
“Pertama, aku akan mulai dengan kalian berdua!” Perwakilan Sekte Pemuja Iblis, yang lebih dikenal dengan sebutan Iblis Darah menyerang Liang Feng dan Bing Lao.
Terlihat anggota keluarga Hei dan anggota keluarga Wang mulai bersikap aneh, karena sekujur tubuh mereka mendadak berwarna merah darah.
“Teknik Pemuja Iblis - Darah Kebuasan - Jangkauan Iblis Kubah!” Seringai tajam Xin Jian diiringi dengan lolongan orang-orang dari keluarga Hei dan keluarga Wang yang mengganas.
Tidak banyak perwakilan keluarga Hei dan keluarga Wang, mereka semua hanyalah penduduk biasa yang diancam. Saat mengetahui hal itu, Ling Zhen segera bergerak cepat menuju tempat Wang Tao dan mendaratkan tebasan yang memutuskan kedua tangannya.
“Argh! Kenapa kau menebasku?!” Wang Tao menggeliat kesakitan ditanah, saat dia hendak berteriak, sebilah pedang milik Ling Zhen menembus tenggorokannya.
“Pedang Sembilan Naga...” Ling Zhen mulai memejamkan matanya saat puluhan orang yang mendadak menjadi buas menyerangnya.
Dengan gerakan yang gemulai, Ling Zhen memainkan pedangnya menahan setiap pukulan orang-orang yang mengepungnya. Kekuatan dan pergerakan mereka bertambah kuat dan cepat.
“Maaf,” ucap Ling Zhen lirih. Pedang Sembilan Naga memotong kepala setiap orang-orang yang mendadak buas.
Perbuatan Ling Zhen membuat beberapa pendekar dari Lembah Hujan menentangnya. Namun Ling Zhen menjelaskan jika orang-orang yang berubah wujud dari semestinya tidak akan bisa kembali.
“Lihat mata mereka dan teriakan penuh kemarahan ini! Tidak ada gunanya menahan diri atas nama belas kasihan!” Ling Zhen mengolah pernapasan kasar sebelum api Phoenix muncul dibelakang punggungnya.
“Feng Shin!” Ling Zhen dengan kecepatan tinggi mendaratkan cakaran kedada Feng Shin, namun Feng Shin menahannya dengan kedua tangan yang mengeras.
“Pemuda bermarga Ling! Tidak ada masa depan di Kekaisaran Qing! Aku tidak punya pilihan lain, selain membunuh para pemimpi tidak berguna seperti mereka!” Feng Shin menunjuk Bing Huo, Lin Dong, Mu Huang dan Yan Xie.
Memang kondisi dunia persilatan Kekaisaran Qing terlihat memprihatinkan, tetapi Ling Zhen tidak menyangka sosok pengkhianat adalah Feng Shin.
__ADS_1
“Aku akan mengembalikan dunia persilatan Kekaisaran Qing! Kau cukup diam dan melihat saja, tetua bodoh!” Ling Zhen mendaratkan pukulan berapi-api pada wajah Feng Shin.
Kaisar Qing beserta istri dan anaknya terlihat panik dan ketakutan. Ling Zhen mengatur napasnya dan mencari orang yang dapat dia andalkan, namun dia tidak menemukannya.
“Cih, merepotkan!” Ling Zhen mendecakkan lidah membuat Kaisar Qing terperanjat kaget.
“Yang Mulia, maaf tapi sepertinya Festival Naga yang anda coba bangkitkan menjadi festival berdarah...” Ling Zhen menambahkan jika dirinya yang akan membangkitkan Festival Naga di Kekaisaran Qing.
“Apa benar margamu Ling?” Kaisar Qing bertanya.
“Semoga kita bisa mengobrol lain waktu, Yang Mulia. Aku tidak bisa bertarung sambil melindungi anda. Jadi berlindunglah ditempat yang aman.” Ling Zhen membuka jalan dan menyuruh para pendekar dari Lembah Hujan untuk menjaga keluarga Kaisar Qing.
Feng Shin memegang dadanya dan hendak membunuh Kaisar Qing, namun Ling Zhen menahannya.
“Bertindak layaknya pahlawan? Kau cukup naif, Ling Zhen!” Feng Shin menatap Ling Zhen penuh kebencian, lalu melepaskan sejumlah pukulan yang penuh akan tenaga dalam.
Feng Shin tertawa lantang, “Pembantaian? Jangan membuatku tertawa! Lihat mereka!”
Saat Feng Shin berkata demikian, sejumlah pendekar Lembah Hujan mulai berubah wujudnya menyerupai sosok manusia bertaring tajam layaknya iblis.
Bahkan yang lebih mengejutkan adalah sosok Lin Dong, Mu Huang dan Yan Xie yang ikut berubah.
“Kenapa mereka berubah?” Ling Zhen melebar matanya, sementara Feng Shin tertawa semakin lantang.
“Mungkin mereka meminum teh yang dicampur dengan darah dari Senior Xin!” Selesai Feng Shin berkata demikian, seketika aura pembunuh berwarna hitam pekat menyebar dari tubuh Ling Zhen.
__ADS_1
“Rantai Raja Neraka...” Ling Zhen menggerakkan Rantai Raja Neraka dari kejauhan, kemudian memejamkan matanya memfokuskan dirinya untuk melepaskan kekuatan yang dia latih selama di Lembah Dewa.
“Aku belum sempat menguasainya, tetapi kali ini aku akan menggunakannya...” Seketika kedua bola mata Ling Zhen berubah, terlihat bola matanya terdapat ukiran naga berwarna merah.
“Mata Dewa!” Tidak perlu sampai lima detik, Ling Zhen sudah berada dihadapan Feng Shin dan menebas kepala salah satu Tetua Lembah Hujan yang berkhianat.
Saat Ling Zhen hendak membunuh para pendekar Lembah Hujan yang berubah menjadi iblis, Bing Huo menahannya.
“Biar aku yang melakukannya...” Bing Huo menatap Lin Dong, Mu Huang dan Yan Xie dengan seksama.
“Mereka semua sangat berharga bagiku, jadi Junior Ling, selamatkan masa depan dunia persilatan Kekaisaran Qing...” Bing Huo melepaskan hawa dingin dan mulai menahan para pendekar yang berubah menjadi manusia iblis.
Dalam wujud Mata Dewa, Ling Zhen mengetahui sesuatu tentang iblis, dan yang lebih mengejutkan adalah Tubuh Raja Neraka yang dapat menetralkan segala racun.
‘Hah? Kenapa rubah sialan itu tidak menjelaskannya padaku!’ Ling Zhen berdecak kesal, kemudian mengalihkan pandangannya menatap Bing Xiaoya yang terdesak.
Tiga orang yang menyerang Bing Xiaoya merupakan Tiga Raja Serakah dari Benteng Serakah. Dengan kecepatan tinggi dia menuju kearah Bing Xiaoya dan menahan serangan ketiganya.
“Nona Bing, apakah anda butuh bantuanku?”
“Aku tidak butuh bantuanmu.” Bing Xiaoya cukup ketus menjawab pertanyaan Ling Zhen.
“Jangan menghambatku, Saudara Ling!” Bing Xiaoya menciptakan sejumlah pedang es dan menggerakkannya untuk menyerang Tiga Raja Serakah.
Ling Zhen menggelengkan kepalanya pelan mendengar ucapan Bing Xiaoya pada dirinya.
__ADS_1
“Justru aku berharap kau tidak menghambat pergerakanku, Nona Bing!”