling Zhen dan menghisap semua Racun Darah Buas yang ada ditubuh Ling Zhen.


“Bersyukurlah karena tadi itu ciuman pertamaku. Sekarang Racun Darah Buas telah menghilang dari tubuhmu.” Perempuan itu kembali berdiri dengan kedua tangan yang menyangga dadanya.


Ling Zhen memerah wajahnya dan menatap perempuan itu tidak percaya, “Jangan bercanda! Tadi itu ciuman pertamaku!”


Perempuan itu mengabaikan Ling Zhen dan memperhatikan sekelilingnya, “Disini tidak ada Yue Rou...”


Mendengar nama yang tidak asing diucapkan Ling Zhen menjelaskan pada perempuan itu, jika dirinya mengenal Yue Rou dan mengetahui keberadaannya.


“Tetapi-” Belum sempat Ling Zhen menyelesaikan perkataannya, perempuan itu memukul lehernya dan memerintahkan dua ekor Hewan Buas Iblis Langit untuk membawa tubuh Ling Zhen.


Kera Emas menaruh tubuh Ling Zhen diatas punggung Elang Halilintar, lalu perempuan itu naik ke atas punggung Elang Halilintar.


“Gadis dengan Tubuh Yin, jaga dirimu baik-baik. Jangan sampai dirimu ternodai apalagi mati.” Perempuan itu memerintahkan Elang Halilintar terbang setelah berkata demikian.


Bing Xiaoya tidak percaya melihat Ling Zhen dibawa pergi begitu saja oleh perempuan tidak dikenal.


“Aku harus mengejarnya!” Ketika Bing Xiaoya hendak mengejarnya, Bing Lao menepuk pundaknya.


“Yaya, ada sesuatu yang harus kita urus terlebih dahulu...” Bing Caoji menjelaskan jika Kaisar Qing berniat mengajak mereka berkunjung ke Istana Qing setelah melakukan pembersihan sisa-sisa pertempuran.


Bing Xiaoya bimbang dengan perasaannya, dia sebenarnya tidak peduli dengan Ling Zhen. Tetapi setelah melihat Ling Zhen dicium perempuan tidak dikenal, hatinya terasa sakit dan teriris.


‘Ini tidak mungkin kan?’ Bing Xiaoya mengikuti perkataan Bing Lao dan menggelengkan kepalanya tidak percaya, ‘Aku jatuh cinta padanya?'


____

__ADS_1


__ADS_2